
Anak panah yang tercipta benar-benar menimbulkan aura es yang sangat tirani, Aura itu membuat udara di sekitar tempat itu menjadi terdistorsi dan tampak terlihat banyak koyakan di udara setelah anak panah mulai ditarik oleh Putri Cin Cin.
Sedetik kemudian Putri Cin Cin melepaskan panas surgawinya hingga panah itu meluncur deras memburu keberadaan pangeran Hunshen.
Semua yang dilalui anak panah itu dalam melakukan pengejarannya bener-bener telah dibuat membeku menjadi es, hingga pada akhirnya dari kejauhan terdengar suara teriakan menyayat hati dari pangeran Hunshen yang tertembus anak panah surgawi milik putri Cin Cin.
Hanya sekejap saja suara teriakan menyayat hati itu terdengar, karena tubuh pangeran Hunshen saat ini telah membeku dan hancur menjadi serpihan-serpihan kecil es, saat tubuhnya itu menimpa tanah yang dipijaknya.
Putri Cin Cin kemudian berteriak sekeras-kerasnya setelah berhasil membunuh pangeran Cin Sha, dan saat ini Putri Cin Cin benar-benar tak bisa menguasai dirinya karena amarah telah menguasai hatinya.
Putri Cin Cin menyerang semua orang termasuk kakaknya sendiri yang mencoba untuk menenangkannya, melihat hal itu Shio Fang segera melesat ke arah Putri Cin Cin dan memeluknya.
Aura tubuh nirwana yang hangat dapat menekan Aura dingin yang keluar dari dalam tubuh Putri Cin Cin, hingga membuat Shio Fang sama sekali tak terluka setelah bersentuhan langsung dengan Putri Cin Cin.
"Apa yang kau lakukan sayang, jika amarah terus menguasai hatimu maka kau akan membunuh semua orang yang ada di tempat ini termasuk diriku, apakah kau ingin melihat putri kita tak memiliki seorang ayah setelah kau membunuhku?" tanya Shio Fang yang mencoba untuk menenangkan hati Putri Cin Cin.
Suara Shio Fang yang terdengar di telinganya membuat sang putri pada akhirnya tersadar dan menoleh ke arah wajah suaminya, sedetik kemudian dia pun berkata.
"Maafkan aku kak Shio Fang, aku terlalu kacau setelah melihat Ayahku mati di depan mataku, dan aku takkan pernah mempunyai keinginan untuk membunuhmu karena kau adalah laki-laki yang kucintai dan juga Ayah bagi putriku," ucap putri Cin Cin dalam isaknya.
Shio Fang kemudian tersenyum mendengar jika Putri Cin Cin telah dapat mengontrol kekuatan bulan dinginnya, hingga pada saat Shio Fang terbatuk maka darah segar seketika itu menyembur dan membasahi baju putri Cin Cin.
Putri Cin Cin seketika itu juga menjadi panik, dia merasa jika dirinya telah melukai suaminya hingga terluka dan batuk darah.
__ADS_1
Shio Fang sadar jika dalam pikiran istrinya dirinya terluka akibat aura bulan dingin, membuat Shio Fang lantas berkata.
"Aku terluka akibat pertarungan ku dengan pemimpin dari aula dewa kesunyian, dan saat itu aku mengeluarkan kekuatan toti dengan sangat besar hingga membuatku terpuruk".
"Cin Cin bawa aku ke dalam menara giok agar aku dapat memulihkan diriku kembali, jika tidak luka dalam yang ku derita akan semakin parah hingga membuatku semakin terpuruk," pinta Shio Fang.
Putri Cin Cin menganggukkan kepalanya dan dengan segera memapah tubuh Shio Fang masuk ke dalam menara giok, sementara itu pangeran Cin Sha telah mengambil alih memimpin pasukannya, dengan berteriak lantang yang didengarkan oleh seluruh jenderal dari kekaisaran Cahaya ilahi.
"Hentikan pertempuran ini...!!".
Mendengar teriakan dari putra mahkota membuat seluruh Jenderal yang memimpin pasukan kekaisaran Cahaya ilahi, menarik mundur seluruh pasukannya.
Mereka sadar jika komando dari pangeran Cin Sha merupakan hak istimewa sebagai putra mahkota, yang akan menjadi penerus tahta selanjutnya setelah sang Kaisar mengundurkan diri, membuat perkataan dari putra mahkota tak berani untuk di tentangnya.
Seluruh jendral seketika itu sangat terkejut setelah pangeran Cin Sha mengatakan jika Kaisar Cin Yang telah mati, dengan rasa kesedihan yang mendalam seluruh Jenderal pada akhirnya membawa jasad dari Kaisar Cin Yang kembali ke istana Cahaya ilahi.
Sementara itu pertarungan sengit antara leluhur Yanlao dan jendral leluhur telah jauh meninggalkan menara giok, saat ini kondisi jenderal leluhur begitu sangat menyedihkan dengan banyaknya luka yang mengeluarkan darah dari dalam tubuhnya.
Jendral leluhur saat ini telah kehabisan energi tubuhnya setelah berkali-kali melakukan bentrokan energi dengan leluhur Yanlao yang saat ini masih terlihat bugar, karena leluhur Yanlao sebelum ini telah menyimpan energi murni dari alam jiwa ke dalam satu wadah yang merupakan sebuah artefak langit yang dapat menyimpan energi murni, sehingga energi murni dalam artefak itu dapat diserap oleh leluhur Yanlao dengan cepat ketika dirinya mulai kehabisan energi.
Mengetahui jika dalam pertarungannya kali ini jendral leluhur tak mampu menghadapi leluhur Yanlao, membuatnya segera menebarkan puluhan bola hitam ke udara.
Bola bola hitam itu perlahan-lahan saling berbenturan hingga mengeluarkan ledakan kecil, yang membuat bola-bola hitam itu mengeluarkan asap hitam yang sangat pekat hingga dapat menghalangi pandangan mata.
__ADS_1
Kesempatan itu kemudian dipakai oleh Jenderal leluhur dalam melakukan pelarian diri, namun leluhur Yanlao yang telah banyak memakan asam garam dalam sebuah pertarungan dapat mengetahui rencana dari Jenderal luhur, dia pun segera berkelebat cepat menghadang langkah Jenderal leluhur yang mencoba melarikan diri.
Saat ini di tinju tangan kanan leluhur Yanlao terdapat sebuah aura berwarna hitam yang sangat mengerikan, karena mengandung kekuatan pemusnahan besar di dalamnya.
Leluhur Yanlao seketika itu juga menghantamkan tinju itu ke arah Jenderal leluhur dan mengenai dadanya dengan telak, karena sebenarnya Jenderal leluhur sudah tak mampu lagi untuk bertarung apalagi harus menghindari serangan secepat itu.
Terdengar suara lenguhan panjang dari mulut jendral leluhur saat tubuhnya benar-benar dihempaskan jauh ke belakang, darah segar saat itu juga menghiasi bibirnya karena sebenarnya Jenderal leluhur telah memuntahkan darah segar berkali-kali akibat luka dalam yang dideritanya.
Hanya sedetik saja Jenderal leluhur dapat bertahan setelah itu dia pun menghembuskan nafas terakhirnya.
Sebuah cahaya kecil keluar dari dalam tubuh Jenderal leluhur, cahaya kecil itu merupakan roh jiwa dari seorang praktisi yang telah menembus selangkah lagi menjadi abadi.
Leluhur Yanlao kemudian menyegel roh jiwa dari Jenderal leluhur, yang membuat roh jiwa itu berontak dan meronta-ronta untuk dibebaskan.
"Ampuni aku, jika kau membantuku mendapatkan tubuh baru maka di masa depan aku akan menjadi budakmu," ucap jendral leluhur.
Leluhur Yanlao kemudian tertawa mendengar perkataan Jenderal leluhur yang meminta pengampunan darinya, hal itu membuat leluhur Yanlao kemudian berkata.
"Aku tak mungkin membebaskan orang licik sepertimu, karena sebenarnya roh jiwamu sangat aku butuhkan untuk meningkatkan kekuatanku, dan untuk itu aku akan menghisap roh jiwamu agar aku semakin dekat dengan ranah semesta abadi," jawab leluhur Yanlao.
Jiwa Jenderal leluhur begitu sangat ketakutan, namun apalah daya saat ini dia telah tersegel oleh kekuatan besar dari leluhur Yanlao.
Jiwa jendral leluhur hanya bisa pasrah saat melihat leluhur Yanlao mulai duduk bersila di tempat itu, dalam penyerapan jiwa murninya.
__ADS_1
Bersambung