
Shio Fang dan Shio Fan Yin saat ini telah tiba di alam naga salju. Shio Fang memperkenalkan alam itu kepada putranya sebagai alam pemberian dari leluhur klan naga salju, yang saat ini telah berubah nama menjadi klan anggrek salju.
"Fan'er untuk sementara waktu kau berlatihlah di tempat ini hingga tingkat kekuatan mu dapat menembus ranah semesta. Karena setelah kau menembus ranah semesta maka dengan sendirinya aku akan dapat memberikan semua warisan kekuatan terhebat yang pernah kumiliki kepadamu," ucap Shio Fang.
"Baik ayah, aku akan meningkatkan kekuatan ku di tempat ini hingga sampai pada waktunya aku mendapatkan warisan dari ayah," ucap Shio Fan Yin.
Shio Fang kemudian mengganggukkan kepalanya dan tak berapa lama kemudian diapun pergi meninggalkan tempat itu.
Shio Fan Yin kemudian mencari teman terbaik untuk melakukan kultivasi di tempat itu, dan pada akhirnya Shio Fan Yin menemukan sebuah tempat yang sangat baik, yaitu di atas batu besar yang permukaannya rata.
Di bawah hujan salju yang menerpa tempat itu, Shio Fan Yin kemudian duduk di atas permukaan batu raksasa untuk melakukan kultivasi panjangnya.
Saat melakukan kultivasi di tempat itu, tak ada satupun salju yang mampu mengenai tubuh Shio Fan Yin, karena disaat salju-salju itu telah berjarak satu jengkal dari tubuh Shio Fan Yin, maka salju-salju itu akan segera sirna.
Shio Fan Yin masuk alam bawah sadarnya dan saat ini dirinya telah berlatih bersama Sang Guru Jenderal Dewa Agung, untuk dapat menembus ranah berikutnya yang memiliki rintangan yang sangat menakutkan, yang bagi seorang praktisi yang tak memiliki tekad kuat hal itu akan membuat mereka gagal yang berujung dengan kematian.
Jendral Dewa Agung memberikan pelatihan khusus bagi Shio Fan Yin, yaitu berendam di dalam lautan magma untuk mendapatkan pondasi kuat, dengan mengganti seluruh tulang yang dimilikinya menjadi tulang kaisar semesta pelahap kekosongan, yaitu tulang langka yang dahulu di miliki oleh seorang Dewa perang kekacauan yang sangat kuat di masa lalu.
Shio Fan Yin terus berlatih dengan gigih di dalam lautan lahar api yang membara, di mana saat ini Shio Fan Yin merasakan tulang-tulang di dalam tubuhnya mulai mengeluarkan suara gemeretak, yang membuat teriakan kesakitan seketika itu juga keluar dari mulut Shio Fan Yin.
Tubuh Shio Fan Yin saat ini telah terombang-ambing di dalam lautan lahar api, karena saat ini tak ada satu tulang pun yang menyangga tubuhnya semua itu akibat tulang-tulang di dalam tubuh Shio Fan Yin saat ini benar-benar telah hancur dan sirna.
__ADS_1
Shio Fan Yin merasa jika dirinya sudah tak bisa bertahan lagi dengan keadaan yang ada, namun tekad di dalam hatinya untuk menjadi kuat sewaktu di depan ayahnya, membuatnya terus bertahan untuk tetap hidup apalagi saat ini keinginan terbesarnya adalah untuk menyatukan kembali kedua orang tuanya sebelum keberangkatannya ke alam Xuan, membuat Shio Fan Yin berusaha keras untuk terus bertahan agar dirinya dapat memiliki tulang Kaisar semesta melahap kekosongan yang diinginkannya.
Setelah sekian lama menderita rasa sakit yang tak terkirakan, pada akhirnya cahaya menyilaukan mata seketika itu juga membungkus tubuh Shio Fan Yin, yang membuat energi murni yang berada di seluruh lautan lahar api seketika itu masuk ke dalam tubuh Shio Fan Yin, yang perlahan-lahan memadat dan membentuk tulang Kaisar semesta pelahap kekosongan.
Kini lautan lahar api yang tadinya berwarna merah yang mengeluarkan panas tak terkirakan, kini telah berubah menjadi bening tanpa sedikitpun panas yang berada di lautan itu, karena sebenarnya Shio Fan Yin telah menyerap semua energi lahar api menjadi energi di seluruh tulang baru yang dimilikinya saat ini.
Shio Fan Yin perlahan-lahan naik ke permukaan dan berdiri di udara. Shio Fan Yin telah merasakan manfaat dari penderitaannya selama ini dengan memiliki tulang Kaisar pelahap kekosongan yang saat ini telah melengkapi seluruh tulang di tubuhnya.
Jendral Dewa Agung tiba-tiba saja muncul di hadapan Shio Fan Yin dengan wajah yang penuh kegembiraan.
"Fan'er...., Saat ini kau telah mendapatkan tulang terkuat yang dapat memberikan pondasi yang kokoh di tubuh mu, dan bahkan seorang praktisi di ranah semesta Abadi Awal akan sangat kesulitan untuk menghancurkan tubuhmu saat ini".
"Sudah saatnya kau berlatih kekuatan kekacauan tanpa batas dari Jenderal Dewa Perang Langit, karena aku akan menurunkan seluruh warisanku kepadamu mengenai seluruh teknik kekuatan dewa perang, yang bahkan seorang penguasa seperti Kaisar langit akan sulit untuk mengalahkan mu dalam sebuah pertarungan," ucap Jendral Dewa Agung.
Sementara itu di istana Phoenix, Xin Xin sama sekali tak pernah bertemu dengan Shio Fan Yin setelah pertemuan terakhirnya di perbukitan belakang istana.
Sampai pada akhirnya pertarungan final antara Xin Xin dan Go Yuan berlangsung di arena pertarungan.
Goyuan di dalam pertarungan itu berhasil melukai Xin Xin hingga wanita cantik itu hampir saja kalah di dalam pertarungannya, namun dengan adanya busur panah peri suci yang dimilikinya, membuat Go Yuan tak berdaya hingga pada akhirnya Xin Xin berhasil menjuarai kompetisi terbesar yang diadakan istana Phoenix.
Kemenangan Xin Xin membuat Sekte Es Abadi yang jauh di ujung utara, seketika itu juga terangkat derajatnya menjadi sekte nomor satu di alam surgawi.
__ADS_1
Xin Xin yang mendapatkan kemenangan itu tak merasa bahagia, karena saat ini dia masih memikirkan Shio Fan Yin untuk datang memberikan selamat padanya atas kemenangan yang telah diraihnya.
Di saat Xin Xin pergi menyendiri di perbukitan belakang istana sebelum keberangkatannya esok hari kembali ke Sekte Es Abadi, Xin Xin merasa adanya pergerakan di belakangnya yang membuatnya seketika itu menjadi ceria karena Xin Xin mengira jika di belakangnya saat ini adalah Shio Fan Yin kekasihnya.
Wajah Xin Xin yang tadinya ceria seketika itu juga menjadi sangat terkejut ketika membalikkan tubuh dan melihat sosok yang ada di belakangnya.
Sosok itu adalah jenderal Shio Yan yang membuat Xin Xin seketika itu juga menangkupkan kedua tangannya memberi hormat.
Jendral Shio Yan tersenyum kepada Xin Xin dan sedetik kemudian dia pun berkata.
"Xin Xin...., Aku berharap kedatanganku tak mengusik mu karena aku saat ini ingin memberikan surat pemberian dari pangeran Shio Fan Yin yang ditujukan pada dirimu," ucap Jendral Shio Yan sambil melangkah maju dan memberikan surat yang berada di tangannya kepada Xin Xin.
Xin Xin segera menerima surat itu dan berkata. "Trimakasih jendral".
Setelah memberikan surat itu, jendral Shio Yan kemudian berpamitan untuk pergi meninggalkan tempat itu.
Setelah kepergian jenderal Shio Yan, Xin Xin kemudian membuka sampul surat dan membacanya.
"Hai...., Aku sengaja tak berpamitan langsung kepadamu untuk melakukan pelatihan, agar kau tak terbebani dengan kepergianku dalam pertarunganmu. Aku sangat yakin kau akan memenangkan kompetisi bela diri ini karena aku tau kau memiliki kemampuan itu".
"Aku pamit padamu untuk melakukan retret kultivasi panjang yang entah kapan akan selesai aku lakukan. Setelah aku selesai melakukan pelatihanku maka aku akan datang ke sekte es abadi untuk mencarimu. Aku tak berharap banyak apakah setelah aku bertemu denganmu nanti kau masih menganggapku sebagai seorang kekasih atau tidak, semua itu tergantung pada dirimu dan takdir yang akan mempertemukan kita kembali," ucap Shio Fan Yin dalam suratnya.
__ADS_1
Xin Xin meneteskan air mata setelah membaca surat dari Shio Fan Yin, dia sangat berharap jika pemuda yang belakangan ini telah mengisi hari-harinya dapat menemuinya setelah pelatihan panjang yang akan dilakukannya.
Bersambung