Penguasa Element Es Dan Angin

Penguasa Element Es Dan Angin
Pemikiran Shio Fang


__ADS_3

Semua telah tersadar kembali, Liuren merasa malu karena hampir saja dirinya membuat kelompoknya dalam bahaya.


Liuren yang tak ingin putra mahkota menyalahkannya, lantas diapun mendekati putra mahkota dan berkata.


"Maafkan aku pangeran karena telah membuatmu kecewa, sebenarnya aku telah mampu menampung semua energi murni yang di berikan teman teman dalam kelompok, akan tetapi Shio Fang seperti sengaja menyalurkan energi murninya berlebihan, sehingga menimbulkan gejolak energi di dalam tubuhku yang membuat dantianku ingin pecah, karena hal itulah yang membuatku tak mampu menyerang binatang Megic yang menyerang kelompok kita," ucap Liuren membela diri.


"Sudah lah..., perjalanan kita masih panjang dan aku tak ingin membahasnya lagi, yang terpenting kejadian hari ini tak terulang lagi," jawab putra mahkota.


Liuren terdiam mendengar perkataan putra mahkota, yang sepertinya tak ingin menyalahkan Shio Fang dengan semua yang telah terjadi, dengan adanya perkataan dari putra mahkota, membuat Liuren segera pergi meninggalkan tempat itu.


Putra mahkota kembali melanjutkan perjalanan nya, tapi kali ini mereka harus menyebrangi sebuah rawa dengan rerumputan dan air berwarna hitam dengan baunya yang khas, untuk sampai ketempat di mana pedang pembunuh naga dan busur surgawi berada.


Shio Fang diam diam mengeluarkan mata dewannya untuk melihat sekeliling rawa itu, dan betapa terkejutnya Shio Fang saat melihat kedasar rawa, di sana terdapat binatang Megic belut putih yang telah menembus tingkat Kaisar tengah melakukan kultivasi dengan melingkarkan tubuhnya.


Shio Fang kemudian menghilangkan mata dewanya, kemudian melangkahkan kakinya menuju kearah putra mahkota sambil berkata.


"Pangeran aku merasakan aura binatang megic tingkat kaisar di dalam rawa ini, lebih baik kita mencari solusi untuk menyebrangi nya," ucap Shio Fang.


"Bagaimana kau bisa merasakannya sementara aku tak merasa kan sama sekali kehadiran binatang megic di dalam rawa ini, kurasa Shio Fang tengah berbohong yang mulia..!" timpal Liuren tiba tiba.


Putra mahkota sama sekali tak menggubris perkataan Liuren, dia lebih memilih mendiskusikan masalah itu dengan Shio Fang, putra mahkota kemudian membawa Shio Fang pergi meninggalkan tempat itu.


Tatapan kebencian terlihat jelas di mata Liuren, saat melihat putra mahkota pergi bersama Shio Fang.


Di tempat lain terjadi percakapan antara Putra mahkota dan Shio Fang.


"Apa yang kau rasakan di dalam rawa itu, seperti juga yang aku rasakan, aku merasakan adanya kekuatan besar di dasar rawa tapi aku tak mengetahuinya secara pasti, sampai kau mengatakan jika yang berada di dalam rawa itu merupakan binatang megic tingkat kaisar, baru aku mengetahuinya".


"Shio Fang, menurutmu apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya putra mahkota.

__ADS_1


"Menurutku, jika kita tak menyentuh permukaan air, maka binatang Megic itu tak akan terusik, dan pastinya dia tak akan menyerang kelompok kita," jawab Shio Fang.


"Bagai mana cara kita untuk dapat melewati rawa itu tanpa menyentuh air rawa?" tanya putra mahkota kembali.


"Aku dan Liuren memiliki kekuatan element angin, kita akan membentuk sebuah rakit menggunakan pepohonan yang ada di sekitar rawa, agar semua orang yang berada di dalam kelompok dapat menaiki rakit itu".


"Aku akan menggunakan kekuatan elemen angin yang kumiliki, agar rakit itu dapat membawa anggota kelompok menyebrangi rawa, dan Liuren akan berada di atas rakit itu untuk menstabilkan keadaan rakit agar itu tak goyah," jawab Shio Fang.


"Bagaimana dengan dirimu sendiri?" tanya putra mahkota.


"Pangeran tak usah mengkhawatirkan aku, karena aku dapat melewati rawa itu tanpa menyentuh air," ucap Shio Fang.


Putra mahkota begitu sangat senang mendengar solusi yang diberikan oleh Shio Fang, dan putra mahkota merasa beruntung karena memiliki pelindung cerdas dengan tingkat kekuatan yang tak diragukan.


"Kau memang yang terbaik Shio Fang, aku begitu beruntung kau berada di dalam kelompok ini," ucap putra mahkota yang di jawab dengan anggukan kepala Shio Fang.


Shio Fang berjalan kearah Liuren kemudian berkata. "Aku ingin melemparkan rakit ini dengan kekuatan elemen angin yang ku memiliki, agar rakit ini bisa melewati rawa tanpa menyentuh air, karena jika air ini beriak maka penghuni di dasar rawa akan terusik dan pastinya akan menyerang kelompok kita".


"Aku ingin kau naik ke atas rakit ini untuk menyeimbangkannya agar tak goyah dengan kekuatan element angin yang kau miliki, aku berharap dalam hal ini kita berdua dapat bekerja sama karena kesalahan kecil akan membunuh semua orang-orang yang berada di dalam kelompok," ucap Shio Fang.


"Mengapa kau menyuruhku, bukankah putra mahkota lebih mempercayaimu dari pada aku?, kau bisa naik keatas rakit dan membawa rakit ini dengan kekuatan elemen angin yang kau miliki," jawab Liuren.


"Aku tak sekuat itu, jika aku ikut di dalam rakit ini maka aku tak menjamin rakit ini bisa sampai ke seberang," ucap Shio Fang.


"Apakah kau akan tetap tinggal disini dan tak ikut bersama kami?" tanya Liuren.


"Aku akan menyusul setelah rakit ini melayang menjauh menuju sebrang," jawab Shio Fang.


Liuren terdiam sejenak, tak lama diapun tersenyum di dalam hati, karena dia telah memikirkan bagaimana cara untuk melenyap kan Shio Fang.

__ADS_1


"Rawa ini merupakan tempat kematianmu, setelah kau mati maka putra mahkota akan lebih dekat dengan ku dan tentunya dia akan mempercayaiku sebagai wakilnya di dalam kelompok ini," batin Liuren.


"Baiklah Shio Fang, aku rasa kerja sama kita akan membuat kelompok ini dapat menyebrang dan sampai ke tujuan," jawab Liuren.


Setelah semua nya di persiapkan, anggota kelompok kemudian naik keatas rakit.


Shio Fang kemudian menjejakkan kakinya ke tanah, yang membuat angin kencang seketika itu mengangkat rakit membumbung tinggi ke udara.


Shio Fang kemudian menapakkan kedua tangannya kedepan, maka pusaran angin seketika itu membawa rakit menyebrangi rawa.


Melihat rakit telah menjauh pergi, Shio Fang kemudian mengeluarkan kekuatan penguasa angin untuk menyusul menyebrangi rawa.


Diatas rakit, hanya Liuren yang berdiri untuk menstabilkan rakit agar tak goyah, dan dari jauh Liuren dapat melihat Shio Fang tengah mengikuti rakit dari belakang.


Liuren berfikir sejenak untuk menyerang permukaan air rawa untuk mengusik bintang Megic yang berada di sana, karena dia tak mungkin menyerang jika seluruh anggota kelompok melihat kearah Shio Fang.


Setelah mendapat ide, Liuren segera menjalan pemikirannya itu dengan membuat badai yang menyebabkan rakit menjadi goyah. Apa yang dilakukan Liuren membuat anggota kelompok menjadi tak terfokus kepada Shio Fang.


Melihat kesempatan itu, Liuren kemudian menghantamkan tinju anginnya tepat di permukaan rawa yang ada di hadapan Shio Fang.


Apa yang di lakukan Liuren membuat permukaan air rawa bergelombang, hingga getarannya sampai kedasar rawa.


Liuren kemudian kembali menstabilkan rakit yang ditempati kelompoknya, kemudian berpura pura sangat lelah karena telah berhasil membuat rakit itu kembali stabil.


Tiba tiba putri Cin Cin berteriak..., "Shio Fang..!!


Teriakan putri Cin Cin tentu saja membuat seluruh mata langsung tertuju kearah Shio Fang, karena saat ini Shio Fang tengah di serang belut putih penghuni rawa.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2