Penguasa Element Es Dan Angin

Penguasa Element Es Dan Angin
Pertempuran besar


__ADS_3

Shio Ju dan Shio Zen, mereka berdua mampu untuk memporak porandakan pasukan istana api, dan kini praktisi kuat istana api beserta kaisar Yanlan dan Liuchen sang guru, telah keluar dari dalam istana untuk menemui Shio Fang, yang membuat Shio Ju dan Shio Zen menarik diri dan kembali kedalam kelompok.


"Nyalimu cukup besar Shio Fang, dengan kemampuanmu yang tak seberapa kau berani menyerang istanaku," ucap kaisar Yanlan dengan tatapan penuh amarah kepada Shio Fang.


"Aku sebelumnya tak memiliki masalah denganmu, akan tetapi keserakahanmu membuat kekaisaran cahaya terang akan hancur di tanganku. Ingat walaupun kau memiliki ratusan ribu pasukan tempur akan tetapi hal itu tak ada artinya di mataku. Sebelum seluruh pasukan istana api musnah aku ingin kau segera menarik pasukan itu dan kau bertarunglah denganku," ucap Shio Fang.


"Menarik pasukan..??, ha..ha..ha.., pasukanku adalah pasukan terlatih yang siap melakukan pertempuran besar, aku tak akan pernah menarik pasukanku untuk menghancurkanmu," jawab kaisar Yanlan.


Tak lama kemudian kaisar Yanlan memerintahkan pasukannya untuk menyerang ke arah kelompok Shio Fang , dan tentunya hal itu membuat Shio Fang murka.


"Shio Chen, kau hadapi laki laki tua itu, biar Shio Ju dan Shio Zen yang menghadapi praktisi kuat di belakangan nya, sementara aku sendiri akan menghadapi kaisar Yanlan dan pasukannya," Perintah Shio Fang.


Ketiganya langsung menganggukkan kepalanya mendengar perintah Shio Fang, kini aura kuat seketika itu menyebar dari tubuh mereka bertiga.


Shio Ju mengeluarkan pedang es dari dalam tubuhnya, begitupun dengan Shio Zen yang juga telah mengeluarkan pedang air hitamnya.


Shio Chen mengeluarkan palu raksasa dari dalam tubuhnya, sementara Shio Fang mengeluarkan pedang luka angin. Mereka semua kini siap melakukan pertempuran besar.


Shio Fang memulai serangan dengan menciptakan sebuah segel di genggaman tangannya, segel itu kemudian dilemparkan ketengah tengah pasukan besar yang menuju kearah kelompok Shio Fang.


Segel yang jatuh ketengah ketengah pasukan istana api, seketika itu berubah menjadi sebuah gerbang besar setinggi 100 meter.

__ADS_1


Ya..., Shio Fang telah menggunakan gerbang hitam untuk melahap semua pasukan darat dan udara yang di miliki istana api, dan saat ini pusaran Hitam yang ada di dalam gerbang hitam menghisap semua apapun yang berada di tempat itu dengan jarak radius berkilo kilo meter.


Kengerian itu tak berselang lama, karena dalam waktu sekejap semua pasukan, baik jendral, komandan pasukan dan apapun yang berada dalam radius hisap gerbang hitam, telah menghilang masuk ke dalam pusaran hitam.


Melihat pasukannya tak ada satupun yang tersisa membuat kaisar Yanlan murka, dengan menggunakan tombak di genggaman tangannya, sang kaisar mulai menyerang ke arah Shio Fang, hingga pertarungan keduanya kini terjadi.


Shio Chen, Shio Zen, Shio Ju, mereka bertiga tak tinggal diam, mereka pun langsung menuju ke arah praktisi yang telah menjadi target mereka bertiga, sehingga pertarungan besar pun terjadi di tempat itu.


Dalam waktu singkat pertempuran yang mereka lakukan menimbulkan suasana yang mencekam, ledakan demi ledakan yang menggelegar di angkasa seperti Guntur, membuat seisi kota yang menyaksikan pertarungan di udara itu merasa ngeri dan ketakutan.


Shio Fang telah merubah dirinya menjadi tubuh nirwana untuk menghadapi kekuatan semesta yang lebih kuat dari kekuatannya di saat berada ditubuh biasanya. Dengan tubuh semesta yang dimilikinya Shio dapat membuat kaisar Yanlan terdesak hebat dalam waktu singkat, yang membuat sang Kaisar begitu sangat terkejut dengan kekuatan yang dimiliki Shio Fang yang melebihi pemikiran awalnya tentang pemuda itu.


"Bagaimana bisa dia mampu menghalau semua serangan-seranganku dan bahkan membuatku menjadi terpuruk seperti ini, bukankah saat ini Shio Fang hanya seorang praktisi semesta lanjutan yang belum memiliki bintang sama sekali, tapi mengapa setelah tubuhnya berselimutkan Aura emas aku sama sekali tak bisa melihat tingkat kekuatannya saat ini," ucap kaisar Yanlan dengan wajah yang semakin suram.


"Kau memang sangat luar biasa Shio Fang, kau bisa memaksaku sampai mengeluarkan kekuatan terkuat ku, dan untuk itu bersiaplah untuk menerima kematianmu," ucap kaisar Yanlan dengan kilatan membunuh di matanya.


"Kaisar Yanlan aku ingin kau membuktikan apakah kau benar-benar sanggup untuk membunuh ku," jawab Shio Fang dengan sikap menantang.


Mendengar jawaban Shio Fang, Kaisar Yanlan semakin murka dia pun kembali mengayunkan tombaknya untuk melakukan pertarungan dengan Shio Fang.


Di tempat lain, satu persatu praktisi hebat yang dimiliki istana api dapat ditumbangkan oleh Shio Ju dan Shio Zen, kekuatan Shio Ju yang merupakan binatang megic tingkat Kaisar puncak yang setara dengan praktisi Ranah semesta puncak, dapat dengan mudah melumpuhkan para praktisi hebat yang dimiliki istana api.

__ADS_1


Sementara itu Shio Zen yang bertarung habis-habisan menghadapi seorang berpakaian perang lengkap, pada akhirnya mampu menumbangkannya dengan memberikan pukulan telak di tubuhnya, hingga pakaian perang yang dimilikinya hancur seketika.


Saat Shio Zen ingin kembali melakukan serangan susulan kearahnya, tiba-tiba langkahnya terhenti dan tatapan matanya berubah drastis yang tak terlihat lagi Aura membunuh di dalamnya.


Shio Zen melihat seorang wanita yang sangat dikenal nya, dengan rambut hitam panjang yang menghiasi wajahnya.


Wanita itu menyeka darah yang keluar dari sudut bibirnya kemudian menatap tajam ke arah Shio Zen.


"Putri Yanran...," Desis Shio Zen dengan kegundahan di dalam hatinya.


Tiba tiba dari arah belakang Shio Ju menepuk pundak Shio Zen sambil berkata. "Kakak kedua.., Jika kau tak sanggup untuk membunuh seorang wanita maka ijinkan aku untuk membunuhnya," ucap Shio Ju.


"Dia adalah putri Yanran dan aku tak ingin kau membunuhnya, karena wanita ini pernah melakukan perjalanan selama hampir setahun, dan telah mengalami penderitaan hidup dan mati bersama kak Shio Fang, jika kau membunuhnya maka aku rasa kak Shio Fang pasti tak akan menyukainya," jawab Shio Zen.


Mendengar jawaban Shio Zen membuat Shio Ju langsung melangkah kearah putri Yanran, sambil mengulurkan tangannya untuk membantu Sang Putri berdiri.


Putri Yanran yang telah menderita luka dalam cukup parah dan tak bisa melakukan pertarungan lagi, segera memalingkan wajahnya dan tak ingin melihat uluran tangan dari Shio Ju.


"Penyerangan istana api akibat tindakan ayahmu yang sangat brutal karena ingin membunuh kakak Shio Fang ku, jika hari itu mereka tak bisa melarikan diri mak hari itu kakakku Shio Fang pasti telah binasa di tangan ayahmu. Hari ini adalah hari pembalasan yang akan berakhir jika ayahmu dan gurunya mati," ucap Shio Ju kemudian melangkahkan kakinya pergi meninggalkan tempat itu, karena praktisi hebat yang dimiliki oleh kekaisaran istana api telah dilumpuhkan semua.


"Putri ini tak baik bagimu, Lebih baik kau saat ini kembali ke istana karena jika kau berada di tempat ini maka kau akan dalam bahaya besar," ucap Shio Zen.

__ADS_1


"Aku adalah bagian dari keluarga istana, jika dalam pertempuran besar istana api harus mengalami kehancurannya, maka aku pun harus mati bersama kehancuran istana ini. Saat ini aku telah kalah darimu dan akupun secara ksatria akan mati di hadapanmu," ucap putri Yanran kemudian mengambil sebuah pedang dan mengayunkan pedang itu ke tubuhnya sendiri.


Bersambung


__ADS_2