Penguasa Element Es Dan Angin

Penguasa Element Es Dan Angin
Menyerang istana api


__ADS_3

Zen pada akhirnya dapat melewati kesengsaraan petir langit dan menembus ranah tingkat semesta awal. Suka cita terpancar dari wajah Zen, selama ini dia tak pernah berfikir jika dirinya akan dapat menembus ranah tingkat semesta di usia muda, namun kini dia benar-benar dapat melakukannya.


Zen membayangkan jika klan air hitamnya masih hidup, pasti seluruh klannya akan bangga dengan keberhasilannya dalam berkultivasi, seperti yang telah di dapatkannya hari ini dengan menembus tingkat semesta awal di usianya yang masih sangat muda.


Pagi hari, udara sejuk masuk kedalam tubuh ke 3 praktisi yang tengah merencanakan sesuatu yang sangat hebat. Shio Fang sebagai pemimpin kelompok itu akan menyerang istana api yang telah berani menyinggung dan bertindak semena-mena kepada ketiganya.


"Hari ini kita akan membalaskan semua apa yang telah dilakukan oleh kaisar Yanlan pada kita, istana api harus menerima kehancurannya," ucap Shio Fang.


Kedua pemuda yang bersama Shio Fang seketika itu menganggukkan kepalanya mendengar perkataan dari Shio Fang, mereka berdua menyetujui akan hal itu karena negara api selama ini telah melakukan hal buruk kepada mereka semua.


Sebelum keberangkatan mereka bertiga ke istana api, Shio Fang kemudian memanggil Raja ular piton salju belum berada di dalam dantiannya.


Raja ular piton salju yang mendengar panggilan Shio Fang, segera keluar dari dalam dantiannya dengan wujud ular piton salju raksasa dengan tanduk seperti mahkota di atas kepalanya.


Secara awam wujud raja ular piton salju begitu sangat mengerikan, karena wujud tubuhnya sangat sulit untuk ditemukan di alam surgawi, karena binatang Megic ini benar-benar sangat langka keberadaannya.


Melihat perwujudan Raja ular piton salju, Shio Fang kemudian berkata. "Apakah kau masih akan dalam bentukmu seperti ini, setelah banyak keuntungan yang diberikan benih jiwa teratai salju pada mu?" tanya Shio Fang.


Raja ular piton salju yang mengerti akan arah pembicaraan Shio Fang, seketika itu merubah wujudnya menjadi seorang pemuda tampan dengan pakaian putih yang membungkus tubuhnya.


"Shio Fang mengapa kau ingin melihatku dalam wujud manusia?" tanya raja ular piton salju.


"Aku sengaja memanggil dan menyuruh mu dalam bentuk tubuh manusia, semua itu karena aku ingin kau membantuku dalam melakukan pertempuran besar melawan istana api".


"Saat ini karena kau merupakan bagian dari ku maka aku pun akan mengangkat mu menjadi saudaraku seperti aku mengangkat Shio Chen sebagai saudaraku, untuk itu mulai saat ini aku akan memanggilmu Shio Ju," ucap Shio Fang.


"Shio Ju..., sepertinya nama itu nama yang sangat bagus buatku, nama yang akan menggantikan namaku sebelumnya yang telah kupakai selama ribuan tahun, baiklah saudaraku, mulai saat ini aku akan memakai nama pemberian dari mu," ucap Shio Ju tanpa sedikitpun menolak nama pemberian dari Shio Fang.


"Tunggu...!!, aku yang lebih dulu mengenal Shio Fang dari kalian berdua, dan kurasa aku juga berhak atas nama Shio di depan namaku, aku saat ini sebatang kara dan tak mempunyai klan, Aku pun tak akan menolak jika ada seseorang yang akan menjadikanku saudaranya dengan memakaikan gelar keluarganya di depan namaku," ucap Zen dengan lirikan penuh arti kepada Shio Fang.

__ADS_1


Shio Fang menyadari akan lirikan mata Zen, hal itu membuatnya langsung berkata. "Zen..., kau pun berhak masuk ke dalam silsilah nama keluarga besar Shio, dan mulai saat ini namamu adalah Shio Zen".


"Dalam hal ini aku adalah kakak pertama, Shio Zen kakak ke dua, Shio Ju kakak ketiga, dan untuk saudara terakhir adalah Shio Chen, Ini telah kuputuskan, dan ku harap tak ada lagi perselisihan mengenai siapa yang akan menjadi saudara tertua diantara kita," ucap Shio Fang.


Ketiganya menganggukkan kepala, yang menandakan jika mereka bertiga telah menyetujui perkataan Shio Fang.


Hari itu juga rombongan Shio Fang menuju ke istana api. Dengan melesat dari pohon ke pohon pada akhirnya rombongan itu tiba di depan gerbang kota api.


Shio Ju langsung melumpuhkan semua penjaga yang saat ini menjaga gerbang kota, setelah semua penjaga yang ada di depan kota telah dilumpuhkan, maka rombongan Shio Fang seketika itu juga melanjutkan perjalanan menuju ke istana api, melewati padatnya para penduduk kota yang lalu lalang dalam rutinitas mereka sehari-hari.


Sesampainya di depan gerbang istana api, Shio Fang kemudian berkata kepada para penjaga gerbang istana.


"Aku akan masuk ke dalam istana dan aku tak ingin kalian semua menghalang-halangiku," ucap Shio Fang.


Para penjaga yang mengenali wajah Shio Fang lewat poster yang dipajang di pos penjagaan, membuat para penjaga seketika itu memasang segel pelindung pada gerbang istana, agar kelompok Shio Fang takkan mudah membukanya.


Melihat para penjaga tak merespon perkataannya, Shio Fang kemudian melirik ke arah Shio Chen sambil berkata.


Mendapatkan perintah dari Shio Fang, Shio Chen kemudian melangkahkan kakinya ke depan dan tak lama kemudian tangan kanannya mengepal membuat fluktuasi udara memadat di sekitar tempat itu.


Tak lama kemudian aura kuat seketika itu memancar dari tubuh Shio Chen, yang membuat Shio Chen melesat cepat sambil menghantamkan tinju tangan kanannya.


Tinju Shio Chen seketika itu juga berubah menjadi bayangan tinju raksasa yang langsung menghantam gerbang baja yang ada di hadapannya dan...


"Duar..."


Ledakan terjadi di tempat itu, yang membuat gerbang baja setinggi 50 meter terhempas ke belakang, hingga jalan masuk menuju ke istana api kini terbuka lebar.


Tak disangka oleh rombongan Shio Fang, ternyata di balik pintu gerbang menuju ke istana api telah menunggu pasukan besar yang siap melakukan pertempuran dengan kelompok Shio Fang.

__ADS_1


Pasukan besar yang pimpin oleh dua jenderal saat ini tengah mengarahkan pasukan besarnya untuk segera menangkap Shio Fang dan kelompoknya.


Melihat kelompok Shio Fang, kedua jendral segera menyuruh pasukannya untuk menyerang kelompok Shio Fang hidup atau mati.


Melihat pasukan besar menuju kearahnya, membuat kelompok Shio Fang seketika itu meningkatkan kewaspadaannya.


Shio Zen mengambil inisiatif menyerang dengan melayang di udara sambil merentangkan kedua tangannya.


Tiba tiba udara di sekitar tempat itu memadat yang menciptakan gumpalan air, tak lama kemudian gumpalan itu terpecah menjadi ratusan pisau terbang, dan dengan sekali kibasan tangannya ratusan pisau terbang itu melesat ke arah pasukan istana api.


Teriakan kematian pun pecah di antara pasukan dari kekaisaran cahaya terang, Serangan yang dilakukan Shio Zen yang terus menerus membuat tak ada satupun pasukan dari istana api yang mampu untuk mendekati kelompok Shio Fang.


Melihat pasukannya banyak yang mati membuat salah seorang jenderal menyuruh pasukan pemanah untuk melepaskan anak panah.


Ribuan anak panah melesat ke udara dan menghujani kelompok Shio Fang tanpa henti. Melihat akan hal itu Shio Chen kemudian menghentakkan kakinya ke tanah maka perlindungan pun tercipta.


Tak ada satupun Serangan yang mampu menembus pelindung yang dibuat Shio Chen, karena panah-panah itu akan terbakar menjadi debu sebelum mampu untuk mendekati pelindung yang dibuat Shio Chen.


Di dalam kelompok Shio Fang, Shio Ju yang melihat semakin banyak pasukan yang datang ke tempat itu, membuatnya langsung berkata.


"Kak Shio Fang..., apakah kau masih ini bermain-main dengan pasukan itu?" tanyanya.


Shio Fang kemudian tersenyum sambil berkata. Shio ju, sepertinya kau mulai merasa gatal untuk menghabisi pasukan istana api, jika sekarang kau ingin menghabisinya maka lakukanlah," jawab Shio Fang.


Mendengar jawaban Shio Fang, Shio Ju seketika itu menatap ke depan dengan kilatan membunuh di matanya.


Dalam sekejap tubuh Shio Ju menghilang dan tak lama kemudian dia pun berada diantara pasukan istana api, dan semua pasukan yang berada dekat dengan Shio Ju berjarak 50 meter, seketika itu membeku menjadi patung es dan tak lama kemudian hancur menjadi serpihan-serpihan kecil es.


Dalam sekejap puluhan ribu pasukan istana api telah hancur menjadi serpihan-serpihan es di tanah, hal itu membuat kepanikan di wajah kedua Jenderal yang saat ini menatap tajam ke arah kelompok Shio Fang.

__ADS_1


Setelah itu kedua Jenderal yang juga telah menembus ranah semesta, langsung menuju ke arah Shio Ju untuk menghentikan pergerakannya dalam menghabisi pasukan dari istananya.


Bersambung.


__ADS_2