
Shio Fang saat ini benar-benar dalam keterpurukan, selain energi tubuhnya yang telah habis dia juga mengalami luka dalam yang sangat serius akibat benturan energi hebat dan juga akibat penggunaan gabungan kekuatan Toti secara berlebihan, namun Shio Fang berusaha tetap tersadar agar dirinya bisa dapat bertarung kembali sampai titik darah penghabisan.
"Aku telah menghancurkan kitab kuno pengobatan surgawi yang ada dalam tubuhku guna melindungiku agar tak mati oleh kekacauan energi yang meluap di dalam tubuhku, Aku tak boleh mati hari ini agar kitab kuno pengobatan surgawi tak sia-sia hancur," batin Shio Fang.
Shio Fang pada akhirnya berusaha bangkit namun tiba-tiba dia melihat sekelebatan bayangan yang menuju ke arahnya dengan menusukan tombak yang berada di tangannya, Shio Fang berusaha menghindar dari serangan cepat itu namun lengan kirinya akhirnya terkoyak akibat tertembus tombak yang dilancarkan oleh bayangan hitam itu.
"Wu Zu...!" teriak Shio Fang.
Shio Fang tak menduga sama sekali Jika pemuda itu begitu sangat licik menyerangnya di saat keterpurukan melanda, dan dia juga harus mengakui bahwa pemuda itu benar-benar hebat karena mampu melewati ketiga Kaisar petir yang menyerang kelompoknya.
"Ha...ha...ha..., saat ini aku akan menghabisimu Shio Fang," ucap Wu Zu dengan berjalan menuju ke arah Shio Fang.
Flash back
Kelompok suku jiwa yang saat ini berhadapan dengan tiga mayat hidup Kaisar petir, tengah melakukan pertarungan sengit.
Mereka semua tak menyangka jika ketiga mayat hidup itu begitu sangat kuat hingga membuat kelompok suku jiwa kesulitan untuk meringkusnya.
Tiba tiba ledakan besar terjadi yang menimbulkan riak energi menakutkan di langit, hal itu membuat Wu Zu dan Wu Han yang tengah melakukan pertarungan dengan ketiga mayat hidup, sangat terkejut dan langsung melihat ke arah pertarungan antara suku naga dan Shio Fang.
Wu Zu dan Wu Han saat ini dapat melihat jika Shio Fang dan anggota dari kelompok suku naga sama-sama telah terhempas jauh belakang, yang menandakan jika mereka tengah melakukan pertukaran yang sangat hebat.
"Adik Wu Zu ada baiknya kau segera menuju ke arah Shio Fang karena aku meyakini jika saat ini dia telah terluka parah akibat benturan energi hebat itu, jika kau pergi ke sana maka kau akan mudah menghabisinya dan membalaskan semua dendam penghinaan yang dilakukan oleh Shio Fang sewaktu di wilayah istana Raja Dewa obat," ucap Wu Han.
"Bagaimana dengan ketiga mayat hidup itu mereka pasti tak akan membiarkanku untuk pergi dari sini, kecuali ketiga mayat hidup itu bisa kita musnahkan," ucap Wu Zu.
__ADS_1
"Kau bisa menggunakan avatar tubuhmu agar perhatiannya bisa teralihkan, dan kau akan dengan mudah pergi meninggalkan tempat ini untuk membinasakan Shio Fang," ucap Wu Han.
"Baiklah jika begitu, aku akan menggunakan Avatar tubuhku untuk dapat pergi dari tempat ini, dan terima kasih atas bantuanmu hingga aku bisa membinasakan Shio Fang," ucap Wu Zu dengan senyuman yang terkembang dari bibirnya.
*****
Shio Fang dapat merasakan Aura yang sangat mengerikan keluar dari dalam tubuh Wu Zu saat berjalan menuju ke arahnya, kekuatan yang dipenuhi Aura membunuh yang membuat Shio Fang diam-diam menggunakan kekuatan Kaisar pelahap kekosongan untuk menyerap semua energi yang ada di tempat itu, agar dia bisa mendapatkan energi untuk melakukan pertarungan dengan Wu Zu.
Tak lama kemudian Wu Zu kembali melesat cepat ke arah Shio Fang dengan mengirimkan sebuah tendangan yang dialiri kekuatan ranah semesta bintang 7 sempurna, yang membuat Shio Fang tak mampu untuk menghindari serangan itu hingga membuatnya harus terpental dan terhempas dengan keras ke tanah.
Wu Zu tertawa terbahak-bahak melihat Shio Fang kembali memuntahkan darah segar dari dalam mulutnya, saat ini Wu Zu berkeinginan menyiksa Shio Fang sebelum mengakhiri hidup pemuda itu dengan kematian.
Di sisi lain ketua Shi Zuang dan tetua Shi Shui dari suku naga yang sebelumnya terluka dalam akibat benturan energi besar di udara, pada akhirnya telah selesai melakukan kultivasinya walaupun luka dalam yang diderita belum setengahnya pulih, mereka berdua pada akhirnya melesat ke arah Wu Zu sambil berkata.
"Dia akan kubawa ke suku naga agar ku jadikan mayat hidup, dan kuharap tuan muda Wu Zu dapat mempercayakan dia kepada suku naga ku," ucap Ketua Shi Zuang.
Ketua suku naga sebenarnya sangat tersinggung dengan perkataan dari Wu Zu, namun mengingat kedudukan Wu Zu sebagai seorang putra mahkota dari suku jiwa membuatnya enggan untuk berurusan dengannya dan memilih berkata. "Aku ingin tuan muda Wu Zu tak menghancurkan tubuh pemuda itu, karena aku menginginkan tubuh pembunuh putraku untuk menjadi mayat hidup di suku naga agar sakit hati yang aku alami dapat terlampiaskan," pinta ketua Shi Zuang.
"Baiklah.., paman berdua bisa mendapatkan tubuhnya setelah aku benar-benar telah membunuhnya," jawab Wu Zu.
Sementara di sisi lain, Shio Fang sedikit demi sedikit telah dapat menyerap energi murni di tempat itu hingga kekuatannya kembali pulih 25%, dan hal itu sudah mampu membuat Shio Fang melakukan serangan kepada Wu Zu di saat dia lengah.
Shio Fang bisa tersenyum di dalam hati saat melihat Wu Zu kembali berjalan ke arahnya tanpa sedikitpun mewaspadai keberadaannya, hal itu membuat Shio Fang diam-diam mengeluarkan jarum kutukan petir hitam yang disembunyikan di jari jari tangannya.
Setelah berada di hadapan Shio Fang, Wu Zu kemudian berkata.
__ADS_1
"Shio Fang sudah saatnya aku mengakhiri hidupmu Karena aku telah puas menyiksa dirimu hingga terpuruk seperti ini, maka terimalah tusukan tombak ku ini," ucap Wu Zu.
Wu Zu kemudian mengangkat tombak dengan kedua tangannya keatas, di mana tombak itu saat ini telah menargetkan tenggorokan dari Shio Fang.
Namun belum sempat Wu Zu melakukan tusukan ke arah tenggorokan Shio Fang, tiba-tiba saja Shio Fang mengibaskan tangannya sehingga tiga jarum kutukan Petir hitam melesat dengan cepat menuju ke area vital dari tubuh Wu Zu.
Wu Zu yang sama sekali tak menduga jika Shio Fang masih bisa melakukan serangan kepadanya, buru-buru mengibaskan tombaknya untuk menangkis serangan itu, namun sudah terlambat baginya untuk dapat menangkis serangan jarum kutukan petir hitam yang dilepaskan oleh Shio Fang, karena jarum itu saat ini telah menembus tubuhnya dengan sangat sempurna.
Jeritan menyayat hati seketika itu keluar dari dalam mulut Wu Zu, sebelum tubuhnya benar-benar ambruk ke tanah.
Melihat Shio Fang telah berhasil menyerang putra mahkota dari suku jiwa, ketua Shi Zuang dan ketua Shi Shui dengan segera menghantamkan pukulan jarak jauh menuju ke arah Shio Fang.
Melihat adanya serangan mematikan ke arahnya membuat Shio Fang segera melemparkan tangannya ke depan, sehingga gerbang hitam kegelapan tiba-tiba saja muncul dan berada di hadapan Shio Fang. Dengan cepat gerbang hitam itu melahap semua serangan tinju dari ketua Shi Zuang dan tetua Shi Shui hingga tak ada riak energi yang tersisa dari serangan itu.
Shio Fang kemudian menarik ketiga mayat hidup Kaisar petir yang masih bertarung di kejauhan, hingga ketiga mayat hidup itu berubah menjadi cahaya dan dengan cepat masuk ke dalam cincin ruang Shio Fang.
Mendapat bantuan dari gerbang hitam yang melindunginya, Shio Fang segera membentuk celah spesial di tempat itu dan segera masuk ke dalamnya.
Sementara itu Wu Han begitu sangat terkejut saat melihat saudara sepupunya tengah tergeletak tak bernyawa, diapun segera melesat cepat untuk menyongsongnya sambil melihat celah spesial yang telah tertutup yang telah membuat Shio Fang dapat melarikan diri dari tempat itu.
Hilangnya celah spasial membuat gerbang hitam ikut menghilang dari pandangan mata semua orang yang ada di tempat itu.
Dengan mendekap tubuh saudaranya yang telah mati, Wu Han kemudian berteriak lantang. "Cepat cari pemuda itu di seluruh area suku binatang penguasa, karena dia telah terluka parah dan tak mungkin celah spasial akan membawanya sangat jauh dari tempat ini," perintah Wu Han.
"Kami semua akan mencari pemuda itu sampai ketemu, dan kami tak tak akan pulang ke suku jiwa jika pemuda itu belum kami ketemukan, sedari itu kami mohon pamit," ucap salah seorang praktisi dari kelompok suku jiwa kemudian melesat pergi meninggalkan tempat itu.
__ADS_1
"Shio Fang tunggulah di mana aku akan menemukanmu maka di saat itu aku akan menghancurkan tubuhmu hingga menjadi debu, agar kematian adikku ini dapat terlampiaskan," ucap Wu Han dengan penuh amarah di dalam hatinya.
Bersambung.