Penguasa Element Es Dan Angin

Penguasa Element Es Dan Angin
Mengalahkan tetua Wang Zhe


__ADS_3

Semua orang yang berada di dalam rombongan klan Ning hanya dapat melihat kenyataan, jika Shio Fan Yin selama ini menyimpan kekuatan yang sangat mengerikan yang tak pernah ditunjukkan saat dirinya berada di dalam tekanan ke 5 bersaudara, yang membuat banyak dari rombongan klan Ning begitu takjub dengan kerendahan hati Shio Fan Yin, yang selalu mengalah dengan tidak membunuh kelima bersaudara yang menyinggungnya, walau sebenarnya hal itu begitu sangat mudah dilakukan Shio Fan Yin dengan kekuatan yang dimilikinya saat ini.


Shio Fan Yin kemudian mengeluarkan teknik teratai 9 surga, yang membuat 9 bunga teratai berwarna ungu saat ini telah berterbangan mengelilingi tubuhnya.


Pemandangan itu tentu saja membuat tetua Wang Zhe menjadi gusar dan seperti direndahkan oleh Shio Fan Yin yang ingin menantangnya dalam sebuah pertarungan, yang membuat tetua Wang Zhe segera mengeluarkan cakar dengan kuku-kuku yang kuat dan sangat runcing sepanjang 30 centimeter, yang berselimutkan racun ganas yang sangat mematikan di permukaannya.


Tetua Wang Zhe segera menyuruh ke-9 praktisi yang persamaannya untuk melakukan penyerangan secara bersama-sama kepada kelompok klan Ning, sementara sang tetua sendiri akan menghadapi Shio Fan Yin di dalam sebuah pertarungan satu lawan satu.


Pada akhirnya pertarungan antara Shio Fan Yin dan tetua Wang Zhe terjadi, sementara ke 9 praktisi dari klan Wang kini menyerang kearah kelompok klan Ning.


Serangan cakar dari tetua Wang Zhe benar-benar mengalami kebuntuan akibat adanya ke-9 bunga teratai yang terus membentengi tubuh Shio Fan Yin, yang membuat serangannya sama sekali tak mampu sedikitpun melukai tubuh Shio Fan Yin.


Malah sebaliknya berkali kali tetua Wang Zhe harus menahan gempuran serangan balik dari kesembilan bunga teratai, yang tak kalah mematikannya dari serangan yang di tujukan pada Shio Fan Yin.


Apa yang terjadi membuat tetua Wang Zhe begitu sangat kesal, apalagi yang saat ini dihadapinya hanyalah seorang pemuda yang masih kurang pengalaman bertarung dibanding dirinya, namun sampai detik ini tetua Wang Zhe masih juga belum bisa melumpuhkannya.


Tubuh tetua Wang Zhe kini telah terbagi menjadi 4 duplikat yang sama, dan langsung menyerang ke arah Shio Fan Yin dari empat penjuru mata angin.


Shio Fan Yin tetap tenang menghindari setiap serangan dari keempat duplikat tubuh tetua Wang Zhe, hingga pada akhirnya tombak emas yang menjadi senjata Shio Fan Yin saat ini, telah dia keluarkan untuk meredam serangan mematikan yang menuju ke arahnya.


Berkali kali percikan bunga api terlihat dari benturan yang terjadi antara cakar dan tombak emas milik Shio Fan Yin, yang membuat suasana malam berubah mencekam.


Tetua Wang Zhe benar-benar dibuat pusing menghadapi Shio Fan Yin, yang memiliki banyak cara untuk menghadapi serangan mematikannya.


Hingga pada akhirnya tubuh tetua Wang Zhe tiba-tiba saja membesar dengan aura cincin yang juga semakin pekat di tubuhnya, yang tentu saja membuat kekuatannya menjadi berlipat-lipat lebih besar dan kecepatannya pun semakin meningkat dengan signifikan.


Shio Fan Yin yang mengetahui jika tetua Wang Zhe akan menggunakan kecepatan dalam menghadapinya, diapun segera mengeluarkan sepasang sayap kelelawar berwarna ungu dari kekuatan Toti jantung Yiwu yang dimilikinya.


Dengan adanya sepasang sayap kelelawar berwarna ungu itu, membuat kecepatan Shio Fan Yin meningkat hingga mampu mengimbangi dan bahkan melewati kecepatan yang dimiliki oleh tetua Wang Zhe.


Kalah dalam kecepatan saat bertarung dengan Shio Fan Yin, membuat tetua Wang Zhe pada akhirnya sedikit demi sedikit mulai terdesak.


Di sisi lain, Wang Chu yang saat ini tengah bertarung melawan Ning Rong mulai gelisah melihat pertarungan antara Shio Fan Yin dan tetua Wang Zhe, yang mana dalam pertarungan itu tetua Wang Zhe begitu sangat tak diuntungkan dalam pertarungannya.


Diam diam Wang Chu mengeluarkan puluhan jarum beracun untuk menyerang Shio Fan Yin secara diam diam, dan pada satu kesempatan Wang Chu berhasil melemparkan seluruh jarum beracun yang di milikinya kearah Shio Fan Yin.


"Shio Fan Yin awas..!!"


Teriakan Ning Rong yang memanggil namanya tentu saja mengejutkan Shio Fan Yin, sehingga membuat pemuda itu langsung menoleh kearah belakangnya.

__ADS_1


Shio Fan Yin begitu sangat terkejut saat tiba-tiba saja Ning Rong menahan serangan jarum beracun itu dengan tubuhnya, yang membuat Ning Rong pada akhirnya tak sadarkan diri di pelukan Shio Fan Yin.


Aura berwarna hitam pekat seketika itu juga keluar dari dalam tubuh Shio Fan Yin, yang menandakan jika saat ini Shio Fan Yin telah murka.


Dengan mengendong tubuh Ning Rong, Shio Fan Yin mengepakkan sayap kelelawarnya yang membuat tubuhnya melesat dengan cepat ke arah Wang Chu, sambil menebaskan tombak emasnya ke arah tenggorokan Wang Chu.


Wang Chu dapat melihat tubuhnya saat ini telah tak memiliki kepala, saat kepalanya telah terjatuh ke tanah dan menyaksikan hal itu.


Hanya sekejap Wang Chu dapat merasakan kesakitan, hingga pada akhirnya tubuhnya ikut jatuh ke tanah dan nyawanya pun menghilang saat itu juga.


Kematian keponakannya tentu saja membuat tetua Wang Zhe murka, diapun seketika itu berteriak dengan keras.


Shio Fan Yin kau telah membunuh Wang Chu, maka hari ini kau harus mati di tanganku untuk menebusnya.


Mendengar teriakan dari tetua Wang Zhe membuat Shio Fan Yin segera melemparkan tubuh Ning Rong kearah tetua Ning Yiyi, sambil berkata.


"Berikan penawar racun ini kepada Ning Rong, kemudian keluarkan lah seluruh jarum yang tertanam di tubuhnya," ucap Shio Fan Yin kemudian melemparkan kotak kayu yang berisi penawar racun, yang didapatkannya dari Wang Chu saat Ning Rong terkena racun sebelumnya oleh jarum beracun milik Wang Chu saat berada di dalam hutan.


Tetua Ning Yiyi segera menerima kotak kayu yang berisikan penawar racun, kemudian membawa Ning Rong pergi meninggalkan tempat itu.


Sementara itu tetua Wang Zhe telah mengeluarkan kekuatan terkuatnya, dengan badai pasir yang tiba tiba saja muncul membentuk ribuan serigala yang sangat menakutkan dari dalamnya.


Shio Fan Yin tak tinggal diam melihat serangan menakutkan yang menuju ke arah kelompok klan Ning dan dirinya. Dengan melakukan gerakan berputar hingga melayang di udara, tiba-tiba seekor naga hitam muncul fan berputar mengikuti pergerakan tubuh Shio Fan Yin, hingga pada akhirnya naga hitam itu benar-benar dilepaskan menuju ke arah badai yang dipenuhi serigala menakutkan di dalamnya.


Naga hitam kegelapan saat ini benar-benar menghancurkan badai angin hingga badai itu tertahan di udara dan sirna, sementara itu naga hitam kegelapan kembali bergerak dan saat ini targetnya adalah tetua Wang Zhe.


Tetua Wang Zhe begitu sangat terkejut melihat kekuatan yang selama ini sangat diandalkannya, pada akhirnya benar-benar sirna oleh seekor naga hitam yang di lepaskan oleh Shio Fan Yin.


Tetua Wang Zhe pada akhirnya hanya bisa pasrah mengetahui naga hitam itu datang ke arahnya dan tak bisa dielak lagi, hingga pada akhirnya naga hitam itu benar-benar menghantam tubuh tetua Wang Zhe hingga tubuh itu hancur menjadi ketiadaan.


Tetua Wang Zhe benar-benar telah dikalahkan oleh Shio Fan Yin, yang membuat seluruh anggota klan Ning yang juga telah berhasil membunuh praktisi yang lainnya tercengang, mereka tak menyangka ternyata selama ini Shio Fan Yin memiliki kekuatan hebat yang mampu membunuh seorang praktisi kuat dari klan Wang.


Melihat semua itu membuat para praktisi hebat yang berada di dalam rombongan klan Ning, mulai merasa takut dan segan kepada Shio Fan Yin, dan tak ingin sedikitpun untuk menyinggungnya lagi.


Ning Chan yang tadinya meremehkan Shio Fan Yin pada akhirnya mengerti mengapa tetua Ning Yiyi begitu menghormati Shio Fan Yin di dalam klan nya, semua itu karena memang Shio Fan Yin memiliki kemampuan hebat diatas kemampuan dari seluruh praktisi kuat yang berada di dalam rombongan klan nya.


Ning Chan saat ini begitu sangat menyesali perbuatannya yang telah menyinggung Shio Fan Yin, yang telah menyelamatkan kelan nya dari para praktisi hebat klan Wang yang mencoba untuk menghancurkan nya.


Setelah berhasil membunuh tetua Wang Zhe, Shio Fan Yin kemudian mencari tetua Yiyi dan menemukannya tengah mengobati Ning Rong.

__ADS_1


"Bagaimana keadaannya?" tanya Shio Fan Yin.


"Keadaannya berangsur-angsur membaik. Tuan muda Shio Fan Yin terima kasih karena kau telah menyelamatkan klan ku," jawab tetua Ning Yiyi.


Shio Fan Yin kemudian menganggukkan kepalanya, dan sedetik kemudian dia pun berkata.


"Kita harus segera pergi dari tempat ini, di takutkan pertarungan yang terjadi dapat memicu beberapa klan besar untuk datang ke tempat ini," ucap Shio Fan Yin.


Tetua Ning Yiyi menarik nafas dalam-dalam kemudian menatap wajah Ning Rong yang masih tak sadarkan diri, walaupun racun yang berada dalam tubuhnya telah menghilang semua.


Sedetik kemudian tetua Ning Yiyi kemudian berkata. "Tuan muda memang benar, kita harus segera meninggalkan tempat ini karena pertarungan yang terjadi pasti telah menggema ke seluruh hutan pegunungan naga, yang membuat para klan besar pastinya penasaran untuk datang ke tempat ini," ucap tetua Ning Yiyi.


Setelah berbicara sejenak dengan Shio Fan Yin, tetua Ning Yiyi kemudian menyuruh seluruh anggota klan Ning untuk segera pergi memasuki kedalaman hutan pegunungan naga.


Setelah cukup jauh berjalan pada akhirnya rombongan itu berhenti di sebuah anak sungai berair jernih untuk beristirahat.


Beberapa anggota klan saat ini telah memasang beberapa tenda, dan sebagian dari mereka pergi mencari binatang buruan sebagai menu makan malam, dan sebagian lagi berjaga-jaga di sekitar area tempat itu.


Ning'er datang kedalam tenda Shio Fan Yin malam itu, di hadapan Shio Fan Yin Ning'er berkata.


"Kakak Shio..., kau telah membantu klan ku untuk melewati kehancuran yang diberikan klan Wang, aku mewakili klan Ning sangat berterima kasih akan hal itu".


"Kak Shio Fan..., kakak pertama ku ingin bertemu denganmu, apakah kau mau menerima kunjungannya?" tanya Ning'er.


Shio Fan Yin tersenyum manis kepada Ning'er dan berkata. "Aku akan menerima kunjungannya," jawab Shio Fan Yin.


Mendengar perkataan Shio Fan Yin tentu saja membuat Ning'er merasa senang, dan dengan menggunakan isyarat tangannya tiba-tiba saja seorang pemuda masuk ke dalam tenda, dan tanpa rasa malu pemuda itu langsung berlutut di hadapan Shio Fan Yin.


"Tuan muda.., maafkan lah aku yang tak mengetahui siapa tuan muda sebenarnya, aku telah menghina dan merendahkan martabat tuan muda sebelumnya, namun tuan muda membalasnya dengan melindungi klan ku dari kehancuran yang dibuat oleh praktisi hebat dari klan Wang, tentu saja tanpa kehadiran tuan muda di dalam rombongan klan ku, pastinya rombongan klan ku saat ini telah dimusnahkan oleh mereka".


"Tuan muda..., selayaknya aku mendapatkan hukuman yang berat darimu," ucap Ning Chan.


Shio Fan Yin yang mendengar permintaan maaf dari Ning Chan, seketika itu juga berjalan menuju ke arahnya.


Dengan memegang kedua bahu Ning Chan, Shio Fan Yin kemudian berkata.


"Bangunlah, aku tak pernah memasukkan hati perkataanmu waktu itu, karena aku tahu saat itu kau tengah marah kepadaku. Ada baiknya kita memperbaiki hubungan kita lebih baik lagi, Karena di masa depan aku menginginkan kau menjadi temanku," ucap Shio Fan Yin.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2