Penguasa Element Es Dan Angin

Penguasa Element Es Dan Angin
Berita turnamen Alkemis


__ADS_3

Pagi hari, suasana begitu tenang dan sejuk di kediaman paman Li, yang keberadaannya jauh dari kota langit surgawi.


Pagi itu paman Li ingin membawa kayu bakar yang telah dikumpulkannya ke kota, dengan menggunakan gerobak dorong yang dimilikinya.


Kayu bakar itu rencananya akan dibawa menuju ke salah satu rumah makan besar yang berada di kota, yang memang selalu menerima setiap kayu bakar yang di bawa paman Li kesana.


Shio Fang sangat tak tega melihat paman Li mendorong gerobak yang penuh diisi kayu bakar untuk dijual ke rumah makan tersebut, sehingga membuat Shio Fang langsung mengambil alih dalam mendorong gerobak itu ke kota.


"Paman saja yang mendorongnya nak Shio Fang, Paman telah terbiasa mendorong gerobak ini ke kota," ucap paman Lie.


"Biar aku saja paman, kebetulan tenagaku masih muda," jawab Shio Fang dan langsung mengambil alih mendorong gerobak itu.


Paman lie tak bisa berkata apa-apa lagi, di dalam hatinya begitu sangat senang melihat jika anak muda yang baru di kenalnya itu merupakan anak muda yang baik dan dapat menghargai orang yang lebih tua darinya.


Pada akhirnya Shio fang dan paman Li berangkat menuju kota, untuk menjual kayu bakar di sana.


Di tengah perjalanan paman Li menyuruh Shio Fang untuk menghentikan gerobaknya, karena ada beberapa orang yang telah menghadang jalan mereka.


"Nak Shio Fang..., paman akan membayar upeti bagi mereka, jika tidak gerobak ini tak akan pernah sampai ke kota," ucap Paman Li.


"Siapa mereka paman, dan mengapa harus membayar upeti pada mereka?" tanya Shio Fang.


"Mereka adalah kelompok yang menguasai jalan ini, dan untuk dapat melewati jalan itu kita harus membayar mereka," jawab paman Li.


"Paman berapakah hasil dari penjualan kayu ini, dan berapakah yang paman harus berikan kepada mereka?" tanya Shio Fang.


"Kayu kayu ini di hargai dengan 2 koin emas, dan paman harus menyerahkan 1 koin emas setiap melewati jalan ini," ucap paman Li kemudian melangkahkan kakinya menuju ke arah para pemuda yang menghadang jalan mereka.

__ADS_1


Setelah paman Li memberikan 1 koin emas, maka orang orang yang menghadang seketika itu juga memberikan jalan kepada mereka berdua untuk melanjutkan perjalanan ke kota.


Shio Fang kembali mendorong gerobak kayu hingga mereka berdua meninggalkan kelompok pemalak yang masih berada di pinggir jalan. Setelah berada cukup jauh dengan para pemalak, Shio Fang akhirnya menghentikan gerobaknya.


"Paman aku ingin buang air besar, dapatkah paman melanjutkan perjalanan biar aku nanti menyusul paman," ucap Shio Fang.


"Baiklah nak Shio Fang, kebetulan perjalanan kita masih sangat jauh, kau bisa mengejar paman dengan menyusuri jalan ini," jawab paman Li.


Tanpa menunggu lama Shio Fang segera pergi meninggalkan paman Li, menuju ke tempat dimana para pemalak barada.


Di sana Shio Fang langsung membunuh semua pemalak tanpa tersisa, karena Shio Fang merasa jika sampah seperti mereka yang selalu meresahkan dan ingin hidup enak tanpa kerja keras tak layak untuk hidup.


Shio Fang kemudian mengambil cincin ruang pemimpin pemalak, dan mengeluarkan seluruh isi yang terkandung di dalam cincin ruang itu.


"Tak kusangka di dalam cincin ini terdapat banyak koin emas, dan tentunya koin koin emas ini didapatkan dengan hasil m malak orang-orang yang melintas di tempat ini," batin Shio Fang.


Pada akhirnya Shio Fang dan paman Li memasuki kota yang penuhi para penduduk yang berlalu lalang di sana.


Stelah menjual kayu bakar, Shio Fang mengajak paman Li untuk makan di rumah makan itu.


"Nak Shio Fang, paman tak banyak memiliki uang untuk membayar makanan di rumah makan ini," ucap paman Li.


"Paman tak usah mengkhwatirkan hal itu, karena aku yang akan membayar semua makanan yang akan kita makan," jawab Shio Fang.


Paman Li tak bisa menolak keinginan Shio Fang, dia lalu mengikuti Shio Fang untuk masuk kedalam rumah makan itu.


Di rumah makan itu paman Li kebingungan karena Shio Fang banyak sekali memesan makanan enak, yang tentunya makanan makanan yang dipesannya itu memiliki harga yang sangat mahal.

__ADS_1


"Ayo paman..., kita harus menghabisi makanan ini," ucap Shio Fang.


"Nak Shio Fang, dapatkah aku membungkus sebagian kecil dari makanan ini untuk kubawa ke rumah bagi istriku?" tanya sang paman dengan malu malu.


Shio Fang begitu bangga terhadap paman Li, yang masih memikirkan istrinya di rumah.


"Paman tak usah memikirkan Bibi Li, karena setelah ini kita akan berbelanja bagi kebutuhan bibi Li," jawab Shio Fang.


Shio Fang kembali menyuruh paman Li untuk menghabisi makanan yang berada di atas meja, dan pada akhirnya paman Li mengikuti perkataan Shio Fang untuk mulai memakan makanan yang terhidang.


Saat makan itu tak sengaja Shio Fang mendengar percakapan para pengunjung rumah makan, yang membicarakan tentang turnamen alkemis yang akan diselenggarakan oleh guild Alkemis, dan hadiahnya merupakan tumbuhan obat yang sangat langka, yang sangat sulit di cari keberadaannya yaitu Akar langit surga.


Karena penasaran dengan tumbuhan obat itu, Shio Fang langsung menanyakannya kepada raja piton salju sahabatnya.


"Setahuku tumbuhan obat itu mampu untuk membuat seseorang menembus tingkat selanjutnya selama orang tersebut memiliki kemampuan di tingkat surga, dan jika kau menginginkan menembus tingkat dewa menggunakan tumbuhan obat itu, maka kau harus mencari 2 tumbuhan lainnya untuk di lebur menjadi pil obat tingkat 7, dan tentunya keberadaan tumbuhan obat lainnya sangat sulit ditemukan keberadaannya, karena seluruh praktisi pasti juga mencari tumbuhan tersebut untuk meningkatkan kekuatan mereka," ucap raja piton salju.


"Trimakasih atas informasi yang kau berikan kepadaku," jawab Shio Fang menyudahi percakapan singkat itu.


Shio Fang kini menginginkan untuk mengikuti kompetisi Alkemis itu, agar bisa menjadi juara dan mendapatkan akar langit surga.


Selesai makan dan membayar semua makanan yang ada, Shio Fang mengajak paman Li untuk mencari beberapa tumbuhan obat yang berada di kota langit, tumbuhan obat itu rencananya akan di pakai membuat pil bagi kesembuhan Lilia.


"Paman Aku menginginkan beberapa tumbuhan obat, apakah paman mengetahui tempat keberadaan para pedagang yang menjual banyak tumbuhan obat?" tanya Shio Fang.


"Setahuku pedagang yang menjual sumber daya termasuk obat-obatan terlengkap di kota ini ada di Asosiasi serikat dagang, yang memang terbentuk untuk menyediakan berbagai macam sumber daya yang dijual bagi para praktisi beladiri yang menginginkannya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2