Penguasa Element Es Dan Angin

Penguasa Element Es Dan Angin
Pertempuran besar 2


__ADS_3

Kedua jendral yang bernama jendral Hu dan jendral Song dapat merasakan jika 3 dari wanita yang menyerangnya memiliki tubuh istimewa, seketika itu segera mengeluarkan pedangnya untuk menghalau serangan dari para wanita yang saat ini telah terlebih dulu melakukan penyerangan.


Serangan cepat dari kekuatan tinju yang di lepaskan putri Bilqis, saat ini telah berbenturan dengan pedang salah satu jendral, yang membuat pedang itu mengalami keretakan besar di tubuh pedang.


Jendral Hu sangat terkejut dengan pedangnya yang mengalami keretakan, karena dia tak menyangka jika wanita muda yang menyerangnya memiliki kekuatan fisik yang sangat hebat, yang mampu meretakkan pedang berkualitas yang saat ini berada di dalam genggaman tangannya.


Belum sempat jendral Hu memikirkan bagai mana kekuatan fisik dari putri Bilqis bisa sekuat itu, tiba tiba saja bongkahan es yang sangat besar ketika itu juga melayang kearahnya, yang membuat Jendra Hu segera mengarahkan telapak tangannya ke depan dan Selarik sinar bercahaya putih seketika itu juga keluar dari tangannya, dan menghantam bongkahan es itu hingga hancur dan berubah menjadi serpihan-serpihan kecil es.


Tampak amarah terlihat di wajah sang jendral saat mengetahui kedua wanita yang menyerangnya, memiliki kemampuan hebat dari tubuh istimewa yang dimilikinya.


Sementara di sisi lain, jendral Song dibuat kerepotan menghadapi tiga wanita yang menyerangnya, tubuh istimewa dari tubuh racun menyedihkan yang di lepaskan oleh Dewi Lilia, membuat Jendral Song harus berkali mundur karena racun yang dilepaskan Dewi lilia begitu sangat mengerikan dan mematikan, karena jika sampai racun itu terkena tubuh Jenderal Song maka hal itu akan membuat Sang Jenderal dalam masalah.


Dewi giok dan putri Liuyinzi saat ini sama sekali tak memberi kesempatan kepada jendral song untuk mengatur strategi penyerangan, di saat jendral Song kesulitan dalam menghadapi kabut racun yang di lepaskan Dewi Lilia, kesempatan itu di manfaatkan Dewi giok untuk melepaskan 7 bayangan pedang secara bersamaan, yang membuat pedang-pedang itu langsung menuju ke arah jendral Song.


Jendral Song yang melihat serangan diam diam dari Dewi giok, seketika itu memutar tubuhnya dan menghantamkan tinju tangan kanannya ke depan, hingga bayangan tinju raksasa seketika itu muncul dan menyapu tujuh bayangan pedang hingga tak tersisa.


Apa yang di lakukan jenderal Song merupakan suatu kelalaian, karena Dewi Lilia telah menggigit ujung lidahnya sendiri dan seketika itu juga menyemburkan darah esensi dari dalam mulutnya kearah jendral Song, dengan kecepatan yang sangat mengerikan.


Jendral Song sangat terkejut melihat hal itu, namun sangat terlambat baginya untuk dapat menghindari serangan ludah yang dipenuhi dengan esensi racun yang sangat mematikan yang saat ini menuju ke arahnya, hingga beberapa percikan darah dari ludah yang di semburkan Dewi racun pada akhirnya mengenai tubuh jendral Song.


Racun yang bercampur dengan darah yang disemburkan dari mulut Dewi Lilia, seketika itu juga dengan cepat masuk ke dalam tubuh jendral Song, yang membuat jendral Song langsung berjalan mundur ke belakang dengan tubuh sempoyongan, karena dalam sekejap racun-racun itu langsung menyerang organ vital dan saat ini semua racun di tubuh jenderal Song telah menuju ke jantungnya.


Dalam waktu singkat pada akhirnya jenderal Song memuntahkan darah segar dari dalam mulutnya, karena racun racun itu saat ini telah menguasai jantungnya.


Hanya sekejap erangan menyayat hati keluar dari dalam mulut Sang Jenderal, hingga pada akhirnya Sang Jenderal terbujur kaku di tempatnya berada, karena sebenarnya racun-racun itu telah menghancurkan seluruh organ vital di tubuh jenderal Song.


Dewi giok menatap ke arah Dewi Lilia yang baru saja membunuh jenderal Song yang memiliki tingkat kekuatan yang telah lima kali melewati kesengsaraan nirwana, dengan kekuatan tubuh racun menyedihkan yang mengalir di seluruh tubuhnya.


"Tubuh istimewa Dewi racun begitu sangat hebat, dan aku sangat yakin jika tingkat kekuatannya saat ini telah menyamai seorang praktisi yang telah melewati 6 kesengsaraan nirwana, apa yang sebenarnya telah terjadi pada diri Dewi racun bukankah dia selama ini telah tertidur panjang, bagaimana mungkin dia dapat melakukan pelatihan bagi dirinya sendiri sementara dia di saat itu sudah tak berdaya?, aku sangat yakin jika Dewi racun memiliki sesuatu yang membantunya melakukan pelatihan saat dirinya tengah tertidur panjang," batin Dewi Giok.


Dewi giok tersadar dari lamunannya setelah Dewi Liuyinzi menegurnya. "Saudari Dewi giok, ada baiknya kita membantu putri Bilqis dan putri Cin Cin menghadapi jenderal Hu, agar jendral Hu dapat segera kita lenyapkan," ucapnya.

__ADS_1


"Baiklah, ayo kita segera membantu saudari kita," jawab Dewi giok.


Sementara itu disisi lain, Dewi Lilia hanya bisa tersenyum merasakan peningkatan kekuatannya yang semakin bertambah kuat setelah dirinya mengalami tidur panjang, kehadiran benih jiwa teratai salju yang tiap hari semakin tumbuh di dalam dantiannya, telah membuat Dewi Lilia dapat melakukan kultivasi selama bertahun-tahun lamanya di dalam tidur panjangnya itu.


Setelah Shio Fang menaruh benih jiwa teratai salju di dalam dantian Dewi Lilia untuk menjaga dirinya, membuat jiwa dari Dewi Lilia dapat melakukan pelatihan bersama dengan benih jiwa teratai salju di dalam dantiannya sendiri, yang membuat Dewi Lilia dapat memperkuat tubuh racun menyedihkan yang dimilikinya saat ini.


Dewi Lilia pada akhirnya menyusul ke 2 saudarinya yang terlebih dahulu melesat pergi menuju ke arah pertarungan antara kedua putri dengan jendral Hu, di mana pertarungan itu saat ini masih terlihat berimbang.


Kehadiran ketiga saudarinya yang langsung terjun ke arena pertarungan, membuat ke dua Putri menjadi bersemangat untuk segera menghancurkan jenderal Hu.


Sementara di pihak lain, jendral Hu merasa terkejut melihat kehadiran 3 wanita yang sebelumnya bertarung dengan jenderal Song, hingga jendral Hu kemudian bertanya.


"Apakah kau telah mengalahkan saudaraku jenderal Song, hingga kalian bertiga datang ke tempat ini?" tanyanya.


"Kami telah menghabisi saudaramu itu, dan kami bisa merasakan sebuah kepuasan setelah menghabisinya," ucap Dewi giok mencoba memprovokasi jendral Hu.


Perkataan Dewi giok telah menyulut amarah jenderal Hu, yang membuat Jenderal Hu langsung menelan sebuah pil berwarna merah, yang tentu saja langsung membuat perubahan besar di dalam tubuhnya hingga batas maksimal.


Tubuh jendral Hu membesar hingga memperlihatkan otot-otot yang kekar, karena pakaian yang dikenakannya saat ini telah hancur oleh Aura panas yang saat ini menyeruak keluar dari dalam tubuhnya, hingga menyisakan pakaian bawahnya saja.


Tawa keras terdengar dari mulut jendral Hu, karena telah melukai salah seorang dari 5 wanita yang telah menyerangnya, sedetik kemudian dia pun berkata.


"Kini giliran kalian semua yang akan aku musnahkan!!" ucap jendral Hu dengan penekanan di perkataannya.


Sementara itu keempat Putri seketika itu juga menjadi murka setelah melihat saudarinya kini tergeletak tak berdaya setelah terkena serangan dari jendral Hu.


Dewi Lilia kemudian berkata. "Kalian bantu putri Liuyinzi untuk melihat luka dalam yang di deritanya dan percayakan lah kepadaku Jenderal ini, karena aku sebenarnya akan segera membunuhnya," ucap Dewi Lilia.


Dewi giok yang telah mengetahui kekuatan besar yang dimiliki Dewi racun, kemudian berkata.


"Ada baiknya kita segera melihat keadaan saudari kita yang terluka, dan kita tak usah mengkhawatirkan Dewi racun karena aku sangat yakin dia mampu untuk menghabisi jenderal Hu," ucap Dewi giok dengan keseriusan di wajahnya.

__ADS_1


Kedua putri pada akhirnya dapat mempercayai perkataan dari Dewi giok karena kedua Putri melihat keseriusan di wajahnya, dan sedetik kemudian mereka bertiga kemudian menuju ke arah Putri Liuyinzi yang saat ini sudah tak sadarkan diri, dan segera membawanya pergi menjauh meninggalkan tempat itu.


Jendral Hu yang tak ingin keempat wanita itu melarikan diri, segera melakukan penyerangan kepadanya dengan tinju dari jarak jauh yang membentuk bayangan tinju raksasa, Namun sayang serangan itu hanya bisa bertahan sesaat karena sebenarnya sebuah kabut berwarna abu-abu yang sangat tebal telah menyelimuti bayangan tangan raksasa hingga menjadi ketiadaan.


"Kau tak usah memikirkan keempat saudariku, karena akulah lawan mu saat ini," tantang Dewi racun.


Jendral Hu menatap tajam ke arah Dewi racun, dan sedetik kemudian Sang Jenderal melesat cepat untuk melakukan serangan dengan tinjunya kearah Dewi racun.


Melihat serangan mematikan yang menuju ke arah nya, Dewi racun hanya bisa menyunggingkan senyuman yang kemudian membentuk segel formasi dengan kedua tangannya.


"Formasi penjara racun abadi, penyegelan dunia," ucapnya.


Tiba tiba saja kabut berwarna abu-abu yang sangat pekat saat ini telah mengurung jendral Hu di dalamnya, yang membuat jenderal Hu seketika itu menghentikan serangannya dan melakukan kewaspadaan terhadap kabut racun yang ada di sekitarnya.


"Kurang ajar..!, Aku terkurung di dalam kabut racun ini dan tak mampu untuk keluar dari dalamnya, jika keadaan terus begini maka aku akan menderita terkena racun dari wanita itu, Aku akan berusaha semampuku untuk dapat menghancurkan kabut beracun yang sangat mematikan ini," ucap jendral Hu.


Jendral Hu kemudian kembali menelan sebuah pil berwarna merah untuk meningkatkan kekuatannya hingga berkali-kali lipat, sedetik kemudian dia pun mengalirkan kekuatan energi murninya ke tangan kanannya untuk melakukan serangan penghancur dalam menghancurkan kabut beracun abu-abu yang saat ini mengurungnya.


Setelah seluruh kekuatannya terkumpul di tangan kanannya, jendral Hu segera menghantamkan tangan kanannya ke depan sambil berteriak lantang.


"Tinju kekacauan semesta".


Sebuah bayangan tinju raksasa seketika itu juga melesat cepat menuju ke arah kabut beracun yang berwarna abu-abu, bayangan tinju yang di dalamnya banyak terlihat kilatan petir, seketika itu juga menghancurkan kabut abu-abu yang saat ini mengurung jendral Hu, hingga membuat koyakan terjadi di dalam kabut abu-abu itu.


Jendral Hu kemudian menerobos koyakan itu untuk melarikan diri dari penjara kabut abu-abu yang mengurungnya, namun apa yang terjadi di luar pemikiran Sang Jenderal, karena sebenarnya koyakan kabut beracun itu merupakan perangkap yang telah dibuat oleh Dewi racun bagi sang jendral, agar dapat melewati celah itu.


Dan pada akhirnya jendral Hu menabrak segel yang dibuat Dewi racun, hingga membuat tubuh Sang Jenderal seketika itu meledak menjadi debu.


Flash back


Dewi racun yang melihat adanya serangan mengerikan yang dilakukan jenderal Hu kepada kabut beracun abu-abu miliknya, seketika itu juga mengibaskan tangannya bersamaan dengan datangnya tinju bayangan raksasa, sehingga tinju bayangan raksasa tak pernah saling berbenturan dengan kabut beracunnya, namun di saat itu terlihat koyakan yang menimbulkan celah besar disana dimana celah itu sengaja dibuat oleh Dewi racun seolah-olah serangan bayangan tinju dari jenderal Hu yang melakukan nya.

__ADS_1


Celah besar itu telah terpasang segel tak terlihat dengan kekuatan pemusnahan besar oleh Dewi racun, untuk membuat Sang Jenderal melewati celah tersebut yang akan membuatnya menuju kematian.


Bersambung


__ADS_2