
Dicerca begitu banyak pertanyaan Shio Fang berusaha tetap tenang menghadapi Dewi Lilia, karena dia tau jika wanita bercadar itu menyukainya dan Shio Fang tak mau adanya permasalahan baru jika dia sampai salah bicara, paling tidak Dewi Lilia bisa dapat tenang kembali.
"Wanita itu berasal dari klan Xia yang bernama Xia yi, saat ini Xia yi dan pangeran Cin Sha tengah dekat dan saling mencari kecocokan satu dengan yang lainnya, karena adanya permasalahan di klan Xia membuat Xia yi di usir dari klannya".
"Xia yi memiliki bakat di bidang Alkemis, dan saat ini berada di guild Alkemis dan tentunya hal itu membuat pangeran Cin Sha semakin dekat dengannya, bukan kah demikian saudara Cin Sha!!?" tanya Shio Fang tiba tiba
"Uhuk...uhuk...!!"
Terdengar batuk sang pangeran mendengar pertanyaan mendadak dari Xio Fang.
"Sejak kapan aku dekat dengan Xia yi, bukankah aku dan Xia yi hanya sekedar teman ngobrol dan belum terjadi satu ikatan apapun yang membuat Xia yi menjadi kekasihku".
"Shio Fang benar benar memojokkan ku di hadapan Dewi Lilia, jika kau bukan saudaraku maka aku akan membongkar semua kedokmu di hadapan Dewi Lilia, mengenai putri ketua sekte kabut surgawi yang telah jatuh hati dan berharap besar padamu sebagai kekasihnya di masa depan".
"Ah...., Shio Fang benar benar membuatku mati gaya di hadapan Dewi Lilia," batin pangeran Cin Sha sambil menggerutu dalam hati.
"Benar Dewi Lilia, Xia yi saat ini tengah dekat denganku," jawab pangeran Cin Sha menahan kekesalan di hatinya dengan mengikuti permainan Shio Fang.
Wajah Dewi Lilia seketika itu kembali cerah mendengar perkataan dari pangeran Cin Sha, perasaan gelisah di hatinya seketika itu sirna setelah mengetahui jika Xia yi merupakan kekasih pangeran Cin Sha.
"Pangeran.., Xia yi pasti akan merasa kerasan untuk berlatih teknik Alkemis di guild cahaya, karena aku akan memperlakukannya seperti saudariku sendiri," ucap Dewi Lilia.
"Trimakasih..,"
Hanya itu kata yang keluar dari mulut sang pangeran, saat mengetahui jika Xia yi akan berada di guild cahaya bersama Dewi Lilia.
Shio Fang dapat bernafas dengan lega setelah pangeran Cin Sha menghilangkan kegundahan hatinya atas pertanyaan Dewi Lilia.
"Ku rasa pangeran Cin Sha saat ini merasa kesal padaku, karena kekagumannya dan ketertarikannya pada Dewi Lilia telah sirna akibat pertanyaanku padanya, ha..ha ..ha..., ini merupakan lelucon yang akan sangat sulit kulupakan karena wajah pangeran Cin Sha terlihat sangat konyol di hadapan Dewi Lilia.
__ADS_1
Pada akhirnya Shio Fang dan pangeran Cin Sha kembali ke guild Alkemis, karena pangeran Cin Sha akan mengikuti turnamen di sore hari.
Setelah beberapa saat beristirahat di paviliun Alkemis, maka tiba waktunya bagi pangeran Cin Sha untuk mengikuti turnamen Alkemis babak pertama yang akan di adakan.
Ada 3 babak yang harus di ikuti oleh para peserta sebelum mengikuti babak final, mereka semua harus melewati satu persatu babak dan jangan sampai gugur di salah satu babak tersebut, karena jika mereka gugur maka tak ada kesempatan lagi bagi para peserta untuk dapat melanjutkan ke babak selanjutnya.
Seluruh peserta duduk di sebuah kursi dengan meja di hadapan mereka, para peserta diwajibkan untuk menemukan dan mengenali bahan-bahan obat yang berada di setiap pertanyaan yang ada di selembar gulungan.
Terlihat para praktisi mulai menemui kegelisahan saat melihat isi dari pertanyaan di dalam gulungan, yang membuat sebagian besar peserta tak dapat menjawab pertanyaan dengan mengosongkan lembar jawaban.
Di kursi yang lain, pangeran Cin Sha begitu tenang menghadapi setiap pertanyaan yang ada di dalam gulungan, karena sewaktu kecil hingga tumbuh dewasa sang pangeran telah mempelajari nama nama tumbuhan obat, maupun sumber daya di dalam ruang perpustakaan istana yang dibantu oleh salah satu guru pembimbing.
Setelah waktu habis, terlihat para panitia penyelenggara mulai memeriksa hasil jawaban para peserta turnamen hari itu.
Dari ratusan praktisi alkemis yang mendaftar, hanya menyisakan sekitar 40 orang yang akan melanjutkan kebabak selanjutnya.
Tetua Guan mulai angkat bicara di depan seluruh peserta yang akan melanjutkan ke babak selanjutnya. "Besok pagi merupakan babak penyisihan kedua, kalian akan memilih bahan-bahan yang akan disediakan, bahan bahan itu merupakan bahan dasar pembuatan pil yang akan dimurnikan. Aku ingin tak ada lagi yang terlambat datang ke tempat ini besok pukul 7 pagi, jika ada yang datang setelah pukul tujuh pagi maka peserta tersebut akan didiskualifikasi dari babak penyisihan kedua," ucapnya.
Setelah berkata seperti itu, panitia penyelenggara turnamen segera pergi meninggalkan tempat diadakannya turnamen alkemis.
Di dalam sebuah kamar, terjadi perbincangan antara Shio Fang dan pangeran Cin Sha.
"Bagaiman persiapanmu untuk babak penyisihan kedua?" tanya Shio Fang.
"Jika hanya memilih bahan untuk membuat sebuah pil di level rendah, aku masih sanggup melakukannya, Akan tetapi jika dalam babak penyisihan berikutnya Aku disuruh untuk memurnikan pil obat, maka aku akan angkat tangan dan menyerah karena aku hanya mampu membuat pil obat di level 2," jawab pangeran Cin Sha.
"Yang penting kau telah berusaha, dan aku yakin di masa depan kau pun dapat menjadi seorang alkemis sepertiku," ucap Shio Fang.
*****
__ADS_1
Pagi hari kicauan burung terdengar merdu bersahut-sahutan di pepohonan yang berada di area guild Alkemis.
Sekitar jam 6 pagi Shio Fang dan pangeran Cin Sha telah berada di tempat babak penyisihan kedua yang akan diselenggarakan.
Di tempat itu telah ramai diisi oleh para praktisi yang akan melanjutkan ke babak penyisihan kedua, di atas meja para peserta turnamen terdapat banyak sumber daya yang akan menjadi bagian dari ujian penyisihan babak kedua.
Tepat jam 7 pagi, tetua Guan muncul dan langsung mengumumkan turnamen di babak penyisihan kedua.
"Aku ingin kalian memilih bahan pil pemulih stamina tubuh dengan bahan-bahan yang ada di atas meja, ingat kesalahan kecil akan membuat rencana kalian menjuarai turnamen ini hanya akan ada di angan-angan, jadi lebih telitilah untuk memilih bahan-bahan obat yang berada di atas meja," ucap tetua Guan.
Setelah berkata seperti itu tetua Guan mempersilahkan para peserta untuk memilih bahan obat yang ada di atas meja, sebagai bahan dasar pembuatan pil pemulih stamina tubuh dengan waktu yang telah ditentukan.
Para peserta begitu fokus menghadapi tantangan dari tetua Guan, karena mereka semua berfikir jika kesempatan menjadi seorang Alkemis hebat di tentukan dalam turnamen hari ini.
Akhirnya waktu pun berakhir, seluruh panitia segera memeriksa semua bahan obat pemulih stamina tubuh di meja masing masing peserta.
Terlihat tetua Guan begitu puas dengan pencapaian para peserta, dari 40 peserta hanya 5 yang gagal untuk melanjutkan ke babak selanjutnya.
Kembali tetua Guan mengumumkan jika malam hari di hari yang sama, turnamen akan di lanjutkan ke babak selanjutnya.
Kali ini tetua Guan tak membocorkan sedikitpun apa yang akan di lakukan para peserta malam nanti, dalam mengikuti turnamen di babak yang ketiga.
"Jam 8 malam kalian harus berada di aula Alkemis, disana akan di adakan babak penyisihan ke tiga, dan sekali lagi ku ingatkan kepada kalian semua jangan sampai terlambat datang ke tempat tersebut, karena panitia penyelenggara tak mentoleransi keterlambatan peserta yang akan melanjutkan ke babak penyisihan ke 3".
"Beristirahatlah yang cukup, karena babak penyisihan ketiga akan lebih sulit dari babak babak sebelumnya," ucap tetua Guan.
Mendengar perkataan tetua Guan, para peserta pada akhirnya membubarkan diri masing masing.
Bersambung.
__ADS_1