
Shio Fang tengah terbaring di sebuah kamar yang berada di sekte darah surgawi, walaupun tubuhnya tengah tak sadarkan diri, akan tetapi di dalam alam bawah sadarnya Shio Fang tengah bertemu dengan raja naga es sang guru.
"Hormatku padamu guru..," ucap Shio Fang dengan menangkupkan kedua tangan memberi hormat.
"Shio Fang aku tak menyangka kau mampu untuk membuat pil obat legendaris yang ada di dalam kitab kuno pengobatan surgawi, resiko pembuatan pil itu sangat besar yang mampu membuatmu terbunuh saat itu juga oleh kekuatan besar yang terkandung di dalam petir pil".
"Saat seorang Alkemis memurnikan sebuah pil umum ataupun langka, petir pil akan menghantam tungku pemurnian itupun hanya sekali, beda dengan apa yang kau lakukan saat itu, pemurnian pil obat legendaris akan menyambar tubuh orang yang memurnikan pil itu dengan 3 kali Sambaran petir kuat. Kau sangat beruntung energi murni kitab kuno pengobatan surgawi dan benih jiwa teratai salju yang telah menyatu di dalam tubuhmu, dapat membantumu melewati Sambaran ke tiga petir pil itu dan menyimpan sebagian besar energi murni petir pil di dalam dantianmu, sehingga kekuatan murni petir pil yang tersimpan dapat membuatmu untuk menerobos ke tingkat ranah Dewa saint".
Kau bisa melihat energi murni petir pil yang ada di dalam dantianmu saat ini, gunakanlah untuk melakukan penerobosan ke tingkat selanjutnya di tempat ini, biarkan tubuh kasarmu tak sadarkan diri dulu karena hal itu dapat membuatmu aman dari para praktisi yang mengincar mu, tak mungkin para praktisi itu berani untuk mencarimu ke sekte darah mengingat sekte darah memiliki penatua yang telah menembus ranah semesta".
"Biarkan 2 tumbuhan obat yang telah kau dapatkan tetap tersimpan, dan setelah kau menemukan 1 tumbuhan obat lagi maka kau dapat melakukan penerobosan ke tingkat selanjutnya," ucap raja naga es.
"Terimakasih atas semua penjelasan yang guru berikan," ucap Shio Fang.
Dengan berbekal keterangan dari sang guru, Shio Fang kemudian duduk bersila dan melakukan penyerapan energi petir pil yang berada di dalam dantiannya, untuk mencoba melakukan penerobosan ke tanah tingkat saint.
Setelah melakukan kultivasi selama 2 Minggu lamanya, Shio Fang pada akhirnya menerobos ketingkat ranah Dewa saint.
Di kehidupan nyata, setelah 2 Minggu tak sadarkan diri pada akhirnya Shio Fang membuka matanya.
Shio Fang merasakan udara sejuk di pagi itu yang masuk melewati kisi kisi jendela kamarnya, dengan memejamkan matanya Shio Fang menikmati kesegaran itu.
Shio Fang segera memejamkan matanya kembali, saat mendengar suara langkah kaki yang perlahan menuju kekamarnya.
__ADS_1
Shio Fang dapat mencium aroma wangi yang menggoda hasrat dari tubuh seorang wanita, saat pintu kamarnya di buka.
Wanita itu perlahan membuka jendela kamar Shio Fang, sehingga cahaya matahari pagi seketika itu juga masuk kedalam kamarnya.
Wanita itu perlahan duduk di pinggir pembaringan Shio Fang, kemudian Shio Fang merasakan ada sebuah kain basah yang kini membersihkan wajahnya.
Tak lama kemudian suara merdu seorang wanita berkata.
"Kapan kau akan sadar Shio Fang..., melihatmu seperti ini membuatku sangat lelah mengurus mu setiap hari," ucap wanita itu.
Mendengar perkataan Yunmei membuat Shio Fang menjadi sangat kesal, dia tak menyangka jika Yunmei sama sekali tak ikhlas dalam merawat nya selama ini.
Shio Fang seketika itu membuka matanya dan tentu saja membuat Yunmei sangat terkejut di buatnya, hingga wadah berisi air terjatuh dari tangannya, dan langsung membasahi lantai ruangan kamar itu.
"Kapan kau tersadar? jangan-jangan kau telah tersadar sebelum aku masuk ke dalam ruangan kamarmu ini," ucap Yunmei dengan amarah di wajahnya.
Wajah Yunmei seketika itu memerah menahan rasa malu, dia tak menyangka jika perkataan kecil dari mulutnya didengar oleh Shio Fang.
"Maafkan aku Shio Fang, aku hanya bercanda dalam perkataanku, Shio Fang kau jangan mengambil hati atas ucapanku tadi, selama ini aku merawatmu dengan sebaik mungkin semua itu karena kau telah menyelamatkan nyawaku, dan memilih mengorbankan dirimu hingga kau menjadi seperti ini," ucap Yunmei.
Shio Fang dapat merasakan kejujuran dari perkataan wanita muda yang ada di hadapannya, sehingga dapat membuat rasa kesal di hatinya segera menghilang.
"Tunjukan padaku Di manakah tempat agar aku dapat membersihkan diri, seluruh tubuhku sudah terasa sangat gerah dan lengket," ucap Shio Fang.
__ADS_1
"Ikut aku.., aku akan menunjukkan tempat di mana kau dapat membersihkan dirimu," jawab Yunmei dengan memberikan senyuman manis kepadanya.
Shio Fang pada akhirnya mengikuti kepergian Yunmei dari belakang, hingga pada suatu tempat Yunmei menunjukkan tempat bagi Shio Fang untuk membersihkan diri.
Setelah puas membersihkan dirinya nya Shio pada akhirnya kembali kedalam kamar. Shio Fang begitu sangat terkejut melihat Yunmei berada di kamarnya.
"Shio Fang..., kau dapat memakai pakaian ini dan setelah itu aku akan menemuimu kembali, karena kakekku penatua Yunhong ingin bertemu denganmu," ucap Yunmei sambil menaruh pakaian yang ada di tangannya ke atas meja.
"Yunmei..., apakah kau tak ingin menungguku disini dengan membantuku memakaikan pakaian yang ada di atas meja itu, bukankah hal itu mempersingkat waktu daripada kau akan kembali lagi ke tempat ini," jawab Shio Fang dengan menatap tajam ke arah dua bola mata indah yang dimiliki Yunmei.
Yunmei membelalakkan matanya, namun tiba-tiba diapun langsung tertunduk melihat tatapan tajam Shio Fang yang tertuju kearahnya, rona merah seketika itu juga menyelimuti wajahnya dan tanpa mengeluarkan sepatah katapun, Yunmei buru-buru meninggalkan tempat itu.
Lonjakan kegirangan melanda hati Shio Fang, dia tak menyangka dapat membuat Yunmei yang sebelumnya selalu sinis dan acuh tak acuh padanya, dapat merasa malu setelah digoda olehnya.
"Ha..ha..ha..., aku berharap di masa depan kau tak akan pernah jatuh cinta ke padaku," gumam Shio Fang dalam hati.
Shio Fang telah memakai pakaian pemberian dari Yunmei, kini di balik pakaian berwarna biru itu Shio Fang terlihat sangat tampan dan berkarisma.
"Tuan muda Shio Fang..., aku diperintahkan nona Yunmei untuk membawa anda bertemu dengan penatua Yunhong," ucap seorang wanita paru baya dengan sedikit memberi hormat kepada Shio Fang.
Shio Fang sedikit heran, mengapa bukan Yunmei yang menjemputnya langsung.
"Apakah karena aku telah menggodanya sehingga Yunmei tak ingin bertemu denganku?, ternyata dibalik keangkuhannya itu tersimpan kepolosan di dalam dirinya, jika memang begitu aku jangan sampai bermain api dengannya, karena hal itu akan membuat masalah baru bagiku kelak di kemudian hari, walaupun jujur aku akui kecantikan yang memikat hati saat melihatnya setara dengan kecantikan yang dimiliki Yinzi," gumam Shio Fang.
__ADS_1
Shio Fang kemudian mengikuti wanita paruh baya itu menuju ke tempat kediaman penatua Yunhong.
Bersambung.