Penguasa Element Es Dan Angin

Penguasa Element Es Dan Angin
Keputusan ketua Zeng Wu


__ADS_3

Singa bersayap menukik turun ke bawah menembus lebatnya pepohonan hutan, suara kicauan burung begitu merdu menyambut datangnya pagi di tempat tujuan Shio Fang dan pangeran Cin Sha.


Di hutan itu mereka menemukan sebuah gua yang cukup luas, sengaja pangeran Cin Sha mencari sebuah gua karena semua itu atas permintaan dari Shio Fang yang ingin memulihkan diri dari luka dalam yang dideritanya.


"Shio Fang..., pulihkanlah dirimu terlebih dahulu aku akan menjaga di sini," ucap pangeran Cin Sha.


"Baik pangeran," jawab Shio Fang.


Shio Fang kemudian duduk bersila melakukan kultivasi pemulihan diri, dengan menggunakan kitab kuno pengobatan surgawi yang ada di dalam tubuhnya.


Cahaya hijau terpancar dari dalam tubuh Shio Fang, yang membuat pangeran Cin Sha sangat kagum dengan saudara angkatnya itu, yang memiliki banyak kelebihan termasuk teknik pengobatan untuk dirinya sendiri.


Pangeran Cin Sha kemudian berjalan ke depan mulut gua, kemudian memasang segel pelindung di sana agar para binatang buas tak bisa dengan mudah masuk ke dalam gua.


Setelah itu Pangeran Cin Sha mulai duduk bersila kemudian mengeluarkan kitab kuno teknik elemen cahaya yang merupakan teknik langka turun-temurun dari keluarga kekaisaran Cahaya ilahi pemberian sang ibu.


Pangeran Cin Sha kemudian menetaskan darahnya di atas permukaan kitab kuno itu. Setelah darah pangeran Cin Sha menerpa permukaan kitab, maka cahaya emas seketika itu menyeruak dan menyebar di udara.


Kitab kuno itu kemudian melayang di hadapan pangeran Cin Sha, dan tak lama kemudian kitab itu tiba-tiba menghilang merasuk ke dalam kepala pangeran Cin Sha.


Pangeran Cin Sha kemudian melakukan kultivasi di tempat itu, dan di bawah alam sadarnya pangeran Cin Sha menemukan sebuah teknik bela diri yang bertebaran di udara.


Dengan adanya teknik beladiri itu, pangeran Cin Sha mulai berlatih tehnik element cahaya di bawa alam sadarnya.


Sementara itu, Ketua Zeng Wu yang mendapatkan bantuan dari kesepuluh praktisi dan kedua penatua, yaitu dengan memberikan energi murni yang dimilikinya agar obat pemberian dari penatua Fong Sha, dapat terserap dengan cepat di tubuh ketua Zeng Wu yang saat ini mengalami luka yang sangat parah akibat pertarungannya dengan Shio Fang .


Setelah beberapa hari berlalu pada akhirnya ketua Zeng Wu dapat membuka matanya kembali.


Ketua Zeng Wu dapat merasakan jika tubuhnya kini telah pulih kembali, sehingga dia meminta para petinggi sekte untuk menghentikan pemberian energi murni kepadanya.


Semua orang sangat senang melihat kesembuhan ketua Zeng Wu, akan tetapi ketua Zeng Wu terlihat murung, dia masih memikirkan kekalahannya oleh pemuda yang begitu sangat diremehkannya sebelum pertarungan terjadi.

__ADS_1


Tanpa berkata satu kata pun, ketua sekte berjalan pergi meninggalkan tempat pengobatan, yang membuat seluruh ketua dan penatua yang ada di tempat itu saling berpandangan, melihat ketua sekte pergi meninggalkan mereka.


Ketua sekte telah tiba di kediamannya, dia pun langsung membaringkan tubuhnya di atas pembaringan dan menatap tahan langit-langit ruangan kamar nya.


Ketua sekte benar-benar terpukul akan kekalahannya itu, rasa malu tentu saja saat ini menyelimuti hatinya karena kesepakatan itu telah diketahui seluruh anggota sektenya.


Malam harinya, ketua sekte menghadap ke tempat kedua penatua yang merupakan kakeknya sendiri berada, dia kemudian memberi hormat kepada kedua penatua itu.


Kedua penatua sengaja berdiam diri agar ketua sekte mengutarakan maksudnya untuk menemui mereka berdua.


"Aku ingin mengundurkan diri dari jabatan ketua sekte, aku akan mengasingkan diri untuk meningkatkan pelatihanku menembus tahap demi tahap batasanku".


"Kakek ...., Nenek..., aku tak bisa menanggung malu atas kekalahan yang kuderita saat pertarungan itu, jika aku masih memegang puncak kekuasaan tertinggi di sekte langit surgawi, apa kata mereka yang telah mendengar kesepakatan sebelum pertarungan terjadi, aku tak kuasa menahan rasa malu ini dan kuharap kakek dan nenek dapat mengerti dengan perasaan yang tentunya akan selalu menghantuiku di sepanjang perjalanan hidup ku di masa depan," ucap ketua Zeng Wu.


"Wu'er..., kami dapat mengerti apa yang kau rasakan, namun saat ini putramu Lie'er masih sangat muda untuk menggantikan posisimu sebagai ketua sekte, sementara putra pertamamu Zeng long masih melakukan pelatihannya di menara surga dan tak mungkin kita mengabarkan kepadanya untuk mengisi kekosongan ketua sekte yang kau tinggalkan".


"Ada baiknya Kau memberikan waktu beberapa tahun ke depan agar kami berdua dapat membina Putra mu untuk menjadi penerus ketua sekte menggantikan posisimu," jawab penatua Zeng Yi.


"Kakek ..., nenek..., biarkan putraku Zeng long terus berlatih di mana surga, jika dia sampai mendengar masalah yang terjadi di sekte langit surgawi, maka hati itu akan membuatmu pelatihannya terganggu, dan masalah baru pun akan timbul setelah itu," ucap ketua Zeng Wu.


Terlihat penatua Zeng Jin menarik napas dalam-dalam mendengar keputusan dari ketua Zeng Wu mengenai pengunduran dirinya, tak lama kemudian sang penatua pun berkata.


"Jika semua itu sudah menjadi keputusanmu maka pergilah..., biar aku yang akan menempati kedudukan ketua sekte kembali, sambil menunggu putramu Lie'er sanggup untuk memimpin sekte ini," ucap penatua Zeng Jin.


"Trimakasih...."


Hanya itu kata yang keluar dari mulut ketua sekte langit surgaw, kemudian dia pun berpamitan untuk pergi meninggalkan sekte.


Ketua Zeng Wu akhirnya dapat merasa lega untuk meninggalkan kedudukan ketua dan sektenya, dan hari itu juga ketua Zeng Wu pergi meninggalkan sekte langit surgawi secara diam-diam, untuk pergi mengasingkan diri menuju hutan yang tak terjamah tangan manusia dalam mengasingkan diri.


Penatua Zeng Yi memanggil ke-10 penatua terkuat yang dimiliki sekte, dan mengabarkan tentang pengunduran diri ketua sekte di langit Surgawi.

__ADS_1


Penatua Zeng Jin meminta kepada 10 penatua yang ada, untuk membantunya dalam memimpin sekte langit surgawi sebelum ketua baru dilantik menggantikan posisi kosong yang ditinggalkan ketua Zeng Wu.


"Kami akan selalu mendukung penatua dan tuan muda Zeng lie, kami yakin jika suatu hari nanti tuan muda Zeng lie mampu untuk memimpin sekte langit surgawi menuju kejayaannya kembali," ucap salah seorang penatua.


"Akupun meyakini akan hal itu, dan saat ini tinggal bagaimana cara kita mendidik dan membina Zeng lie untuk menjadi seorang pemimpin di masa depan," ucap penatua Zeng Jin.


"Kami semua akan bahu membahu untuk membantu membimbing Zeng lie, penatua tak usah khawatirkan hal itu". ucap salah satu tetua yang lainnya.


"Terimakasih atas semua yang telah kalian berikan pada Zeng lie udah seperti ini," ucap penatua Zeng Jin.


"Penatua..., kami telah mengamankan Han Lang dari balai pengobatan sekte langit surgawi, dia telah mengakui semua kesalahan yang dilakukan. Penatua apakah hukuman yang pantas untuk diberikan kepadanya?" ucap salah seorang tetua.


"Permasalah sudah selesai walaupun meninggalkan luka yang dalam dengan kepergian ketua sekte, berikan hukuman padanya dengan di asingkan selama 10 tahun di pulau pengasingan sekte, agar dia dapat merenungi kesalahan yang telah di buatnya," jawab penatua Zeng Jin.


Mendengar perkataan penatua Zeng Jin, tetua itu lantas berkata.


"Baik penatua..., aku akan memberikan hukuman itu kepada Han Lang," ucapnya.


*****


Di guild Alkemis, permasalahan yang terjadi membuat ketua Fong ji Ang memutuskan untuk memajukan turnamen alkemis hingga satu bulan kedepan.


Semua praktisi Alkemis yang akan mengikuti turnamen Alkemis di guild Alkemis, begitu sangat kecewa dengan keputusan ketua Fong ji Ang yang sangat tiba tiba, mereka semua tentu saja sangat kecewa akan tetapi mereka semua tak bisa berbuat apa apa, karena keputusan mutlak ada di pihak panitia turnamen penyelenggara.


Semua praktisi yang akan mengikuti turnamen Alkemis, kembali pulang ke tempat mereka masing masing, dan akan kembali setelah turnamen Alkemis kembali di buka.


Sementara itu di dalam hutan yang tak pernah di jamah tangan manusia, telah 10 hari Shio Fang melakukan pemulihan diri, dan pada akhirnya Shio Fang membuka matanya.


Shio Fang telah pulih seperti sedia kala, yang membuat pangeran Cin Sha merasa senang mengetahui hal itu.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2