
Tetua Lingkang dibuat terkejut dengan serangan Shio Fang yang tak bisa di prediksi olehnya, kecepatan serangan element angin yang di gunakan Shio Fang tiba tiba saja berubah menjadi serangan element es, yang membuat tetua Lingkang harus merasakan kerasnya tendangan Shio Fang.
"Mana bisa pemuda ini menguasai dua element ditubuhnya.." batin tetua Lingkang.
Belum sempat tetua Lingkang menjawab pertanyaan di hatinya, kembali tetua Lingkang di kejutkan dengan adanya pusaran angin berbentuk bola sebesar genggaman orang dewasa, yang saat ini melayang di atas telapak tangan kanan Shio Fang.
Pusaran angin yang berada di telapak tangan Shio Fang, mengandung inti angin yang sangat kuat, yang dapat dirasakan oleh tetua Lingkang.
Tetua Lingkang buru buru mengeluarkan kekuatan terkuatnya, yaitu sebuah tangan bayangan raksasa yang mengandung kekuatan mengurai di dalamnya.
Shio Fang menyadari jika kekuatan tangan bayangan raksasa milik tetua Lingkang, dapat menguraikan tubuhnya hingga hancur lebur jika terkena serangannya itu, seketika itu juga mengeluarkan armor pelindung dari dalam cincin ruangnya, armor itu merupakan artefak langit yang di dapatkannya dari perut kura kura hijau raksasa, penghuni dasar lobang gunung Orgy.
Seketika itu tubuh Shio Fang memancarkan cahaya ungu di sekujur tubuhnya, saat armor pelindung telah terpasang dan menguasai tubuhnya.
Sementara itu Xia Chen yang melihat pangeran Cin Sha lengah, karena menyaksikan pertarungan antara Shio Fang dan tetua Lingkang, segera melepaskan puluhan jarum beracun ke arah sang pangeran.
Pangeran Cin Sha yang merasakan adanya desingan angin yang menuju kearahnya, segera sigap untuk menghindari serangan senjata rahasia yang menuju kearahnya.
Pangeran Cin Sha berloncatan kesana dan kemari dan sesekali menangkis jarum jarum beracun itu dengan menggunakan tombak pembunuh naga, akan tetapi sebuah jarum beracun berhasil menancap di bahu kirinya, yang membuat pangeran Cin Sha merasakan kesakitan yang teramat sangat di bahu kirinya.
Pangeran Cin Sha kemudian menyegel jalan darah di sekitar bahu kirinya dengan mengunakan kekuatan cahaya yang di milikinya, agar racun yang bersarang di bahu kirinya dapat tertahan dan tak menyebar keseluruh tubuhnya.
"Licik...!!, berani sekali kau menyerangku secara diam-diam, untuk itu kau tak akan ku maafkan lagi," ucap pangeran Cin Sha.
"Ha..ha..ha.., saat ini kau telah terkena racun terkuat dari klan Xia, jangankan untuk mengeluarkan kekuatan di tubuhmu melangkah pun saat ini kau takkan bisa," jawab Xia Chen.
Pangeran Cin Sha tak memperdulikan perkataan Xia Chen, dia pun lalu mengeluarkan kekuatan roh cahaya matahari yang merupakan kekuatan terkuat yang di milikinya.
Pengerahan kekuatan besar di tubuhnya, membuat segel cahaya di bahu kiri sang pangeran retak, yang membuat racun mulai merembes ke aliran darahnya.
Pangeran Cin Sha merasakan dantiannya membeku, yang membuat aliran kekuatan besar yang menuju ke Merindiannya pun terputus, sehingga membuat sang pangeran kehilangan tenaga hingga diapun ambruk ketanah dan tak sadarkan diri.
__ADS_1
Shio Fang yang melihat pangeran Cin Sha dalam bahaya, seketika itu melesat kearah sang pangeran untuk menyelamatkannya, akan tetapi tangan raksasa yang mengeluarkan aura dingin yang sangat menindas, terlebih dahulu mengarah padanya yang mau tak mau Shio Fang harus menerima serangan itu.
Dengan menggunakan kekuatan penguasa angin, Shio Fang menerobos tangan raksasa yang mengarah padanya, karena dia yakin jika armor pelindung yang melekat di tubuhnya dapat menahan kekuatan pengurai dari serangan tetua Lingkang.
Shio Fang dapat merasakan bagaimana armor yang melindungi tubuhnya bergesekan dengan kekuatan pengurai dari tangan raksasa, yang membuat Shio Fang terus menerobos dengan tak memperdulikan lagi keadaan dirinya sendiri, yang ada dalam pikirannya sekarang bagaimana dia bisa mengalahkan laki laki paruh baya yang menjadi lawan tarungnya, agar dapat menyelamatkan saudara angkatnya yang nyawanya berada di tangan Xia Chen.
Sementara itu, tetua Lingkang yang telah berhasil mengarahkan serangannya ke arah pemuda yang menjadi lawan tarungnya, di kejutkan dengan munculnya Shio Fang dari dalam bayangan tangan raksasa miliknya, dan saat ini tengah menuju kearahnya dengan bola angin yang berada di telapak tangannya.
"Inti angin pusaran badai...!!" teriak Shio Fang dengan keras.
Melihat bola berwarna biru yang mengandung pusaran angin kuat menuju kearahnya, membuat tetua Lingkang seketika itu menapakkan kedua tangannya kedepan, untuk menghalau serangan bola angin yang menuju kearahnya.
Benturan dua kekuatan pun tercipta, akan tetapi serangan inti angin pusaran badai yang di lepaskan Shio Fang tak dapat di bendung oleh tetua Lingkang, yang membuat kedua tangan tetua lingkang patah dan tubuhnya terhempas jauh kebelakang.
Shio Fang kembali menyerang kearah tetua Lingkang yang tergeletak ditanah untuk mengakhiri hidupnya, akan tetapi teriakan Xia Chen seketika itu menghentikan langkahnya.
"Jika kau membunuh guruku maka saudaramu ini akan aku binasakan," teriak Xia Chen.
"Aku akan mengadakan pertukaran dengan mu, kau berikan aku saudaraku maka gurumu akan kau dapatkan," ucap Shio Fang.
"Aku menyetujuinya..., aku akan memberikan saudaramu ini kepadamu, dan aku akan mendapatkan guruku," jawab Xia Chen.
Tanpa menunggu lama Xia Chen kemudian menyuruh Xia yi untuk membawa pergi tetua Lingkang, setelah Xia yi menghilang dari tempat itu Xia Chen kemudian menarik pedangnya dari leher pangeran Cin Sha yang terletak di tanah, kemudian dia pun menghilang dari tempat itu.
Shio Fang dengan cepat menuju ke arah pangeran Cin Sha, lalu membawa sang pangeran ke lumbung gandum di pinggiran kota yang tak dihuni lagi.
Di dalam bangunan tua Shio Fang kemudian memeriksa keadaan pangeran Cin Sha, dan mendapati jika ada jarum beracun yang menancap di bahu kirinya.
Dengan menggunakan kekuatan jari matahari yang di milikinya, Shio Fang kemudian mencabut jarum beracun itu.
Tampak lenguhan keluar dari mulut pangeran Cin Sha, saat jarum beracun di tubuhnya di keluarkan oleh Shio Fang.
__ADS_1
Tampak sang pangeran mulai tersadar dari pingsannya, dan menatap kearah Shio Fang dengan tatapan sayu.
"Racun ditubuhku merupakan racun ganas yang sangat mematikan, aku telah menyegel racun itu agar tak cepat menyebar di tubuhku, dan aku tak tau sampai kapan segel itu dapat bertahan".
"Shio Fang.., aku tak ingin kau meminta bantuan kepada istana cahaya ilahi untuk mendapatkan penawar racun di tubuhku, karena saat ini aku tak ingin berhubungan dengan istana. Jika aku sudah tak mampu bertahan lagi, maka biarkan kematianku hanya kau lah yang mengetahuinya," ucap pangeran Cin Sha.
"Aku tak akan meminta pertolongan dari istana cahaya ilahi, selama aku masih hidup maka aku akan berusaha untuk mengeluarkan racun di tubuhmu," jawab Shio Fang.
"Trimakasih Shio Fang, aku berharap dapat sembuh dan tetap menjaga persaudaraan kita untuk selamanya," ucap pangeran Cin Sha.
Shio Fang yang melihat pangeran Cin Sha mulai menggigil kedinginan, diapun langsung membuat api unggun dan menyelimuti tubuh pangeran Cin Sha dengan semua pakaian yang ada di dalam cincin ruangnya, semua itu untuk membuat pangeran Cin Sha lebih hangat.
Tak lama kemudian pangeran Cin Sha pun tertidur. Shio Fang begitu sangat kasian dengan keadaan saudara angkatnya itu, diapun berjanji dalam hati untuk mengeluarkan racun di dalam tubuhnya sampai tak tersisa.
Shio Fang kemudian memanggil raja piton salju, yang membuat ular putih sepanjang satu meter muncul di hadapannya.
"Piton salju sahabatku, dapatkah kau menghilangkan racun di tubuh Pangeran Cin Sha?" tanya Shio Fang.
"Racun di tubuh pangeran Cin Sha merupakan racun mematikan yang penawarnya hanya bisa di dapatkan dari orang yang memberi racun itu, dengan kata lain pangeran Cin Sha akan tetap hidup jika penawar racun itu di dapatkan".
"Aku hanya bisa melenyapkan racun itu jika kau yang terkena racun karena kita telah mempunyai ikatan. Aku hanya dapat melahap setengah racun di tubuh pangeran Cin Sha, akan tetapi ada akibat yang harus kudapatkan dalam melahap racun itu, yaitu selama satu tahun kau tak bisa mendapatkan bantuan dariku lagi, karena aku akan menetralkan racun yang ku lahap itu dengan berkultivasi di dalam dantianmu," ucap raja piton salju.
Shio Fang menarik napas dalam dalam, kemudian diapun berkata. "Aku tak ingin saudaraku pangeran Cin Sha mati," ucap Shio Fang.
Raja piton salju mengerti akan perkataan Shio Fang, diapun lalu mendekat kearah pangeran Cin Sha, kemudian menempelkan mulutnya ketempat dimana luka yang berada di bahu kiri nya.
Tak berselang lama tubuh raja piton salju yang putih bersih kini berubah menjadi hitam, yang membuat raja piton salju seketika itu menghilang dari hadapan Shio Fang dengan masuk kembali ke dalam dantiannya.
Shio Fang memejamkan matanya kemudian berkata.
"Maafkan aku sahabatku," ucapnya.
__ADS_1
Bersambung.