Penguasa Element Es Dan Angin

Penguasa Element Es Dan Angin
Xin Xin vs Mo Chen Yi


__ADS_3

Hari telah mulai senja, dan pertarungan terakhir saat ini akan berlangsung antara peserta dari sekte Es Abadi, yang akan diwakili oleh seorang wanita cantik bercadar putih bernama Xin Xin.


Sementara lawan tarungnya merupakan seorang praktisi muda dari kekaisaran cahaya api, yang juga merupakan salah seorang jenius muda yang nama besarnya telah melambung tinggi di wilayah kekaisaran cahaya api, dan dia bernama Mo Chen Yi.


Keduanya kini saling berhadapan satu dengan yang lainnya di atas arena pertarungan, dan tak beberapa kemudian pertarungan mereka pun terjadi.


Shio Fan Yin tanpa berkedip melihat kearah wanita bercadar putih yang tengah bertarung, apa yang terlihat pada Shio Fan Yin membuat Sang kakak merasa heran dengan tingkah adiknya yang tak seperti biasa, saat melihat kearah wanita bercadar putih


"Fan'er apakah kau mengenal wanita bercadar itu?" tanya Shio Cin Ling dengan tiba-tiba.


Mendapatkan pertanyaan dari saudarinya, Shio Fan Yin kemudian berkata. "Aku pernah bertemu dengannya sekali sewaktu dia melakukan pelatihan di bukit belakang istana, dan aku merasakan jika tingkat kekuatan wanita itu begitu sangat luar biasa karena mampu menciptakan angin salju saat melakukan pelatihannya".


"Pengguna elemen es ya..., Aku ingin melihat bagaimana teknik elemen es yang dimilikinya, karena aku sangat penasaran setelah mendengar perkataan darimu," ucap Shio Cin Ling.


"Kak Cin Ling..., bagiku kau tetap yang terhebat karena tubuh bulan dingin yang ada padamu memiliki keistimewaan, di samping kau memiliki kekuatan tubuh bulan dingin kau juga telah mendapatkan pelatihan yang baik dari ayah, dan tentu saja hal itu akan membuatmu menjadi seorang praktisi muda yang pilih tanding," ucap Shio Fan Yin sambil tersenyum ke arah saudarinya.


Shio Fan Yin dapat merasakan tingkat kekuatan yang dimiliki wanita bercadar putih begitu sangat mengerikan, yang belum tentu bisa dikalahkan oleh Kakak pertamanya jika mereka berdua bertemu di dalam arena pertarungan, namun karena Shio Fan Yin merupakan adik yang baik yang tak ingin menjatuhkan mental kakak perempuannya, pada akhirnya Shio Fan Yin harus berbohong agar sang kakak bisa percaya jika dirinya yang lebih hebat dari wanita bercadar putih.

__ADS_1


Sementara itu pertarungan di arena pertarungan Saat ini semakin meningkat tensinya, tubuh Mo Chen Yi telah dipenuhi kobaran api berwarna merah, hingga jejak kaki yang ditinggalkannya di arena pertarungan terlihat terbakar.


Tak kalah dengan Mo Chen Yi, Xin Xin saat ini juga telah berdiri di atas bunga teratai raksasa berwarna biru di udara, dengan telapak tangannya menggenggam sebuah bunga teratai berwarna biru.


Tehnik yang di keluarkan Xin Xin, tentu saja membuat Shio Fang, Dewi Yinzi, Go Yuan dan Shio Fan Yin begitu sangat terkejut melihatnya, karena tehnik yang digunakan oleh wanita bercadar Putih sama persis dengan tehnik yang dimiliki Dewi Yinzi, hanya yang membedakannya jika warna teratai dari wanita bercadar putih berwarna biru cerah, warna teratai Dewi Yinzi berwarna ungu.


Pertarungan diatas arena pertarungan terus berlangsung, dan saat ini kobaran api di tubuh Mo Chen Yi semakin membesar, hingga pada akhirnya Mo Chen Yi melakukan pergerakan yang mengakibatkan puluhan bola api langsung menuju kearah Xin Xin.


Xin Xin tak tinggal diam saat melihat bola api yang menuju kearahnya, diapun kemudian melakukan pergerakan dengan menggunakan pedangnya, hingga puluhan teratai berwarna biru seketika itu juga menyambut datangnya serangan bola api yang dilepaskan Mo Chen Yi.


Ledakan berkali-kali terus menggema di arena pertarungan, dan tampak terlihat Mo Chen Yi mulai gusar karena semua serangannya tak ada satupun yang mampu untuk melukai tubuh Xin Xin, hingga pada akhirnya Mo Chen Yi mengeluarkan kekuatan terkuatnya untuk dapat menuntaskan pertarungan itu.


Tiba tiba saja muncul sosok raksasa dengan kobaran api di tubuhnya, sosok raksasa itu memegang sebuah pedang yang memancarkan aura menakutkan dari dalamnya.


Semua orang yang menyaksikan pertarungan itu sangat terkejut melihat penampakan sosok raksasa api, karena mereka semua pada akhirnya mengetahui jika kekuatan yang di miliki oleh Mo Chen Yi telah berada pada tingkat Suci sempurna.


Sementara di tempat Lin, fluktuasi udara tiba-tiba saja keluar dari kelopak teratai raksasa yang berada di kaki Xin Xin, hingga pada akhirnya sebuah sayatan udara tercipta di hadapan Xin Xin, dan dari dalamnya Xin Xin meraih sebuah busur panah yang mengeluarkan aura megah dan sangat tirani, yang membuat area tempa itu kini telah dipenuhi hujan salju.

__ADS_1


Dewi Yinzi seketika itu berdiri dari duduknya, dan menatap tajam kearah busur panah yang ada di genggaman tangan Xin Xin dan berkata. "Busur panah peri suci, bagai mana bisa busur panah itu berada di tangan wanita bercadar putih, sementara selama ini hanya seorang garis keturunan peri yang mampu memegang busur legendaris itu, aku tak menyangka busur panah peri suci yang telah lama menghilang saat ini telah kembali muncul ke permukaan," ucap Dewi Yinzi.


"Jika memang busur panah Dewi Suci hanya bisa di pegang oleh seorang darah bangsawan peri, berarti wanita muda itu adalah garis keturunan seorang peri. Yin'er ada baiknya kau menyelidiki masalah ini agar dapat mengetahui status sebenarnya wanita muda itu," ucap Shio Fang.


Dewi Yinzi menganggukkan kepalanya, mengiyakan perkataan dari suaminya.


Sementara itu raksasa api kini telah menyerang kearah Xin Xin dengan tebasan pedang yang membuat Xin Xin dengan cepat berkelit untuk menghindarinya, namun sayang gelombang kejut yang tercipta dari tebasan pedang itu mampu membuat Xin Xin terhempas kesamping karena daya dorong besar yang menimpa kearahnya.


Raksa api seperti tak ingin memberi kesempatan pada Xin Xin untuk dapat lepas dari penindasannya, karena kembali Raksasa api melakukan serangan tebasan yang membuat Xin Xin harus bersalto di udara untuk dapat lepas dari serangan tebasan pedang mematikan yang di lancarkan raksasa api.


Xin Xin yang dapat menghindari serangan dari raksasa api, kemudian menarik busur panahnya hingga secara tiba tiba anak panah muncul dan langsung di pasukan kearah raksasa api.


Raksasa api meraung dengan keras saat anak panah itu menerpa tubuhnya, dan secara perlahan aura dingin segera membungkus tubuh raksasa api hingga tubuhnya seketika itu berubah menjadi sosok patung es raksasa.


Xin Xin kemudian mengibaskan tangannya yang membuat raksasa api yang telah berubah menjadi patung es, seketika itu hancur menjadi serpihan-serpihan kecil es.


Mo Chen Yi pada akhirnya ambruk ke atas arena pertarungan setelah memuntahkan seteguk darah segar dari mulutnya, semua itu karena Mo Chen Yi terkena dampak hancurnya raksasa api di tangan wanita cantik dari Sekte Es Abadi.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2