
6 hari telah berlalu, Shio Fang pada akhirnya telah menyelesaikan kultivasinya dan saat Shio Fang telah berhasil menembus kekuatan Spiritual tingkat kehampaan Suci, yaitu spritual tertinggi di dalam alam Surgawi.
"Memang benar apa yang dikatakan leluhur Zen Wu, energi murni di alam jiwa ini mampu untuk melatih tingkat spiritual ku tanpa hambatan, dan semua itu telah terbukti dengan keberhasilanku menembus ranah tingkat spiritual kehampaan suci," batin Shio Fang.
Shio Fang saat ini menatap tubuh Shio Zen yang masih tergeletak tak sadarkan diri di tanah, dan tak lama kemudian dia pun berkata. "Shio Zen segeralah tersadar karena banyak hal penting yang harus kita lakukan setelah ini," ucap Shio Fang.
Shio Zen seperti tahu apa yang diinginkan oleh Shio Fang, dan dengan tiba tiba Shio Zen tersadar dari pingsannya.
Shio Fang tentu saja senang melihat hal itu karena dengan kesadaran Shio Zen kembali memungkinkan Shio Zen telah mendapatkan dantian baru dari leluhur Zen Wu, dan tentu saja dengan Dantian barunya membuat Shio Zen bisa berkultivasi kembali.
"Shio Zen bagaimana keadaanmu saat ini?" tanya Shio Fang.
"Kak Shio Fang, keadaan ku saat ini sangatlah baik karena aku telah memiliki dantian baru dari leluhur ku di masa lalu, dengan kekuatan yang kumiliki saat ini aku pasti bisa banyak membantumu untuk berburu batu kristal nirwana," jawab Shio Zen.
"Ini merupakan berita yang sangat bagus, setelah kita berada di akademi Kunlun maka kita akan merayakan keberhasilanmu mendapatkan Dantian baru," ucap Shio Fang.
"Trimakasih kak Shio Fang, ngomong-ngomong ke manakah leluhur Zen Wu karena sedari tadi aku tak melihatnya?" tanya Shio Zen.
"Shio Zen, leluhur yang kau cari telah pergi untuk selamanya setelah Aura energi murni yang sangat tirani dari dalam tubuhnya telah kau serap menjadi sebuah Dantian baru, dia hanya berpesan kepadamu setelah kepergiannya Jika dia begitu bangga melihat dan memiliki keturunan sepertimu, leluhur Zen Wu berharap jika di masa depan kau dapat kembali menghidupkan klan air Hitam yang telah musnah," jawab Shio Fang.
Terlihat kesedihan di wajah Shio Zen, dia tak menyangka jika pertemuannya dengan leluhur klan air Hitam hanya sesingkat itu, dan di dalam hati Shio Zen berjanji jika di masa depan dia akan menghidupkan kembali klan air Hitam sesuai dengan keinginan leluhur Zen Wu.
"Sudahlah Zen tak usah kau bersedih lagi, saat ini yang harus kau lakukan adalah kembali menjadi dirimu sendiri dengan berusaha memikirkan cara terbaik untuk menghidupkan kembali klan air Hitam yang telah musnah, karena dengan kau menghidupkan kembali klan air Hitam di puncak kejayaannya maka leluhur Zen Wu tak sia-sia memberikan Dantiannya kepadamu," ucap Shio Fang.
"Aku tau itu kak, untuk sementara waktu aku belum memikirkan untuk menghidupkan kembali klan air hitam karena minimnya pengalaman yang kumiliki saat ini, aku saat ini hanya berfikir untuk pergi bersamamu berpetualang, agar aku dapat menambah pengalamanku di dunia luar dan kuharap kau mau membawaku ikut serta," ucap Shio zen.
Shio Fang kemudian memegang pundak kiri Shio Zen kemudian perkata. "Kau adalah adik ku dan tingkat kekuatan yang kau miliki sekarang bukanlah tingkat kekuatan yang dapat diremehkan dunia luar, ranah semesta bintang tiga yang kau miliki sekarang merupakan salah satu tingkat puncak dari kekuatan terkuat di alam surgaei, dan jika kau ikut denganku maka aku tak akan mengkhawatirkan dirimu," ucap Shio Fang.
__ADS_1
"Trimakasih kak Shio Fang karena kau telah mempercayaiku," ucap Shio Zen.
"Jika sudah tak ada lagi yang harus kita lakukan di tempat ini lebih baik kita kembali ke istana, karena kita harus membebaskan Shio Chen dari dalam penjara kekaisaran," ucap Shio Fang.
Shio Zen menganggukkan kepalanya mendengar hal itu, dan tak lama kemudian Shio Fang meraih tangan Shio Zen untuk pergi meninggalkan alam jiwa menggunakan kekuatan teleportasi yang dimilikinya.
Shio Fang dan Shio Zen kini tiba di kota kekaisaran, tampak kota kekaisaran tak seramai waktu mereka berdua meninggalkannya.
"Kak Shio Fang sepertinya kompetisi besar itu telah berakhir, sehingga membuat suasana kotak tak seramai kemarin sewaktu kita masih berada di sini," ucap Shio Zen.
Shio Fang menganggukkan kepalanya kemudian berkata. "Ada baiknya kita segera menjemput Shio Chen Karena dia sudah terlalu lama berada di penjara istana," ucap Shio Fang.
"Kau benar kak, aku juga sudah sangat rindu dengan adik ku yang berbadan besar itu," jawab Shio Zen dengan sebuah tawa kecil menghiasi mulutnya.
Mereka berdua pada akhirnya menuju ke istana, dan di depan gerbang istana Shio Fang di cegat oleh kepala penjaga gerbang.
"Pergi..!?" kapan kalian membebaskan Shio Chen?" tanya Shio Zen.
"Setelah pertandingan final berlangsung, kami telah membebaskannya," jawab penjaga gerbang acuh tak acuh.
Shio Fang menyipitkan matanya, dia merasa ada yang janggal dalam hal ini karena tak mungkin mereka berani melepaskan Shio Chen pada saat pertandingan final berlangsung, karena sebelumnya Shio Chen pernah mengacau saat pertandingan tengah di adakan di arena batu.
"Baiklah jika begitu kami berdua akan pergi dari sini," ucap Shio Fang yang kitalah menunjukkan rencana untuk dapat masuk mencari Shio Chen kedalam istana.
Mata Shio Zen seketika itu terbelalak kaget mendengar perkataan dari Shio Fang, dia tak menyangka jika Shio Fang akan berhenti mencari Shio Chen di dalam istana hanya karena mendengar perkataan dari para penjaga.
Namun isyarat mata dari Shio Fang membuat Shio Zen sadar Jika ada sesuatu hal yang mengganjal di hati Shio Fang seperti yang dirasakan nya saat ini, sehingga membuat Shio Zen tanpa penolakan meninggalkan gerbang istana.
__ADS_1
Setelah menjauh dari gerbang istana, Shio Fang lantas berkata. "Aku merasakan keanehan dari perkataan penjaga gerbang, aku yakin ada sesuatu yang telah terjadi dengan Shio Chen saat ini dan aku ingin malam ini kita secara diam diam masuk ke dalam istana untuk mencari Shio Chen," ucap Shio Fang.
"Aku juga dapat merasakan seperti apa yang kau rasakan Kak Shio Fang, dan jika orang-orang istana mencoba untuk melukai Shio Chen maka mereka akan bersiap untuk aku binasakan dengan tanganku sendiri," ucap Shio Zen dengan kilatan amarah di matanya.
Setelah menunggu beberapa saat lamanya, pada akhirnya malam pun tiba dan mereka berdua saat ini tengah mengendap-endap di dinding batu yang merupakan pagar masuk ke dalam istana.
"Shio Zen sepertinya dinding tembok ini telah di lapisi segel pelindung yang sangat kuat agar tak mudah bagi para penyusup untuk menembusnya," ucap Shio Fang sambil memeriksa dinding tembok yang menjulang tinggi ke atas dengan perlindungan segel yang sangat kuat.
"Apa yang harus kita lakukan kak Shio Fang, jika kita tak dapat menembus dinding tembok ini maka lebih baik kita menerobos masuk lewat gerbang istana, aku telah siap untuk bertempur melawan pasukan istana cahaya surga," ucap Shio Zen dengan keseriusan di wajahnya.
"Kita tidak semudah itu untuk menerobos masuk ke dalam istana, karena istana cahaya surga merupakan istana yang dipenuhi para ahli tingkat tinggi yang memiliki kemampuan tak biasa, Selain itu mereka juga memiliki armada tempur yang sangat besar dan mempunyai teknik formasi kuat yang mampu menghancurkan seorang berkemampuan ranah semesta dengan mudah, Shio Zen istana cahaya surga tak seperti dengan istana api dari kekaisaran cahaya terang, istana cahaya surga berkali-kali lipat lebih besar daripada istana api, dan jika kita mencoba menerobos masuk ke dalam sana walaupun kita memiliki kemampuan sepadan dengan para praktisi hebat di alam surgawi, akan tetapi itu tidak cukup untuk bisa menerobos kedalam istana ini malahan jika kita nekat melakukannya maka kita berdua pasti akan celaka," ucap Shio Fang.
"Apa yang harus kita lakukan saat ini kak, Aku begitu sangat mengkhawatirkan adik ku itu karena kekuatiran ku ini tak biasa," ucap Shio Zen.
"Tenanglah, Aku akan mencoba menaklukkan segel ini dan semoga saja aku mampu untuk menembusnya," ucap Shio Fang.
Setelah berkata seperti itu, Shio Fang kemudian mengeluarkan teknik jari matahari yang dimilikinya, teknik yang selama ini tak pernah digunakannya padahal tehnik pemberian Dewi Yinzi itu merupakan teknik yang mampu untuk menghancurkan sebuah segel dengan pertahanan yang kuat.
Setelah melakukan beberapa gerakan penghancuran segel dengan teknik jari matahari, pada akhirnya Shio Fang mampu membuka segel di dinding yang kokoh itu.
"Shio Zen bersiaplah, aku telah dapat membuka celah dari segel pelindung ini," ucap Shio Fang.
Shio Zen yang mengetahui arah pembicaraan Shio Fang, dia pun segera merapatkan dirinya ke arah Shio Fang.
Tak berapa lama kemudian mereka berdua telah menghilang dari tempat itu, karena Shio Fang telah mengeluarkan tehnik teleportasi untuk masuk kedalam area istana.
Bersambung.
__ADS_1