
Shio Fang menerobos hutan menuju Akademi Kunlun, namun sebelumnya dia terlebih dahulu mencari sumberdaya di dalam hutan, sebagai alasan agar dia kembali dapat masuk tanpa kesulitan ke dalam akademi.
Dengan adanya aura ular piton salju yang berada di dalam tubuh nya, Shio Fang sama sekali tak menemui kesulitan untuk mencari sumberdaya di dalam hutan.
Setelah dirasa cukup, Shio Fang akhirnya kembali ke akademi.
Kali ini Shio Fang dihadapkan dengan beberapa murid senior yang tengah menjaga gerbang Akademi, mereka menahan Shio Fang untuk masuk ke dalam akademi.
"Ini adalah tanda pengenal ku sebagai murid Akademi Kunlun, dan ku harap senior semua tak mempersulitku untuk kembali ke dalam akademi," ucap Shio Fang dengan menangkupkan kedua tangan berhormat.
Tetap saja Shio Fang tak diizinkan masuk kedalam akademi, karena sebelumnya Shio Fang tak memiliki bukti untuk keluar dari dalam akademi dalam mencari sumber daya di dalam hutan.
"Kau boleh masuk kembali kedalam akademi, tapi sebelumnya kau harus bertemu dengan guru penegak kedisiplinan akademi terlebih dahulu," ucap senior yang menjaga gerbang.
Tiba tiba saja guru Ema dan guru Gobin berada di depan gerbang setelah menjalankan misi dari Akademi.
"Mengapa kau sampai berurusan dengan penjaga gerbang Akademi?" tanya Guru Ema.
"Guru...," ucap Shio Fang sambil menggenggam tinju memberi hormat.
"Sebelumnya aku telah keluar dari akademi di saat malam hari, saat itu penjaga gerbang tengah tertidur sehingga aku ragu untuk pembangunannya".
"Aku ke hutan akademi untuk mencari sumber daya yang ku perlukan dalam meningkatkan kekuatanku," ucap Shio Fang berbohong, itu semua dilakukannya agar mempermudah dirinya masuk ke dalam akademi kembali.
Para murid senior begitu sangat terkejut dengan pengakuan Shio Fang yang menyudutkan mereka semua, sehingga salah seorang murid senior berkata.
"Kami tak pernah tertidur dalam menjalankan tugas menjaga gerbang, kurasa junior Shio Fang tengah mengada-ada," ucapnya.
"Bagaimana mungkin Shio Fang mengada ada, tembok yang mengelilingi akademi begitu tinggi, Selain itu tembok Akademi dilindungi oleh segel pelindung yang sangat kuat, sehingga tak akan ada yang bisa semudah itu keluar masuk Akademi melewati tembok, kecuali melewati pintu gerbang akademi yang dijaga oleh kalian semua".
"Dalam hal ini kalian semua yang bersalah karena tertidur dalam menjalankan tugas menjaga gerbang akademi, untuk itu kalian semua akan ku hukum atas kelalaian yang kalian lakukan," ucap guru Gobin.
__ADS_1
Para senior penjaga gerbang tak bisa berkata apa-apa lagi, karena secara logika apa yang disampaikan guru Gobin sangatlah benar, walaupun mereka semua tak melakukan seperti apa yang telah di tuduhkan.
Tiba tiba guru Girona datang dan langsung berkata. "Guru Gobin..., kau tak berhak menghukum para murid penjaga gerbang, aku merupakan penegak kedisiplinan akademi yang dapat memutuskan apakah murid tersebut layak mendapatkan hukuman".
"Kurasa masalah ini tak usah dibesar-besarkan, dalam hal ini baik para murid senior yang menjaga gerbang akademi maupun Shio Fang sama-sama bersalah, jadi kuharap masalah ini selesai sampai di sini dan Shio Fang bisa masuk ke dalam Akademi
"Kurasa memang semua ini merupakan kesalahpahaman, dan kuharap guru Gobin tak membesar-besarkan masalah ini," timpal Shio Fang.
"Baiklah..., jika begitu masuklah ke dalam Akademi," ucap Guru Gobin kepada Shio Fang.
"Dan kalian semua, jangan melalaikan tugas saat penjagaan di gerbang Akademi, karena hal itu dapat membuat Akademi terancam jika ada penyusup yang masuk ke dalam Akademi," ucap Guru Gobin kepada semua murid penjaga gerbang.
Setelah mendapatkan ijin masuk, tanpa pikir panjang Shio Fang langsung menuju ke tempat keberadaan kediaman kelompok pheonix salju berada.
Sementara itu di gerbang Akademi, setelah guru Gobin dan guru Ema pergi, guru Girona menanyakan kepada murid senior apa sebenarnya yang telah terjadi.
Murid senior lalu menceritakan semua yang telah terjadi, dan hal itu membuat guru Girona merasakan ada yang telah disembunyikan Shio Fang, dan dia akan menyelidikinya secara langsung mengenai hal itu.
"Sepertinya ada sesuatu yang telah terjadi pada kelompok pheonix salju selama kepergianku dalam berlatih. Aku harus segera mencari tahu masalah ini," batin Shio Fang.
Shio Fang berjalan kearah perpustakaan akademi, dan di sana dia bertemu dengan murid junior yang mengatakan jika kelompok pheonix salju telah ditantang oleh kelompok Wangxin, yang merupakan salah satu kelompok terkuat selain kelompok Fongsan dalam sebuah pertarungan, dan saat ini mereka akan bertarung di arena resmi.
Mendengar hal itu Shio Fang segera menuju ketempat di mana arena resmi berada, dan benar saja disana kelompok Wangxin tengah bertarung dengan kelompok Pheonix salju lewat perwakilan anggotanya.
Wang ze merupakan ketua kelompok Wangxin, yang merupakan adik pendiri kelompok Wangxin yang bernama Wang Zeng, yang saat ini telah menjadi murid utama Akademi Kunlun dengan melepas puncak kepemimpinan kelompok Wangxin kepada sang adik.
Wang ze saat ini menduduki peringkat 15 murid terkuat di Akademi murid dalam, dan sekarang telah mengalahkan lee Donghae dalam sebuah pertarungan, yang membuat Lee Donghae harus terluka dan dibawa menuju ke balai pengobatan akademi.
Yun'er maju ke dalam arena pertarungan untuk membela kelompok pheonix salju, karena cuma dia yang tersisa sebagai murid terkuat di dalam kelompok pheonix salju, yang kini menduduki peringkat 17 murid terkuat di akademi murid dalam.
Yun' er yang memiliki kekuatan elemen es sama seperti Shio Fang, langsung menyerang Wang ze dengan serangan serangan mematikan.
__ADS_1
Wang ze begitu senang mempermainkan Yun'er yang memiliki kekuatan berada di bawahnya.
Saat melihat Wang ze mengeluarkan kekuatan dalam serangan tinjunya kearah Yun'er membuat Shio Fang segera melesat masuk ke dalam arena pertarungan.
Tak ingin kelompoknya di permalukan dengan kekalahan Yun'er, Shio Fang lantas menangkis Serangan yang menuju ke arah Yun'er, hingga benturan energi pun tak terhindarkan.
Wang ze dan Shio Fang sama-sama terseret beberapa meter ke belakang, yang menandakan jika kekuatan mereka berdua berimbang.
"Yun'er biar aku yang menghadapinya, Lebih baik kau beristirahat," ucap Shio Fang.
Yun'er menganggukkan kepalanya dan berkata. "Berhati hatilah Shio Fang, Wang ze merupakan ketua kelompok Wangxin, dan saat ini merupakan peringkat 7 dari top ranking akademi murid dalam," ucap Yun'er.
"Kau tak usah mengkhwatirkan hal itu, aku pasti bisa mengatasinya," jawab Shio Fang.
"Shio Fang..., akhirnya kau datang juga, aku sudah menunggu kehadiranmu di tempat ini untuk melakukan pertarungan dengan ku," ucap wang ze.
"Kelompok ku tak pernah mencari permusuhan dengan kelompokmu, kau yang telah memulai permasalahan antara kelompok kita, dan kurasa kau akan menemukan lawan yang setara dengan mu di dalam pertarungan ini," jawab Shio Fang.
"Ha..ha..ha.., Aku ingin membuktikan seberapa kuat ketua kelompok pheonix salju, yang berani melawan Kenzo dalam pertarungan 6 bulan dari sekarang," ucap Wang ze dengan sikap yang sangat meremehkan Shio Fang.
"Wang ze..., kurasa pertarungan kita akan lebih sempurna jika di dalam nya terdapat taruhan, bagaimana jika siapa yang kalah dalam pertarungan akan memberikan kontribusi kepada kelompok yang memenangkan pertarungan, dan kontribusi itu berupa batu energi sebanyak 500 keping," ucap Shio Fang.
"500 kristal energi bagiku tak ada artinya, aku akan menaikan harga pertaruhan ini menjadi 5000 kristal energi, bagaimana Shio Fang apakah kau menyanggupinya?" tanya Wang ze.
"Jika sebanyak itu koin emas yang di pertaruhkan, ada baiknya jika ada seorang guru pembimbing yang menjadi saksi dalam pertarungan ini" jawab Shio Fang.
"Aku yang akan menjadi saksinya," ucap guru Gobin yang tiba tiba hadir di tengah tengah arena pertarungan.
Baik Shio Fang maupun Wang ze sama sama memberi hormat kepada guru Gobin, dan dengan adanya guru Gobin sebagai saksi maka pertarungan pun di mulai.
Bersambung
__ADS_1