Penguasa Element Es Dan Angin

Penguasa Element Es Dan Angin
Pergi meninggalkan wilayah tengah


__ADS_3

Shio Fang, paman Canglong dan Linyosi, saat ini menuju ketempat pengambilan barang.


Shio Fang kemudian memberikan sebuah Cin Cin yang berisikan koin emas sejumlah barang barang yang telah di menangkan Shio Fang di dalam lelang, dan setelah Shio Fang mendapatkan barang barang tersebut dan menyimpannya di dalam cincin ruangnya, Shio Fang kemudian berkata kepada paman Canglong dan Linyosi.


"Kita tak bisa lagi untuk tinggal di wilayah tengah karena hal itu akan membahayakan kita semua. Aku telah mendapatkan banyak benda berharga dari dalam lelang dan hal itu akan memacu beberapa praktisi kuat untuk merebutnya dariku, dan tentunya akan membahayakan kalian berdua yang mereka tau saat ini sebagai orang-orang terdekat denganku, paman..., Linyosi..., Aku ingin kalian berdua ikut denganku dalam melakukan perburuan di istana Raja Dewa obat, dan apapun harta karun yang kalian dapatkan di sana sebenarnya harta karun itu akan menjadi milik kalian," ucap Shio Fang.


Paman Canglong dan Linyosi sesaat saling bertatapan dan sedetik kemudian mereka pun menganggukkan kepalanya untuk ikut dalam perburuan harta karun di istana Raja Dewa obat, karena mereka berdua yakin di istana Raja Dewa obat memiliki banyak harta karun yang berguna bagi mereka berdua.


"Shio Fang saat ini kita takkan mudah meninggalkan wilayah tengah karena jalan yang menuju keluar sana telah tersegel, seluruh wilayah tengah telah dikelilingi segel yang sangat kuat yang merupakan formasi segel dari 4 dewa kesunyian bersaudara".


"Saat ini jalan keluar dari wilayah tengah hanya menyisakan sebuah pintu gerbang yang menjadi jalan keluarnya, dan hal itu pastinya telah dijaga ketat oleh beberapa praktisi yang juga menginginkan dirimu yang telah memenangkan barang-barang di dalam lelang," ucap paman Canglong.


"Paman kau tak usah mengkhwtirkan hal itu karena aku telah memikirkan bagaimana cara keluar dari wilayah tengah tanpa melewati pintu gerbang itu, karena kalian berdua telah menyanggupi untuk ikut bersamaku maka hari ini kita akan pergi meninggalkan wilayah tengah," ucap Shio Fang.


Shio Fang kemudian memegang tangan dari Linyosi dan paman Canglong, kemudian membawanya pergi dari tempat itu menggunakan kekuatan teleportasi yang dimilikinya.


Sementara itu di luar aula dewa kesunyian, tampak seorang laki-laki paruh baya yang tengah melakukan meditasi di tempat itu segera membuka matanya yang terpejam, kemudian melemparkan pandangannya jauh ke arah depan sambil bergumam di dalam hati.


"Ingin pergi diam-diam dariku ya..., itu takkan pernah terjadi selama aku mengetahui keberadaan kalian bertiga," ucap Liyufang.


Setelah berkata seperti itu tiba-tiba saja tubuh Liyufang menghilang dari tempat itu yang hanya menyisakan cahaya yang menyilaukan mata, yang saat ini cahaya itu melesat dengan cepat menuju ke suatu arah jauh ke depan.

__ADS_1


Setelah melesat cepat dengan kecepatan cahaya, tiba-tiba cahaya menyilaukan itu berputar-putar di suatu tempat untuk beberapa saat lamanya, hingga fluktuasi udara di tempat itu pun terjadi yang mengeluarkan 3 sosok dari sayatan udara di tempat itu.


Paman Canglong dan Linyosi saat ini telah tergeletak di tanah akibat terkena suatu formasi aneh yang telah memaksa mereka berdua keluar dari retret teleportasi spritual yang mereka bertiga lakukan, sementara Shio Fang berdiri menatap ke arah Liyufang dengan tatapan mata penuh kemarahan.


"Ha..., ha..., ha..., sudah ku katakan kepadamu jika kau akan berakhir di tanganku, anak muda serahkan kembali semua benda-benda yang telah Kau dapatkan dari lelang di aula kesunyian, atau aku sendiri yang akan mengambilnya secara paksa darimu," ucap Liyufang dengan tatapan dingin kearah Shio Fang.


"Aku telah mendapatkan barang barang itu dengan banyak koin emas sebagai alat pertukarannya, dan jika kau hanya datang untuk merebutnya secara paksa maka aku pun tak akan tinggal diam, aku pasti akan bertarung dengan mu sampai titik darah penghabisan," ucap Shio Fang.


Shio Fang yang berpikiran tak kan mungkin menghabisi Liyufang di wilayah tengah dengan kemampuannya yang sepangkah lagi menjadi abadi, membuatnya berpikir keras untuk dapat mengalahkannya di luar wilayah tengah, dan pada akhirnya Shio Fang menemukan cara untuk mengalahkan Liyufang yaitu dengan membawanya ke alam jiwa miliknya, karena di sana Shio Fang akan mampu menekan kekuatan hebat yang dimiliki Liyufang hingga titik tertentu batasannya.


Shio Fang hanya bisa tersenyum saat fluktuasi udara saat itu telah terbentuk di belakangnya, sedetik kemudian tiba-tiba saja fluktuasi udara itu menjadi sebuah lubang hitam yang cukup besar, yang saat ini benar benar telah terbentuk sempurna di belakang Shio Fang.


"Kau tak akan bisa pergi dariku setelah aku telah mendapatkan mu," ucap Liyufang kemudian melesat masuk ke dalam lubang hitam yang tercipta.


Masuknya Liyufang ke dalam lubang hitam maka secara tiba-tiba lubang hitam itu pun pada akhirnya menghilang dari tempat itu.


Kini Liyufang telah berada di suatu tempat yang saat asing baginya, diapun mengedarkan pandangannya sekeliling untuk menemukan keberadaan Shio Fang, namun dia tetap tak menemukan keberadaan dari pemuda itu.


Liyufang kemudian mengeluarkan kekuatan spiritualnya untuk mendeteksi seluruh area tempat itu, namun apa yang terjadi membuat Liyufang menyipitkan matanya, karena kekuatan spiritualnya di tempat itu tak bisa berguna sama sekali.


"Tempat apa ini, aku sama sekali tak bisa menggunakan kekuatan spiritual ku disini, dan aku rasa ini akan menjadi kesulitan terbesar saat diriku berada di tempat ini," batin Liyufang.

__ADS_1


Sementara di tempat lain, paman canglong dan Linyosi telah berada di suatu tempat yang sangat asing bagi mereka, tempat yang mereka singgahi dipenuhi dengan energi murni yang sangat luar biasa hingga Linyosi pun berkata kepada Shio Fang yang tengah berdiri memandang ke arah lain.


"Shio Fang tempat apa ini, mengapa tempat ini begitu asing bagi kami berdua?" tanya Linyosi.


Shio Fang kemudian membalikan tubuhnya dan menatap ke arah Linyosi sambil berkata. "Ini adalah alam jiwa yang merupakan alam kecil milikku. Kalian berdua bisa melakukan kultivasi di tempat ini karena di alam ini terdapat banyak energi murni yang begitu besar berkali-kali lipat dari energi murni di alam surgawi, jika kalian beruntung di dalam kultivasi yang kalian lakukan maka kalian bisa menerobos ke tingkat selanjutnya".


"Namun dibalik semua itu aku menginginkan kalian berdua untuk tak pergi menuju ke arah cahaya emas di ujung sana, karena tempat itu merupakan tempat terlarang bagi kalian berdua," ucap Shio Fang dengan keseriusan di wajahnya.


Melihat keseriusan di wajah Shio Fang saat mengatakan hal itu membuat paman Canglong kemudian berkata.


"Kami berdua akan mengikuti saranmu untuk berkultivasi di tempat ini karena aku memang merasakan energi murni yang sangat besar begitu banyak terdapat di sini, dan untuk laranganmu itu kami berdua takkan mungkin melanggarnya," jawab paman Canglong.


"Trimakasih paman, sedari itu aku akan pamit untuk menghadapi Liyufang," ucap Shio Fang kemudian menghilang dari hadapan paman Canglong dan Linyosi.


Setelah menghilangnya Shio Fang dan melihat kegelisahan di wajah Linyosi,l saat mengetahui jika Shio Fang akan menghadapi Liyufang secara langsung, paman Canglong kemudian berkata.


"Kau tak usah mengkhawatirkan Shio Fang karena pertarungannya akan berada di alam jiwa yang merupakan alam milik Shio Fang, paling tidak di dalam alam jiwa ini akan membuat Shio Fang mendapatkan banyak keberuntungan dalam pertarungannya, dan untuk itu ada baiknya kita segera melakukan kultivasi dalam meningkatkan kekuatan di tempat ini," ucap paman Canglong.


Mendengar perkataan paman Canglong, Linyosi agak sedikit merasa lega dan dia pun segera menganggukkan kepalanya mengiyakan perkataan dari pamannya itu.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2