
Perkataan Shio Fang membuat pangeran Oyang Lang begitu sangat terkejut, dia tak menyangka jika serangan dari Shio Fang menggunakan pedangnya memberikan momok menakutkan kepada Pangeran negara pasir, hingga sang pangeran seketika itu juga memeriksa keadaan tubuhnya untuk membuktikan perkataan Shio Fang, dan benar saja di tubuhnya kini telah menyebar sebuah racun dingin yang sangat mematikan, racun yang membuat tubuh pasir hidup yang di milikinya tak mempunyai daya untuk membantunya di saat di perlukan yaitu lolos dari kematian, dan tentu saja mengetahui racun itu di dalam tubuhnya pangeran Oyang Hong sangat menyesali telah meremehkan Shio Fang.
Tak ingin kalah dari pertarungan itu, pangeran Oyang Lang seketika itu membuat segel di tangannya, segel itu merupakan segel kutukan yang umumnya digunakan para praktisi negara pasir jika ingin membunuh lawan tarungnya untuk mati bersamanya.
Perdana Mentri begitu sangat panik setelah melihat pangerannya menggunakan teknik kutukan itu, yang berarti jika pangeran menggunakan teknik itu maka pangeran Oyang Lang akan mati bersama Shio Fang.
Perdana Mentri Oyang Hong begitu sangat menyesali kebodohan yang di lakukan pangerannya, namun dia tak bisa berbuat apa-apa karena kesepakatan telah dibuat diantara ketiga negara, dan jika dirinya melanggar kesepakatan itu maka bisa dipastikan kekaisaran cahaya ilahi akan menyerang negara pasir.
Diarena pertarungan segel yang terbentuk tiba-tiba saja dilepaskan ke angkasa, dan tak lama kemudian pangeran Oyang Lang menggigit ujung lidahnya dan darah yang mengalir dari luka gigitan itu seketika itu juga disemburkan ke arah segel sehingga membuat fluktuasi udara begitu meningkat di tempat itu.
Shio Fang dapat merasakan jika segel yang dibentuk oleh pangeran Oyang Lang kini membentuk piringan pasir hitam yang sangat besar di langit, sehingga membuat suasana semakin mencekam di tempat itu.
"Ackh..., mengapa tubuhku tak bisa bergerak, ada apa ini sebenarnya," ucap Shio Fang yang merasakan jika saat ini dia tak dapat menggerakkan tubuhnya, dan udara di tempat itu telah mengikis tubuhnya dengan sangat cepat yang membuat kepanikan serta merta mengisi hati dan pikiran Shio Fang.
Shio Fang yang tak mengetahui apa yang sebenarnya telah terjadi sehingga dirinya tak mampu bergerak, seketika itu juga mengeluarkan kekuatan mata Dewa yang dimilikinya hingga bola mata yang tadinya berwarna hitam kini telah berubah menjadi berwarna ungu.
Shio Fang dapat melihat begitu banyak pasir hitam yang bertebaran di udara hingga membuat tubuhnya terkunci oleh banyaknya pasir hitam yang tak terlihat oleh mata biasa, Shio Fang mengetahui jika kekuatan yang dilancarkan pangeran Oyang Lang merupakan kekuatan yang tak biasa, dia pun langsung segera mengeluarkan gerbang hitam dan menara 8 tingkat memenjara surgawi dari dalam tubuhnya, untuk membendung kekuatan pangeran Oyang Lang yang sangat menakutkan, namun keterkejutan kembali dirasakan oleh Shio Fang karena dirinya tak mampu untuk mengeluarkan kedua harta surgawi yang berada di dalam tubuhnya, dan pada akhirnya Shio Fang menyadari jika piringan pasir yang terbentuk di angkasa mampu mengunci kedua harta surgawi itu agar tak keluar dari tubuh Shio Fang.
__ADS_1
Shio saat ini tak bisa berbuat apa apa lagi karena tubuhnya benar-benar tak bisa digerakkan, dan pada akhirnya pangeran Oyang Lang berteriak dengan lantang.
"Kutukan pasir hitam penghancuran besar, meledak..!".
Shio Fang dapat merasakan area di sekitar tempatnya berada telah menjadi panas membara, dan tak lama kemudian...
"Boom..!!"
Ledakan besar terjadi yang membuat seluruh pasir hitam memercikan api hingga membuat kobaran api hati hitam seketika itu begitu meluap di tempat itu.
Setelah api hitam yang berkobar mulai padam maka piringan segel yang terbentuk di langit akhirnya runtuh hingga berton ton pasir hitam kini berhamburan di atas arena pertarungan.
Shio Fang yang berada di dalam kobaran api sebelumnya, tak kuasa menahan panasnya api yang berkali-kali lipat panasnya dari api biasa, seketika itu juga mengeluarkan tubuh nirwana yang dimilikinya hingga tubuhnya terbalut oleh Aura berwarna emas yang saat ini menyelimuti area sekitar tubuhnya.
Pedang pemecah surga yang memiliki pemikirannya sendiri tanpa disuruh seketika itu juga terpecah menjadi ratusan bentuk yang sama, pedang-pedang itu juga saat ini telah membentuk sebuah perisai pelindung dari susunan pedang yang sangat rapi di sekitar Shio Fang berada, pedang yang jumlahnya ratusan bentuk itu seketika itu juga mengeluarkan aura dingin untuk menahan panasnya api hitam yang saat ini membakar di area sekitar Shio Fang berada.
Walaupun saat ini kekuatan yang melindunginya benar-benar membentuk perisai kuat, namun keadaan tubuh Shio Fang yang tak dapat digerakkan membuat kedua kekuatan perisai yang melindungi tubuhnya saat ini tak bisa sempurna memiliki pertahanan yang mampu menahan kobaran api hitam, akibatnya kekuatan kutukan pasir hitam mampu membuat celah pada perisai hingga beberapa tempat di bagian tubuh Shio Fang saat ini telah terbakar kobaran api hitam.
__ADS_1
Shio Fang hanya bisa menggerutu di dalam hati karena tak mampu menggerakkan tubuhnya, hingga tubuhnya saat ini mulai terpanggang oleh kobaran api hitam yang merembes masuk melalui celah kedua perisai yang membentengi tubuhnya.
Pada akhirnya kobaran api hitam menghilang dari arena pertarungan, menyisakan asap putih yang terlihat di sana.
Putri Bilqis tak kuasa melihat pemandangan itu dan dengan cepat dia pun melesat menuju ke atas arena untuk mencari keberadaan Shio Fang, namun yang terjadi saat ini Putri Cin Cin telah duluan mendapatkan Shio Fang dengan kepala Shio Fang yang telah berada di pangkuannya dengan tubuh yang sangat menyedihkan.
Melihat kehadiran putri Bilqis di tempat itu, membuat putri Cin Cin seketika itu juga meletakkan kembali Shio Fang ke atas arena pertarungan kemudian dia pun berkata. "Tubuhnya saat ini telah terluka parah dan kuharap kau segera membawanya pergi untuk mendapatkan pertolongan pertama, aku serahkan kak Shio Fang padamu," ucap putri Cin Cin kemudian meninggalkan arena pertarungan.
Sebenarnya putri Cin Cin tak tega meninggalkan Shio Fang dalam keadaan terluka seperti itu, namun dia telah berjanji tak akan mengganggu hubungan antara Shio Fang dan putri Bilqis hingga membuatnya harus mengalah walaupun hatinya saat ini juga ikut tersakiti.
Putri Bilqis segera membawa Shio Fang kebalai pengobatan istana untuk segera mendapatkan pertolongan, sementara itu perdana menteri yang saat ini berada di atas arena untuk memeriksa keadaan pangerannya, hanya dapat menemukan Guci yang berisikan pasir di dalamnya yang membuat perdana menteri saat ini mengerti jika pangeran Oyang Lang tak bisa diselamatkan lagi.
"Aku akan mengingat hari ini di mana suatu hari nanti aku sendiri yang akan memimpin pasukan dari negara pasir untuk memporak porandakan dan membumihanguskan kekaisaran Jiangma, aku akan selalu mengingat kematian pewaris negara pasir di tempat ini," perdana Mentri Oyang Hong.
Dan saat itu juga perdana menteri Oyang Hong langsung memerintahkan seluruh rombongannya untuk kembali pulang menuju ke negara pasir, karena lamaran bagi putri Bilqis telah gagal yang membuat pangeran Oyang Lang menemui kematiannya.
Bersambung
__ADS_1