
Menara tahta yang merupakan menara terbesar dari daratan tengah, yang memiliki banyak praktisi ahli di dalamnya akan mengadakan sebuah lelang secara besar besaran.
Mereka yang akan mengikuti lelang merupakan orang-orang penting di daratan tengah, termasuk para ketua sekte, ketua klan besar maupun para petinggi istana kekaisaran, dan bahkan ada juga dari golongan para saudagar maupun para praktisi ahli yang tak memiliki sebuah ikatan dalam fraksi untuk dapat mengikuti lelang yang diselenggarakan.
Menara tahta akan menerima benda-benda berkualitas, baik berupa senjata berkualitas, pil obat tingkat tinggi, gulungan teknik tingkat tinggi, dan lain sebagainya yang terpenting benda-benda itu memiliki kualitas yang telah ditentukan oleh para ahli menara tahta, yang mampu menilai suatu benda berharga.
Rencananya lelang kali ini akan diadakan malam hari, dan telah banyak para praktisi yang menerima undangan telah berkumpul di penginapan yang jaraknya tak terlalu jauh dari menara tahta.
Pagi hari Shio Fang sudah mengunjungi menara tahta, dengan maksud untuk melelang sebagian barang-barang berharga yang dimilikinya.
4 orang penjaga menghampiri Shio Fang yang datang ke menara tahta pagi itu, Shio Fang dapat melihat jika keempat penjaga itu merupakan praktisi kuat di kelas Dewa saint.
"Sangat pantas menara tahta dijuluki menara besar dan terkuat yang ada di daratan tengah, para penjaganya saja telah memiliki kekuatan di ranah kelas saint, bagaimana jika aku bertemu dengan Ketua menara tahta, pastinya kekuatannya akan jauh di atas keempat penjaga ini," gumam Shio Fang dalam hati.
Sesaat ke 4 penjaga memperhatikan penampilan Shio Fang yang biasa-biasa saja, tak lama kemudian salah satu penjaga itu kemudian berkata.
"Apa yang membuatmu datang pagi hari ke menara tahta?" tanya penjaga itu.
"Aku akan melelang beberapa barang untuk acara malam nanti, dapatkah anda mempertemukanku dengan manajer yang akan melakukan acara pelelangan itu," ucap Shio Fang.
Saat ini manager Ling Quan tengah menerima beberapa tamu yang juga akan melelang barang berkualitas yang dimilikinya, ada baiknya anda bersabar dengan menunggu pemilik barang selesai melakukan transaksi dengan Menejer Ling Quan".
"Untuk sementara waktu silahkan Anda memasuki ruangan itu, setelah para praktisi yang menjual barang pergi, anda bisa menemui manager Ling Quan untuk melakukan transaksi," timpal penjaga yang lainnya.
Pada akhirnya Shio Fang menganggukan kepalanya kemudian memasuki sebuah ruangan yang ditunjuk oleh para penjaga, dan betapa terkejutnya Shio Fang saat melihat telah banyak praktisi di dalam ruangan itu yang menunggu giliran, untuk melelang barang yang di milikinya.
Shio Fang memilih tempat di sudut ruangan, agar dapat menikmati pemandangan luar yang dapat terlihat jelas dari jendela yang terbuka.
Setelah beberapa saat menunggu, pada akhirnya giliran Shio Fang untuk melakukan transaksi dengan manajer Ling Quan.
Shio Fang diantar oleh seorang penjaga menuju ke tempat di mana keberadaan manager Ling Quan berada.
Di dalam ruangan yang cukup besar itu, Menejer Ling Quan yang memiliki paras cantik tengah duduk di sebuah kursi yang ada di dalam ruangan itu.
__ADS_1
"Silahkan duduk tuan muda...." ucap Menejer Ling Quan menggantung kalimatnya.
"Shio Fang," ucap Shio Fang memperkenalkan dirinya.
Tuan Shio Fang barang apa yang Anda ingin lelang dalam acara lelang malam nanti?" tanya Menejer Ling Quan.
"Aku ingin melelang beberapa senjata berkualitas," jawab Shio Fang.
"Maaf tuan Shio Fang, saat ini kami membatasi penerimaan senjata berkualitas yang akan dilelang maupun barang-barang lainnya, kebetulan barang-barang berkualitas itu telah banyak dan tak mungkin akan habis dilelang malam nanti jika masih menerimanya".
"Untuk saat ini menara tahta masih menerima barang yang akan dilelang berupa pil berkualitas tinggi, dan jika anda memiliki pil berkualitas terbaik maka aku akan mengadakan kesepakatan dengan anda mengenai harga," ucap Menejer Ling Quan.
"Jika hanya pil berkualitas yang akan diterima untuk dilelang malam nanti, maka aku mempunyai sebuah pil langka yang dapat di lelang," ucap Shio Fang.
Shio Fang kemudian mengeluarkan sebuah pil dari dalam cincin ruangnya, dan menunjukkan pil itu kepada manajer Ling Quan.
"Ini merupakan pil jiwa kehidupan yang dapat membuat praktisi yang telah mati dapat hidup kembali, asalkan saat kematiannya praktisi itu tak memiliki kutukan bawaan lahir, ataupun kepala yang terpisah dari tubuhnya, dan jika meminum pil jiwa kehidupan maka praktisi itu dapat hidup untuk yang kedua kalinya," ucap Shio Fang.
"Aku tau sekarang kau adalah Shio Fang, anak jenius yang memenangkan kompetisi bergengsi pemurnian pil di daratan tengah, dan pil yang kau buat ini merupakan pil yang banyak dibicarakan para alkemis hebat di daratan tengah".
"Baiklah Shio Fang, mari kita melakukan transaksi," ucap Menejer Ling Quan.
Saat ini kau telah memiliki dua pil yang akan dilelang, satu pil itu merupakan titipan dari seorang wanita yang ditujukan kepada dirimu.
Dia juga menitipkan surat untuk mu sebelum dia pergi," ucap Menejer Ling Quan sambil menyerahkan sebuah surat kepada Shio Fang.
Shio Fang menerima surat itu dan bertanya-tanya siapakah wanita muda yang telah memberikannya sebuah pil untuk di lelang baginya.
Di saat Shio Fang terdiam, Menejer Ling Quan kemudian berkata.
"Didalam transaksi ini terdapat dua bagian berbeda dalam mendapatkan hasil dari penjualan, yaitu menara tahta membeli langsung barang tersebut, atau menunggu barang tersebut dijual di dalam lelang, dengan pembagian hasil dua puluh lima persen bagi menara tahta, kau tinggal memilih opsi yang pertama atau yang kedua," ucap Menejer Ling Quan.
"Jika boleh aku mengetahui, berapakah harga dari kedua pil tersebut, jika menara tahta ingin memilikinya?" tanya Shio Fang.
__ADS_1
"Harga untuk pil jiwa kehidupan, menara tahta menghargainya dengan 5 juta koin emas, dan pil ilusi jiwa menara tahta menghargainya dengan 3 juta koin emas," jawab Menejer Ling Quan.
Shio Fang sesaat terdiam, bukan masalah harga yang mengganggu pikirannya akan tetapi setelah mengetahui jika pil pemberian dari wanita itu merupakan pil ilusi jiwa, maka Shio kini mengetahui siapa wanita tersebut.
"Mengapa Yunmei memberikan pil berkualitas tinggi itu kepadaku?" gumam Shio Fang dalam hati.
Melihat Shio Fang terdiam, hal itu membuat Menejer Ling Quan kembali berkata. "Opsi mana yang tuan Shio Fang pilih?" tanyanya.
"Menejer Ling Quan aku memilih opsi yang kedua," jawab Shio Fang.
"Baiklah jika anda telah memilih jika kedua pil itu akan di lelang malam nanti, dengan 25 persen pembagian bagi menara tahta".
"Tuan Shio Fang, mungkin sampai disini dulu kesepakatan kita, dan ini merupakan token kepemilikan kedua pil tersebut," ucap Menejer Ling dengan berdiri sambil memberikan sebuah token kepada Shio Fang.
Shio Fang kemudian menerima pil tersebut, dan berkata.
"Apakah menara tahta tak tertarik dengan kedua barang ini untuk di lelang?" ucap Shio Fang dengan mengeluarkan dua buah barang dari dalam cincin ruangnya, barang yang dahulu di dapatkannya dari perut kura kura hijau raksasa penunggu dasar lobang gunung Orgy.
"Cambuk naga api dan tombak petir ilahi?, bukankah kedua barang ini termasuk artefak langit yang juga sangat dicari oleh para pemburu pusaka berkualitas tinggi," batin Menejer Ling Quan.
"Kedua barang ini tak bisa dilewatkan begitu saja, karena kedua barang ini dapat menguntungkan menara tahta saat di lelang," gumamnya kembali.
Menejer Ling Quan kembali duduk dan mulai memasang wajah serius saat melihat kedua artefak langit yang ada di hadapannya.
"Aku juga akan membantu untuk melelang kedua barang ini, karena kedua barang ini memiliki kualitas yang dicari menara tahta dalam pelelangan di akhir lelang," ucap Menejer Ling Quan.
"Baiklah Menejer Ling Quan, aku akan mempercayakan kedua benda ini kepadamu untuk dilelang," jawab Shio Fang.
Menejer Ling Quan menganggukan kepalanya kemudian memberikan sebuah token kepada Shio Fang.
Shio Fang menerima token pemberian dari manajer Ling Quan, kemudian dia pamit untuk meninggalkan ruangan itu.
Bersambung.
__ADS_1