
Shio Fang yang terus di buru oleh ke 5 praktisi beladiri kuat di lautan, segera mengeluarkan pedang pemecah surga yang membuat kelima praktisi yang memburunya seketika itu terpental akibat dorongan aura kuat yang ada pada pedang pemecah surga.
Tang Hao dan ke 4 pemimpin perompak begitu sangat terkejut melihat pemuda yang ada di hadapannya memiliki pedang berkualitas tinggi, sehingga mereka berkeinginan untuk mendapatkan pedang itu.
"Apa yang kalian tunggu..!!, pedang itu memiliki harga jual yang sangat tinggi di daratan tengah, kita akan menjualnya di dalam lelang dan tentunya jutaan koin emas pasti akan kita dapatkan," ucap Tang Hao.
Mendengar perkataan Tang Hao dan melihat keadaan Shio Fang yang telah terkena racun, membuat ke empat pemimpin perompak lautan segera menyerang kembali kearah Shio Fang secara bersama sama.
Sementara itu dengan adanya kekuatan kuat dari benih jiwa teratai salju di dalam tubuhnya, Shio Fang berhasil menekan racun di dalam tubuhnya sehingga membuatnya mendapatkan sedikit tenaga untuk melakukan pertarungannya, walaupun racun itu sebagian besar masih berada di dalam tubuh Shio Fang.
Pedang pemecah salju berkelebat cepat, dengan sekali hantaman pedangnya kedepan maka pedang itu mampu menimbulkan ratusan bayangan pedang pemecah surga, dan langsung menuju kearah para pemimpin perompak lautan.
Ke empat perompak yang tak menyangka jika pedang yang berada di tangan Shio Fang mampu membuat ratusan bayangan pedang yang kini mengarah kepada mereka berempat, seketika itu langsung menggabungkan seluruh kekuatan terkuat yang mereka milik untuk menahan serangan ratusan pedang itu.
Naas bagi mereka, ratusan pedang pemecah salju mampu menembus perisai kuat yang di buat oleh ke empat pemimpin perompak lautan, yang membuat tubuh mereka kini tertembus oleh ratusan pedang pemecah surga.
Tak ada kata yang keluar dari mulut mereka berempat karena kematian telah datang kepada mereka semua.
Shio Fang terhuyung huyung merasakan racun di dalam tubuhnya kembali bereaksi akibat banyaknya energi yang digunakan saat melakukan penyerangan kearah ke 4 pemimpin perompak, hingga pedang yang berada di genggaman tangannya pun terlepas dan Shio Fang tergeletak di lantai kapal.
Shio Fang kembali mengatur nafasnya, agar dapat menguasai dirinya kembali.
Sementara itu Tang Hao yang melihat Shio Fang tergeletak di lantai kapal dengan racun yang terus menggerogoti tubuhnya, membuatnya berkeinginan untuk mengambil pedang pemecah surga yang tergeletak tak jauh dari keberadaan Shio Fang.
Dengan melesat cepat, Tang Hao berhasil mendapatkan pedang pemecah surga yang kini telah berada di genggaman tangannya.
__ADS_1
Shio Fang hanya tersenyum saat melihat pedang pemecah surga miliknya telah berada di genggaman tangan Tang Hao, yang terlihat penuh kegembiraan tertawa lepas setelah mendapatkan pedang berkualitas tinggi milik Shio Fang.
Akan tetapi tawanya seketika itu sirna saat merasakan pedang yang berada di genggaman tangannya telah menyedot energi tubuhnya, yang membuat Tang Hao segera melemparkan pedang yang berada di dalam genggaman tangannya.
Kini Tang Hao terlihat panik karena pedang itu sama sekali tak bisa terlepas dari genggaman tangannya, yang membuat tubuhnya perlahan lahan membeku dan tak lama kemudian meledak dan hancur menjadi serpihan serpihan kecil es.
Shio Fang segera mengibaskan tangannya perlahan, maka pedang pemecah surga kini kembali berada di genggaman tangannya.
"Tak akan ada yang dapat memiliki pedang pemecah surga, karena pedang ini telah mengakuiku sebagai tuannya," batin Shio Fang.
Shio Fang lantas melihat ke arah wanita muda yang tengah bertarung dengan 2 perompak yang merupakan kaki tangan empat pemimpin perompak yang telah dibunuhnya, melihat jika wanita muda itu masih mampu untuk mengimbangi kedua perompak yang menjadi lawan tarungnya, membuat Shio Fang tak begitu khawatir terhadapnya.
Shio Fang memilih mencari obat penawar racun dari tubuh ke-4 pemimpin perompak yang telah dibunuh nya, dengan mengambil semua cincin penyimpanan pemimpin perompak.
"Perompak ini begitu kaya, banyak sekali peti peti koin emas dan batu permata dengan harga jual tinggi di dalam cincin ruangnya, aku rasa semua benda benda berharga ini pasti sangat membantuku jika aku berada di daratan tengah," batin Shio Fang.
Dengan mengibaskan tangannya, maka semua benda benda berharga termasuk koin emas dan permata, menghilang dari hadapan Shio Fang dan masuk ke dalam cincin ruang yang di kenakannya.
Sementara itu Wanita muda yang tengah bertarung dengan kedua perompak, telah berhasil mengakhiri pertarungannya dengan membunuh kedua perompak yang menjadi lawan tarungnya.
Wanita muda itu lalu menuju kearah pengemudi kapal, untuk menyuruhnya melanjutkan perjalanan hingga sampai di pelabuhan daratan tengah, walaupun yang tersisa di atas kapal itu hanyalah mereka bertiga.
Pengemudi kapal yang merasa sangat ketakutan langsung mengiyakan perkataan sang wanita muda, hingga kapal pun terus melaju menuju kepelabuhan daratan tengah.
Setelah mengurus sang pengemudi kapal, wanita muda itu lalu menghampiri Shio Fang yang telah terkena racun, semua itu karena sang wanita melihat perubahan di wajah Shio Fang dengan bibir yang membiru.
__ADS_1
"Pemuda ini terkena racun matahari yang mematikan, tapi pemuda ini masih dapat bertahan hidup sampai sekarang, ini merupakan hal yang tak masuk akal," batin sang wanita.
"Kau telah terkena racun dan tentunya kau takkan lama lagi bisa hidup dan bernapas lega seperti ini, ada baiknya kau menceburkan diri ke dalam lautan daripada hidup mu terus tersiksa," ucap sang wanita yang masih merasa kesal terhadap Shio Fang.
"Aku tak akan mudah menyerah walaupun racun telah menggerogoti tubuh ku, aku hanya ingin kau membantuku untuk dapat tiba di daratan tengah, dan atas pertolongan mu itu aku ucapan terima kasih," jawab Shio Fang kemudian menyandarkan tubuhnya di dinding kapal.
Semalaman Shio Fang berusaha melakukan kultivasi untuk mengumpulkan semua racun yang ada di dalam tubuhnya kesatu titik, agar mempermudah Shio Fang dalam mengeluarkan racun itu dari dalam tubuhnya.
Pagi hari pun tiba, sinar matahari langsung menerpa tubuh Shio Fang yang membuatnya merasakan sakit di seluruh tubuhnya.
Wanita muda yang mengetahui jika racun matahari akan bereaksi ketika terkena sinar matahari, menjadi iba kepada Shio Fang yang memiliki keinginan hidup walaupun telah terkena racun mematikan.
Karena rasa iba itu membuat sang wanita langsung membawa pemuda itu menuju lantai bawah kapal, sehingga Shio Fang terhindar dari sinar matahari yang menerpanya.
"Kau di sini saja, sinar matahari akan membuatmu semakin parah karena racun yang ada di dalam tubuhmu akan bereaksi ketika terkena sinar matahari," ucap wanita muda itu.
"Terimakasih atas bantuanmu nona," ucap Shio Fang sambil menyunggingkan senyuman kecil ke arah sang wanita.
Setelah wanita muda yang menolongnya pergi, Shio Fang mulai melakukan kultivasi untuk menghilangkan racun yang ada di dalam tubuhnya.
Dengan bantuan benih jiwa teratai salju, Shio Fang berhasil memuntahkan seluruh racun yang ada di dalam tubuhnya, akan tetapi hal itu membuat keadaannya menjadi tak berdaya hingga dia pun tak sadarkan diri.
Bersambung
Dukungannya sahabat pembaca dengan bintang limanya, vote dan komentar, karena dukungan dari teman-teman akan membuat author terus bersemangat dalam menulis, trimakasih.
__ADS_1