
Sore hari mereka bertiga memutuskan untuk tak melanjutkan pendakian, karena kabut asap semakin tebal dan mahluk penunggu pegunungan yang rata rata merupakan binatang megic, banyak berkeliaran di waktu malam hari.
Shio Fang menyuruh kedua sahabatnya untuk naik keatas pohon, untuk mencari tempat peristirahatan di dahan pohon yang besar. Setelah kedua sahabatnya mendapatkan dahan pohon yang di inginkannya, Shio Fang lantas memberikan segel perlindungan agar kedua sahabatnya tak terlihat oleh para binatang Megic yang berada di sekitar tempat itu..
Disaat kedua sahabatnya tengah melakukan kultivasi diatas dahan pohon, Shio Fang menggunakan kesempatan itu untuk menuju ke puncak gunung, dengan tujuan mencari tau keberadaan pintu gerbang yang menuju ke dalam alam reruntuhan.
"Menurut peta yang ada pada Zen, pintu gerbang masuk kedalam alam reruntuhan makam para dewa, berada diantara 2 perbukitan kembar yang menjulang tinggi diantara perbukitan kecil yang banyak terdapat di pegunungan ini," gumam Shio Fang kemudian mengamati sekelilingnya yang pada akhirnya Shio Fang menemukan perbukitan itu.
Dengan menggunakan kekuatan spritual nya, Shio Fang melepaskan Avatar tubuhnya dan tubuh aslinya tetap berada di diatas dahan pohon untuk mengamati sekelilingnya.
Avatar tubuh Shio Fang melesat dari dahan pohon kedahan pohon yang lainnya, hingga Avatar Shio Fang berada diantara kedua perbukitan.
"Mengapa udara di sekitar tempat ini begitu sangat panas, apakah di tempat ini merupakan sarang naga hitam yang melegenda itu?" batin Shio Fang.
Avatar tubuh Shio Fang terus melesat dari dahan pohon satu kedahan pohon lain, dan pikirannya terus merasakan keanehan karena tak ada satupun binatang buas yang berkeliaran di tempat itu, yang membuat Avatar Shio Fang begitu sangat yakin jika wilayah yang di tempatinya berada merupakan markas naga hitam yang melegenda.
Saat ingin kembali melesat mencari gerbang ke alam reruntuhan para dewa, tiba tiba sebuah bentakan keras menggelegar yang membuat Avatar Shio Fang memalingkan pandangannya kearah asal suara.
"Kau....!!, berani sekali kau menerobos masuk kewilayah kekuasaanku!!" bentak suara itu.
Shio Fang begitu sangat terkejut melihat kesal sumber suara, di sana terlihat seekor gorila raksasa berwarna hitam pekat, dengan tanduk naga di kepalanya dan sepasang sayap kelelawar yang menghiasi punggungnya.
"Apakah ini yang di katakan sebagai naga hitam yang melegenda itu, jika melihat fisiknya bukankah itu gorila naga bersayap kelelawar, dan dia merupakan binatang megic legenda surgawi yang setingkat dengan gurunya raja naga es," batin Avatar Shio Fang.
Avatar Shio Fang segera turun dari atas pohon, kemudian menangkupkan kedua tangannya memberi hormat.
__ADS_1
"Maafkan aku jika telah mengusik keberadaan anda. Aku sengaja datang kepuncak gunung lahar api karena ingin menuju kedalam reruntuhan makam para dewa," ucap Avatar Shio Fang.
"Aku tak akan bisa membiarkan siapapun untuk masuk kedalam reruntuhan makam para dewa, karena reruntuhan makam para dewa merupakan milikku dan aku telah menjaganya dari ribuan tahun yang lalu, untuk itu kau harus binasa di tanganku," ucap gorila naga bersayap kelelawar dengan tatapan membunuh ke arah Shio Fang.
Gorila itu kemudian mengepakkan sayapnya, dan tau tau telah berada di dekat Avatar Shio Fang sambil menghantamkan tinju besarnya.
Serangan mendadak itu membuat Avatar Shio Fang sangat terkejut dan tak mempunyai pilihan lain selain beradu kekuatan pisik.
Tinju mereka saling beradu, menimbulkan ledakan yang mengguncang tempat itu.
Avatar Shio Fang terhempas ketanah degan keras, dengan tulang tangan yang patah di beberapa bagian. Terlihat serangan kuat itu merupakan serangan binatang Megic yang telah menembus 7 bintang, yang juga merupakan binatang megic yang telah menembus batas akhir sebuah kultivasi.
"Binatang Megic ini terlalu kuat dan aku sama sekali tak memiliki kemampuan untuk menghadapinya. Saat ini ada baiknya kau menerobos penghalang Spasial yang melindungi jalan masuk ke reruntuhan kuburan para dewa, setelah itu aku akan memikirkan kembali bagaimana cara untuk mengalahkan gorila raksasa itu," batin Avatar Shio Fang.
Avatar Shio Fang melesat keudara kemudian melemparkan kedua kekuatan besar yang dimilikinya secara bersamaan, dan di kesempatan itu Avatar tubuh Shio Fang melakukan pergerakan cepat menggunakan kekuatan penguasa angin, untuk mendeteksi keberadaan pintu gerbang alam reruntuhan para Dewa.
"Itu dia pintunya!!," ucap Shio Fang dengan senyum keceriaan di wajahnya.
Shio Fang segera melesat kearah pintu itu, namun tiba tiba gerakannya melambat tanpa di ketahui penyebabnya.
"Ternyata di tempat ini terdapat banyak segel, dan salah satu segel itu telah berhasil melukaiku," gumam Avatar Shio Fang.
"Belum sempat Avatar Shio Fang membebaskan diri dari segel yang membelenggu nya, tiba tiba saja satu kekuatan tangan yang sangat kuat seketika itu langsung menghantam tubuh Avatar Shio Fang, yang membuat tubuh Avatar Shio Fang terhempas ketanah dengan kuat, sehingga membuat bagian kaki dan tangannya terpisah dari tubuhnya.
Gorila naga bersayap kelelawar begitu sangat terkejut karena dia hanya bertarung dengan seorang praktisi kuat, yang mempunyai tingkat spritual yang sangat tinggi.
__ADS_1
"Aku tak akan membiarkan siapapun untuk masuk ke dalam alam dan Tuhan para dewa selama aku masih hidup, dan aku pasti akan menghabisi mereka semua dengan tanganku sendiri," ucap gorila naga bersayap kelelawar dengan kilatan membunuh di matanya.
Jiwa spritual Shio Fang telah kembali ke tubuhnya, kini Shio Fang menyadari bagaimana kekuatan yang di miliki gorila naga bersayap kelelawar, dengan kekuatan yang di milikinya saat ini tak mungkin bagi Shio Fang untuk dapat mengalahkannya.
Shio Fang kembali ketempat kedua sahabatnya berada. Di atas sebuah dahan pohon Shio Fang kemudian melakukan kultivasinya untuk bertemu dengan sangguru di dalam simbol dewa yang dimiliki nya.
"Guru.., kau pasti sudah tau tentang peristiwa yang telah kualami baru baru ini, dapatkah guru mencarikan solusi bagai mana aku dapat mengalahkan gorila naga bersayap kelelawar itu," ucap Shio Fang.
"Shio Fang..., kau tak akan bisa mengalahkan gorila naga bersayap kelelawar itu walaupun kau menggunakan gerbang hitam untuk mengurungnya. Kekuatan nya yang telah berada di tingkat puncak terkuat binatang Megic, akan membuat gerbang hitam yang kau miliki hancur hingga tak tersisa jika kau memaksa untuk menghisap gorila itu ke dalam gerbang hitam".
"Jika aku bukanlah roh jiwa, maka aku pasti akan dapat menandinginya, akan tetapi karena aku saat ini merupakan sebuah roh jiwa maka kekuatanku yang dulu menurun dan hanya berada di tingkat legenda surgawi bintang 5 yang berada 2 bintang dari gorila naga bersayap kelelawar".
"Walaupun demikian aku pasti akan membantumu agar kau dapat masuk kedalam alam reruntuhan makam para dewa, karena disana kau akan mendapati sebuah kebenaran sejati mengenai tujuan baru dari kehidupanmu, karena kau merupakan anak yang di pilih para dewa".
"Shio Fang..., aku sangat bangga menjadi gurumu, dan semoga perjalanan yang telah kita lalui bersama selama di kehidupan ini, akan membuat ku mendapatkan ketenangan akan betapa buruknya aku di kehidupan di masa laluku, dan aku percaya kau akan menjadi seorang yang dapat menyelamatkan dua alam besar yang tersisa," ucap Shio Fang.
"Apa maksud guru dengan dua alam yang tersisa, dan mengapa guru berbicara seakan akan guru akan meninggalkanku?" tanya Shio Fang.
"Kau akan mengerti setelah kau memasuki makam para dewa, ingat Shio Fang setelah kau mendapatkan apa yang menjadi tujuan hidupmu maka kau harus menjaga keseimbangan semua alam, karena kau adalah manusia yang di pilih oleh para dewa untuk menjaga keseimbangan alam di masa depan".
"Shio Fang..., beristirahatlah karena besok adalah awal dari perjuanganmu untuk menentukan takdirmu," ucap raja naga es.
Mendengar perkataan sang guru membuat Shio Fang terdiam, biar bagaimanapun Shio Fang berusaha untuk mencerna perkataan gurunya akan tetapi dia tak mampu untuk mengartikannya, hingga membuat Shio Fang memilih mengetahui semua perkataan gurunya setelah berada di alam reruntuhan makam para dewa.
Bersambung.
__ADS_1