
Shio Fang pada akhirnya menemukan kelima tumbuhan yang diinginkannya dalam pembuatan pil obat, kelima tumbuhan langka itu pada akhirnya dibawa oleh Shio Fang kehadapan raja dewa obat.
"Aku akan menggunakan 5 sumberdaya ini dalam pembuatan pil obat yang aku inginkan," ucap Shio Fang.
"Apa...?"
Hanya itu kata yang keluar dari mulut raja dewa obat saat melihat kelima tumbuhan obat yang ada di tangan Shio Fang, sambil membelalakkan mata seakan tak percaya jika Shio Fang mengambil 5 tumbuhan langka yang hanya ada 5 spesies yang hidup di taman obat surgawinya, Raja Dewa obat kemudian berkata.
"Shio Fang..., kau telah mengambil 5 tumbuhan yang hanya ada satu spesies di taman obat surgawi ku, jika kau menggunakan tumbuhan itu maka tak akan ada lagi tumbuhan yang sama yang akan tumbuh dan hidup di taman obat surgawi ku".
"Aku ingin melihat pil obat apa yang akan kau buat hingga kau ingin menggunakan tumbuhan obat kesayanganku itu?" tanya raja dewa obat.
Shio Fang hanya tersenyum diapun lalu berkata. "Aku menginginkan kelima sumberdaya ini untuk membuat pil obat langit puncak kehidupan, yang akan membantu seorang praktisi meningkatkan kekuatannya untuk menembus tingkat selanjutnya, dan dapat mengatasi petir kesengsaraan nirwana untuk mendapatkan tingkat kekuatan barunya itu, jika seseorang telah berada di tingkat selangkah lagi menjadi abadi maka dengan mengkonsumsi pil langit puncak kehidupan dengan sendirinya dia akan menembus Rana semesta abadi," jawab Shio Fang.
Tubuh raja dewa obat bergetar saat itu juga mendengar perkataan dari Shio Fang, dia tak menyangka jika ada pil obat sehebat itu sehingga mampu meningkatkan kekuatan seseorang dalam waktu instan tanpa takut akan petir nirwana yang sangat mengerikan.
Raja dewa obat berpikir jika di masa lalu dia berhasil mendapatkan pil itu maka dengan sendirinya dia tak akan pernah mati dimakan usia, dan tentunya sampai saat ini dirinya pasti masih hidup karena telah menembus kekuatan di ranah semesta abadi.
__ADS_1
Raja dewa obat menghela nafasnya dalam-dalam kemudian dia berkata. "Aku ingin melihat apakah kau mampu untuk membuat pil mengerikan seperti itu, dan jika memang kau mampu untuk membuatnya maka dengan sendirinya aku akan memberikan seluruh warisanku, termasuk taman obat surgawi dan juga dua batu kristal semesta yang ada padaku," ucap raja Dewa obat.
Shio Fang hanya bisa tersenyum mendengar perkataan dari Raja dewa obat yang ada di hadapannya, namun kegelisahan saat ini menghantui dirinya karena untuk membuat pil obat sehebat itu takkan mudah.
Shio Fang saat ini bergantung pada kitab kuno pengobatan surgawi yang ada di dalam tubuhnya, karena dengan keberadaan kitab kuno itu dan seluruh petunjuk yang akan diikutinya dalam pemurnian pil obat, Shio Fang yakin dia bisa menyelesaikan pil tersebut hingga waktu yang tak ditentukan.
Shio Fang segera mengeluarkan tungku Yin dari dalam cincin ruang nya, tungku kuno tersebut berputar sesaat di udara dan sedetik kemudian mendarat di atas meja batu yang berada di dalam ruangan besar itu.
Tungku Yin kuno mengeluarkan aura penguasa yang sangat tirani dan megah, yang membuat raja dewa obat kembali dikejutkan dengan apa yang dilihatnya, karena tungku Yin kuno termasuk tungku berkualitas nomor 1 yang ada di susunan tungku yang dimiliki oleh para praktisi Alkemis di masa lalu.
Raja dewa obat terus memperhatikan Shio Fang, di mana saat ini Shio Fang tengah melakukan pemurnian pil obat yang diinginkannya.
Api di dalam tungku Yin mulai menyala saat menyerap energi murni yang ada di tubuh Shio Fang yang tengah duduk bersila di tempat itu, tiba tiba Shio Fang membuka matanya dan saat ini mata Shio Fang telah mengeluarkan cahaya emas yang sangat tirani dan megah, Karena semua itu merupakan efek dari penggabungan kekuatan yang dilakukannya terhadap kitab kuno pengobatan surgawi yang ada di dalam tubuhnya, dengan teknik jari matahari yang misterius hingga membuat beberapa kali gelombang kejut yang sangat menakutkan keluar dari dalam tubuh Shio Fang.
Shio Fang dengan cepat memasukkan kelima sumber daya yang telah didapatnya ke dalam tungku pemurnian, dan mulai melakukan pemurnian di tempat itu.
Saat ini telah satu bulan berlalu saat Shio Fang pertama kali mulai memurnikan pil obat, dan seluruh praktisi yang berada di istana Raja Dewa obat kini telah pergi satu persatu dari istana, mereka semua sama sekali tak menemukan warisan dari Raja Dewa obat setelah menelusuri setiap inci istana, dan dalam pemikiran mereka saat ini praktisi yang telah mendapatkan warisan dari raja dewa obat adalah Shio Fang, mengingat dirinya sama sekali tak terlihat setelah memperebutkan pohon Quanyi.
__ADS_1
Tak terasa dua bulan telah berlalu dan Shio Fang masih melakukan pemurnian pil, sementara itu di luar istana tampak kegelisahan di hati para praktisi di dalam kelompok Shio Fang.
"Apa yang harus kita lakukan saat ini mengingat telah 2 bulan kita menunggu kakak pertama keluar dari dalam istana itu?" tanya Shio Chen.
"Aku masih dapat merasakan Aura kehidupan dalam tubuh Shio Fang karena aku masih terikat kontrak darah dengannya, namun kita tak bisa berlama-lama di tempat ini untuk menunggu kemunculannya, karena badai surgawi akan segera tiba dan tentu saja hal itu dapat membahayakan kita semua jika masih menunggu nya di tempat ini," ucap leluhur Yanlao.
Sesaat mereka berlima saling terdiam karena mereka semua merasa tak akan mungkin meninggalkan Shio Fang seorang diri, menghadapi badai surgawi yang beberapa hari akan muncul di wilayah istana raja dewa obat.
Tiba tiba paman Canglong berkata. "Aku rasa Shio Fang saat ini tengah mendapatkan warisan dari raja dewa obat, mengingat tak ada satu pun praktisi yang keluar dari tempat ini telah berhasil mendapatkan warisan itu, jika kita masih berada di tempat ini dengan badai surgawi yang sebentar lagi akan datang, maka akan membahayakan kita semua dan pastinya Shio Fang tak akan menginginkan hal itu. Ada baiknya kita menunggu Shio Fang di perbatasan wilayah istana raja dewa obat yang tak terdapat badai Surgawi, sampai Shio Fang benar-benar muncul walaupun dalam kemunculannya itu memerlukan waktu yang lama," ucap paman Canglong.
Setelah mendengar perkataan dari paman Canglong dan mempertimbangkan segala sesuatunya, Shio Zen yang tadinya diam pada akhirnya angkat bicara.
"Sudah cukup kita berada di sini untuk menunggu kakak pertama tiba, pastinya dia akan murka jika melihat kebodohan kita menghadapi badai surgawi untuk tetap menunggunya di tempat ini, ada baiknya kita segera pergi meninggalkan tempat tempat ini sebelum badai surgawi itu benar-benar tiba," ucapnya.
Setelah Shio Zen angkat bicara pada akhirnya kelompok Shio Fang memilih untuk meninggalkan tempat itu, dan menunggu Shio Fang di perbatasan istana Raja Dewa obat yang tak terdapat badai surgawi di sana.
Bersambung
__ADS_1