Penguasa Element Es Dan Angin

Penguasa Element Es Dan Angin
Formasi pasir hidup


__ADS_3

Shio Fang telah tiba di tempat pertarungan antara tetua Wang Chu dan perdana Mentri Oyang Hong.


Banyak praktisi dari kota pasir yang telah mati karena keberadaan mereka yang ikut membantu pertarungan yang terjadi, dalam membantu perdana menteri Oyang Hong dalam menghadapi tetua Wang Chu.


Di samping itu kedua Putri yang berada di tempat itu merupakan momok yang sangat menakutkan bagi para praktisi negara pasir, karena kemampuan kedua Putri itu bukanlah kemampuan praktisi biasa yang mampu mereka kalahkan dengan mudah.


Perdana menteri Oyang Hong yang telah bertukar pukulan beberapa kali dengan tetua Wang Chu, menyadari jika kemampuannya saat ini masih di bawah dari kekuatan yang dimiliki tetua Wang Chu, hingga membuat nya harus memikirkan cara agar dapat mengalahkan sosok praktisi puncak yang ada di daratan surgawi itu.


"Tetua Wang Chu memang pantas dijuluki sebagai praktisi terkuat di daratan surgawi, Jika dia hanyalah praktisi biasa maka aku sudah sedari tadi bisa membunuhnya," batin perdana Mentri Oyang Hong.


Perdana Mentri Oyang Hong kemudian menyuruh para praktisi dari negara pasir untuk membentuk formasi pasir hidup, formasi penggabungan yang sangat kuat yang dimiliki negara pasir.


Para praktisi dari negara pasir segera merespon perintah dari perdana menteri Oyang Hong, dengan membentuk formasi pasir hidup saat itu juga.


Shio Fang yang melihat hal itu dengan segera melesat ke arah tetua Wang Chu untuk dapat membantunya dalam menghadapi formasi pasir hidup, namun keinginannya itu segera dicegah oleh tetua Wang Chu karena sang tetua telah berkata kepadanya.


"Aku merasakan sebentar lagi akan datang pasukan besar yang akan menyerang negara pasir, aku ingin kau membawa kedua putri dari tempat ini untuk mencari keberadaan pangeran Cin Sha, biar aku yang akan menghadapi informasi pasir hidup dari negara pasir ini," ucap nya.


Shio Fang yang mendengar perintah dari tetua Wang Chu hanya dapat menganggukkan kepalanya, diapun segera membalikan tubuhnya untuk segera pergi dari tempat itu.


Namun keinginan Shio Fang untuk pergi dari tempat itu tak dapat dilakukannya, karena tiba-tiba saja ratusan kelelawar berwarna hitam pekat telah menghadang langkahnya.

__ADS_1


Kelelawar yang jumlahnya ratusan ribu itu tiba-tiba saja mengeluarkan aura gelap, yang membuat satu persatu kelelawar hitam telah bergabung menjadi satu dan membentuk sosok laki-laki tua yang kini telah berdiri di hadapan Shio Fang.


"Aku rasa kau tak bisa lagi melarikan diri dari ku, karena aku akan mengambil kembali apa yang telah curi dariku waktu itu, dan tentunya nyawamu akan menjadi milikku," ucap laki laki tua yang berada di hadapan Shio Fang.


Kesuraman seketika itu terlihat di wajah Shio Fang saat mengetahui laki-laki tua yang ada di hadapannya merupakan praktis Toti dari alam cahaya Yuan, yang telah mengejarnya sampai ketempat ini.


Shio Fang sebenarnya belum mengetahui secara pasti kekuatan yang dimiliki para Toti dari alam cahaya Yuan, namun penuturan dari gurunya Xuan Yuan jika praktisi Toti dari alam Yuan memiliki kemampuan yang sangat menakutkan, yang belum tentu ada seorang praktik kuat dari alam cahaya surgawi yang mampu untuk mengalahkannya, jika para Toti itu merupakan seorang praktisi puncak di alam cahaya Yuan.


Walaupun Shio Fang mengetahui kekuatan hebat yang dimiliki laki-laki tua yang ada di harapannya, Shio Fang sama sekali tak merasa takut atau merasakan gentar sedikitpun terhadap laki-laki tua yang saat ini berada di hadapannya.


"Ingin membunuhku ya..., kurasa kau harus berjuang sangat keras jika ingin membunuhku, karena aku pasti takkan tinggal diam saat kau ingin membunuhku," ucap Shio Fang.


Dari dalam tubuh Shio Fang seketika itu memancarkan kekuatan yang sangat tirani, kekuatan dari tubuh nirwana yang hebat.


Setelah berkata seperti itu Yiwu kemudian melesat ke arah Shio Fang dengan melakukan serangan tangan kosong yang sangat mematikan.


Melihat Yiwu mulai menyerang ke arahnya membuat Shio Fang tak tinggal diam, diapun kemudian melesat kearah Yiwu hingga pertarungan tak dapat di elakkan lagi.


Jual beli serangan seketika terjadi tempat itu, benturan energi dari serangan yang saling berbenturan di udara mewarnai pertarungan yang terjadi, dan hal itu membuat Yiwu menyadari jika lawan tarungnya kali ini memiliki kemampuan yang mampu mengimbangi setiap serangan serangan yang dilancarkan kepadanya.


Sementara di tempat lain tetua Wang Chu dapat melihat jika seluruh pasir yang ada di tempat itu telah terangkat ke udara, dan tak lama kemudian seluruh pasir yang berterbangan di udara kemudian bergabung menjadi satu, dan membentuk monster raksasa setinggi ratusan meter.

__ADS_1


Tetua Wang Chu yang menyaksikan hal itu hanya dapat terdiam, namun sorot matanya sangat tajam melihat ke arah sosok raksasa yang terbuat dari pasir.


Tiba tiba saja raksasa pasir menghantamkan tinjunya ke arah Shio Fang, tinju yang mengandung kekuatan penghancur yang sangat kuat di dalamnya.


Tetua Wang Chu yang melihat serangan mematikan yang menuju ke arahnya, seketika itu juga mengibaskan tangan dan tampak udara dari kibasan tangannya telah tersayat membentuk celah yang cukup besar.


Dari dalam celah yang terbuka itu tiba-tiba saja keluar sebuah pedang yang mengeluarkan aura yang sangat kuat dari dalamnya, pedang itu bernama naga Emperor yang merupakan pedang legendaris zaman kuno, yang kekuatannya setara dengan pedang pemecah surga yang di miliki oleh Shio Fang.


Dengan pedang Dewa Emperor di tangannya, tetua Wang Chu kemudian mengayunkan pedang itu ke arah tinju dari raksasa pasir, sehingga sinar berbentuk bulan sabit yang berwarna putih terang, seketika itu melesat cepat dan memutuskan tangan raksasa pasir hingga tangan itu jatuh dan berhamburan di tanah.


Keanehan kemudian terjadi karena tiba-tiba saja tangan raksasa pasir yang telah putus Itu kini telah tumbuh kembali, namun hal itu tak membuat tetua Wang Chu merasa heran karena dia tahu jika formasi yang tak tercipta tak segera dihancurkan, maka raksasa pasir akan tetap ada untuk menyerangnya.


Tetua Wong Chu kemudian memutar pedangnya membentuk lingkaran besar di hadapannya, dan dari dalam lingkaran itu muncul ratusan pedang yang langsung menghujani tubuh raksasa pasir, yang membuat raksasa pasir dipaksa untuk mundur puluhan meter ke belakang.


Kerusakan yang terjadi pada raksasa pasir begitu terlihat nyata, yang membuat beberapa orang dari praktisi kuat yang membentuk formasi pasir hidup memuntahkan darah segar dari mulutnya.


Perdana Mentri Oyang Hong yang melihat hal itu segera masuk ke dalam formasi untuk memperkuat formasi pasir hidup yang mulai goyah.


Melihat hal itu tetua Wang Chu tak tinggal diam, diapun kemudian melepaskan pedang naga Emperor yang dimilikinya sehingga Pedang Naga emperor segera melesat naik ke angkasa.


Pedang naga Emperor mengeluarkan kekuatan yang sangat menakutkan, seketika itu juga berubah menjadi seekor naga dengan cakar kuat dan kuku tajam yang menghiasi setiap jari-jari dari cakar naga tersebut.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2