
Shio Fang segera memanggil kedua muridnya untuk menemaninya ke istana cahaya surga, sementara Shio Chen ditugaskan Shio Fang untuk berubah menjadi serigala lahar api dan masuk ke dalam dantiannya, guna menjaga kemungkinan para ahli dari istana cahaya surga dapat melacak aura dari tubuh Shio Chen, sementara Shio Fang sendiri akan melapisi tubuhnya dengan aurat tipis dari tubuh nirwana yang dimilikinya, sehingga Aura yang tertinggal di laboratorium waktu itu tak bisa di dikenali oleh para ahli dari penyelidik istana cahaya surga.
Agar tak kelihatan menyolok bagi para prajurit istana cahaya surga, Shio Fang sengaja menaiki kereta kuda untuk menuju ke sana, dan seorang murid dari akademi ditugaskan untuk menjadi kusir kereta yang ditumpangi oleh Shio Fang dan kedua muridnya.
Diatas kereta kuda, terjadi percakapan di antara guru dan murid selama perjalanan menuju ke istana cahaya surga.
"Qing Yu, Lin Hua Hua, bagaimana perkembangan pelatihan kalian selama ini?" tanya Shio Fang.
"Kami berdua telah berlatih semaksimal mungkin dan tak menyia-nyiakan waktu luang, namun sayang kendala kami masih di tahap pencapaian ranah Dewa emperor puncak dan belum bisa menembus tingkat semesta yang selama ini menjadi harapan kami".
"Guru..., dapatkah kau mewujudkan impian kami itu untuk dapat menembus ranah semesta di masa depan," jawab Qing Yu.
"Benar guru, kami telah mencoba untuk menembus tahap semesta namun sampai hari ini kami tak bisa untuk menembusnya dan tetap bertahan di ranah Dewa emperor puncak," timpal Lin Hua Hua.
"Untuk dapat mencapai tahap semesta harus memiliki kemampuan yang benar-benar telah mumpuni, elemen angin merupakan elemen kuat jika diasah dengan bijaksana dan penuh kehati-hatian, buru-buru dalam meningkatkan kekuatan tak ada artinya jika kalian belum benar-benar menguasai kekuatan elemen angin dengan sempurna".
Setelah kita pulang dari istana cahaya surga, aku akan mengajarkan kalian teknik terkuat dari elemen angin, teknik elemen angin itu adalah kekuatan angin petir hitam misterius yang memiliki daya pemusnah dan kehancuran yang sangat luar biasa, setelah Qing Yu dapat menguasai teknik itu dengan sempurna maka tak ada halangan bagimu untuk menembus ranah tingkat semesta.
"Lin Hua Hua aku juga akan mengajarkan 2 teknik dari kekuatan angin petir emas yang kudapatkan dari leluhur Han Zhe sewaktu berada di Gunung Orgy, dan aku ingin kau pun harus berlatih dengan tekun karena kedua kekuatan itu tak kalah kuatnya dengan kekuatan angin petir hitam misterius yang akan ku ajarkan kepada Qing Yu," ucap Shio Fang.
"Terima kasih Guru..!!" ucap keduanya dengan menaklukkan kedua tangannya memberi hormat.
Shio Fang hanya dapat menganggukkan kepalanya saat melihat kedua muridnya itu memberi hormat kepadanya dengan wajah berseri-seri, dan Shio Fang yakin jika kedua muridnya itu di masa depan akan menjadi seorang praktisi hebat, dengan ditopang kekuatan elemen angin yang dimilikinya.
__ADS_1
Pada akhirnya Shio Fang dan rombongannya telah sampai ke depan gerbang istana, dan para perajurit saat itu langsung menahan kereta kuda yang mereka tumpangi.
"Ada kepentingan apa kalian datang ke istana?" tanya seorang komandan prajurit.
"Saudari ku putri Cin Cin dan rombongannya telah duluan untuk menghadiri undangan pangeran Liu Han, kami berdua datang terlambat karena masih mengerjakan sesuatu hal yang tak dapat ditinggalkan," ucap Shio Fang.
"Jika kalian tak memiliki undangan maka kalian tak diperkenan kan masuk ke dalam istana, karena ini merupakan aturan yang berlaku di dalam istana cahaya surga," ucap komandan prajurit.
"Aku merupakan saudara angkat Putri Cin Cin, dan jika sampai Putri Cin Cin mengetahui apa yang telah kalian lakukan padaku, maka dia akan murka kepada pangeran Liu Han dan tentu saja pangeran Liu Han akan segera mencarimu dan memberi hukuman yang setimpal padamu," ucap Shio Fang kemudian memperlihatkan plakat emas pemberian pangeran Cin Sha dari kekaisaran Cahaya ilahi.
Wajah komandan prajurit penjaga gerbang yang tadinya sombong, seketika itu berubah menjadi pucat setelah melihat plakat emas yang hanya dimiliki oleh anggota keluarga kekaisaran Cahaya ilahi.
Dengan buru-buru dia pun menangkupkan kedua tangannya memberi hormat dan berkata.
Shio Fang yang tak ingin berurusan dengan komandan penjaga gerbang, seketika itu juga menganggukkan kepalanya dan tak lama kemudian kereta kuda pun kembali melaju menuju ke tempat di mana pangeran Liu Han mengadakan perjamuan makan.
Seorang pelayan datang menghampiri Shio Fang dan kedua muridnya, setelah komandan gerbang menyuruh pelayan itu untuk membawa mereka bertiga ke acara perjamuan makan pangeran Liu Han.
Shio Fang dapat mendengar alunan musik lembut dari sebuah kecapi yang dipetik begitu indah dari dalam sebuah ruangan besar tempat perjamuan makan, dan pada akhirnya mereka bertiga kini berada di dalam sebuah ruangan besar yang dipenuhi dengan orang orang yang merupakan putra dan putri bangsawan di istana cahaya surga.
Putri Cin cin dapat melihat kehadiran Shio Fang di tempat itu, dia yang saat ini bersama dengan pangeran Liu Han berusaha untuk mengakrabkan diri dengan sang pangeran, semua yang dilakukannya itu agar menimbulkan rasa cemburu di hati Shio Fang saat Shio Fang melihat dirinya begitu akrab dengan pangeran Liu Han.
Shio Zen yang tadinya hanya seorang diri karena Dewi Lilia tengah diajak oleh seorang pemuda bangsawan untuk berdansa dengannya, pada akhirnya bergabung dengan Shio Fang dan kedua muridnya yang telah berada di dalam ruangan itu.
__ADS_1
Sebenarnya saat itu Dewi Lia menolak keinginan pemuda bangsawan itu, namun karena menghargai undangan pangeran Liu Han membuatnya tak menolak keinginan pemuda bangsawan itu untuk berdansa dengannya.
"Kak Shio Fang aku tak ingin kau terprovokasi dengan keakraban Putri cincin pada pangeran Liu Han, Karena aku tahu kau saat ini tengah dekat dengannya," ucap Shio Zen.
"Kau tak perlu khawatir, jika Putri Cin Cin ingin dekat dengan pangeran Liu Han bagiku tak masalah karena status mereka sangat sepadan, sama-sama anak dari seorang Kaisar besar," jawab Shio Fang.
Dari kejauhan Putri Cin Cin yang melihat jika Shio Fang tak memiliki rasa cemburu padanya setelah melihatnya begitu akrab dengan pangeran Liu Han menjadi kesal sendiri, sehingga putri Cin Cin berbuat nekat dengan mengajak pangeran Liu Han berdansa dengannya.
Shio Zen yang melihat tingkah putri Cin Cin menjadi menjadi sangat kesal, biar bagaimanapun apa yang dilakukannya saat ini telah menyakiti hati Shio Fang.
Di sisi lain Shio Fang walaupun masih terlihat tenang namun di dalam hatinya bagaikan ada badai yang mengamuk, kecemburuan tentu saya melanda hatinya saat ini namun dia tak memperlihatkan hal itu diraut wajahnya.
Tiba tiba saja seorang wanita menyapa Shio Fang dari dekat. "Bukankah kau Shio Fang jenius dari Akademi Kunlun, apakah kau masih mengenaliku?" tanya seorang wanita cantik yang telah berdiri di dekat Shio Fang dengan memperlihatkan daya pesonanya.
"Putri Liu Zhi tentu saja aku masih mengenalimu," ucap Shio Fang.
"Shio Fang dulu kita memiliki sedikit perselisihan di masa lalu, dan saat ini kuanggap perselisihan itu sudah tak ada lagi karena aku ingin menjadi temanmu setelah pencapaian yang kau dapatkan saat turnamen bela diri, dan untuk itu aku ingin mengajakmu berdansa bersama," ucap putri Liu Zhi dengan senyuman di wajahnya.
Shio Fang terdiam beberapa saat lamanya dan tak lama kemudian diapun mengiyakan ajakan sang putri untuk berdansa dengannya.
"Kau pernah mengatakan jika mencintaiku putri Cin Cin dan aku tahu kau melakukan hal ini untuk membuatku cemburu, tapi sangat disayangkan kaulah yang akan cemburu padaku hari ini," batin Shio Fang.
Shio Fang sengaja mengiyakan ajakan dari putri Liu Zhi untuk berdansa dengannya, semua itu untuk membuat Putri Cin Cin cemburu dan tentunya setelah putri Cin Cin cemburu maka dia akan segera kembali pulang ke Akademi Kunlun, dan itu adalah rencana Shio Fang agar seluruh rombongannya segera pulang kembali ke akademi Kunlun.
__ADS_1
Bersambung