
Semua orang yang berada di tempat itu begitu sangat terkejut mengetahui Shio Fang yang merupakan seorang praktisi yang melegenda, telah berada di hadapan mereka.
Semua orang yang ada di tempat itu segera memberikan hormat kepada pemimpin dari Aliansi kekaisaran besar.
Shio Fang dengan menggendong putranya Shio Fan Yin kemudian berkata. "Aku akan memberikan satu hari bagi kalian semua untuk mengosongkan sekte, kota dan seluruh desa yang melingkupi semua wilayah Sekte Es Abadi, karena setelah waktu yang telah kuberikan habis maka pasukan besar dari kekaisaran phoenix akan memusnahkan seluruh tempat ini," ucap Shio Fang yang membuat seluruh orang yang berada di tempat itu merasa terancam dan ketakutan, karna mereka tahu betul bagaimana kuatnya armada tempur yang dimiliki kekaisaran Phoenix yang agung, dan bahkan seluruh kekaisaran besar yang ada di wilayah surgawi jika digabungkan menjadi satu, tak akan mampu untuk menghadapi Armada tempur mengerikan dari kekaisaran phoenix yang agung.
Tetua Xin Yie dan Dewi Xin Xin segera berlari ke arah Kaisar Phoenix, dan meminta pengampunan bagi seluruh masyarakat di wilayah kekaisaran phoenix, agar diberi kesempatan untuk tetap berada di wilayah Sekte Es Abadi.
Namun Shio Fang tetap pada pendiriannya untuk memusnahkan sekte dan seluruh peradaban di sekitarnya, yang membuat kedua wanita itu hanya terpaku dan tak bisa berbuat apa apa.
"Ayah..., biarkan sekte ini terus berkembang tanpa harus dihancurkan oleh Armada tempur besar kekaisaran Phoenix," ucap Shio Fan Yin dengan lirih.
Shio Fang melihat Shio Fan Yin telah tersadar dan dapat berbicara, tentu saja membuatnya merasa sangat senang.
Shio Fang pada akhirnya mengikuti keinginan putranya untuk memberikan kehidupan kembali bagi Sekte Es Abadi dan seluruh peradaban di sekitarnya, yang tentu saja semua orang menyambut keputusan Kaisar Phoenix dengan rasa sukacita.
Shio Fang pada akhirnya membawa Shio Fan Yin bersamanya ke dalam lubang spasial yang diikuti oleh Go Yuan di belakangnya.
Shio Fan Yin menatap ke arah Dewi Xin Xin yang meneteskan air mata saat melihatnya, dan di saat itu Shio Fan Yin berkata dengan menggunakan kekuatan teleportasi suara yang dimilikinya, yang perkataannya itu hanya dapat didengarkan oleh Dewi Xin Xin.
"Aku telah datang menepati janjiku untuk menemuimu, dan kau tak mampu menjaga cintaku dengan mengikat pertunangan dengan orang lain. Xin'er hubungan kita cukup sampai di sini dan kau tak usah mengharapkan ku lagi," ucap Shio Fan Yin yang telah menghilang bersama hilangnya lubang spasial di tempat itu.
Dewi Xin Xin menangis sejadi-jadinya hingga membuat tetua Xin Yie menjadi merasa kasihan padanya.
Dewi Xin Xin saat ini benar-benar terpuruk dalam kesedihan hati, di mana Ayah yang dikasihinya telah mati di tangan pemuda yang sangat dicintainya, dan saat ini pemuda yang sangat dicintainya itu telah pergi dengan memutuskan hubungan tali kasih yang selama ini dijaga di dalam hati Dewi Xin Xin.
Sementara itu Shio Fan Yin yang masih berada di dalam gendongan sang ayah, hanya bisa memejamkan matanya mengingat keputusan besar yang telah dilakukannya, mengenai putusnya hubungan asmara antara dirinya dan Dewi Xin Xin.
"Xin'er maafkan aku yang telah memutuskan hubungan ini secara sepihak, aku tahu kau sangat mencintaiku dan melakukan pertunangan itu dengan paksaan orang tuamu".
__ADS_1
"Semua ini adalah yang terbaik bagi kita berdua, agar kau bisa mendapatkan kebahagiaan dari orang lain yang lebih baik dari diriku".
"Aku akan berangkat menuju ke alam Xuan dalam waktu dekat ini untuk menjalankan tugas yang diberikan oleh guru dan ayahku, karena tak mungkin bagi dirimu untuk dapat menungguku dalam kurun waktu yang sangat lama," batin Shio Fan Yin.
*****
Saat ini Shio Fan Yin telah pulih dari luka dalam yang dideritanya, namun beberapa hari belakangan ini Shio Fan Yin terlihat banyak melamun, sehingga membuat Shio Fang yang melihat putranya seperti itu baranggapan Jika putranya saat ini tengah merindukan kehadiran sang ibu.
"Fan'er ayo kita jemput ibumu di alam kristal es," ucap Shio Fang.
Shio Fan Yin seketika itu merasa sangat gembira mendengar perkataan dari sang ayah, yang langsung menghilangkan semua lamunan yang sadari tadi menghinggapi pikirannya mengenai bayang gadis cantik bernama Xin Xin.
Shio Fan Yin seperti anak kecil yang begitu sangat merindukan ibunya, segera berbenah dan membersihkan diri dengan memakai pakaian sebaik mungkin demi untuk bertemu dengan sang ibu.
Melihat putranya begitu sangat gembira, Shio Fang juga ikut merasa senang diapun dengan segera nembuka portal menuju ke alam kristal es tempat keberadaan Dewi Yinzi.
Keduanya saat ini telah berada di alam kristal Es. Shio Fan Yin dapat melihat hamparan salju yang membentang luas tak berujung, yang membuat Shio Fan Yin mengkhawatirkan keadaan sang ibu yang berada di udara dingin seperti itu.
Shio Fan Yin mengangguk-anggukan kepalanya mengerti akan penjelasan sang ayah mengenai alam kristal es, yang merupakan rumah bagi seorang Dewi Yinzi.
Suara alunan kecapi tiba-tiba saja terdengar sangat merdu di tempat itu, yang membuat Shio Fan Yin berkata. "Apakah ibu yang telah memetik kecapi semerdu itu?" tanyanya.
Shio Fang menganggukan kepalanya kemudian dia pun berkata. "Mainkanlah seruling mu, dan ikutilah alunan kecapi itu," ucap Shio Fang.
Tanpa pikir panjang Shio Fan Yin kemudian mengeluarkan seruling dari dalam cincin ruangnya, dan sedetik kemudian suara merdu alunan seruling saat ini telah mendayu-dayu mengikuti alunan kecapi.
Shio Fang tersenyum melihat permainan seruling putranya, sehingga dia pun berkata di dalam hati. "Ini akan menjadi pemandangan yang sangat luar biasa menakjubkan saat ibu dan anak saling bertemu, setelah 7 tahun lamanya terpisah oleh waktu.
Shio Fang kemudian pergi menjauh dari tempat keberadaan Shio Fan Yin meniup seruling, dan benar saja tiba-tiba angin berhembus dengan keras dan menampakkan sesosok wanita cantik yang seusia dengan Shio Fan Yin, tengah memandangi Shio Fan Yin yang tengah memainkan seruling sambil menutup matanya.
__ADS_1
Sementara itu Dewi Yinzi sedikit kebingungan saat melihat sosok pemuda yang ada dihadapannya, pemuda itu sangatlah tampan dengan tubuh kekar dan wajah yang penuh dengan kharisma, yang mampu menggoyahkan perasaan hati seorang wanita yang melihatnya.
Dewi Yinzi samar-samar dapat mengenali sosok pemuda itu sebagai Shio Fan Yin putranya.
"Fan'er....?" tanya Dewi Yinzi.
Shio Fan Yin seketika itu juga menghentikan meniup seruling, dan menoleh ke arah suara yang memanggilnya.
Shio Fan Yin seketika itu juga langsung berteriak histeris. "Ibu...!!"
Shio Fan Yin langsung berlari dan memeluk Dewi Yinzi, hingga pada akhirnya keduanya saling menangis melepaskan kerinduan selama 7 tahun tak bertemu.
Shio Fang yang menyaksikan pemandangan itu hanya bisa menahan sesak di dadanya, Dia sangat menyesali kecerobohannya hingga membuat Ibu dan Putranya terpisah.
Setelah ibu dan anak puas melepaskan kerinduannya selama ini, Shio Fan Yin kemudian berkata.
"Ayah telah menyesali semua tindakannya waktu itu, yang telah membuat keputusan salah hingga membuat ibu harus berada di alam kristal es ini selama 7 tahun lamanya. Ayah juga tengah merindukan ibu dan hari ini dia yang meminta aku datang menemui ibu di tempat ini," ucap Shio Fan Yin.
Dewi Yinzi kemudian mengedarkan pandangannya untuk mencari sosok Shio Fang, namun Dewi Yinzi tak juga menemukan sosok laki-laki yang dicarinya.
"Apakah kau masih saja ingin bersembunyi dariku?, dan rasa penyesalanmu itu hanyalah kebohongan belaka sehingga kau tak ingin menemuiku?" tanya Dewi Yinzi.
Shio Fang menarik nafas dalam dalam, sebelum dia keluar dari balik pohon besar yang menyembunyikan dirinya selama ini.
Dengan perlahan Shio Fang berjalan menuju ke arah Dewi Yinzi sambil menundukkan kepalanya.
Shio Fan Yin yang melihat hal itu hanya bisa tertawa di dalam hati, bagaimana seorang Kaisar hebat yang disegani serta ditakuti di seluruh alam Surgawi, pada akhirnya harus bersikap tunduk kepada seorang wanita untuk mengakui kesalahannya.
Shio Fan Yin yang tak ingin mengganggu kedua orang tuanya, pada akhirnya memutuskan untuk berjalan-jalan di alam kristal es.
__ADS_1
Bersambung