
Seisi ruangan rumah makan tingkat 2 yang memang dihuni beberapa praktisi kuat seketika itu juga menatap ke arah meja yang ditempati oleh dua orang laki-laki tua dan seorang wanita tua yang telah mengeluarkan aura semesta dari tubuhnya, apa yang dilakukan ketiga praktisi kuat itu telah membuat beberapa praktisi kuat lainnya yang juga merupakan pengunjung di rumah makan itu menggertakkan giginya.
Tiba tiba seorang laki-laki yang merupakan komandan prajurit dari kekaisaran cahaya surga yang juga menjadi pengunjung rumah makan itu seketika berdiri, dia pun mengeluarkan token perak di tangannya dan berkata.
"Aku adalah komandan Zong dari kekaisaran cahaya surga, aku merupakan ketua keamanan prajurit dari kota ini, jika kalian mempunyai masalah maka selesaikanlah di luar kota ini dan jika kalian tetap ingin melakukan keributan maka aku takkan segan-segan untuk menangkap kalian dan menjebloskannya ke dalam penjara hitam istana cahaya surga," ucap komandan Zong dengan ketegasan perkataannya.
Salah seorang praktisi kuat yang tadinya mengeluarkan kekuatan menindas dari tubuhnya seketika itu angkat bicara. "Dia telah berlaku buruk kepada tuan muda kami dari sekte langit hitam, jika kami tak memberikan hukuman yang setimpal kepadanya maka mau ditaruh di mana rasa malu ini karena sekte langit hitam kami merupakan sekte terkuat dan terbesar di sisi selatan alam surgawi ini," ucap seorang laki-laki paruh baya dengan kilatan mata yang dipenuhi amarah saat melihat ke arah kelompok Shio Fang.
Mendengar perkataan dari kelompok sekte langit hitam yang menyalahkan kelompoknya membuat Shio Fang angkat bicara. "Bukankah tuan mudamu yang telah menyinggung kami terlebih dahulu, dan mengapa malah sebaliknya kau menuduh kami yang pertama melakukan hal buruk itu, sepertinya pemecahan masalah ini dapat kita lakukan di arena pertarungan agar semua orang dapat mengetahui siapa yang akan menjadi pecundang diantara kelompok kita," ucap Shio Fang dengan ekspresi kemarahan di wajahnya.
Mendengar tantangan Shio Fang tentu saja membuat harga diri kelompok sekte langit hitam seperti direndahkan, sehingga membuat salah seorang laki-laki tua yang tadinya diam angkat bicara.
"Kau telah melakukan kesalahan dengan membuat permusuhan dengan sekte langit hitam, maka kami akan menerima tantanganmu itu," ucapnya.
Komandan Zong yang mendengar hal itu langsung menimpali. "Jika masalah ini akan kalian lakukan di arena batu di pusat kota kekaisaran, maka aku akan memperbolehkannya asalkan pertarungan itu dilakukan oleh praktisi muda di kelompok kalian, mengingat saat ini mereka semua merupakan praktisi muda, bukankah jika kalian yang tua bertarung dengan praktisi muda seperti mereka hal itu tentunya akan membuat sekte kalian akan dipermalukan karena menindas yang muda," ucap komandan Zong sambil menatap ke arah kelompok Shio Fang.
Tak berapa lama kemudian komandan Zong kembali berkata. "Bagai mana jika tuan muda dari sekte langit hitam bertarung dengan memilih salah seorang anak muda yang berada di sana untuk menuntaskan masalah ini," ucap komandan Zong.
__ADS_1
Tuan muda Lindan dari sekte langit hitam yang mendengarkan perkataan dari komandan prajurit istana cahaya surga kemudian berkata. "Kurasa permasalahan ini memang harus diselesaikan dengan pertarungan antara yang muda, dan aku ingin pertarungan itu dilakukan sampai mati. Jika salah satu dari kalian yang kutunjuk tak ingin bertarung sampai mati denganku maka aku ingin kalian bersujud dan berlutut di hadapanku agar aku puas menerima kekalahan kalian," ucap tuan muda Lindan dengan kesombongannya.
"Arogan..., Kau kira kelompok ku dapat dengan mudah kau tindas, sekarang kau boleh memilih diantara kami berempat siapa yang akan menjadi lawan tarungmu di arena batu, karena pilihanmu itu akan membuatmu segera menghilang dari alam surgawi ini untuk selamanya," ucap Shio Fang dengan kekesalannya.
"Bagus..., aku sudah tak sabar ingin bertarung sampai mati dengan pemuda besar itu," ucap Lindan sambil menunjuk ke arah Shio Chen.
Shio Fang tersenyum saat tuan muda dari sekte langit hitam memilih Shio Chen sebagai lawan tarungnya, Shio Fang menyesalkan mengapa pemuda itu memilih Shio Chen yang tingkat kekuatannya lebih kuat dari Kedua saudara nya yang lain di dalam kelompok.
Setelah memilih siapa yang akan berhadapan langsung dengan Lindan, Shio Fang kemudian berkata. "Baiklah jika kau ingin bertarung dengan adik terakhirku maka jangan salahkan aku jika hari ini merupakan hari terakhir mu untuk dapat menghirup udara segar di kota kekaisaran ini," ucap Shio Fang.
Seluruh penghuni kota kekaisaran dan juga para pengunjung yang memang sengaja datang untuk melihat pertarungan Akbar antara praktisi muda hebat yang akan berlangsung beberapa hari ke depan, sangat dikejutkan dengan adanya suara lonceng pertanda itu.
Mereka semua segera memadati Arena batu untuk mengetahui siapakah yang akan bertarung di sana. Mereka semua juga merasa heran dendam apa yang telah terjadi di antara kedua kubu sehingga mereka ingin melakukan pertarungan hidup dan mati.
Dalam kurun waktu singkat tribun penonton telah dipenuhi dengan sesak oleh banyaknya penghuni kekaisaran kota yang ingin menonton pertarungan itu, sehingga suara riuh keramaian pun terdengar di sana.
Komandan Zong kemudian masuk ke dalam arena pertarungan, dan dia pun mengumumkan jika sekte besar dari selatan yang merupakan sekte terkuat bernama sekte langit hitam, akan bertarung dengan seorang pemuda untuk menyelesaikan masalah yang terjadi dengan aturan pertarungan hidup dan mati.
__ADS_1
Tak lama kemudian Shio Chen maupun Lindan telah memasuki arena batu yang membuat para penonton mulai membicarakan pertarungan yang akan berlangsung.
"Bukankah itu tuan muda Lindan dari sekte langit hitam yang merupakan jenius utama sekte itu, karena dalam waktu singkat telah dapat berlatih dan menembus kekuatan semesta bintang 2 di usia muda," ucap seorang praktisi yang mengetahui seluk beluk mengenai sekte langit hitam.
"Jika memang dia telah menembus kekuatan semesta bintang 2 di usianya yang muda, bukankah pemuda besar itu akan menyia-nyiakan hidupnya dengan bertarung sampai mati dengannya. Aku rasa pertarungan ini tak akan berlangsung sengit karena aku melihat tingkat kekuatan yang dimiliki pemuda besar itu, sepertinya masih di bawah kekuatan yang dimiliki tuan muda dari sekte langit hitam," timpal yang lainnya.
Semua pembicaraan mengenai pertarungan yang akan terjadi terus menggema di antara para penonton, dan bahkan ajang pertarungan itu dipakai untuk ajang perjudian.
Komandan Zong yang memimpin pertarungan yang akan terjadi kemudian mengumumkan aturan yang akan dipakai dalam pertarungan hidup dan mati.
"Kalian diperbolehkan menggunakan senjata apapun baik berupa racun mematikan, maupun senjata rahasia untuk melumpuhkan lawan tarung karena dalam pertarungan ini tak ada aturan batasan yang dipakai, semua dengan tujuan membunuh lawan tarung," ucap komandan Zong.
Komandan Zong pada akhirnya mengaktifkan segel pelindung panggung batu, agar efek benturan energi besar yang terjadi nantinya tak menimpa para penonton yang menyaksikan pertarungan itu.
Dan pada akhirnya komandan Zong keluar dari arena batu, yang menyisakan lindan dan Shio Ceng yang kini saling berhadapan untuk melakukan pertarungan hidup dan mati.
Bersambung
__ADS_1