
Laki laki tua itu terus menatap ke atas arena pertarungan, wajah tuanya tampak memperlihatkan rasa kecemasan mendalam saat mengetahui jika lawan tarung dari muridnya, merupakan seorang praktisi muda yang juga memiliki tubuh istimewa.
Diatas arena pertarungan, putri Bilqis benar-benar mampu membuat putri Yanran dalam kesulitan besar, setiap Serangan tinju yang di lakukannya mampu membuat tinju bayangan raksasa yang mengandung kekuatan fisik yang sangat kuat, hingga tubuh transformasi api surgawi sama sekali tak memberikan efek berarti dalam membentengi tubuh putri Yanran.
Di dalam pertarungan itu berkali kali tubuh putri Yanran harus terhempas ke atas arena batu dengan kondisi tubuh yang sangat menyedihkan, karena kekuatan tulang selaksa langit masih begitu kuat bagi putri Yanran, sehingga membuat tubuh putri Yanran saat ini telah mendapatkan beberapa luka memar akibat menahan serangan penghancur yang dilakukan putri Bilqis padanya.
Dengan menyeka jejak darah yang berada di sudut bibirnya, putri Yanran berusaha bangkit berdiri dengan tubuh sempoyongan, dengan api yang menyelimuti tubuhnya yang saat ini telah meredup, yang menandakan jika keadaan putri Yanran saat ini tengah terpuruk.
Putri Yanran dapat kembali melihat serangan tinju yang diarahkan kepadanya, dan tampak kilatan mata putri Yanran mulai tak memiliki gairah untuk melakukan pertarungannya, hingga suara nya pun terdengar dengan penekanan di perkataannya.
"Aku menyerah!" ucapnya.
Putri Bilqis yang melayang di udara pada akhirnya menarik kembali tinjunya saat mendengar perkataan lawan tarungnya yang telah menyerah, dan tentu saja hal itu membuat putri Bilqis berhasil memenangkan pertarungan nya melawan putri Yanran.
Melihat putri Bilqis telah memenangkan pertarungan, maka Guru Gobin kemudian menuju ke atas arena batu untuk mengumumkan pemenang dari pertarungan yang baru saja terjadi.
Di atas arena batu guru Gobin pun berkata.
"Setelah melewati pertarungan yang sangat sengit di atas arena batu, maka pemenang dari pertarungan ini adalah Putri Bilqis dari kekaisaran Jiangma," ucapnya.
Tepuk tangan seketika itu terdengar dari Tribun penonton, saat guru Gobin mengumumkan pemenang dalam pertarungan itu. Putri Yanran tak kuasa menahan malu atas kekalahannya dengan cepat diapun segera pergi meninggalkan arena batu.
Diatas arena batu, putri Bilqis kemudian melakukan penghormatan kepada para praktisi kuat yang berada di podium utama, dan tak lama kemudian dia pun melakukan penghormatan pada para penonton sebelum dia meninggalkan arena pertarungan.
Atas kemenangan itu, maka putri Bilqis berhak untuk melaju ke babak semifinal di mana putra mahkota Liu Han dan Dewi Ling Quan telah terlebih dahulu masuk ke babak semifinal.
__ADS_1
Di atas arena batu, guru Gobin kemudian mengumumkan pertarungan selanjutnya yaitu pertarungan antara Shio Fang dan Ying Sang.
Kembali tepuk tangan menggema dari tribun penonton, mereka semua mengeluk elukan peserta yang menjadi favorit yang akan melakukan pertarungan dan tentu saja pertarungan yang akan terjadi merupakan pertarungan yang sangat ditunggu-tunggu oleh para penonton, karena mereka semua melihat potensi besar di antara kedua petarung yang akan menjadi juara di dalam kompetisi besar di daratan surgawi.
Shio Fang dan Ying Sang saat ini telah melesat ke arena batu, dan keduanya saat ini tengah saling berhadapan dengan keberadaan guru Gobin sebagai penengah.
Kilatan mata Ying Sang dipenuhi dengan amarah besar, pemicunya tak lain adalah wanita muda nan cantik yang berasal dari kekaisaran Jiangma, yang saat ini telah di jodohkan dengan Shio Fang.
"Shio Fang..., hari ini aku akan menunjukkan kepadamu siapa yang lebih kuat di antara kita berdua, dan aku takkan pernah mau mengalah di dalam pertarungan ini agar putri Bilqis dapat melihat siapa pemuda yang lebih tangguh dan berhak untuk mendampinginya," batin Ying Sang.
Di sisi lain, Shio Fang dapat merasakan adanya bahaya besar yang akan dilaluinya dalam pertarungan itu, sehingga dia pun berkata di dalam hati.
"Tinggal selangkah lagi aku dapat memenangkan kompetisi besar ini, dan aku pasti akan berusaha sekuat mungkin untuk memenangkan pertarunganku menghadapi Ying Sang," batinnya.
Setelah kedua petarung telah siap melakukan pertarungannya, maka guru Gobin segera melesat keluar dari dalam arena batu agar pertarungan itu segera dimulai.
Melihat serangan mematikan dari Ying Sang yang menuju ketitik titik fital di tubuhnya, membuat Shio Fang segera mengeluarkan pedang luka angin dan mulai menangkis serangan yang tertuju kearahnya, sambil memberikan beberapa serangan yang juga tak kalah mematikannya hingga jual beli serangan tercipta dalam pertarungan itu.
Para penonton begitu takjub menyaksikan pertarungan di atas arena batu, karena kedua petarung telah menunjukkan pertarungan yang sangat luar biasa dan di atas nalar manusia normal, hal itu yang membuat penonton sangat puas karena dapat melihat pertarungan yang jarang sekali terlihat oleh mereka.
Di dalam pertarungannya Shio Fang dapat merasakan kekuatan Ying Sang tiba-tiba saja meningkat dengan pesat dan Aura yang keluar dari tubuhnya telah berubah menjadi Aura bercampur dengan energi petir yang sangat kuat, sehingga Shio Fang dapat merasakan jika saat ini Ying Sang telah mengaktifkan tubuh petir langit yang di milikinya.
Mengetahui hal itu, Shio Fang masih tetap tenang dan diam diam Shio Fang telah mempersiapkan kekuatan gerbang hitam dan pagoda tingkat 8 pemenjara surgawi, untuk menahan serangan dari kekuatan tubuh petir langit yang di miliki Ying Sang
Benar saja apa yang ada di dalam pikiran Shio Fang, karena tiba tiba Ying Sang melesat tinggi kelangit dan berteriak lantang. "Penghancur langit dan bumi, petaka 3000 guntur!!".
__ADS_1
Setelah berkata seperti itu, diangkasa tiba tiba saja gemuruh guntur seketika itu menggema seperti akan meruntuhkan langit, dan dari tubuh Ying Sang saat itu juga mengeluarkan petir yang tak terhitung jumlahnya, yang dengan cepat menuju kearah Shio Fang.
Shio Fang saat ini merasakan jika petir yang menuju kearahnya lebih kuat berpuluh-puluh kali lipat dari petir biasa, seketika itu melemparkan pagoda 8 tingkat pemenjara surgawi dan langsung berteriak.
"Pagoda tingkat ke 6, Perisai penahan jiwa..!!".
Pagoda yang dilemparkan Shio Fang kedepan seketika itu juga membesar dengan sangat aneh, dan seketika itu menahan menahan ribuan petir yang menuju kearah Shio Fang, tanpa tergoyahkan sedikitpun.
Melihat serangannya dapat di bendung oleh Shio Fang memakai sebuah pagoda, membuat Ying Sang murka dan kembali diapun berteriak lantang.
"Pemusnahan Dewa petir..!"
Setelah berkata seperti itu, tiba tiba saja petir yang lebih besar berkali kali lipat dari sebelumnya kembali menghujam kearah Shio Fang dari 4 penjuru mata angin, hal itu membuat arena pertarungan yang telah dirancang khusus untuk melakukan kompetisi besar, kini telah porak poranda akibat sambaran petir yang keluar dari tubuh Ying sang.
Pagoda 8 tingkat pemenjara surgawi yang di hantam terus menerus oleh kekuatan pemusnahan dewa petir kini bergetar hebat, dan pagoda itu mulai mengalami keretakan di berbagai tempat, yang membuat bias benturan energi dari pagoda 8 tingkat pemenjara surgawi dan kekuatan pemusnahan dewa petir, seketika itu juga langsung menuju kearah Shio Fang.
Dari udara Ying Sang yang melihat jika pagoda 8 tingkat yang selama ini melindungi Shio Fang telah mengalami keretakan, hingga membuat bias petir miliknya dapat kembali menuju kearah Shio Fang hal itu membuat Ying Sang tersenyum penuh kemenangan.
"Shio Fang aku ingin melihat bagaimana kau bisa bertahan dari serangan pemusnahan dewa petir ku, dan jika kau ingin selamat maka menyerahlah dan serahkan putri Bilqis padaku," ucap Ying Sang.
"Jangan bermimpi..!!, hanya dengan serangan petir ini, kau belum sanggup untuk mengalahkanku, dan wanita yang kau inginkan itu yang telah berada di sisiku tak akan pernah terlepas dariku," jawab Shio Fang.
Di podium para peserta, putri Bilqis yang mendengar semua percakapan dari kedua petarung, diapun lantas tersenyum dan berkata.
"Kak Shio Fang kau masih membelaku dan aku sangat berterima kasih akan hal itu, jika aku di berikan kesempatan kedua untuk bersamamu maka aku tak akan pernah pergi darimu," batin putri Bilqis.
__ADS_1
Bersambung