Penguasa Element Es Dan Angin

Penguasa Element Es Dan Angin
Memurnikan pil


__ADS_3

Semua tetua terdiam, karena ada keseriusan di perkataan penatua Fong Sha.


"Baiklah penatua Agung, aku sebagai perwakilan dari para ketua, akan mengikuti aturan yang kau buat dalam pertandingan ini," ucap tetua Guan dengan memutar tubuhnya kembali ke tempat para tetua guild Alkemis berkumpul.


*****


Malam semakin larut, nyanyian serangga malam semakin membuat suasana menegangkan tercipta, karena kedua praktisi Alkemis itu telah berada dia atas arena pertandingan, untuk bertanding menunjukkan kemampuan yang mereka berdua miliki dalam membuat dan memurnikan pil.


Di Atas Arena pertandingan, terjadi pembicaraan kecil antar ketua Fong ji Ang dan Shio Fang.


"Fang Shio menyerahlah...!!, karena kau tak akan pernah mampu untuk mengimbangi ku dalam pemurnian pil," ucap ketua Fong ji Ang dengan penekanan di perkataannya.


"Aku tak akan semudah itu menyerah jika hanya untuk menghadapimu dalam pertandingan ini, Aku belum pernah menguji kemampuan yang kau miliki dan untuk itu mari kita bertanding," jawab Shio Fang dengan bertolak pinggang di hadapan ketua Fong ji Ang.


Ketua Fong ji Ang begitu geram mendengar jawaban Shio Fang apalagi melihat sikapnya yang seperti tak menghargai keberadaannya, di tambah lagi Shio Fang sama sekali tak takut dengan predikatnya yang merupakan Alkemis tingkat 7 di daratan tengah.


Penatua Fong Sha yang melihat perdebatan diantara keduanya, langsung menengahi dengan memulai pertandingan untuk membuat dan memurnikan pil dengan batas waktu yang telah ditentukan.


"Waktu untuk pertandingan telah di mulai, dan jam pasir ini akan terus berjalan hingga waktu yang di tentukan selesai. Jika kalian masih ingin terus berdebat maka jangan salahkan aku jika waktu untuk melakukan pertandingan ini habis," ucap penatua Fong Sha.


Mendengar hal itu ketua Fong ji Ang segera mengeluarkan tungku pemurnian yang di milikinya, tanpa memperdulikan Shio Fang yang tak jauh darinya. Tampak sebuah tungku pemurnian berkualitas tinggi kini berada di atas meja di hadapan ketua Fong ji Ang.


Ketua Fong ji Ang sengaja memamerkan tungku pemurnian yang di milikinya kepada Shio Fang, karena ketua Fong ji Ang yakin jika pemuda yang menjadi lawan tandingnya dalam pemurnian pil, tak akan memiliki tungku pemurnian berkualitas seperti yang dia miliki.


"Seorang Alkemis hebat harus memiliki tungku berkualitas sebagai penunjang dalam memurnikan pil, jika hanya tungku pemurnian yang banyak dijajakan di pasar, maka lebih baik kau berhenti bertanding dengan ku karena hal itu akan membuang buang waktuku saja," ucap ketua Fong ji Ang dengan tersenyum meremehkan.


"Kau terlalu meremehkan ku ketua Fong ji Ang, tak cuma kamu yang memiliki tungku pemurnian berkualitas, akupun memiliki tungku pemurnian pil yang tak jauh beda dengan tungku pemurnian yang kau milik," jawab Shio Fang.


Setelah berkata seperti itu, Shio Fang langsung mengeluarkan tungku pemurnian berkualitas tinggi yang dimilikinya, tungku itu berasal dari perut kura-kura hijau raksasa yang telah mati di dasar lubang gunung orgy.


Kini semua mata tertuju ke arah tungku pemurnian yang dimiliki oleh Shio Fang, tungku itu merupakan tungku pemurnian yang sangat legendaris, tungku itu bernama tunku pemurnian Yin yang telah lama tak di ketahui keberadaannya.


"Bagaimana bisa tungku pemurnian Yin bisa berada di tangannya, ini akan berdampak buruk bagiku jika benar Fang Shio memiliki kemampuan seperti yang dikatakan oleh penatua Fong Sha dengan di tunjang tungku pemurnian legendaris itu. Aku tak akan mudah percaya dengan tungku pemurnian yang di milikinya, bisa saja tungku pemurnian yang ada Fang Shio merupakan tungku pemurnian yang palsu," batin ketua Fong ji Ang.


Ketua Fong ji Ang kini fokus dengan pembuatan pil dan pemurniannya, diapun kemudian mengeluarkan berbagai macam sumber daya dari dalam cincin ruangnya, dan menaruhnya di atas meja dekat dengan tungku pemurnian pil miliknya.


Di tempat lain Shio Fang juga melakukan hal yang sama, dengan mengeluarkan berbagai macam sumber daya yang dia dapatkan dari dalam ruangan sakral guild cahaya.


Satu persatu sumber daya itu dimasukkan Shio Fang ke dalam tungku pemurnian, dengan tetap mengatur suhu tungku agar tetap stabil.


Pada akhirnya seluruh sumber daya yang dapat membentuk sebuah pil penguat jiwa, telah masuk ke dalam tungku pemurnian Yin dan meleburnya menjadi satu.


Saat ini merupakan waktu krusial bagi kedua praktisi alkemis yang tengah bertanding, karena suhu tungku akan segera dinaikkan untuk melebur semua sumber daya yang telah masuk ke dalam tungku pemurnian.


Shio Fang dan ketua Fong ji Ang begitu sangat berhati-hati dalam pemurnian pil tersebut, karena sedikit saja kesalahan yang tercipta maka akan membuat pemurnian yang mereka lakukan gagal.


Aura kuat pun menyelimuti tubuh kedua praktisi yang tengah melakukan pemurnian pil, dan aura dari tubuh Shio Fang begitu sangat berimbang dengan Aura yang keluar dari tubuh ketua Fong ji Ang, yang membuat semua tetua guild Alkemis menyadari jika Shio Fang mampu memurnikan sebuah pil.


"Tetua Guan..., sepertinya anak muda itu benar benar mampu memurnikan sebuah pil, coba kau lihat aura yang keluar dari tubuhnya sama kuatnya dengan aura yang keluar dari tubuh ketua Fong ji Ang," ucap seorang penatua yang duduk berdekatan dengan tetua Guan.

__ADS_1


Ketua Guan ketar ketir melihat kemampuan dan Aura yang keluar dari tubuh Shio Fang dalam pembuatan dan memurnikan pil, akan tetapi sang ketua berusaha menenangkan dirinya agar tak terlihat jika dia mencemaskan pertaruhannya dengan Shio Fang.


"Kita lihat saja apa yang akan terjadi, walaupun Fang Shio mampu untuk membuat pil level 7, akan tetapi kualitas pil yang di buatnya belum tentu dapat menyamai kualitas pil yang di buat oleh ketua Fong ji Ang," jawab tetua Guan .


"Kau benar tetua Guan.., aku rasa kualitas pemurnian ketua Fong ji Ang akan lebih baik dari pada kualitas pil yang di buat oleh Fang Shio," ucap sang tetua kembali.


Tiba tiba saja mereka berdua di kejutkan dengan perubahan alam yang mencekam, angin kencang tiba-tiba saja melanda tempat itu, dan awan hitam bergulung-gulung membuat pusaran tebal di langit dengan petir kecil terlihat di dalamnya sehingga HT PC menimbulkan gemuruh di langit.


Sesaat kemudian petir besar langsung menerpa tungku pemurnian yang dimiliki ketua Fong ji Ang, hingga membuat tungku itu bergejolak dengan hebat.


Stelah petir menghilang, ketua Fong ji Ang segera menjejakkan kakinya di tanah, sehingga sebuah pil tiba tiba saja melesat dari dalam tungku pemurniannya, dan mengambang di udara dengan pancaran cahaya berwarna hijau yang keluar dari permukaan pil.


Semua mata yang melihat perwujudan pil itu begitu sangat takjub, karena pil yang terbentuk merupakan pil level 7 dengan kualitas tinggi.


Ketua Fong ji Ang menarik pil berwarna hijau yang mengambang di udara dengan menggunakan kekuatan yang dimilikinya, dan memasukkannya ke dalam wadah yang telah di persiapkan.


Dengan wajah penuh kepuasan, ketua Fong ji Ang menatap kearah Shio Fang yang masih melakukan pemurnian pil.


Tiba tiba saja ketua Fong ji Ang di kejutkan dengan petir besar yang menyambar tungku pemurnian milik Shio Fang, yang menimbulkan gelombang kejut di sekitar tempat itu.


Baju ketua Fong ji Ang berkibar kencang tertiup angin yang membuat perubahan wajah sang ketua menjadi suram.


Shio Fang segera menjejakkan kakinya di tanah maka 3 buah pil yang mengeluarkan cahaya emas, seketika itu melesat ke udara.


Shio Fang kemudian melemparkan sebuah wadah ke udara, sehingga ketiga pil seketika itu juga masuk kedalam wadah tersebut dan tak lama kemudian wadah itu kembali ke hadapan Shio Fang.


Shio Fang kemudian meraih wadah itu, dan tanpa melihat wajah tegang ketua Fong ji Ang Shio Fang melangkahkan kakinya menuju kearah penatua Fong Sha.


Penatua Fong Sha dan ketua Fong ji Ang yang mendengar jika pil yang di buat Shio Fang merupakan pil legendaris yang sangat sulit di buat, begitu sangat terkejut begitupun dengan semua tetua yang berada di tempat itu seakan tak percaya dengan pil penguat jiwa yang di buat Shio Fang.


"Bagaimana bisa Shio Fang mendapatkan formula pil penguat jiwa, sementara pil yang dibuatnya itu telah lama aku mendambakannya, selain dapat memberikan kekuatan baru bagi yang mengkonsumsinya, pil itu juga dapat berguna bagi orang tua sepertiku untuk memperpanjang umur lebih lama lagi, satu butir pil itu dapat memperpanjang umurku selama 10 tahun," batin tetua Fong ji Ang.


Penatua Fong Sha kemudian mengeluarkan kristal pendeteksi pil dari dalam cincin ruangnya, dan mendekatkan ketiga pil itu di dekat kristal pendeteksi kemurnian pil.


Tampak cahaya emas yang menyilaukan mata seketika itu keluar dari dalam kristal pendeteksi pil, yang menandakan jika pil yang dibuat oleh Shio Fang merupakan pil dengan kualitas terbaik.


Ketua Fong ji Ang yang menyaksikan hal itu harus mundur beberapa langkah ke belakang dan menundukkan wajahnya dengan perasaan yang sulit untuk dijelaskan, tak disangka olehnya Shio Fang mampu menciptakan sebuah pil legendaris dengan kemurnian 100%.


"Aku tak mungkin memperlihatkan pil pembentuk tulang level 7 yang telah kubuat kepada semua orang di tempat ini, karena pil yang kubuat merupakan pil umum yang dapat dibuat oleh praktisi Alkemis yang telah memiliki predikat alkemis tingkat 7," batin ketua Fong ji Ang.


Tiba tiba suara penatua Fong Sha berkata.


"Ketua Fong ji Ang aku akan memeriksa pil yang kau buat, agar semua orang yang berada di sini dapat melihat siapa yang akan menjadi pemenang dalam pertandingan ini," ucap penatua Fong Sha.


"Penatua agung.., untuk apa lagi kau melihat pil yang telah kubuat sementara aku telah mengakui kekalahanku dari Fang Shio, aku harus mengakui jika Fang Shio layak untuk menjadi praktisi yang akan mewakili guild Alkemis di ajang bergengsi kompetisi Alkemis yang akan di selenggarakan di kekaisaran kota," ucap ketua Fong ji Ang dengan menghancurkan pil yang dibuatnya di hadapan penatua Fong Sha.


Tanpa berbicara sedikitpun sang ketua kemudian membalikkan badan dan melangkah pergi meninggalkan tempat itu, dengan rasa malu yang sangat luar biasa yang saat ini menekan batinnya.


Ketua Fong ji Ang tak menyangka jika pemuda yang diremehkan olehnya selama ini, mampu mengalahkannya dalam sebuah pertandingan membuat dan memurnikan pil.

__ADS_1


Walau pun tubuhnya segar bugar akan tetapi batinnya begitu terpuruk menerima kekalahan yang sangat pahit baginya, ketua Fong ji Ang berjalan gontai menyusuri jalan menuju guild Alkemis.


"Sudah kukatakan pada mu putraku jika pemuda yang kau remehkan ini memiliki kemampuan alkemis yang berada jauh di atasmu, semoga saja kau mampu menerima keterpurukan atas kekalahan ini," ucap penatua Fong Sha dengan menghembuskan nafas berat.


Di sisi lain, tetua Guan yang telah kalah dalam pertaruhannya dengan Shio Fang, secara sembunyi-sembunyi berjalan pergi meninggalkan tempat itu, akan tetapi Shio Fang yang mengetahui hal itu terlebih dahulu menghadang jalannya.


"Apakah kau akan ingkar dengan kesepakatan kita tetua?, ingat kedudukanmu saat ini merupakan wakil ketua guild Alkemis, jika kau ingkar dalam kesepakatan ini maka kau akan menjadi buah bibir yang akan mempermalukan dirimu selama sepanjang hidup mu," ucap Shio Fang.


Seluruh penatua guild Alkemis yang berada di tempat itu hanya dapat mendudukkan kepalanya, saat mengetahui jika Shio Fang menuntut kesepakatan yang telah dibuat nya dengan tetua Guan.


"Fang Shio.., Aku ingin kau memberi muka sedikit padaku agar aku tak melakukan hal bodoh seperti kesepakatan kita, dan aku berjanji tumbuhan akar langit surga yang kau inginkan akan ku bawakan kepadamu tanpa kau harus ikut dalam final turnamen yang akan diadakan," ucap tetua Guan.


"Ha..ha..ha.., walaupun kau tak memberikanku secara langsung tumbuhan akar langit surga, aku pasti akan mendapatkannya lewat turnamen final alkamis yang akan diadakan, Aku ingin kau sekarang menepati kesepakatan itu saat ini juga," jawab Shio Fang dengan penekanan di perkataannya.


Tubuh tetua Guan bergetar mendengar jawaban Shio Fang, sang tetua tak bisa berbuat apa-apa lagi selain mengikuti kesepakatan yang telah disepakatinya dengan Shio Fang.


Diapun memejamkan matanya dan...


"Guk...!! Guk..!! Guk...!!"


Suara seperti anjing menggonggong seketika itu keluar dari mulut tetua Guan, yang membuat para tetua Alkemis merasa malu dengan apa yang di dengar dari mulut tetua Guan.


Penatua Fong Sha hanya menggelengkan kepalanya, dia tak menyangka jika di balik pertandingan ini ada kesepakatan yang dibuat antara Shio Fang dan tetua Guan.


"Tetua Guan berhenti, kau boleh kembali ke guild Alkemis sekarang," ucap sang penatua.


Mendengar hal itu penatua Guan secepat kilat melesat pergi dari tempat itu tanpa menghiraukan Shio Fang, pangeran Cin Sha dan Dewi Lilia Yang melihat akan hal itu tak kuasa menahan tawanya.


Tetua Guan benar benar malu di pecundangi seorang anak muda di hadapan seluruh penatua guild Alkemis.


"Ini belum berakhir Fang Shio, rasa malu yang kau berikan padaku hari ini akan ku balas," batin sang tetua.


Di guild cahaya, penatua Fong Sha memanggil Shio Fang secara khusus di ruang pribadinya nya, sementara itu pangeran Cin Sha di ajak Dewi Lilia ke sebuah bangunan yang merupakan tempat tinggalnya sekarang, karena sang penatua mengkhwatirkan apa yang telah terjadi akan berimbas pada pangeran Cin Sha.


Di dalam ruangan besar yang di penuhi dengan berbagai macam guci antik dan hiasan dinding mewah, yang merupakan kediaman pribadi penatua Fong Sha, sang penatua mengadakan pembicaraan serius dengan Shio Fang.


"Shio Fang..., aku menginginkan ke tiga pil penguat jiwa yang kau buat, dapatkah pil itu kau berikan padaku?" tanya sang tetua.


"Penatua Fong Sha.., pil ini sangatlah langka dan bahan bahan untuk membuatnya sangat sulit untuk di dapatkan lagi. Jika aku menjual pil ini pada kaisar dan para petinggi istana tentunya aku akan mendapat banyak koin emas".


"Karena bahan bahan pembuatan pil berasal dari guild cahaya, maka aku hanya dapat memberikan 1 buah pil bagi penatua, dan sisanya akan ku bawa sendiri," jawab Shio Fang.


"Shio aku akan mengadakan penawaran padamu, bagaimana jika kedua kedua pil itu jadi milikku, dan kau boleh memilih 10 bahan obat yang ada di ruangan sakral guild cahaya," ucap penatua Fong Sha melakukan penawaran kepada Shio Fang.


"Baik.., aku akan menerima penawaran itu, penatua akan mendapatkan 3 pil penguat jiwa dariku tanpa aku mengambil 10 bahan obat dari ruangan sakral guild cahaya, asalkan aku mendapatkan kristal yang berada di sudut ruangan di dalam ruangan sakral guild cahaya," jawab Shio Fang.


Penatua Fong Sha mengingat kembali kristal yang di maksud oleh Shio Fang, dan pada akhirnya penatua Fong Sha dapat tersenyum karena kristal yang di maksud oleh Shio Fang sama sekali tak berguna baginya.


"Baiklah Shio Fang, aku akan menerima kesepakatan penukaran ini," ucap penatua Fong Sha.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2