
Pertempuran terus terjadi, banyak korban dari kedua belah kubu yang mati dalam pertempuran itu, teriakan menyayat hati terus terdengar saat pasukan dari kedua belah kubu tengah meregang nyawa.
Shio Fang melangkahkan kakinya terus berjalan ke arah depan, tujuannya kali ini untuk mencari kaisar Liu Meng Tian yang merupakan pimpinan puncak dari istana kekaisaran cahaya surgawi.
Shio Fang ingin melumpuhkan pasukan besar cahaya surgawi dengan membinasakan kaisarnya, karena dengan membinasakan kaisarnya perang besar itu akan segera berhenti, dan pasukan Shio Fang akan segera memenangkan pertempuran itu.
Saat komandan pasukan darat dari kekaisaran cahaya surgawi melihat Shio Fang berada di dalam medan pertempuran, membuat sang komandan segera memerintahkan pasukannya untuk menyerang Shio Fang secara besar besaran, yang membuat ribuan pasukan bersenjata lengkap seketika itu juga melakukan penyerangan kepadanya.
Tak ada satupun dari pasukan istana cahaya surgawi yang dapat mendekati Shio Fang, karena gelombang kejut yang keluar di setiap saat dari tubuh Shio Fang, dapat membunuh mereka semua dalam jarak 100 meter.
Sang komandan pasukan tak kehilangan akal, diapun menyuruh pasukan pemanah untuk memusatkan serangan pada satu titik yaitu Shio Fang.
Alhasil ribuan anak panah seperti hujan seketika itu juga menuju kearah Shio Fang, namun tak satupun anak panah itu dapat melukainya karena lagi lagi anak panah itu akan hancur menjadi debu saat berada di dekat Shio Fang dengan jarak 100 meter.
Komandan pasukan sama sekali tak menyangka jika Shio Fang begitu kuat, bahkan serangan anak panah sekalipun tak mampu untuk melukai tubuhnya.
Belum sempat sang komandan pasukan memikirkan cara untuk dapat melumpuhkan Shio Fang, tiba tiba saja Shio Fang telah berada di hadapannya seperti hantu yang langsung mencengkram tenggorokannya.
Sang komandan tak bisa berbuat banyak saat Shio Fang dengan caranya seketika itu juga mematahkan leher sang komandan pasukan, hingga membuatnya ambruk ketanah dan mati seketika.
Melihat sang komandan mati di hadapannya dengan cara yang mengenaskan, membuat ribuan pasukan dari istana kekaisaran seketika itu juga memilih untuk mundur dan melarikan diri.
__ADS_1
Shio Fang terus berjalan kedepan, hingga pada akhirnya bertemu dengan para petinggi dari paviliun phoenix salju, yang saat ini tengah membantai pasukan dari dua kekaisaran besar.
Mereka semua yang melihat Shio Fang pada akhirnya memilih mundur seperti melihat hantu, karena mereka mengetahui kekuatan dari ketua agung paviliun phoenix salju bukanlah sesuatu yang dapat mereka lawan.
Shio Fang tak melakukan pengejaran kepada para petinggi dari Paviliun Phoenix salju, karena Shio Fang tak ingin menghabisi seluruh sahabatnya yang berada disana mengingat seluruh anggota Phoenix salju telah dianggap sebagai saudaranya sendiri, apalagi saat melihat dirinya para petinggi paviliun Phoenix salju tak melakukan perlawanan malah memilih kabur.
Setelah kembali berjalan kearah depan, Shio Fang dapat melihat ketiga adiknya tengah melakukan pertarungan berdarah melawan 3 jendral dari kekaisaran cahaya surgawi yang telah melewati 5 kesengsaraan nirwana, tampak luka luka berdarah yang sangat dalam terlihat ditubuh Shio Chen, Shio Ju dan Shio Yan dalam wujud binatang nya.
Shio Fang kemudian mengepakkan sayapnya kelelawarnya yang membawa Shio Fang menuju kearah pertarungan ketiga adiknya. Setelah sampai di hadapan ketiga adiknya Shio Fang kemudian berkata.
"Pulihkan luka luka di tubuh kalian bertiga, biar aku yang akan mengurus para jendral ini," ucapnya.
Melihat dan mendengar perintah dari kakak pertamanya, ketiga adik Shio Fang tanpa membantah segera merubah diri ketubuh manusianya kemudian pergi dari tempat itu.
"Kemampuan kalian lebih hebat dari ketiga adikku yang masih berada pada tingkat semesta 2 kali melewati kesengsaraan nirwana, dan akulah yang pantas menjadi lawan kalian bertiga maka majulah bersama sama untuk melawanku," ucap Shio Fang.
"Anak muda kau terlihat sombong dan arogan, maka jangan salahkan kami bertiga jika menurunkan tangan untuk menghabisimu," ucap salah satu jendral.
Setelah berkata seperti itu, ketiga jendral secara bersama sama langsung menyerang kearah Shio Fang dengan senjata yang ada ditangan mereka.
Serangan itu sama sekali tak dapat melukai Shio Fang walaupun mereka telah mengeluarkan kekuatan penuh di dalam serangannya, karena sebenarnya dalam jarak 1 meter dari tubuh Shio Fang, ketiga jendral dapat merasakan jika serangan dari senjata yang mereka miliki seperti menghantam benda keras yang sangat kokoh, yang membuat serangan yang mereka lakukan pada Shio Fang hanya dapat bertahan di udara dan memilih untuk menarik diri dengan bersalto di udara.
__ADS_1
Saat ini ketiga jendral pada akhirnya menyadari jika pemuda yang mereka serang ternyata memiliki kekuatan yang telah menembus ranah abadi, yang tentu saja membuat ketiga jendral menjadi ciut nyalinya untuk melanjutkan pertarungan.
Shio Fang kemudian menjejakkan kakinya ketanah, yang membuat aura penindasan seketika itu menyelimuti ketiga jendral yang membuat tubuh mereka bertiga seperti tertimpa beban yang sangat berat, yang membuat mereka bertiga tak mampu untuk bergerak selain dipaksa untuk menjatuhkan diri ketanah akibat kekuatan penindasan itu.
Dengan mengeluarkan kekuatan di ranah semesta 5 kali melewati kesengsaraan nirwana secara penuh, ketiganya berusaha bertahan agar tetap berdiri, namun kekuatan penindasan yang mereka rasakan semakin bertambah kuat, hingga membuat darah segar keluar dari lubang hidung, telinga dan matanya.
Penampakan ini begitu sangat mengerikan, apalagi saat ini terdengar suara retakan dari tulang tulang di tubuh ketiga jendral, yang membuat ketiganya pada akhirnya ambruk ketanah karena tak kuasa lagi menahan kekuatan penindasan yang dilancarkan oleh Shio Fang kepada mereka bertiga.
"Aku akan melakukan penawaran kepada kalian bertiga, aku ingin kalian bertiga menjadi bagian dari pasukanku dalam membantuku di dalam setiap pertempuran yang akan ku alami di masa depan, dan jika kalian menolaknya maka aku tak akan memberikan kehidupan pada kalian bertiga," ucap Shio Fang.
"Aku lahir, tumbuh dan besar di negri ini, dan aku tak akan mungkin menghianati negeriku sendiri demi untuk mengikutimu," ucap salah satu jendral kemudian menyemburkan ludah dari mulutnya sebagai tanda jika jendral itu menolak penawaran dari Shio Fang.
Setelah berkata seperti itu, sang Jendra yang menolak tawaran Shio Fang pada akhirnya mati dengan cara yang sangat mengenaskan, di mana setiap tulang keras yang ada ditubuhnya telah remuk hingga tak mampu untuk menopang daging yang berada tubuhnya.
"Bagaimana dengan kalian berdua?" tanya Shio Fang.
Tak ingin hal yang serupa terjadi pada diri mereka berdua karena Shio Fang pasti akan melakukan hal yang sama ketika mereka berdua menolak tawaran itu, pada akhirnya kedua jendral secara bersamaan berkata.
"Kami akan mengikuti anda tuan muda".
Setelah berkata seperti itu, tiba tiba saja kekuatan menindas ditubuh mereka berdua pada akhirnya sirna, yang membuat kedua jendral dapat merasa lega.
__ADS_1
Bersambung
Melihat