
Shio Fang kemudian mengajak Putri Cin Cin untuk menerobos masuk ke dalam gerbang istana pasir menggunakan teknik teleportasi yang dimilikinya, karena beruntung segel pelindung istana saat ini telah hancur yang mempermudah Shio Fang menggunakan kekuatan teleportasi yang di milikinya.
"Kak Shio Fang sepertinya kita akan sulit untuk masuk ke dalam istana, mengingat masih banyak para praktisi kuat dan prajurit penjaga yang menjaga istana," ucap putri Cin Cin.
Shio Fang hanya bisa menganggukkan kepalanya mengetahui jika memang istana pasir masih di jaga sangat ketat oleh para praktisi kuat istana pasir, dan diantara parah praktis kuat ini terdapat juga banyak prajurit yang turut menjaganya.
"Cin Cin, kau jaga tubuhku karena aku ingin mencari keberadaan pangeran Cin Sha di dalam sana," ucap Shio Fang.
Putri Cin Cin menganggukkan kepalanya, dan setelah mendapatkan isyarat dari Putri Cin Cin, Shio Fang kemudian duduk bersila dan memejamkan matanya di tempat itu.
Dengan menggunakan kekuatan spiritualnya yang telah menembus ranah puncak, Shio Fang kemudian menelusuri semua area istana namun keberadaan sang pangeran sama sekali tak di temukan nya.
Shio Fang kembali membuka matanya dan menarik nafas dalam-dalam. "Pangeran Cin Sha tak berada dia dalam istana," ucapnya
Perkataan Shio Fang tentu saja mengejutkan putri Cin Cin, Sang Putri tak menyangka jika Pangeran Cin Sha tak disekap di dalam istana pasir.
"Apa yang harus kita lakukan saat ini?" tanya putri Cin Cin dengan mata yang berkaca kaca.
"Aku akan tetap masuk ke dalam istana, karena aku merasakan ada sesuatu di dalam istana yang membuatku harus menuju kesana," ucap Shio Fang.
"Jika begitu aku akan ikut dengan mu," ucap putri Cin Cin.
"Baiklah, namun sebelumnya aku akan menghubungi Shio Zen dan Shio Chen untuk memberitahukan kepada mereka jika pangeran Cin Sha tak ada di istana pasir, dan aku akan menyuruh mereka berdua untuk menungguku di luar kota negara pasir".
"Aku tak ingin kedua adikku tak menjadi pusat serangan kedua negara yang saat ini tengah berperang, mengingat mereka berdua tak memiliki lencana pengenal dari kedua negara itu," ucap Shio Fang.
Putri Cin Cin menganggukkan kepalanya karena dia tahu jika apa yang dikatakan oleh Shio Fang benar adanya, dan jika mereka berdua masih berada di wilayah negara pasir tentunya hal itu akan membuat mereka berdua dalam bahaya besar.
Shio Fang pada akhirnya dapat menghubungi kedua adiknya dengan kekuatan Spiritualnya, dan memberitahukan kepada kedua adiknya jika pangeran Cin Sha tak ada di istana.
__ADS_1
Shio Fang kemudian memerintahkan kedua adiknya untuk menunggunya di luar kota negara pasir, dan menjauhi peperangan yang sedang terjadi.
Mendengar perintah dari Shio Fang Shio Zen dan Shio Chen tak berani membantahnya, dan pada akhirnya mereka berdua melesat pergi keluar dari kota negara pasir, untuk menunggu Shio Fang di sana.
Shio Fang kini dapat merasa lega karena kedua adiknya mau mengikuti perintahnya, dan dia pun saat ini tengah memikirkan strategi untuk masuk ke dalam istana pasir, agar dapat menuju ke tempat di mana terdapat sebuah pancaran kekuatan aneh yang dirasakannya saat menjelajahi seluruh istana dengan kekuatan spiritualnya.
"Cin Cin, bersiaplah kita akan segera menerobos masuk ke dalam istana," ucap Shio Fang.
Cahaya putih sebesar kelereng tiba-tiba saja keluar dari kening Shio Fang, tak lama kemudian cahaya putih itu berubah menjadi Avatar Shio Fang.
Putri Cin Cin begitu sangat terkejut melihat sesosok pemuda yang sama sekali tak ada perbedaannya dengan Shio Fang, putri Cin Cin ingin menanyakan hal itu kepada Shio Fang bagaimana ada sesosok pemuda yang menyerupai dirinya, namun Shio Fang buru-buru berkata.
"Bersiaplah, setelah Avatar ku membuat pengalihan, kita harus segera masuk ke dalam istana," ucap Shio Fang.
Putri Cin Cin hanya mampu menganggukkan kepalanya dan tak kuasa untuk bertanya.
"Cin Cin ikuti aku," ucap Shio Fang.
Shio Fang kemudian melesat cepat menjauhi keributan yang terjadi untuk dapat memasuki istana, yang diikuti putri Cin Cin di belakangnya.
Beberapa prajurit penjaga yang ditemuinya saat memasuki istana, harus menerima kematian di tangan Shio Fang.
Dan kini Shio Fang telah berada di dalam sebuah terowongan yang menuju ke sebuah tempat.
"Kak Shio Fang terowangan apakah ini?" tanya putri Cin Cin.
"Aku juga tak mengetahuinya tapi yang jelas tempat yang akan kita tuju merupakan sesuatu hal yang akan menunjukkan di mana titik terang keberadaan pangeran Cin Sha, namun untuk memasuki terowongan ini akan begitu sangat berbahaya Karena aku merasakan banyak jebakan Sihir di dalam sana," jawab Shio Fang.
"Kak Shio Fang, serahkan semuanya padaku karena aku akan mencoba untuk menetralkan jalan menuju ke dalam terowongan ini," ucap putri Cin Cin.
__ADS_1
Shio Fang menganggukkan kepalanya untuk mempercayai perkataan dari Putri Cin Cin, karena dia yakin Sang Putri berkata seperti itu pasti ada alasannya.
"Baik lah, aku mempercayakan hal ini kepadamu," jawab Shio Fang.
Mendengar perkataan dari Shio Fang membuat putri Cin Cin tersenyum, sang putri kemudian berjalan menuju ke depan terowongan yang gelap, dan tak lama kemudian tiba-tiba saja Aura yang sangat kuat keluar dari tubuh sang putri, aura dingin yang begitu sangat megah dan tirani.
Seluruh area tempat itu seketika itu juga berselimut kan es, hingga terowongan yang berada di depan Putri Cin Cin kini telah tertutup es dari tubuh bulan dingin.
"Kak Shio Fang memang di dalam terowongan ini terdapat banyak sekali jebakan, namun semua jebakan itu telah ku atasi dengan segel yang kubuat dari tubuh bulan dinginku," ucap putri Cin Cin.
Shio Fang merespon perkataan Putri Cin Cin dengan mengusap kepala sang putri, kemudian Shio Fang berkata. "Kau memang sangat bisa diandalkan," ucapnya sambil tersenyum.
Merasakan perlakuan Shio Fang seperti itu kepadanya tentu saja membuat hati sang putri bunga-bunga, namun rasa senang dihatinya hanya sesaat karena Shio Fang telah mengajaknya untuk memasuki terowongan.
Wajah putri Cin Cin berubah sangat serius, dan saat ini di tangannya telah memegang sebuah busur panah yang merupakan harta surgawi, yang dahulu pernah didapatkannya di Gunung Orgy bersama Shio Fang.
Sengaja putri Cin Cin mengeluarkan busur panah surgawi semua itu untuk berjaga-jaga dari bahaya penyergapan di dalam terowongan.
Shio Fang dan putri Cin Cin pada akhirnya masuk ke dalam terowongan yang berselimutkan es yang sangat dingin, hingga mereka berdua kini berada di sebuah altar batu dengan ruangan yang sangat luas.
"Ini merupakan tempat pelatihan bagi Yiwu selama ini, karena aku dapat merasakan adanya jejak spiritual yang ditinggalkannya di tempat ini," batin Shio Fang.
Shio Fang baru saja berjalan memasuki altar batu, namun tiba tiba dia di serang oleh sebuah sosok mahluk yang sangat menakutkan.
Sosok itu memiliki mata merah dengan dua tanduk di kepalanya, wajahnya begitu sangat mengerikan dengan tubuh berotot dan seluruh permukaan kulitnya berwarna merah dengan mengeluarkan bau yang sangat menyengat, hingga membuat putri Cin Cin tak kuasa untuk tak muntah saat mencium bau itu.
Shio Fang kemudian mendorong tangan kanannya hingga Sang Putri terseret ke belakang, dan tak lama kemudian Shio Fang memasang segel perlindungan bagi Sang Putri, hingga sebuah gelembung kini telah menyelimuti area di sekitarnya.
Bersambung
__ADS_1