
Keterkejutan di hati Shio Fang tak terkira, dia tak nyangka akan menghadapi seorang pemilik tubuh pheonix surgawi, hingga diapun berkata.
"Tubuh surgawi yang di miliki Marilyn pasti akan merepotkan ku dalam pertarungan ini," batin Shio Fang.
Tak lama setelah berubahnya tubuh Marilyn menjadi tubuh Pheonix surgawi, membuat kecepatan dan kemampuan yang di miliki wanita cantik itu mengalami peningkatan yang sangat luar biasa, sehingga berkali kali Shio Fang harus jatuh bangun ke atas arena batu dalam menghindari serangan mematikan yang terus menerus di lancarkan olehnya.
Shio Fang yang pada saat ini tengah mendapatkan tekanan kuat dari tubuh pheonix surgawi, seperti ragu ragu untuk mengeluarkan kemampuan terkuatnya, yang sengaja kekuatan besar itu tak di tunjukkan di khalayak ramai agar tak tersorot oleh para praktisi hebat yang menduduki puncak kekuatan di alam surgawi.
Tiba tiba saja Marilyn mengayunkan pedangnya dan tak lama kemudian dari ayunan pedang itu muncul seekor burung Phoenix surgawi, yang membawa Aura angin dingin yang mampu membekukan arena batu seketika itu juga.
Melihat hal itu Shio Fang kemudian menyipitkan matanya, karena dia tau jika kekuatan dari burung pheonix bukanlah kekuatan biasa, melainkan kekuatan yang memiliki aura tirani yang sangat kuat di dalamnya.
Sesaat burung pheonix itu berputar-putar di udara dan tak lama kemudian burung itu menukik dengan tajam ke arah Shio Fang.
Shio Fang yang tak ingin terkena serangan mematikan itu, dengan cepat segera mengaktifkan inti es lotus surga dan inti angin misterius, untuk membentuk kekuatan pemusnah teratai petaka surga.
"Aku ingin melihat bagaimana kau mampu untuk dapat mengalahkan pheonix salju ku, karena aku akan mencoba mengalahkan mu Shio Fang " ucap Marilyn kemudian mengarah kan pheonix salju dengan kekuatan penuh kearah Shio Fang.
Shio Fang tak tinggal diam diapun melepaskan teratai pemusnahan petaka surga kearah pheonix salju, hingga kedua kekuatan menakutkan itu bertemu di udara.
"Duar..!!"
Ledakan besar pun terjadi di tempat itu saat kedua kekuatan energi besar saling berbenturan di udara, hingga menyebabkan arena batu terguncang sangat dahsyat.
__ADS_1
Seluruh penonton yang menyaksikan hal itu tertegun saat melihat ledakan besar terjadi, di mana saat ini teratai pemusnah yang dilepaskan oleh Shio Fang, dan burung pheonix surgawi yang dilepaskan Dewi Yun Shi masih saling bergesekan di udara yang menimbulkan riak energi dengan gelombang kejut yang sangat besar.
Tak lama kemudian Tetua Wang Tian Yang, yang biasa dipanggil dengan nama tetua Wang Chu berteriak lantang. "Cepat perkuat segel pelindung menara batu, jika tidak maka segel pelindung itu akan hancur karena tekanan yang sangat besar yang menimpa segel tersebut," teriaknya.
Mendengar teriakan seorang praktisi terkuat di daratan surgawi, membuat ke 13 praktisi kuat yang berada di podium utama segera melesat untuk memperkuat pelindung menara batu, agar efek dari pertarungan yang berada di dalam menara batu tak merembes keluar mengenai para penonton.
Dan benar saja, kedua energi yang saling bergesekan di udara tiba-tiba saja kembali meledak sehingga menimbulkan gelombang yang sangat besar di tempat itu, yang membuat arena batu dan pelindung segel kembali bergetar sangat kuat untuk kedua kalinya, hingg ke-14 praktisi yang telah melindungi segel merasakan daya dorong yang mampu menggetarkan tubuh mereka.
"Kekuatan ini sebanding dengan para praktisi di tingkat 4 semesta, dan jika aku berada di dalam arena batu maka aku mungkin tak akan sanggup untuk menahan gelombang besar yang tercipta," batin penatua agung Xuan Yuan.
Ternya tak hanya penatua Xuan Yuan yang merasakan hal itu, ke-13 praktisi kuat yang lainnya juga merasakan hal yang sama, mereka semua tak menyangka jika efek pertarungan yang terjadi bisa sekuat itu.
Di dalam arena pertarungan, setelah terjadinya ledakan energi membuat tubuh Shio Fang dipaksa terbang ke belakang dan mendarat di atas arena batu dengan kondisi yang sangat menyedihkan.
Shio Fang menyeka darah yang keluar di sudut bibirnya, kemudian menatap tajam ke arah Marilyn.
"Mengapa dia yang telah mencintaiku cukup lama menjadi senekat ini untuk segera menghabisiku dengan kekuatan besar yang dia milikinya, Marilyn walaupun aku mencoba mengesampingkan perasaan ini di dalam pertarungan yang telah kita lakukan, akan tetapi aku masih merasa jika aku belum sanggup untuk membiarkanmu terluka hanya karena sebuah pertarungan kompetisi besar, kenangan kita bersama di akademi murid luar benar benar membuatku harus terpuruk seperti ini".
Ada baiknya aku tak melanjutkan pertarungan ini karena tak mungkin aku mengeluarkan 4 kekuatan besar yang kumiliki yaitu tubuh nirwana, Pedang pemecah surga, gerbang hitam pelahap dan pagoda 8 tingkat pemenjara surgawi untuk dapat mengalahkan mu, karena jika aku melakukannya maka kupastikan kau akan terluka parah, dan bahkan yang terburuk nyawamu akan melayang," batin Shio Fang.
Shio Fang saat ini telah kehabisan kekuatan yang dimilikinya, selain 4 kekuatan yang menjadi kartu andalannya selama ini, sehingga dia pun harus berpikir panjang untuk melanjutkan pertarungan karena jika dia sampai Shio Fang mengeluarkan salah satu dari kekuatan besar yang dimilikinya dengan dukungan kemampuan tubuh nirwana, walaupun saat ini Marilyn di dukung dengan kemampuan tubuh pheonix surgawi, hal itu pasti akan membuat kehancuran pada Marilyn karena Shio Fang mengetahui batasan kekuatan dari tubuh Pheonix surgawi yang di miliki Marilyn, dalam menghadapi keempat kekuatan besar yang menjadi kartu andalannya.
Di langit terlihat Marilyn masih mengambang di udara dengan sayap pheonix surgawinya tanpa terlihat terluka setelah benturan besar terjadi, semua itu karena tubuhnya terlindungi oleh kekuatan besar dari tubuh pheonix surgawi yang dimilikinya.
__ADS_1
Shio Fang kemudian menatap tajam ke arah wanita muda yang masih di cintainya itu dalam dalam, dan pada akhirnya Shio Fang memastikan keinginannya untuk segera mengetahui keputusan wanita itu jika saat dirinya diserang Shio Fang tak melakukan tindakan apa-apa.
"Shio Fang...!!, sudah tiba saatnya aku akan menghancurkanmu di atas arena pertarungan ini, maka bersiaplah...!!" teriak Marilyn dengan kilatan amarah di matanya.
"Ha..ha..ha.., jika hanya itu kekuatanmu, aku rasa kau masih belum pantas untuk dapat mengalahkan ku karena aku bukanlah seorang praktisi selemah seperti yang kau perkirakan," ucap Shio Fang memprovokasi marilyn, dan tak lama kemudian Shio Fang mengeluarkan aura yang sangat kuat di ranah tingkat semesta bintang satu dari tubuhnya.
Marilyn yang dari awal telah merasakan kekecewaan yang teramat sangat pada pemuda yang menjadi lawan tarungnya saat ini, segera menukik tajam dengan pedang terhunus yang langsung diarahkan kepada Shio Fang.
Melihat serangan mematikan yang bisa saja membunuh dirinya saat itu juga, Shio Fang hanya bisa tersenyum.
"Aku pasti tak akan mati hanya dengan tusukan pedangmu itu, dan aku pastikan setelah pengorbanan darah dariku maka saat itu juga hubungan baik yang selam ini telah kita bina akan berakhir sampai di sini, dan sejak pengorbanan darah dariku aku akan melupakan semua tentang dirimu, tentang kebersamaan kita yang indah dulu dan aku tak akan pernah perduli lagi dengan apapun mengenai dirimu mu, karena hal ini telah menjadi keputusanmu untuk melukaiku," batin Shio Fang.
Saat Marilyn sudah berada dekat dengan dirinya tiba-tiba saja Shio Fang melakukan gerakan dengan merentangkan kedua tangannya, dengan telapak tangan menghadap ke depan di hadapan serangan mematikan dari Marilyn. Tak lama kemudian Shio Fang memejamkan matanya dengan senyum yang merekah di sudut bibirnya, seperti dirinya telah pasrah akan keputusan Marilyn untuk melukainya.
Tentu saja apa yang dilakukan Shio Fang membuat semua penonton dari semua kalangan tercengang dan terdiam, mereka semua tak menyangka jika Shio Fang akan melakukan kegilaan seperti itu, yang bisa saja apa yang dilakukannya akan membunuhnya saat itu juga.
Sementara itu Marilyn yang melesat ke arah Shio Fang sangat terkejut saat melihat pemuda yang menjadi lawan tarungnya sama sekali tak melakukan perlawanan, dan hal itu membuat pergolakan di hati Marilyn seketika itu juga bergemuruh di dalam hatinya, apakah dia akan meneruskan serangannya untuk memenangkan pertarungan itu atau menghentikan serangannya dan mengalah untuk Shio Fang.
"Aku tak mungkin mengalah saat ini, aku akan memenangkan pertarungan demi untuk untuk klan besarku," gumam Marilyn, dan Crass...!!".
Pedang Marilyn tepat menembus dada Shio Fang.
Bersambung.
__ADS_1