Penguasa Element Es Dan Angin

Penguasa Element Es Dan Angin
Mendapatkan guru


__ADS_3

Kedua pangeran dari istana phoenix telah semakin dalam memasuki hutan larangan, dan saat ini mereka berdua telah menemukan bangunan-bangunan besar yang merupakan makam kuno.


Di area makam kuno hati keduanya sedikit merasa tenang, karena ancaman bahaya yang sebelumnya dirasakan saat ini benar-benar telah menghilang.


Shio Fan Yin kemudian mengedarkan pandangan matanya sekeliling, untuk mencari benda berharga di sekitar area makam karena menurut perkataan dari ibunya Dewi Yinzi, di area makam kuno terdapat banyak sumber daya yang berguna bagi peningkatan kekuatan.


Saat melihat lihat bangunan makam kuno, tiba tiba saja Go Yuan merasakan penglihatannya semakin gelap, yang membuat Go Yuan seketika itu juga mencari keberadaan Shio Fan Yin yang berada tak jauh darinya, namun sayang keadaan itu terus berlanjut hingga membuat Go Yuan terpuruk dan tak sadarkan diri di tempat itu.


Shio Fan Yin yang melihat keadaan Go Yuan tergeletak tak sadarkan diri di tanah, menjadi sangat heran karena sebelumnya mereka berdua tak merasakan serangan apapun yang membahayakan bagi keselamatan mereka berdua.


Menyikapi hal itu Shio Fan Yin kemudian memasang kewaspadaan tinggi akan adanya serangan senjata rahasia, yang membuat Shio Fan Yin segera mengeluarkan tubuh Nirwana yang saat ini telah menyelimuti seluruh tubuhnya.


Setelah mengeluarkan tubuh Nirwana yang merupakan warisan dari sang ayah, membuat batu giok yang melingkar di leher Shio Fan Yin seketika itu juga memancarkan fluktuasi energi yang sangat megah, yang membuat keadaan makam kuno kini telah berubah menjadi sebuah perbukitan hijau nan sejuk di dalam pandangan mata Shio Fan Yin.


"Apa yang telah terjadi, di mana keberadaan makam kuno yang tiba-tiba saja berganti dengan perbukitan hijau seperti ini?" batin Shio Fan Yin dengan terus menambah kewaspadaan nya.


Shio Fan Yin kini di kejutkan dengan sebuah cahaya menyilaukan mata sebesar kelereng, yang keluar dari dalam kalung giok yang berada di lehernya, cahaya itu jatuh ketanah dengan jarak sekitar 10 meter di hadapannya.


Sedetik kemudian cahaya itu berubah menjadi sesosok laki laki kekar dengan tombak emas yang berada di genggaman tangan kanannya, tampak pakaian perang lengkap yang mengeluarkan aura emas yang sangat megah dan tirani keluar dari dalam tubuhnya, aura itu terlihat seperti aura yang keluar dari tubuh Shio Fan Yin saat Shio Fan Yin mengeluarkan tubuh nirwana warisan dari sang Ayah, untuk melindungi dirinya dari mara bahaya.


Tampak terlihat sosok itu sangat berwibawa dan tangguh, yang membuat Shio Fan Yin merasa takut dan memilih mundur kebelakang, karena Shio Fan Yin tak akan mungkin mengalahkan sosok tangguh yang ada di hadapannya.


"Berhenti...!!"

__ADS_1


Tiba tiba saja suara menggelegar seketika itu keluar dari mulut sosok tangguh yang sedari tadi diam, yang membuat Shio Fan Yin pada akhirnya menghentikan langkahnya.


Shio Fan Yin berusaha keras untuk menenangkan hatinya, walaupun saat ini dia merasakan lututnya bergetar sangat hebat yang membuat pijakannya menjadi goyah.


"Maafkan aku jika aku telah berbuat sesuatu hal yang tak di sukai oleh tetua," ucap Shio Fan Yin sambil menangkupkan tangannya memberi hormat.


Sesaat laki laki besar dengan di penuhi atribut perang di tubuhnya menatap tajam kearah kalung giok di leher Shio Fan Yin, kemudian beralih menatap tajam kearah wajah Shio Fan Yin sambil berkata.


"Ayahmu sangat menghormatiku sebagai jendral Dewa perang langit, dan aku juga telah mewariskan tubuh nirwana kepadanya dan saat ini telah berada padamu".


"Aku telah memperhatikanmu setelah tubuh nirwana pada akhirnya di wariskan kepada dirimu, sewaktu kau berada di ujung tanduk kematian".


"Shio Fan Yin aku akan menjadikanmu muridku agar kau dapat berkultivasi layaknya seorang praktisi hebat di alam surgawi, darah di tubuhmu merupakan darah campuran ras manusia terkuat dan darah bangsawan ras peri. Sehingga kau memiliki tubuh istimewa seperti yang dimiliki ibumu, yaitu Teratai salju".


Shio Fan Yin terdiam sesaat untuk mencerna perkataan dari jendral Dewa perang langit, setelah mempertimbangkan semuanya Shio Fan Yin segera berlutut dan bersujud 3 kali kemudian berkata.


"Tuan jendral, jadikanlah aku muridmu," ucap nya sambil memberanikan diri menatap kearah Jendral dewa perang langit.


"Ha...ha..ha..., Aku akan menjadikanmu muridku namun ada syaratnya," ucap sang jendral menggantung kalimatnya.


Shio Fan Yin mengerutkan keningnya, sedetik kemudian diapun berkata. "Katakan padaku apa syarat yang harus kulakukan untuk menjadi muridmu?" tanya Shio Fan Yin.


Sang jendral melangkah kearah Shio Fan Yin sambil berkata. "Kedamaian seluruh alam yang dahulu pernah terjaga dengan baik, pada akhirnya harus di nodai dengan kekacauan yang di lakukan kaisar iblis Azura dari alam bawah".

__ADS_1


"Kaisar iblis Azura ingin menguasai seluruh alam agar tunduk di bawah kakinya, yang membuat keseimbangan seluruh alam mengalami kekacauan besar".


"Saat itu aku maju untuk melakukan pertarungan dengan raja iblis Azura, dan pada akhirnya kami berdua sama sama mati".


Karena kami berdua merupakan mahluk abadi, tentu saja hal itu hanya akan membuat kami berdua tertidur untuk memulihkan diri, dan jika waktu pemulihan diri itu telah sempurna di lakukan maka kami berdua akan bangkit kembali".


"Shio Fan Yin, jika kau berjanji kepadaku untuk memberantas para iblis yang berada di Alam Xuan, maka aku akan menurunkan seluruh tehnik beladiri yang selama ini kumiliki kepadamu, dengan mengangkatmu menjadi muridku," ucap jendral dewa perang langit.


Mengetahui jika syarat yang di berikan jendral dewa perang langit menyangkut kedamaian semua alam dari mahluk menautkan yang bernama kaisar iblis, Shio Fan Yin tanpa ragu segera berkata.


"Tuan jendral aku menyetujui syarat itu, maka jadikanlah aku muridmu," ucapnya.


"Bagus...!, mulai sekarang kau adalah muridku, dan mulai hari ini panggil aku paman Dewa agung," ucap sang jendral kemudian membantu Shio Fan Yin untuk bangkit berdiri.


"Shio'er.., Aku ingin kau melakukan kultivasi dengan bantuanku untuk membangkitkan teratai salju sebagai pengganti dantianmu, Setelah teratai salju itu terbentuk maka dengan sendirinya kau dapat menyerap semua tehnik pelatihan yang akan ku berikan padamu," ucap paman Dewa agung.


"Aku akan mengikuti perkataan paman Dewa agung, namun sebelum aku melakukan kultivasi membentuk teratai salju di dalam tubuhku, aku ingin bertanya mengenai keadaan kakak ku Go Yuan," ucap Shio Fan Yin.


"Kau tak usah memikirkan keadaan Go Yuan, saat ini dia tengah meningkatkan kekuatan didalam retret kultivasinya, karena aku telah menurunkan sebuah teknik kuat padanya agar di masa depan dia dapat membantu di dalam perjalananmu," ucap paman Dewa Agung.


Mendengar perkataan gurunya, Shio Fan Yin pada akhirnya dapat bernapas dengan lega, setelah mengetahui keadaan kakak angkatnya itu dalam keadaan baik baik saja.


Shio Fan Yin pada akhirnya duduk bersila di tempat itu untuk memulai kultivasinya, dimana saat ini paman Dewa agung telah berada di belang Shio Fan Yin untuk membantunya membentuk teratai salju, sebagai pengganti Dantian Shio Fan Yin yang rusak.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2