
Malam hari kapal hampir sandar di pelabuhan daratan tengah, wanita muda yang berada diatas kapal langsung menuju ke arah sang pengemudi kapal kemudian dia pun berkata.
"Apakah kapal ini memiliki perahu kecil?" tanyanya.
"Ada nona hanya saja perahu itu sangatlah kotor karena tak pernah dipakai," jawab sang pengemudi kapal.
"Aku minta kau menurunkan perahu kecil itu ke air karena aku akan memakainya, setelah itu kau boleh mengambil seluruh barang-barang yang ada di atas kapal karena pemiliknya telah mati, kau juga bisa mengambil semua cincin ruang yang dimiliki mayat mayat yang berada di atas kapal ini".
"Kau bisa memiliki semua barang-barang serta cincin ruang yang begitu berlimpah di kapal ini, maka kau harus kembali ke tengah lautan untuk membuang mayat-mayat itu," ucap sang wanita.
"Trimaksih nona muda, Aku akan melakukan tugas yang kau berikan," ucap sang pengemudi kapal dengan wajah gembira.
Sang pengemudi kapal kemudian menurunkan perahu kecil dari kapal yang ditempatinya, dan tak lama kemudian wanita muda itu membawa Shio Fang menaiki perahu kecil, setelah itu sang wanita mulai mendayung perahu itu untuk menjauh dari dermaga daratan tengah, sementara kapal besar yang membawanya langsung memutar arah kembali menuju lautan lepas.
"Pemuda ini begitu sangat menyusahkanku, tapi mengapa aku sebodoh ini ingin menolongnya," batin sang wanita yang terus mendayung perahu kecil yang ditempatinya bersama Shio Fang.
Sesampainya di pantai wanita muda itu menyeret tubuh Shio Fang ke daratan, setelah itu dia pun meninggalkan Shio Fang di tepi pantai.
Setelah cukup jauh melangkah, sang wanita kembali memutar arah, karena dia berpikiran akan sangat berbahaya meninggalkan pemuda itu tak berdaya di tepi pantai.
"Sungguh sial...!!, perjalananku ke alam surgai untuk mencari pemuda yang mempunyai kekuatan beladiri yang hebat gagal, malah sekarang aku harus terbebani oleh pemuda bodoh yang selalu menyusahkanku!!" hardik wanita muda itu dengan kekesalannya.
Sang wanita muda kemudian kembali menyeret tubuh Shio Fang hingga sampai ke dalam hutan, kemudian dia pun membuat tempat peristirahatan di sana sambil menunggu pemuda itu tersadar.
Dengan menyalakan api unggun wanita muda itu kemudian berpikir untuk membawa Shio Fang menuju ke sekte kabut surgawi.
"Aku rasa pemuda ini telah mendapatkan penawar dari para perompak yang telah mati di atas kapal, dan tentunya pemuda ini akan selamat dari racun matahari yang sangat membunuh itu".
"Dari 10 murid inti sekte kabut termasuk aku, pasti mereka telah menemukan pemuda yang kuat untuk dibawa ke istana cahaya ilahi, walaupun pemuda ini terlihat bodoh paling tidak aku telah membawa pemuda yang akan bersaing untuk dapat pergi ke istana Caya ilahi, yang terpenting aku telah berusaha untuk membawa seorang pemuda yang memiliki kemampuan seadanya, paling tidak apa yang kulakukan ini akan berpengaruh baik dimata para tetua dan ketua sekte," batin wanita muda itu.
__ADS_1
Tak berapa lama kemudian, wanita muda itu pun tertidur akibat rasa letih yang menderanya.
Dini hari Shio Fang telah sadarkan diri, melihat wanita muda yang telah menyelamatkannya tengah tertidur pulas, Shio Fang memilih untuk memulihkan diri dari sisa sisa racun yang berada di tubuhnya.
Shio Fang telah berhasil memulihkan seluruh energi tubuhnya yang hilang, dan melenyapkan semua sisa sisa racun di dalam tubuhnya.
Saat melihat wanita muda yang bersamanya masih tertidur lelap, Shio Fang kembali merebahkan tubuhnya dan berpura-pura masih tak sadarkan diri.
Kicauan burung di pagi hari membuat wanita muda yang tengah tertidur lelap itu pun terbangun, dan melihat kearah Shio Fang yang masih tergeletak di tanah sehingga dia pun berkata.
"Dasar pemuda bodoh...!!, kau masih saja pingsan dan belum juga sadarkan diri," hardik sang wanita muda itu.
Sang wanita muda kemudian mengayunkan tangannya untuk membangunkan Shio Fang, namun tiba-tiba tangan Shio Fang telah menangkap tangan sang wanita itu, dan dengan refleks sang wanita menarik tangannya akibat rasa keterkejutannya.
"Kurang ajar..!!, kau sengaja mempermainkanku!!" bentak sang wanita.
Perkataan Shio Fang kontan membuat sang wanita murka, dia pun mencabut pedangnya dan siap menyerang ke arah Shio Fang.
"Tunggu.., Aku tak bermaksud membuatmu marah, aku hanya sedang bercanda".
"Nona muda Kau adalah Dewi penyelamatku dan tentunya Aku tak akan pernah lupa akan hal itu, jadi aku minta kau jangan menyerangku karena aku tak mungkin dapat mengalahkan mu," ucap Shio Fang merendahkan diri.
Perkataan SHio Fang mampu meredakan amarah wanita muda yang ada di hadapannya, sehingga wanita muda itupun menyimpan pedangnya kembali.
"Namaku Shio Fang dan jika nona berkenan, dapatkah nona muda memberitahukan nama nona kepadaku?" tanya Shio Fang.
"Yasmin"
Hanya itu kata yang keluar dari mulut sang wanita muda yang berada di hadapan Shio Fang.
__ADS_1
"Nama yang cantik..., tapi tak...."
Shio Fang menggantung kalimat nya.
Yasmin kemudian mengarahkan pedangnya kembali ke arah Shio Fang sambil berkata.
"Katakan padaku apa kelanjutan dari perkataan mu itu, apakah kau ingin mengatakan jika namaku tak sesuai dengan wajah dan penampilan ku!!?" ucap Yasmin yang kembali merasa kesal dengan semua tingkah dan perkataan Shio Fang.
Shio Fang kemudian mengangkat kedua tangannya dan kemudian berkata.
"Bukan itu maksudku, Aku tadi hanya ingin berkata jika Yasmin merupakan nama yang cantik, tapi saat ini Aku sangat lapar dapatkah kita mencari tempat untuk dapat mengisi perut ku yang sudah sangat kelaparan ini," ucap Shio Fang dengan wajah konyolnya.
Entah mengapa Shio Fang begitu sangat senang melihat wanita muda yang bersamanya marah akibat semua perkataannya, dan baru kali ini Shio Fang dapat lepas bercanda seperti telah menemukan kawan lamanya yang telah lama tak bertemu, tak seperti kehidupan di akademi yang selalu penuh dengan keseriusan yang mengutamakan kekuasaan dan pengaruh, sehingga pemikiran para murid selalu menginginkan untuk menjadi lebih kuat lagi dan nomor satu.
Karena Yasmin menginginkan Shio Fang di bawa menuju ke sekte kabut surgawi, maka dia pun langsung memasukkan kembali padangnya kemudian berkata.
"Jika kau ingin makan maka ikutlah denganku," ucap Yasmin.
Yasmin kemudian melesat pergi meninggalkan Shio Fang dengan berloncatan dari pohon ke pohon. Melihat Yasmin telah pergi meninggalkannya maka Shio Fang dengan cepat langsung menyusulnya.
Setelah jauh berlari maka tibalah mereka berdua di kota kabut, yang merupakan wilayah sekte kabut surgawi.
Yasmin yang telah mengetahui seluk beluk kota, kemudian langsung menuju ke rumah makan yang biasa dia tempati untuk sekedar mengisi perut.
Diatas lantai 2 rumah makan, secara tak sengaja Yasmin bertemu dengan dua orang pemuda yang merupakan murid Inti di dalam sekte kabut surgawi, kedua murid inti itu tengah makan dengan dua orang pemuda yang akan dibawanya ke sekte kabut surgawi.
Bersambung.
Besok baru author kembali nulis 2 episode, karena saat ini author lagi nulis untuk karya tamat dari pendekar naga giok.
__ADS_1