
Setelah kembali dari alam Cristal es, Shio Fang bertekad pada dirinya sendiri untuk menjadi kuat, dan tak akan kembali ke alam Cristal es sebelum dirinya mencapai kekuatan maksimal yang dimilikinya.
Aku akan menembus tingkat suci, agar aku dapat berlatih dengan simbol naga es di tubuhku, aku akan masuk 10 besar murid terkuat di Akademi murid luar, untuk dapat mengasah kemampuanku di Akademi pusat Kunlun yang berada di gunung Quanjing.
"Aku harus dapat berlatih di menara surga, karena hanya di menara itu aku dapat meningkatkan kekuatanku lebih tinggi lagi," batin Shio Fang.
Shio Fang merebahkan tubuhnya di tempat tinggalnya dulu sewaktu di hutan, hingga diapun tertidur lelap.
Matahari pagi menyinari hutan Akademi. Shio pun terbangun karena merasakan lapar.
Shio Fang mengambil kembali peralatan berbunga berupa panah usang yang telah lama tak dipakainya.
Shio Fang kemudian melesat masuk ke kedalaman hutan hanya untuk berburu binatang buruan.
Dari balik semak belukar Shio Fang melihat adanya rusa jantan yang sangat gemuk, dan diapun mengarahkan anak panahnya kearah rusa itu dan...
"Zep..!!"
Anak panah berhasil menancap telak di jantung sang rusa, yang membuat rusak itu akhirnya ambruk ke tanah.
"Kemampuanku memanah masih tak diragukan lagi, aku aku akan makan besar malam ini," batin Shio Fang.
Shio Fang berjalan menuju hewan buruannya, namun dia di kejutkan dengan penampakkan seekor binatang aneh yang berwujud burung Pheonix yang tengah terluka.
Shio Fang mendatangi burung tersebut dan tiba tiba saja burung itu menyerang kearah Shio Fang, sehingga pertarungan pun terjadi.
Karena keadaan burung itu terluka, membuat Shio Fang mampu untuk mengalahkannya.
Burung pheonix tergeletak di tanah dan sesaat kemudian berubah wujud menjadi seorang laki laki paruh baya.
"Binatang Magic..!!" batin Shio Fang.
Karena rasa iba, Shio Fang kemudian memeriksa keadaannya, dan alangkah terkejutnya Shio Fang saat mengetahui jika burung Pheonix itu memiliki tingkat kekuatan layaknya para kultivator yang ada di alam Surgawi, membuat shio Fang berpikir keras siapakah laki-laki paruh baya yang terluka itu.
Dia bukanlah seekor binatang Magic, tingkat kekuatan yang dimilikinya masih berada pada tingkat surga, tapi mengapa dia bisa berubah berwujud menjadi seekor burung pheonix?" batin Shio Fang.
Shio Fang kemudian merawat luka-luka di tubuh laki-laki paruh baya itu, dan memberikan beberapa pil pemulih stamina dan pil penyembuh luka ke dalam mulutnya, kemudian memberikan hawa murni agar pil tersebut dapat terserap langsung oleh tubuh laki-laki paruh baya itu.
Matahari semakin meninggi, laki-laki paruh baya itu pun tersadar dan mendapati tubuhnya mulai pulih kembali, dia pun menatap ke sekelilingnya dan mendapati seorang anak muda tengah duduk memanggang daging rusa.
__ADS_1
Shio Fang memotong beberapa daging kemudian membawanya kehadapan laki-laki baru baya yang baru siuman.
"Kau sudah sadar pak tua, makanlah agar energi di dalam tubuhmu bisa pulih seperti sedia kala," ucap Shio Fang.
Laki laki baru baya itu menerima daging pemberian dari Shio Fang, dan tanpa ragu dia pun memakan daging itu dengan lahap.
"Mengapa kau menolongku?" tanya laki lagi paruh baya itu.
"Kau terluka, tak mungkin aku membiarkan mu dan tak menolongmu apalagi kau bukanlah binatang magic, walaupun saat itu kau menyerangku tapi aku yakin saat itu kau pasti merasa panik karena aku tiba tiba berada di hadapan mu," jawab Shio Fang.
"Trimakasih atas semua bantuanmu, dan aku akan mengingat semua itu," ucap laki laki paru baya dan kembali memakan daging pemberian dari Shio Fang.
"Namaku Virgion dari sekte surgawi di ujung barat alam surgawi, aku datang ke sini karena aku mencari nona muda kami yang telah lama hilang setelah dibawa pergi oleh seorang pelindung sekte kami. Semua itu terjadi saat kemelut perebutan posisi ketua sekte 15 tahun silam di mana nona muda baru berusia dua tahun," ucap Virgion.
"Aku tinggal di Akademi murid luar ini, jika aku boleh tau siapakah nama Nona muda mu itu?" tanya Shio Fang.
"Nona mudaku bernama Yun Shi, dan jika dia memang masih hidup maka dia sekarang telah berusia 17 tahun," ucap Virgion.
"Aku rasa tak ada nama Yun Shi di Akademi murid luar ini. Jika boleh aku mengetahui mengapa kau mengira jika di tempat ini terdapat nona muda mu?" tanya Shio Fang.
"Aku adalah anggota sekte pilihan yang ditugaskan untuk mencari nona muda ke seluruh penjuru alam surgawi, saat melihat tabir yang membungkus daerah ini aku menjadi penasaran, dengan seluruh kekuatanku aku dapat menembusnya, dan ternyata di tempat ini terdapat sebuah pemukiman murid-murid yang belajar teknik bela diri, karena hal itu aku mencoba menembus segel pelindung yang menutupi Akademi, tapi sayang kekuatan segel pelindung ini begitu sangat kuat sehingga saat aku menembusnya aku pun terluka dan terpuruk di dalam hutan sampai bertemu denganmu," ucap Virgion.
"Di tubuh kami terdapat darah leluhur burung pheonix, dan dengan menggunakan tehnik kuno semua anggota sekte yang telah terpilih akan dapat merubah wujud menjadi seekor burung pheonix," jawab Virgion.
"Virgion.., aku tak dapat membantumu lebih jauh untuk mencari nona muda mu, tapi aku dapat membantu mu keluar dari dalam segel pelindung hutan ini".
"Virgion..., Ada baiknya kau segera pergi dari sini, sebelum para guru pembimbing mengetahui keberadaan mu di dalam hutan ini, dan jika sampai mereka mengetahuinya maka aku tak yakin akan keselamatan mu," ucap Shio Fang.
"Jika begitu bantu aku keluar dari dalam hutan ini," jawab Virgion.
Shio Fang menganggukan kepalanya menyanggupi permintaan Virgion.
Mereka berdua kemudian menuju ke tempat segel pelindung hutan berada, dan dengan menggunakan tehnik jari matahari miliknya, akhirnya Shio Fang dapat membuat celah bagi Virgion untuk dapat keluar dari hutan itu.
"Shio Fang terimakasih atas semua bantuanmu, jika kau berada di wilayah sekte surgawi, maka kau dapat menemuiku dengan menggunakan lencana ini," ucap Virgion kemudian memberikan lencana keanggotaannya pada Shio Fang.
Shio Fang menerima lencana itu kemudian menyimpannya di dalam cincin ruangnya.
"Shio Fang sampai jumpa lagi...," ucap Virgion kemudian merubah dirinya menjadi seekor burung pheonix dan melesat pergi meninggalkan hutan Akademi.
__ADS_1
Setelah kepergian Virgion dan menutup segel pelindung hutan kembali, Shio Fang kembali ke tempat dimana gubuknya berada.
Malam hari pun tiba, Shio Fang menyalakan api unggun di sekitar gubuknya, dan memanaskan kembali daging rusa panggang yang masih tersisa.
Di dalam kesunyiannya itu, Shio Fang begitu rindu kepada Ayah dan ibunya, karena sudah satu tahun lamanya tak berjumpa.
Shio Fang mengenang kembali saat saat sang ibu memberikan kasih sayangnya, walaupun Shio Fang tau jika dirinya bukanlah anak kandung dari ibunya.
Shio Fang sangat terkejut saat mengetahui Marilyn telah duduk di dekatnya, tanpa bisa sdi sadari olehnya.
"Sejak kapan kau berada di sini?" tanya Shio Fang.
"Baru saja, aku melihatmu melamun sehingga aku tak menyapamu," ucap Marilyn.
Tak lama kemudian perbincangan hangat pun terjadi diantara mereka berdua, canda tawa menghiasi perbincangan itu hingga larut malam.
Tak lama kemudian Marilyn merebahkan kepalanya di pundak Shio Fang, dan tentunya Shio Fang sangat terkejut di buatnya, namun setelah mendengar hembusan napas Marilyn yang teratur membuat Shio Fang membiarkan wanita cantik itu tertidur di pundaknya.
Karena rasa kantuk yang mendera Shio Fang pun ikut tertidur.
Suara burung di pagi hari membuat Marilyn terbangun, dan dia pun sangat terkejut karena semalaman dia telah tertidur di pundak Shio Fang.
Marilyn begitu sangat malu mengetahui akan hal itu, dan burun buru-buru mengangkat kepalanya dari pundak Shio Fang.
"Kau sudah bangun?" tanya Shio Fang dengan masih memejamkan matanya.
"I..i...iya .." jawab Marilyn gelagapan.
"Kita harus segera kembali ke Akademi, karena hari ini merupakan hari dimana kita akan bertarung memperebutkan posisi terkuat di Akademi murid luar," ucap Shio Fang.
"Jika begitu aku akan duluan pergi ke Akademi," ucap Marilyn kemudian bangkit berdiri dan pergi meninggalkan Shio Fang dengan rasa malu yang melanda hatinya.
Shio Fang meratap kepergian Marilyn sampai hilang di antara rimbunnya pepohonan.
"Dasar wanita, tak ada sedikitpun kata terima kasih setelah dia menyusahkanku dengan tidur di pundakku malam tadi," batin Shio Fang.
Shio Fang kemudian bangkit berdiri dan pergi ke anak sungai yang berada di dekat tempat itu untuk membersihkan diri, setelah itu dia pun pergi ke Akademi murid luar.
Bersambung.
__ADS_1