
Dengan menggunakan lubang spasial pada akhirnya Shio Fang dan Putri Bilqis tiba di depan lubang hitam.
Dengan menggunakan sayap kelelawarnya Shio Fang membawa Putri Bilqis masuk ke dalam lubang hitam, menuju ke goa tempat keberadaan tetua Mandalika berada.
Putri Liuyinzi begitu sangat terkejut melihat kehadiran Putri Bilqis bersama Shio Fang, begitupun dengan Mandalika yang melihat Shio Fang datang bersama seorang wanita cantik.
Tatapan tetua Mandalika kepada Shio Fang penuh dengan kebencian, karena Shio Fang seperti memperlihatkan jika dirinya dapat dengan mudah mendapatkan seorang wanita, apalagi putri Liuyinzi pernah berkata kepadanya jika pemuda yang datang ke goa adalah pemuda yang sangat di cintainya.
"Tetua, yang bersamaku ini adalah istriku yang juga merupakan murid dari tetua Wang Chu, aku berharap kehadirannya di sini bisa memberikan kejelasan bagaimana sampai saat ini tetua Wang Chu masih berharap kehadiran tetua di sisinya," ucap Shio Fang.
Putri Bilqis menangkupkan kedua tangannya memberi hormat kepada tetua Mandalika, kemudian dia pun berkata. "Saat ini guruku tengah berada di istana Jiangma, dan di istana dia selalu menyepi dengan melakukan meditasi.
"Guruku pernah bercerita ke padaku jika dia dahulu memiliki seorang istri, dan dia selalu mencintai istrinya dengan sepenuh hati walaupun telah melakukan kesalahan yang sangat fatal di masa lalu, sehingga setelah kepergian istrinya itu sampai saat ini guruku tak berkeinginan untuk memiliki istri lagi".
"Saat ini Aku ingin menyatukan kalian kembali mengingat guruku sangat tersiksa setelah mengetahui pembunuhan yang kau lakukan terhadap pangeran di masa lalu, dan guruku ikut merasa bersalah mengapa saat itu dia tak mencegah dirimu mengikuti pangeran pergi saat itu".
"Aku ingin mempertemukan kalian kembali agar permasalahan di antara kalian berdua bisa terselesaikan," ucap putri Bilqis sambil memecahkan kristal di tangannya secara diam diam, kristal itu merupakan panggilan darurat kepada gurunya agar segera datang ketempatnya berada melalui lubang spasial, karena jika kristal pemberian gurunya itu pecah menandakan putri Bilqis dalam baya yang bisa merenggut nyawanya.
Mandalika menggelengkan kepalanya, kemudian diapun berkata. "Aku tak akan mungkin kembali lagi padanya, kesalahanku di masa lalu telah membuatku melukainya dan itu merupakan kebodohan terbesar bagiku".
"Pergi lah kalian semua, biarkan kan aku tetap berada di sini dalam kesendirianku," ucap Mandalika sambil berjalan pergi keluar goa.
Sesampainya di luar goa, Mandalika sangat terkejut melihat laki laki paruh baya tengah menghadang langkahnya.
__ADS_1
Mulut Mandalika terasa terkunci sehingga tak bisa berkata kata, sementara tubuhnya bergetar dengan hebat di hadapan laki laki paruh baya yang ada di hadapannya.
Laki laki paruh baya itu kemudian berkata. "Bagaimana kabarmu, lama kita tak berjumpa," ucap Tetua Wong Chu dengan senyuman yang mengembang di bibirnya.
Mandalika tak kuasa menahan air matanya hingga tangisnya pun pecah di tempat itu, Mandalika kemudian berlutut di hadapan tetua Wang Chu sambil berkata.
"Maafkan aku kakak Chu".
Hanya kata itu yang mampu keluar dari mulut Mandalika, yang terus menangis tanpa bisa menatap kearah tetua Wang Chu.
Ketua Wang Chu kemudian berjalan ke arah Mandalika, dan meraihnya untuk bangkit berdiri.
"Masa Lalu telah berlalu yang akan kita hadapi sekarang adalah sebuah masa depan, aku telah lama mencarimu untuk bisa bersamamu kembali, Karena aku berharap di masa tuaku ini kau selalu ada di sisiku".
"Seharusnya waktu itu aku bisa memberikan perhatian lebih kepadamu, bukan terus berlatih untuk meningkatkan kekuatan tanpa memperdulikanmu sebagai istri ku, dan disaat ada seorang laki-laki yang dapat memberikan mu perhatian lebih, maka saat itu hatimu goyah dan berpaling dari ku. Aku sadar semua kesalahan tak sepenuhnya berada di pihak mu melainkan juga berada di pihakku, Jika waktu itu aku selalu berada di dekatmu takkan mungkin ada laki-laki lain yang datang di sisimu untuk memberikan perhatian lebih dari perhatian yang kuberikan kepadamu".
Tetua Mandalika menganggukan kepalanya, dan tak lama kemudian dia pun memeluk tetua Wang Chu yang diiringi senyum kebahagiaan dari orang-orang di sekitarnya.
Shio Fang pada akhirnya berkeinginan untuk meninggalkan tetua Wang Chu dan tetua Mandalika, agar mereka berdua bisa menumpahkan kerinduan di dalam goa itu.
Shio Fang berjalan keluar Goa bersama putri Bilqis, pada akhirnya menghentikan langkahnya karena Shio Fang merasa ada sesuatu yang tertinggal di tempat itu.
Shio Fang kemudian menatap ke arah Putri Bilqis dan berkata. "Dapatkah kau menerima Liuyinzi sebagai bagian dari hidup ku?" tanya Shio Fang kepada istrinya.
__ADS_1
Putri Bilqis yang sebelumnya mengetahui kebaikan Putri Liuyinzi dan bahkan rela menyerahkan nyawanya demi suaminya, membuatnya tersenyum dan menganggukkan kepalanya kepada Shio Fang.
"Kebahagiaan mu adalah kebahagian ku juga, jika kau memang menginginkan putri Liuyinzi sebagai istrimu maka aku akan menerimanya sebagai saudariku," jawab putri Bilqis.
Shio Fang tersenyum mendengar jawaban dari istrinya itu dan berkata "Trimakasih".
Tak lama kemudian Shio Fang memalingkan mukanya kepada Putri Liuyinzi yang saat ini masih termenung di sudut gua. Sedetik kemudian dia pun berkata.
"Apakah kau masih ingin berdiri di situ dan tak ingin mengikutiku?, kemarilah karena masih banyak hal yang harus kita lakukan di luar sana," ucap Shio Fang.
Putri Liuyinzi pada akhirnya melihat ke arah Shio Fang dengan perasaan yang sulit untuk di artikan, kemudian dia mengalihkan pandangannya menatap ke arah Putri Bilqis dengan perasaan sungkan di dalam hatinya.
Melihat putri Bilqis mengganggukan kepalanya membuat putri Liuyinzi memberanikan dirinya menuju ke arah Shio Fang, karena sebenarnya Sang Putri tak ingin mengganggu kebahagiaan gurunya setelah lama berpisah dengan suaminya.
Shio Fang kemudian terbang ke permukaan dan membawa Putri Liuyinzi ke hadapan ibunya. Isak tangis pada akhirnya pecah saat ibu dan anak saling berpelukan untuk melepaskan kerinduan.
Shio Fang memilih pergi dari tempat itu untuk membiarkan Putri Liuyinzi bersama ibunya, hingga pada akhirnya Shio Fang dan Putri Bilqis kembali ke istana Jiangma.
Setelah berada di istana Jiangma, Shio Fang lantas menemui kelima adiknya yang saat ini telah membuat portal teleportasi secara besar-besaran, yang diarahkan ke wilayah kekaisaran cahaya surgawi.
"Apakah portal teleportasi telah sepenuhnya dapat digunakan?" tanya Shio Fang.
"Portal teleportasi akan segera digunakan dua hari dari sekarang, dan kupastikan portal teleportasi akan dapat membawa seluruh pasukan kita menuju ke istana kekaisaran cahaya surgawi, untuk melakukan pertempuran besar di sana," jawab Shio Zen.
__ADS_1
"Baguslah..., Setelah portal ini terbentuk maka kita akan menyerang istana cahaya surgawi secara besar besaran," ucap Shio Fang
bersambung.