
Shio Fang akhirnya tiba di sebuah tempat yang sangat asing baginya, tak seperti sekte kabut surgawi yang berada di kota kabut, dan kota ke kaisaran di kota cahaya ilahi yang telah di ketahui sebelumnya, Shio benar benar tak mengetahui tempat keberadaannya saat ini.
Shio Fang terus berjalan untuk mencari seseorang yang dapat memberi tahukan kepadanya, tempat keberadaannya saat ini.
Shio Fang akhirnya menemukan seorang laki-laki tua yang tengah memikul kayu bakar di bahunya, dengan sopan Shio Fang kemudian menanyakan tepat keberadaannya saat ini.
"Paman wilayah apakah ini?" tanya Shio Fang.
Sesaat laki laki tua itu menatap kearah Shio Fang, kemudian menurunkan kayu bakar yang berada di pundaknya sambil berkata.
"Sepertinya kau bukanlah berasal dari sini, apakah kau tersesat?" tanya laki laki tua itu.
Sesaat Shio Fang berfikir sejenak untuk menjawab pertanyaan laki-laki tua itu, setelah mendapatkan jawabannya Shio Fang lantas berkata.
Benar paman, namaku Shio Fang dan aku berasal dari kota kekaisaran cahaya ilahi, aku saat ini tengah mencari tumbuh obat obatan di dalam hutan sebagai bahan pembuatan pil obat, untuk ku jual di kota ke kaisaran cahaya ilahi dan secara tak di duga aku tersesat sampai ke tempat ini," jawab Shio Fang.
Terlihat lelaki tua itu menganggukkan kepalanya pelan, yang menandakan jika dia sangat mengerti dengan perkataan pemuda yang ada di hadapannya.
"Anak muda..., daerah ini merupakan pinggiran kota langit surgawi dan tentunya jika kau ingin kembali ke kota kekaisaran, lebih baik kau melewati rute kota yang tentunya lebih singkat dan aman bagimu".
"Nak Shio Fang karena hari sudah sore, lebih baik kau ikut kerumah paman untuk beristirahat, dan besok pagi kau dapat melanjutkan perjalananmu kembali ke kota kekaisaran," ucap laki laki paruh baya itu.
__ADS_1
Karena tak ingin menolak kebaikan laki laki paruh baya itu, Shio Fang akhirnya menyetujui untuk ikut bersama sang paman pergi ke kediamannya.
Shio Fang lantas membantu sang paman membawa kayu bakar walaupun sang paman telah melarangnya, hingga mereka berdua sampai ke rumah sederhana sang paman.
Di dalam rumah itu sang paman tinggal bersama istri dan seorang anak perempuannya yang seusia dengan Shio Fang, tapi sayang anak perempuan itu saat ini tengah terbaring sakit akibat racun yang menggerogoti tubuhnya, dan sampai saat ini racun itu masih bersarang di tubuhnya.
Disaat di ruang keluarga, sang paman menceritakan dengan singkat mengenai putrinya yang saat ini masih terpuruk dengan racun yang terus mengikis tubuhnya, walaupun racun itu tak seganas racun mematikan lainnya, akan tetapi racun itu sangat sulit dicari penyembuhnya.
"Putriku bernama Lilia, dahulu dia merupakan salah seorang anggota sekte langit surgawi, karena tubuhnya terkena racun yang semakin hari membuat nya semakin terpuruk, membuat sekte langit surgawi mengembalikan lilia kepada kami," ucap paman Li.
"Mengapa sekte Langit surgawi tak tak ingin menyembuhkan lilia sebelum dirinya di kembalikan kepada paman?" tanya Shio Fang.
"Sekte langit surgawi telah melakukan banyak hal untuk menyembuhkan putriku, dengan mengundang para Alkemis kuat yang berada di daratan tengah dan dari alam surgawi dengan membayar mahal para Alkemis itu, akan tetapi tak ada satupun dari para Alkemis yang mampu untuk menyembuhkan putriku, dan pada akhirnya kami meminta pada sekte langit surgawi untuk mengembalikan putriku kepada kami, semua itu kami lakukan agar kami berdua bisa merawat Lilia sampai di penghujung hayatnya," ucap paman Li dengan kesedihan di wajahnya.
"Mengapa sekte langit surgawi tak membawa lilia ke guild Alkemis, bukankah di sana memiliki para Alkemis kuat untuk menyembuhkannya?" tanya Shio Fang.
"Para Alkemis disana tengah mempersiapkan turnamen besar yang dapat di ikuti oleh semua praktisi Alkemis yang berada di daratan tengah, hingga tak ada waktu untuk menyembuhkan putriku, selain itu biaya pengobatan yang mencapai ribuan koin emas tak dapat disanggupi oleh sekte langit surgawi, sehingga menyerahkan pembiayaan besar itu kepada kami".
"Karena kami tak memiliki banyak koin emas untuk menyembuhkan Lilia, membuat kami hanya bisa pasrah dengan keadaan yang ada," Jawab paman Li.
Pembicaraan terus berlanjut hingga larut malam, hingga akhirnya paman dan bibi Li berpamitan untuk beristirahat.
__ADS_1
Malam itu Shio Fang tak bisa tidur, karena rasa kasihan membuat Shio Fang ingin menyembuhkan lilia. Dan malam itu juga Shio Fang menuju ke kamar lilia untuk melihat kondisi wanita muda itu.
Di dalam kamar Lilia Shio Fang di kejutkan dengan kondisi Lilia yang sangat kurus, yang tak memiliki aura hidup karena racun yang berada di tubuhnya.
Shio Fang kemudian memanggil raja piton es untuk melihat racun yang berada di tubuh Lilia, karena raja piton es memiliki kemampuan untuk dapat mendeteksi sebuah racun.
Raja piton es kemudian muncul di hadapan Shio Fang, ular putih sepanjang satu meter itu langsung mendeteksi racun di tubuh Lilia.
"Racun ini tercipta karena ada kesalahan dalam melakukan kultivasi tehnik pengobatan yang di pelajarinya, karena tubuhnya tak dapat mengimbangi kekuatan besar dari tehnik pengobatan itu akhirnya menimbulkan racun, selain itu tehnik yang di pelajarinya memiliki kesalahan sehingga membuatnya menjadi seperti ini," ucap raja piton es.
Shio Fang Fang kini mengerti kasus yang di alami Lilia seperti halnya yang di alami Marilyn sewaktu masih berada di akademi luar kunlun, saat itu Marilyn juga terkena racun dari kesalahan kultivasi yang di lakukannya, tapi kasus yang dialami Lilia sangat besar karena racun di tubuhnya telah menyatu di dalam darahnya, untung saja saat ini lilia masih bisa bertahan hidup walaupun racun itu bisa saja membuatnya mati tiba tiba.
"Apakah kau bisa menyembuhkannya?" tanya Shio Fang kepada raja piton salju.
"Aku hanya bisa mendeteksi racun di tubuhnya yang merupakan racun penghancur sukma dan tak bisa untuk menyembuhkannya. Jika racun itu mengenai tubuhmu aku masih bisa berusaha untuk menyembuhkan mu, semua itu karena adanya ikatan kontrak darah di antara kita yang membuatku bisa menyatu dengan tubuhmu untuk mengeluarkan racun itu," jawab raja piton es.
Raja piton es kemudian kembali ke alam Dantian Shio Fang, setelah tak ada lagi yang ingin ditanyakan oleh sahabatnya itu.
Shio Fang yang telah berjanji untuk menyembuhkan Lilia, kemudian kembali kekamarnya dan mulai melakukan meditasi membuka kitab kuno surgawi yang ada di dalam dantiannya.
Di dalam meditasinya itu, Shio Fang berhasil menemukan semua bahan bahan yang dapat di lakukannya, dalam pembentukan sebuah pil untuk menyembuhkan Lilia.
__ADS_1
Bersambung.