
Lubang spasial menghempaskan tubuh Shio Fang yang terluka di sebuah tempat yang berada jauh dari tempat keberadaannya semula, daerah yang di tempatinya berada begitu subur dan asri karena masih terdapat banyak binatang liar yang berkeliaran di sana.
Shio Fang mencoba bangkit berdiri akan tetapi luka dalam yang di deritanya membuat tubuhnya kembali ambruk ke tanah, yang membuat Shio Fang hanya bisa pasrah karena keadaannya saat ini sudah tak memungkinkan baginya untuk pergi meninggalkan tempat itu.
Sengatan matahari di siang itu telah membuat Shio Fang sangat menderita, Shio Fang berusaha merayap untuk mencari sungai kecil agar dapat melepaskan dahaganya, hingga pada akhirnya dia mendengar suara gemericik air dari kejauhan yang membuatnya sedikit memiliki harapan untuk hidup.
Dengan sekuat tenaga Shio Fang terus merayap hingga pada akhirnya dia pun terjatuh dari tebing dan masuk ke dalam sungai.
Beberapa wanita yang tengah mandi di tempat itu seketika berteriak dengan keras, karena mereka melihat ada sosok laki-laki yang mencoba mengintip mereka mandi terjatuh kedalam sungai.
Dengan cepat kelima wanita itu segerah meraih pakaian dan langsung menghunus pedangnya sambil berteriak.
"Berani sekali kau mengintip kami yang berasal dari suku rubah ekor 9," teriak nya.
Tak ada sahutan dari dalam sungai hingga pada akhirnya tubuh Shio Fang muncul di permukaan air, yang membuat salah seorang dari anggota suku rubah ekor 9 melesat secepat di permukaan air untuk meraih tubuh Shio Fang dan membawanya ke tepi sungai.
Wanita dari suku rubah itu menghempaskan tubuh Shio Fang dengan keras, kemudian berkata.
"Kakak Yun' Ning, sepertinya pemuda ini telah tak sadarkan diri setelah terjatuh dari atas tebing, ada baiknya kita segera membunuhnya karena aku yakin selama ini dia pasti sudah sering datang ketempat untuk mengintip kita mandi," ucap Yun' Ar.
"Kita tak bisa membunuhnya sekarang karena aku yakin pasti dia tak sendiri, di luar sana masih banyak orang orang yang ikut bersamanya ke tempat ini, ada baiknya kita membawanya ke dalam suku untuk dapat kita interogasi disana," ucap Yun' Ning.
Ke empat wanita muda itu kemudian menganggukkan kepalanya, setelah mendengar perkataan dari kakak pertamanya.
__ADS_1
Shio Fang saat ini telah berada di halaman di sebuah aula besar, dan di baringkan begitu saja hingga menjadi tontonan dan bahan cemoohan dari para anggota suku rubah ekor 9 yang semuanya adalah wanita.
Putri Linzi saat ini menjabat sebagai pimpinan suku rubah selama ibunya melakukan retret kultivasi panjang, pada akhirnya mendengar berita mengenai pemuda yang mengintip anggota sukunya yang tengah kandi di sungai, dan saat ini pemuda itu tengah berada di depan aula untuk mendapatkan sanksi dari penegak hukum kedisiplinan suku rubah.
"Kak Linyosi ada baiknya kita segera melihatnya, tidak baik jika kita membiarkan pengintip itu di pertontonkan di dalam suku rubah kita," ucap putri Linzi.
"Untuk apa kau mengurus pengintip itu, biarkan penegak hukum suku rubah yang akan mengurusnya, hukuman apa yang pantas di berikan bagi pengintip itu," jawab Linyosi.
Putri Linzi yang mengetahui karakter kakak sepupunya itu hanya bisa menggelengkan kepalanya, sedetik kemudian Putri Linzi kemudian berjalan pergi meninggalkan tempat itu menuju kedepan aula rubah untuk melihat laki laki yang telah mengintip anggota sukunya yang tengah mandi di sungai.
Seluruh anggota suku rubah yang mengetahui jika Putri Linzi ada di tempat itu, segera membuka jalan agar memberikan kesempatan pada putri Linzi untuk melihat pemuda pengintip itu.
Keadaan Shio Fang begitu miris, tampak kaki dan tangannya telah di ikat dengan rantai yang besar, dan ada pula bekas luka cambukan yang membekas ditubuhnya, bekas cambuk kan yang telah di lakukan oleh badan penegak hukum kedisiplinan suku rubah.
"Tuan muda Shio Fang," ucap putri Linzi
Putri Linzi segera melesat cepat menuju ke arah Shio Fang kemudian berusaha membuka semua ikatan yang ada di tubuh pemuda itu, sehingga membuat seluruh anggota suku rubah begitu sangat heran termasuk badan penegak kedisiplinan suku rubah, mengapa putri Linzi begitu sangat mencemaskan keadaan pemuda itu.
"Putri apa yang kau lakukan?" tanya seorang tetua yang ada di tempat itu.
"Kalian salah....!!, dia bukanlah pemuda mesum seperti yang kalian pikirkan, karena sesungguhnya pemuda ini adalah tuan muda Shio Fang yang telah memberikan kristal mutiara rubah kepada suku kita," jawab putri Linzi.
Semua orang yang berada di tempat itu menjadi sangat terkejut, mereka semua saling berpandangan satu dengan yang lainnya setelah mengetahui jika pemuda yang mereka kira pemuda mesum, ternyata seorang pahlawan dari suku rubah yang membuat mereka seketika itu juga berbondong bondong untuk melepaskan rantai pengikat di tubuh Shio Fang.
__ADS_1
Banyak bisik-bisik terdengar di antara para anggota suku rubah, yang menyatakan jika pahlawan bagi sukunya merupakan seorang pemuda tampan, tapi mereka juga mempertanyakan mengapa pemuda itu bisa sampai berada di tempat para anggota suku rubah yang tengah mandi, namun semua pembicaraan itu pada akhirnya menjadi hening setelah putri Linzi berkata.
Kalian semua cepat bentuk segel formasi perlindungan pada suku kita karena keberadaan tuan muda Shio Fang di tempat ini, jangan sampai diketahui oleh suku-suku penguasa lainnya karena aku meyakini jika tuan muda Shio Fang saat ini telah terlibat masalah dengan salah satu suku penguasa," perintahnya.
Setelah mendengar perintah dari putri Linzi, semua anggota suku rubah seketika itu juga menyebar dan membentuk formasi segel perlindungan bagi suku nya, segel perlindungan kuno yang sangat sulit ditembus oleh para praktisi kuat yang berada di wilayah suku penguasa.
Putri Linzi kemudian membawa Shio Fang ke Aula pengobatan suku rubah, agar bisa mendapatkan perawatan di sana.
Linyosi yang berada di dalam Aula rubah begitu sangat terkejut saat merasakan jika formasi perlindungan suku rubah kini telah terbentuk, buru buru wanita cantik itu menanyakan kepada salah satu anggota Junior suku rubah mengenai peristiwa yang terjadi, sehingga segel formasi perlindungan dibuat untuk melindungi suku rubah.
"Nona muda Linyosi, pemuda yang dianggap mesum itu ternyata adalah tuan muda Shio Fang, dan saat ini Putri Linzi telah membawanya menuju ke aula pengobatan agar bisa mendapatkan perawatan selanjutnya," ucap anggota Junior suku rubah.
"Shio Fang..?" desis Linyosi
Tanpa pikir panjang Linyosi segera melesat cepat menuju ke Aula pengobatan suku rubah tanpa mengucapkan sepatah kata pun kepada anggota Junior nya, dan apa yang telah dilakukannya itu membuat anggota Junior suku rubah menjadi sangat kebingungan dibuatnya.
Linyosi pada akhirnya bertemu dengan putri Linzi di depan pintu kamar pengobatan Shio Fang, karena di dalam sana telah terdapat beberapa praktisi yang mencoba memberikan penanganan terbaik bagi kesembuhan Shio Fang.
Dengan mengatur napasnya kembali Linyosi kemudian bertanya. "Bagaimana keadaan Shio Fang sekarang?" tanyanya.
Putri Linzi kemudian menggeleng gelengkan kepalanya sampai akhirnya diapun berkata. "Aku belum juga mengetahui dengan pasti bagaimana keadaan tuan muda Shio Fang sekarang, yang jelas saat ini dia tengah di tangani oleh para Alkemis terbaik suku kita," jawab putri Linzi.
Bersambung.
__ADS_1