
Apa yang menjadi kegelisahan di hati Yunmei terbukti, 3 praktisi di ranah tingkat dewa kaisar telah berada di depan pintu masuk goa, tempat keberadaan Shio Fang dan Yunmei berada.
3 praktisi kuat dari sekte bintang jatuh mengeluarkan aura yang sangat kuat dari tubuhnya, kekuatan ranah dewa kaisar puncak seketika itu menggoyahkan roh jiwa Yunmei.
Shio Fang yang telah pulih dari luka dalam yang dideritanya, karena mengkonsumsi pil obat pemberian dari Yunmei saat dia tak sadarkan diri, langsung menjejakkan kakinya ketanah dengan kuat.
Energi murni dari kekuatan ranah surga yang ditopang dengan energi murni dari kekuatan benih jiwa teratai salju, dapat menghalau serangan Aura kuat dari ketiga tubuh praktisi tua yang ada di depan mulut gua, sehingga membuat Yunmei terbebas dari pengaruh aura kuat dari ke 3 praktisi itu.
Tiba tiba tetua Wu Chi berkata. "Aku tak menyangka akan menemukan kalian berdua di tempat ini, dan hari ini merupakan hari keberuntungan kami bertiga karena dapat memiliki pil legendaris yang baru saja kalian buat itu".
"Jika kalian ingin tetap hidup maka aku ingin kalian berdua memberikan Cincin ruang yang ada pada kalian berdua, jika tidak maka jangan salahkan orang tua ini jika menindas anak muda seperti kalian berdua," ucap tetua Wu Chi.
"Ha..ha..ha.., aku tak menyangka jika para praktisi kuat dari sekte bintang jatuh akan berlaku kejam dan menindas kepada kami berdua, Pil yang kubuat adalah pil kutukan salju yang merupakan pesanan putra mahkota untuk permaisuri, jika kau mengambilnya maka kau akan berurusan dengan putra mahkota kekaisaran," ucap Shio Fang kemudian memperlihatkan lencana emas putra mahkota.
Ketiganya saling bertatapan sesaat melihat lencana emas putra mahkota di tangan Shio Fang, namun ketika mereka bertiga telah melakukan perundingan, tak lama kemudian Tetua Wu Chi berkata.
"Walaupun kau miliki lencana dari putra mahkota, akan tetapi jika kami bertiga dapat membunuhmu di tempat ini bukankah berita ini tak akan tersebar kemana-mana, apalagi keberadaan kalian berdua jauh di pedalaman hutan seperti ini," ucap tetua Wu Chi dengan kilatan cahaya membunuh di matanya.
Shio Fang yang mengetahui jika tak ada pilihan baginya untuk berunding, dengan cepat memberikan isyarat pada Yunmei untuk segera pergi dari tempat itu setelah dirinya menghadapi ketiga praktisi dari sekte bintang jatuh.
"Pergilah secepatnya dari goa ini, aku akan menangani mereka bertiga," ucap Shio Fang dengan berjalan kearah Yunmei.
Perkataan Shio Fang itu membuat Yunmei merasa terlindungi, dia tak menyangka jika pemuda yang ada di dekatnya itu bisa berkata seperti itu kepadanya.
"Aku melihat keseriusan dalam perkataannya, dan tak mungkin aku membiarkan dia menanggung bahaya sendiri demi menyelamatkanku," batin Yunmei.
"Shio Fang ada baiknya kita menghadapi mereka bertiga secara bersama sama, seperti apapun hasil akhirnya tak ada salahnya kita mencoba nya," jawab Yunmei kemudian mengeluarkan pedang yang berada di dalam cincin ruangnya.
Shio Fang tersenyum melihat Yunmei, keangkuhan wajah dibalik cadar hitamnya kini telah pudar seiring masalah yang terjadi di antara mereka berdua, dalam menghadapi tiga praktisi kuat dari sekte bintang jatuh.
Shio Fang yang melihat Yunmei telah siap bertarung, seketika itu menyerang ke 3 praktisi kuat dari sekte bintang jatuh, sehingga pertarungan diantara meraka terjadi dengan sengit.
Goa yang menjadi tempat persembunyian Shio Fang dan Yunmei selama ini, telah hancur dan rata dengan tanah akibat pertarungan hebat diantara ke dua kubu yang saling bertarung.
Walaupun kalah dalam segi kekuatan, akan tetapi kegigihan dari keduanya mampu untuk mengimbangi setiap serangan yang dilancarkan oleh ketiga praktisi yang menjadi lawan tarungnya.
Shio Fang menggunakan tehnik penguasa angin untuk mengimbangi kecepatan tetua Wu Chi dan tetua Wu Hao yang tengah mengeroyoknya.
Sementara itu Yunmei kini bertahapan dengan ketua Wu Yang, yang saat ini terus memburunya dengan tinju dan serangan cakar mematikan kepadanya.
Di tempat lain tetua Wu Chi dan tetua Wu Hao begitu sangat terkejut dengan teknik yang digunakan oleh Shio Fang dalam menghadapinya, mereka berdua tak menyangka jika kekuatan di ranah surga mampu menghadapi mereka berdua sampai saat ini, dengan tanpa sedikitpun terlihat terdesak.
Mengetahui hal itu mereka berdua langsung menggunakan teknik formasi bintang, yang membuat pergerakan mereka berdua menjadi sangat cepat hingga menyisakan bayang-bayang di saat mereka berdua melakukan serangan kepada Shio Fang .
Formasi bintang yang diperagakan kedua praktisi dari sekte bintang jatuh, membuat Shio Fang mulai terdesak hebat, dan pada satu titik sebuah tendangan telak berhasil menghantam dada Shio Fang hingga membuatnya terjerembab ketanah.
Yunmei yang melihat keterpurukan Shio Fang tak bisa berbuat apa-apa, dikarenakan dirinya sendiri tengah terpuruk oleh serangan-serangan cepat yang dilakukan tetua Wu Yang padanya, jangankan untuk menyelamatkan Shio Fang untuk menahan gempuran dari ketua Wu Yang dia pun sudah sangat kewalahan.
__ADS_1
"Shio Fang kau tak bisa berbuat apa-apa lagi kepada kami berdua, saat ini lebih baik kau kau menerima kematian di tempat ini," ucap tetua Wu Chi dengan senyum kemenangan dari mulutnya.
Shio Fang tersenyum sambil menyeka darah yang melekat di sudut bibirnya, diapun bangkit berdiri kemudian mengeluarkan pedang pemecah surga dari dalam dantiannya.
Aura kuat yang keluar dari dalam bilah pedang membuat kedua praktisi kuat yang menjadi lawan tarungnya mundur 3 langkah ke belakang, senyum yang tersungging di bibir tertua Wo Chi seketika itu berubah menjadi keseriusan di wajahnya, karena mereka tahu jika pedang yang berada di tangan Shio Fang bisa saja merenggut nyawanya saat itu juga bila terkena tebasannya.
Cahaya ungu di mata Shio Fang seketika itu muncul, yang menandakan jika Shio Fang tengah menggunakan tehnik mata dewa untuk membantunya dalam pertarungan itu.
Shio Fang kembali menggunakan kekuatan penguasa angin untuk menyerang kedua praktisi kuat yang berada di hadapannya, serangan yang mengandung hawa dingin menusuk tulang dapat mengatasi formasi bintang yang di lancarkan kedua praktisi itu.
Melihat kekuatan Shio Fang yang semakin meningkat dengan adanya pedang kuat di genggaman tangannya, membuat tetua Wu Chi langsung berkata.
"Tak ada pilihan lain, kita harus menggunakan tehnik bintang pemusnah," ucapnya.
Setelah berkata seperti itu keduanya kemudian menyatukan kekuatan untuk membentuk segel bintang di hadapan mereka. Segel bintang yang mengandung kekuatan pemusnah seketika itu tercipta dan mengeluarkan cahaya panas yang sangat menindas, sehingga membuat pepohonan besar di sekitar tempat ini mengering dan terbakar.
Shio Fang begitu sangat terkejut karena udara di tempatnya berada kini memadat yang membuat pergerakannya sangat lambat, mengetahui jika udara yang memadat itu akibat kekuatan pemusnah yang dibentuk oleh dua praktisi hebat di hadapannya, Shio Fang lantas menyimpan kembali pedang pemecah surga dan menggantinya dengan kekuatan inti es lotus surga di tangan kirinya dan inti angin misterius di tangan kanan nya.
Shio Fang kemudian menyatukan kedua inti elemen yang berada di kedua tangannya, hingga tercipta teratai biru keemasan dengan petir kecil dan pusaran angin yang timbul di sekitarnya.
Teratai malapetaka surga telah tercipta dan melayang dengan berputar lembut diatas telapak tangan Shio Fang.
Aura dingin yang ditimbulkan benar-benar sangat menakutkan, sehingga butiran-butiran salju yang entah dari mana datangnya kini menyelimuti tempat itu.
Kedua praktisi dari sekte bintang jatuh kini mengarahkan segel bintang pemusnah, yang merupakan segel dengan elemen api yang sangat kuat kearah Shio Fang, yang membuat segel itu melesat dengan cepat kearah Shio Fang.
Melihat serangan kuat menuju kearahnya, Shio Fang seketika itu juga melepaskan teratai petaka surga kearah segel bintang yang menuju kearahnya.
Perlahan lahan muka kedua praktisi yang merupakan petinggi sekte bintang jatuh memucat, saat teratai petaka surga berhasil menghancurkan segel bintang pemusnah yang tercipta, sehingga menyebabkan keduanya terseret dan memuntahkan seteguk darah segar dari mulutnya.
Teratai petaka surga terus meluncur ke arah kedua praktisi itu, akan tetapi tiba-tiba sebuah gelombang panas yang sangat kuat menghalau teratai itu hingga menimbulkan ledakan memekakkan telinga di tempat itu.
Shio Fang terseret beberapa meter kebelakang, dan menatap sesosok laki-laki tua paruh baya yang mengeluarkan kobaran api di tubuhnya.
Sementara itu laki-laki tua yang baru saja datang begitu sangat terkejut saat melakukan pertukaran kekuatan, dengan teratai yang dilepaskan oleh Shio Fang.
"Siapa anak muda ini kekuatannya begitu sangat luar biasa, dia berhasil mengacaukan energi di dalam tubuhku setelah pertukaran energi terjadi," batin laki laki paruh baya itu.
"Wakil ketua Wu Xuyi...!" ucap tetua Wu Chi dan tetua Wu Hao dengan memberi hormat kepadanya.
Shio Fang yang mengetahui jika laki-laki paruh baya yang ada di hadapannya merupakan orang terkuat kedua yang dimiliki sekte bintang jatuh, segera menyeimbangkan tubuhnya kembali dan mengeluarkan kewaspadaan tingkat tinggi kepadanya.
Akan tetapi Sura pekikan Yunmei segera mengalihkan perhatiannya, dan melihat kearah wanita bercadar yang keadaannya saat ini sangat mengenaskan, dengan caping dan cadarnya yang telah terlepas dari wajahnya, yang memperlihatkan kecantikan tiada tara yang kini tergeletak di tanah dengan memuntahkan seteguk darah segar dari mulutnya.
Melihat tetua Wu Yang kembali menyerang ke arah Yunmei dengan cakar tangannya yang mengeluarkan aura mematikan, membuat Shio Fang segera melesat menuju ke arah tetua Wu Yang dengan kekuatan inti es lotus surga di tangan kanannya.
Tetua Wu Yang dapat merasakan kekuatan yang sangat kuat menuju ke arahnya, seketika itu penarik serangannya kearah Yunmei dan bersalto di udara untuk menghindari serangan yang menuju ke arahnya.
__ADS_1
Tapi sayang serangan inti es lotus surga yang berbentuk bunga teratai seketika itu memburunya, dan tak hayal lagi tubuhnya terhantam serangan kuat itu hingga tubuhnya membeku dan hancur menjadi serpihan-serpihan kecil es.
Kematian tetua Wu Yang tentu saja membuat tetua Wu Xuyi murka, diapun seketika itu menghilang dan tahu-tahu sudah berada di hadapan Shio Fang dan menghantamkan sebuah telapak tangan yang mengandung energi api mematikan ke dada Shio Fang dengan telak.
Karena tak menduga serangan mematikan itu, Shio Fang pada akhirnya terhempas ketanah dengan keras, dan beberapa kali memuntahkan darah segar dari mulutnya.
Shio Fang merasakan penglihatannya mulai gelap akibat serangan diam-diam dari tetua Wu Xuyi padanya.
Kitab kuno pengobatan surgawi yang ada di dalam tubuh Shio Fang dan benih jiwa teratai salju seketika itu memancarkan cahaya yang sangat pekat, yang mampu meredam kekacauan energi yang hampir meledak di tubuh Shio Fang, sehingga Shio Fang dapat selamat dari kematiannya.
Tiba tiba kabut darah memenuhi tempat itu yang membuat tetua Wu Xuyi perlahan membuat perlindungan terhadap dirinya dan kedua tetua yang tak jauh darinya.
Sesosok laki laki tua dengan seluruh rambut di tubuhnya telah memutih, kini telah berdiri di depan tetua Wu Xuyi.
Aura kuat seketika itu juga memancar dari tubuh laki-laki tua itu, yang membuat kedua tetua dari sekte bintang jatuh memetik kesakitan karena merasakan dadanya yang akan meledak saat itu juga.
Tetua Xuyi mengibaskan tangannya ke depan sehingga Aura kuat yang terpancar seketika itu juga menghilang, yang membuat kedua praktisi itu dapat bernapas dengan lega.
"Selama ini sekte darah tak pernah saling menyinggung dan bermusuhan dengan sekte bintang jatuh, jika kalian dari sekte bintang jatuh ingin bermusuhan dengan sekte darah maka hal itu akan kalian dapatkan," ucap laki laki tua yang ada di hadapannya.
"Tetua Yunmoya, kurasa ini semua kesalahpahaman. Jika dilihat dari siapa yang dirugikan maka sekte bintang jatuh yang telah dirugikan. Kami tidak menginginkan berurusan dengan sekte darah, yang kami inginkan adalah pemuda itu yang telah membunuh salah seorang tetua sekte bintang jatuh di tempat ini, dan kuharap tetua Yunmoya dapat memberikan muka kepadaku dengan memberikan pemuda itu," ucap tetua Wu Xuyi.
"Kau tak akan pernah mendapatkan pemuda ini..!!, Kakek mereka telah membunuh anggota sekte darah yang telah mengawalku, dan juga telah melukaiku, aku ingin kau segera menghabisinya!!" pekik Yunmei dengan berdiri sambil mengacungkan pedangnya ke arah tetua Wu Xuyi.
Tetua Wu Xuyi yang tak ingin bermasalah dengan sekte darah karena mengetahui jika di sekte darah memiliki praktisi yang telah menembus kekuatan semesta, apalagi melihat kedua tetua yang bersamanya tengah teluka parah membuatnya langsung berkata.
"Kami anggap permasalahan ini impas karena kedua belah pihak sama-sama telah dirugikan, dan kuharap tertua Yunmoya tak mempermasalahkan masalah ini lagi di masa depan," ucap tetua Wu Xuyi.
Tanpa menunggu perkataan dari tetua Yunmoya, tetua Wu Xuyi segera mengibaskan tangannya maka terbentuklah sebuah gerbang berupa terowongan hitam yang berada di dekatnya.
Tetua Wu Xuyi segera masuk ke dalam terowongan itu, dan menarik kedua tetua dengan kekuatan daya hisap yang tinggi, sehingga ke dua tetua itu ikut masuk ke dalam terowongan dan pada akhirnya terowongan itu pun menghilang bersama ketiga tetua dari sekte bintang jatuh.
"Kakek..., aku minta kau memeriksa keadaan Shio Fang, mengingat serangan yang mengenai tubuhnya begitu sangat mematikan," ucap Yunmei.
Tetua Yunmoya yang merupakan alkamis terkuat yang di miliki sekte darah, sekaligus guru Yunmei, segera memeriksa keadaan Shio Fang dengan kekuatan spiritual yang di milikinya.
Tetua Yunmoya begitu sangat terkejut melihat energi murni yang sangat padat di tubuh Shio Fang, yang mampu memulihkan dirinya sendiri membuatnya beranggapan jika pemuda itu akan menjadi orang hebat di masa depan, dengan seluruh potensi yang sangat luar biasa di dirinya.
"Keadaanya tak begitu mengkhawatirkan, luka di dalam tubuhnya tak separah seperti yang kau bayangkan karena dia akan pulih setelah beristirahat".
"Ada baiknya kita segera kembali ke sekte darah, karena ayah dan ibu saat ini tengah mengkhwatirkan mu," ucap tetua Yunmoya.
"Aku akan kembali jika Shio Fang ikut bersama kita. Aku tak ingin orang yang telah menyelamatkan nyawaku mati dimakan binatang buas di dalam hutan ini, setelah kita berdua meninggalkan nya," ucap Yunmei.
Terlihat tetua Yunmoya menarik nafas berat sebelum mengiyakan perkataan dari muridnya itu.
Tetua Yunmoya segera mengibaskan tangannya maka terbentuklah sebuah gerbang yang berupa lorong hitam yang menuju ke sekte darah.
__ADS_1
Tetua Yunmoya muraih tubuh Shio Fang dan membawanya masuk ke dalam terowongan hitam bersama dengan Yunmei, sampai pada akhirnya portal itu menghilang bersama ketiganya.
Bersambung.