
Shio Fang sesaat menatap ketiga penatua yang ada di hadapannya, kemudian bergumam. "Ranah semesta bintang satu ya.., Aku rasa jika seluruh Klan Anggrek Salju bersama sama menyerangku, maka aku pastikan mereka semua pasti akan binasa, sungguh keberuntungan bagi mereka semua karena Klan Anggrek Salju merupakan Klan cabang dari Klan Naga Salju ku, jika tidak aku pasti telah membinasakan mereka semua karena telah berani menyinggung dan merendahkan ku secara terang terangan".
Shio Fang berjalan ke depan kemudian berkata. "Apakah Klan Anggrek Salju memiliki etika serendah ini pada seorang tamu yang datang berkunjung?, Aku sengaja datang ke Klan Anggrek Salju untuk melihat keadaan Ketua Klan yang terluka, dan aku berharap bisa menyembuhkannya," ucap Shio Fang.
Ketiga Penatua kemudian saling bertatapan satu dengan yang lainnya setelah mendengar pengakuan dari Shio Fang, namun di dalam hati ketiganya sangat sanksi jika pemuda itu mampu menyembuhkan Ketua Klan, mengingat usianya begitu sangatlah muda, sehingga seorang Penatua kemudian berkata.
"Aku tak ingin kau mengatakan lelucon itu kepada kami di sini, karena tak sedikitpun dari kami yang dapat mempercayai perkataan mu. Anak muda Aku ingin kau segera pergi dari tempat ini karena kami telah muak akan keberadaanmu dan juga kebohongan yang kau katakan, jika tidak maka jangan salahkan kami jika kau akan diusir dengan kasar dari tempat ini," ucap Penatua Qiancang, yang juga merupakan sosok pelindung utama Klan Anggrek Salju.
Di saat ketegangan terjadi di tempat itu, tiba-tiba sosok laki-laki tua berjalan di udara hingga dia turun kebawah tanpa sedikitpun suara jejak kaki terdengar di tanah saat dia mendarat.
Laki laki tua itu bernama Qiandi yang merupakan wakil ketua Klan Anggrek Salju.
Melihat laki laki tua itu, Qianzizu yang tadinya diam segera berlari ke arahnya, Qianzizu kemudian mengadu kepada laki-laki tua itu mengenai apa yang telah terjadi, dan tentu saja Tetua Qiandi mendengarkan pengaduan Qianzizu dengan bijak.
Tetua Qiandi kemudian menuju ke arah ketiga Penatua kemudian berkata. "Tak bijak jika kita mengabaikan seorang tamu yang datang berkunjung ke Klan Anggrek Salju, Paling tidak kita beritikad baik dengan menyuruh nya masuk untuk sekedar beristirahat melepas lelah karena perjalanan jauh," ucapnya.
"Tetua Qiandi untuk apa kita membuang-buang waktu dengan kebohongannya, karena kebohongannya itu telah disaksikan oleh ketiga Penatua Klan, jika dia memang memiliki kemampuan dapatkah aku mengujinya secara langsung," ucap Qiansan dengan tatapan meremehkan ke arah Shio Fang.
Tetua Qiandi menggelengkan kepalanya, karena dia tak ingin reputasi Klan Anggrek salju akan hancur jika orang luar tau, Klan Anggrek Salju tak menghormati tamu yang datang berkunjung.
Shio Fang yang tadinya diam kemudian berkata. "Jika Tuan muda Qiansan ingin menguji kemampuan ku, maka aku akan menerimanya dengan senang hati," ucap Shio Fang dengan ketenangannya.
"Dia tak menolak ajakan ku, dan kuharap Tetua Qiandi dapat mengizinkan aku mengujinya," ucap Qiansan.
__ADS_1
Tetua Qiandi hanya dapat menghembuskan nafasnya dengan berat, tak lama kemudian dia pun menatap ke arah Shio Fang kemudian berkata.
"Baiklah jika kalian berdua telah sepakat, dan aku minta jika terjadi hal buruk kepadamu maka aku tak ingin kau bercerita untuk menghancurkan reputasi Klan Anggrek Salju di luar sana, dengan mengatakan jika Klan Anggrek Salju tak menghargai tamu yang datang berkunjung," ucapnya.
Shio Fang yang tadinya menganggap jika tetua Qiandi merupakan orang yang dapat melakukan pembelaan kepada dirinya, kini berubah setelah mendengar perkataan sang Tetua yang juga meremehkannya, hal itu membuat Shio Fang kemudian berkata.
"Tetua jangan khwatir, Qiansan yang merupakan jenius Klan ini bukanlah orang yang sepadan untuk bertarung denganku, walaupun dia dibantu dengan ketiga penatua yang ada di hadapanku ini mereka semua bukanlah lawan yang sepadan dengan," ucap Shio Fang yang telah mulai kesal karena selalu diremehkan oleh mereka semua.
Wajah ketiga Penatua mulai berubah, tampak tatapan membunuh dari kilatan matanya setelah mendengar perkataan dari Shio Fang.
Melihat hal itu, tetua Qiandi kemudian berkata kepada ketiga Penatua. "Biarkan yang muda yang menyelesaikan permasalahan ini, kita cukup menonton pertarungan mereka berdua karena aku yakin Qiansan akan mampu mengalahkannya, dan melenyapkan semua kearoganan pemuda itu," ucapnya.
Ketiga Penatua pada akhirnya tenang kembali setelah mendengar perkataan dari tetua Qiandi, dan pada akhirnya mereka semua menuju ke arena pertarungan yang berada di tengah tengah Klan Anggrek Salju.
"Kau tak usah khwatir, aku tau batasanku sehingga menantang ketiga penatua secara tak langsung," jawab Shio Fang dengan senyuman yang keluar dari sudut bibirnya.
Pada akhirnya kedua petarung saat ini telah berada di arena pertarungan, Shio Fang dan Qiansan kini saling berhadapan satu dengan yang lain dengan jarak tertentu.
Para penonton yang akan menyaksikan pertarungan itu, yang keseluruhan merupakan anggota Klan Anggrek Salju bersorak sorai memberi dukungan kepada Qiansan, karena mereka semua berkeyakinan jika jenius dari Klannya akan mengalahkan Shio Fang di atas arena pertarungan.
Qiansan yang sedari awal telah tak suka dengan keberadaan Shio Fang di sisi Qianzizu, karen diam diam pemuda itu telah menyukai Qianzizu, langsung menyerang Shio Fang dengan serangan terkuat dan mematikan yang dimilikinya.
Qiansan berkelebat cepat yang menyisakan bayang bayang, dan sedetik kemudian Qiansan menghantamkan tinju meteor salju yang dimilikinya dengan seluruh kekuatan ranah Dewa Emperor puncak yang dimilikinya.
__ADS_1
Shio Fang sama sekali tak bergeming dari tempatnya berada saat tinju meteor salju milik Qiansan telah berada dekat dengannya, dan sedetik kemudian Shio Fang mengangkat tangannya dan menangkap tinju meteor salju milik Qiansan, hingga ledakan terjadi di tempat itu yang membuat debu tebal seketika itu menutupi arena pertarungan.
Semua penonton yang menyaksikan pertarungan yang terjadi semakin bersorak sorai, mereka berkeyakinan jika saat ini pemuda yang menjadi lawan tarung Qiansan telah terluka parah di dalam debu yang menutupi arena pertarungan.
Dan kekecewaan seketika itu melanda para penonton yang menyaksikan pertarungan, karena setelah debu tebal menghilang Qiansan kini telah membeku menjadi patung es 7 warna di atas arena pertarungan.
Ketiga Penatua segera berdiri dari duduknya melihat hal itu, dan sedetik kemudian mereka bertiga melesat ke atas arena pertarungan untuk menyelamatkan Qiansan, karena mereka takut Shio Fang akan melakukan serangan kepada Qiansan yang akan membuat tubuh Qiansan hancur menjadi serpihan serpihan kecil es.
Mendapati ke tiga Penatua di atas arena pertarungan tak membuat Shio Fang gentar, Shio Fang tetap tenang melihat keberadaan ketiga Penatua yang menatap dengan tatapan membunuh kearahnya.
Di tempat lain tampak wajah Tetua Qiandi memucat, karena dia tau teknik yang digunakan oleh Shio Fang dalam membuat Qiansan membeku menjadi patung es 7 warna, merupakan teknik rahasia dari Klan Naga Salju yang sangat sempurna di gunakannya, tehnik yang hanya dimiliki oleh keturunan pendiri Klan Naga Salju yang di wariskan dari generasi ke generasi.
"Itu..., itu..., merupakan tehnik es surgawi 7 warna yang hanya dimiliki oleh garis keturunan ketua Klan Naga Salju di masa lalu, Anak muda itu pastilah generasi terakhir dari keturunan Klan Naga Salju," batin Tetua Qiandi.
Tetua Qiandi kemudian melesat masuk ke arena pertarungan, di hadapan Shio Fang diapun lalu menangkupkan tangan memberi hormat kepadanya.
"Maafkan kami semua yang tak mengetahui keberadaan tuan muda di Klan Anggrek Salju, dan kuharap tuan muda tak mengambil hati dengan semua kejadian ini," ucap Tetua Qiandi.
Ketiga Penatua begitu merasa heran dengan tindakan yang dilakukan tetua Qiandi, namun mereka bertiga tak bisa melakukan tindakan setelah suara tetua Qiandi berkata.
"Jika ada dari kalian yang ingin melakukan tindakan kepada tuan muda Shio Fang, maka kalian semua akan berhadapan langsung denganku," ucap tetua Qiandi dengan mengeluarkan aura yang sangat menindas dari dalam tubuhnya.
Bersambung
__ADS_1
"