
Shio Fan Yin menghadap sang ayah yang saat ini berada di ruangan pribadinya. "Ayah..., Aku tak akan melanjutkan lagi kompetisi yang telah berlangsung saat ini, bagiku gelar juara tak ada apa-apanya dibandingkan rasa sakit hatiku saat melihat ayah dan ibu bertengkar hingga membuat Ibu pergi meninggalkan istana, karena aku memiliki alasan untuk membalaskan semua rasa sakit yang kurasakan saat melihat Ibuku menangis," ucap Shio Fan Yin.
Shio Fang penarik nafas dalam dalam, dia tak menyangka jika Shio Fan Yin mendengar dan melihat semua pertengkarannya sewaktu berada di perbukitan belakang istana dengan Dewi Yinzi, dan tentu saja hal itu membuat Shio Fang merasa sangat bersalah pada putranya.
"Maafkan Ayah, semua yang terjadi merupakan sesuatu hal yang tak bisa diperbaiki kembali, bagi ayah sebuah penghianatan yang dilakukan oleh ibu mu telah membuat ayah merasa sakit yang bahkan lebih sakit dari tusukan sebuah pedang, Aku menyayangi ibu dengan setulus hati hingga dapat memiliki dirimu, Ayah hanya merasa kecewa dengan semua yang telah dilakukan oleh ibumu yang benar-benar tega menghianati cinta Ayah. Fan"er kau tak usah mengkhawatirkan ibumu karena dia akan baik-baik saja".
"Fan'er mengapa saat ini kau memutuskan untuk tak mengikuti babak semifinal dalam kompetisi besar di kekaisaran Phoenix, sementara kau telah memasuki akhir penentu siapa yang akan menjadi juara di dalam turnamen beladiri bergengsi itu?" tanya Shio Fang.
"Aku ingin berlatih untuk meningkatkan kekuatan ku selama beberapa tahun kedepan, karena banyak hal yang harus kulakukan di masa depan setelah aku menjadi kuat. Ayah...., Aku telah dewasa dan dapat mengambil keputusanku sendiri maka ada baiknya Ayah mendukung apa yang ingin aku lakukan," jawab Shio Fan Yin.
Shio Fang kembali menarik nafas dalam-dalam kemudian berkata. "Ayah akan mendukung semua langkah terbaik yang akan kau lakukan, karena Ayah sangat yakin semua yang ingin kau lakukan saat ini merupakan sesuatu yang terbaik bagi mu".
"Fan'er Ayah memberikan kepercayaan kepadamu sebagai pemuda yang akan mencari jati diri sebagai seorang praktisi hebat di masa depan, dan Ayah tak ingin kau salah melangkah hanya untuk membalas dendam, yang akan membuat Citra dirimu dan istana phoenix akan buruk di mata masyarakat luas".
"Fan'er kau adalah putra mahkota calon pewaris tunggal istana phoenix, yang akan menggantikan kedudukanku sebagai Kaisar istana phoenix di masa depan, jadi berhati-hatilah dalam melangkah dan tunjukkanlah pada dunia jika kau memang mampu untuk menjadi seorang pemimpin dan praktisi hebat di masa depan," ucap Shio Fang sambil menepuk lembut pundak Shio Fan Yin.
"Ayah tak usah meragukan ku, dan terima kasih atas kepercayaan yang Ayah telah berikan," ucap Shio Fan Yin mengakhiri percakapan dengan yang ayah di hari itu.
__ADS_1
Setelah selesai berbicara dengan sang ayah, Shio Fan Yin pergi menuju ke barak Sekte Es Abadi untuk mencari Xin Xin, namun di sana Shio Fan Yin tak menemukan keberadaan Xin Xin yang membuat Shio Fan Yin memutuskan untuk mencari Xin Xin di bukit belakang istana.
Di bukit belakang istana Shio Fan Yin kemudian naik ke atas dahan pohon raksasa dan duduk di sana. Shio Fan Yin kemudian mengeluarkan seruling dari dalam cincin ruangnya dan mulai memainkan seruling tersebut hingga mengeluarkan suara merdu yang mendayu dayu.
Suara seruling itu pada akhirnya sampai ke telinga Xin Xin yang membuatnya langsung berkata. "Shio Fan Yin pada akhirnya kau muncul juga," ucap Xin Xin dengan wajah yang seketika itu juga terlihat menjadi ceria.
Xin Xin kemudian melesat ke arah sumber suara, dan mendapati sosok pemuda tampan tengah memainkan seruling di atas sebuah dahan pohon besar.
Shio Fan Yin yang melihat kehadiran Xin Xin di tempat itu segera menghentikan permainan serulingnya, sambil tersenyum dia pun segera turun dari atas dahan pohon besar menuju ke arah Xin Xin.
"Hai..., bagai mana kabarmu?" tanya Shio Fan Yin.
"Mengapa kau harus berkata seperti itu, aku tak mungkin menghindari seorang wanita yang telah memberi warna di hatiku di hari-hari belakangan ini, aku tak menemuimu karena ada hal penting yang tengah kulakukan dengan ayahku".
"Xin'er ada baiknya aku tak berbohong lagi dengan hatiku bahwa aku sebenarnya menyukai mu, dan aku berharap perasaanku ini tak bertepuk sebelah tangan ke padamu karena jika itu terjadi maka aku pasti akan terluka dan bersedih" ucap Shio Fan Yin.
Xin Xin begitu sangat terkejut mendengar perkataan Shio Fan Yin yang secara terang-terangan telah mengutarakan rasa cintanya, dan hal itu langsung membuat wajah Xin Xin memerah hingga sulit untuk berkata apa-apa.
__ADS_1
Xin Xin sebenarnya begitu sangat senang mendengar Shio Fan Yin mengutarakan perasaannya, karena memang hal itu telah lama ditunggu oleh Xin Xin yang juga diam diam telah mencintai Shio Fan Yin.
Namun saat ini entah mengapa lidah Xin Xin terasa kelu untuk berbicara, hingga membuatnya hanya bisa terdiam dan menundukkan kepala menahan rasa malu di dalam hatinya.
Melihat reaksi Xin Xin dengan perkataannya membuat Shio Fan Yin merasa gelisah, apakah dirinya terlalu cepat mengutarakan rasa cinta itu hingga keadaan menjadi tak karuan seperti ini.
"Jika Xin Xin menolak ku maka rencana awal yang telah kubuat akan menjadi sia sia, ini buruk ...., aku harus secepatnya merubah situasi agar tak menjadi kaku seperti saat ini," batin Shio Fan Yin.
Shio Fan Yin kemudian tersenyum dan dengan tawa kecilnya dia pun berkata. "Kau tak usah memikirkan perkataanku barusan, anggap saja semua yang ku katakan tadi merupakan angin lalu, ada baiknya kita tetap menjalin ikatan sebagai seorang teman," ucapnya.
Xin Xin pada akhirnya memberanikan diri menatap kedua mata Shio Fan Yin dengan tatapan yang sulit diartikan, sedetik kemudian Xin Xin kemudian berkata. "Aku menerimamu sebagai kekasihku," ucap nya.
Giliran Shio Fan Yin yang terkejut mendengar perkataan dari Xin Xin, dia tak menyangka jika wanita cantik yang ada di hadapannya telah menerima cintanya.
"Wanita memang sangat sulit untuk ditebak apa yang ada di dalam hatinya, aku menyangka jika Xin Xin akan menolakku dalam diamnya, namun ternyata dia malah menerima cintaku dan hal ini merupakan suatu keberuntungan bagiku," batin Shio Fan Yin.
Setelah berkata seperti itu, Shio Fan Yin kemudian berjalan ke arah Xin Xin dan langsung memeluknya. Tak menunggu lama Xin Xin pada akhirnya membalas pelukan Shio Fan Yin.
__ADS_1
Shio Fan Yin menarik nafas dalam-dalam kemudian berkata. "Maafkan aku karena harus melibatkan dirimu dalam pembalasan dendamku kepada ayahmu, dan jika suatu hari nanti kau mengetahui semua ini maka Aku akan pergi dari kehidupan mu untuk selamanya," batin Shio Fan Yin.
Bersambung