
Di istana cahaya api, komandan menghadap kaisar api dengan membawa Shio Fan Yin beserta Go Yuan, dan setelah kaisar api mengetahui jika kedua tamu itu merupakan pangeran dari istana phoenix, tentu saja membuat sang kaisar memperlakukan kedua tamunya sebagai tamu kehormatan.
"Apa gerangan apa yang membawa kedua pangeran untuk singgah di istana kecilku ini?" tanya kaisar api.
"Kami sengaja datang ke wilayah kekaisaran cahaya api untuk menemui yang mulia, dengan maksud meminta izin untuk melakukan perburuan di wilayah hutan terlarang, dan aku sangat berharap yang mulia dapat mengizinkannya," jawab Shio Fan Yin.
"Mengenai hutan terlarang itu telah lama tak terjamah tangan manusia, dan di sana terdapat makam para dewa yang masih saja mengeluarkan aura misterius yang sangat menindas, keangkerannya benar-benar terlihat setelah kita beberapa langkah memasuki hutan tersebut".
Pangeran..., Bukan aku tak ingin mengizinkan kalian untuk berburu di sana, namun bahaya akan keselamatan kedua pangeran sangat dipertaruhkan jika berada di dalam hutan larangan. Aku tak ingin kedua pangeran celaka hingga menimbulkan masalah bagi kekaisaran ku, keberadaan pangeran yang mendapatkan marabahaya di wilayah kekaisaran ku pastinya akan membuat murka Kaisar istana phoenix dan ratu Yinzi, yang akan membuat istana api akan dalam musibah besar jika kalian berdua benar-benar terluka bahkan menemui kematian, sehingga aku tak mengizinkan kedua pangeran untuk berada di hutan makam para dewa," ucap kaisar api.
Terlihat kesedihan di wajah Shio Fan Yin mengetahui Kaisar api tak memperbolehkannya untuk masuk ke dalam hutan makam para dewa, yang membuat Shio Fan Yin merasa jika perjalanannya selama ini telah menjadi ke sia siaan belaka.
Go Yuan yang tak ingin keadaan ini menambah kesedihan Adik angkatnya itu, seketika itu juga berkata.
"Yang mulia jika terjadi masalah besar terhadap kami berdua saat berada di hutan makam para dewa, maka kami sendiri yang akan menanggungnya, namun jika yang mulia masih tetap bersikeras untuk melarang kami memasuki hutan makam para dewa maka kami terpaksa harus memaksa," ucap Go Yuan.
Kaisar api yang tadinya begitu hangat menghadapi kedua pangeran, tiba-tiba saja menghantamkan tangannya ke atas meja hingga meja itu pun hancur berkeping-keping bersama beberapa kudapan yang ada di atasnya, sebagai cemilan bagi kedua pangeran.
'Walaupun kalian berdua merupakan pangeran dari istana phoenix, namun kalian jangan pernah lancang di istanaku ini karena istana ku ini memiliki aturannya sendiri. Jika kalian bersikeras memaksakan kehendak maka jangan salahkan kan aku jika kalian berdua akan aku tangkap," ucap kaisar api.
__ADS_1
Shio Fan Yin yang mendengar hal itu seketika itu juga berkata. "Cobalah jika yang mulia Kaisar api ingin bermain-main dengan pangeran Shio Fan Yin ini," ucapnya.
Pangeran Shio Fan Yin kemudian mengeluarkan belati dari dalam cincin ruangnya, sedetik kemudian menempelkan belati itu ke lehernya sendiri.
Shio Fan Yin kemudian perlihatkan sebuah kristal permata biru di genggaman tangan kirinya sambil berkata. "Aku merupakan satu satunya pangeran yang tak memiliki dantian untuk berkultivasi, sehingga ayah dan ibuku lebih menyayangiku ketimbang putra dan putri nya yang lain".
"Jika aku melukai diriku sendiri di istana ini kemudian menghancurkan batu kristal di tanganku ini, maka dalam sekejap Ayah dan ibuku akan sampai ke tempat ini untuk mencari keberadaanku, dan kupastikan jika keadaanku terluka di istanamu ini maka istana api yang kau banggakan ini akan segera musnah," ucap Shio Fan Yin sambil menekan belati di lehernya hingga darah segar pun seketika itu juga keluar dari sayatan belati.
Kaisar api yang tadinya dibuat kesal oleh kedua pangeran sehingga memancing amarahnya, saat ini mulai panik saat melihat pangeran Shio Fan Yin mulai menekan belati di leher nya hingga darah segar keluar dari luka yang tercipta.
Kepanikan pun dirasakan oleh Go Yuan melihat kenekatan yang dilakukan oleh Shio Fan Yin, yang membuat Go Yuan mencabut pedangnya dan mengarahkannya ke arah Kaisar api.
Kaisar api pada akhirnya hanya bisa menghembuskan nafas berat dari mulutnya, sedetik kemudian dia pun berkata. "Aku tak tau apakah langkah yang kulakukan ini benar atau salah karena mengizinkan kalian berdua masuk ke dalam hutan makam para dewa, aku hanya berharap kalian berdua dapat kembali pulang dengan selamat setelah melakukan perburuan di sana," ucap kaisar api.
Kaisar api kemudian berjalan pergi dari ruangan itu, namun sebelum kepergiannya Kaisar api menaruh sebuah lencana giok di atas kursi yang merupakan tanda jika sang Kaisar mengizinkan mereka berdua untuk masuk ke dalam hutan terlarang makam para dewa.
Shio Fan Yin pada akhirnya dapat merasa lega karena sang Kaisar telah memberikan izin kepada mereka berdua untuk memasuki hutan terlarang istana cahaya api.
Setelah mendapatkan izin resmi dari Kaisar api, Shio Fan Yin dan Go Yuan hari itu juga langsung menuju ke hutan makam para dewa. Ternyata di area hutan makam para dewa banyak sekali prajurit yang menjaganya, dengan mendirikan barak di sepanjang kawasan masuk hutan makam para dewa.
__ADS_1
Seorang komandan prajurit datang ke arah kedua pangeran, untuk melarang kedua pangeran masuk ke dalam hutan makam para dewa yang dijaganya, namun setelah melihat lencana giok dari Kaisar api, sang komandan tak bisa berbuat apa-apa yang ada sang komandan mempersilahkan kedua Pangeran untuk memasuki hutan makam para dewa.
Shio Fan Yin dan Go Yuan segera masuk ke dalam hutan setelah komandan prajurit mempersilahkan mereka berdua untuk memasuki hutan makam para dewa. Setelah kedua pangeran masuk ke dalam hutan larangan, komandan prajurit hanya dapat menggelengkan kepalanya.
"Apakah tak ada tempat bagi kedua Pangeran untuk melakukan perburuan yang lebih aman selain di hutan makam para dewa, sesungguhnya mereka berdua tak mengetahui jika bahaya besar telah menunggu mereka berdua di dalam sana," ucap komandan prajurit penjaga hutan larangan.
Sementara itu kedua pangeran yang telah masuk ke dalam hutan makam para dewa, dapat merasakan Aura mistis yang sangat mengerikan, Aura misterius yang dapat menggetarkan hati mereka berdua akan ancaman mara bahaya di dalam hutan itu.
"Adik..., kau jangan jauh-jauh dariku karena di dalam hutan ini aku merasakan bahaya yang sangat besar, yang entah dari mana datangnya," ucap Go Yuan.
Shio Fan Yin hanya bisa menganggukan kepalanya kemudian mengambil jarak lebih dekat dengan Go Yuan.
Tiba tiba Shio Fan Yin merasakan kalung giok yang berada di lehernya yang merupakan hadiah dari sang ayah mulai bergetar, hal itu tentu saja membuat Shio Fan Yin merasa heran mengapa tiba-tiba saja kalung giok pemberian dari sang ayah bereaksi saat dirinya memasuki hutan larangan makan para dewa.
"Ada apa adik..., aku melihatmu seperti tengah memikirkan sesuatu yang sangat berat," ucap Go Yuan.
"Tak ada apa-apa kak, aku hanya merasakan adanya sesuatu yang sangat mengerikan, yang saat ini tengah mengawasi kita berdua," ucap Shio Fan Yin yang berusaha menyembunyikan getaran aneh dari dalam batu giok pemberian sang ayah.
Bersambung
__ADS_1