
Shio Fang baru menyadari jika Menejer Ling Quan merupakan sahabat Yunmei, dan saat ini mereka berdua berniat untuk membantu Shio Fang dalam mewujudkan pembentukan fraksi menara giok.
Menejer Ling Quan akan menggunakan pengaruhnya untuk mencari anggota baru bagi menara giok, agar menara giok dapat berkembang lebih baik lagi di masa depan.
Penatua Yunhong melangkah kearah Shio Fang dan Yunmei, penatua itu mengungkapkan keinginannya untuk kembali ke sekte darah, karena dia berfikir jika pembentukan apapun mengenai fraksi menara giok, cukup di lakukan bagi kalangan muda saja.
Setelah kepergian penatua Yunhong, Yunmei, Shio Fang dan Menejer Ling Quan segera duduk bersama untuk membahas mengenai fraksi menara giok.
Dalam pembahasan itu, Shio Fang meminta kepada Menejer Ling Quan untuk membantunya dalam pembangunan menara giok. Shio Fang lantas memberikan seketsa gambar yang di inginkannya dan 10 juta koin emas untuk mewujudkan bangunan di dalam fraksi menara giok.
"Jika koin emas itu masih kurang manajer Ling Quan bisa menghubungiku kembali, untuk penambahan kekurangan koin emas," ucap Shio Fang.
"Koin emas itu sudah sangat cukup dan bahkan sudah sangat lebih, jika hanya untuk pembangunan sesuai dengan gambar yang kau berikan padaku," jawab Menejer Ling Quan.
"Aku serahkan semuanya kepada Menejer Ling Quan, dan Jika pembangunan itu telah selesai maka aku ingin Menejer Ling Quan segera memberitahukannya kepadaku, agar aku dapat segera mencari murid-murid berbakat untuk menjadi anggota di menara giok.
Setelah berkata seperti itu, Shio Fang segera pamit kepada Menejer Ling Quan, untuk meninggalkan tempat itu.
Setelah berpamitan Shio Fang dan Yunmei berjalan beriringan, dan di saat itu Yunmei mengatakan sesuatu pada Shio Fang.
"Kemana saat ini tujuanmu Shio Fang?" tanya Yunmei.
"Sekte darah surgawi, Aku sengaja ke sana karena ingin menepati janjiku kepada penatua Yunhong," ucap Shio Fang.
Terlihat senyum keceriaan di wajah Yunmei mendengar perkataan Shio Fang, tak lama kemudian Yunmei kembali berkata.
"Bagaimana jika aku pergi bersamamu kesana, tak mungkin kau tega melihat seorang wanita berpergian sendirian bukan?" tanya Yunmei sambil melirik kearah Shio Fang.
Shio Fang terdiam sesaat, di dalam pikirannya saat ini dia tak ingin jika Yunmei ikut bersamanya.
"Aku tak mungkin membahayakan Yunmei dengan ikut bersamaku, saat ini sekte bintang jatuh dan sekte awan surgawi pasti tengah mencariku, jika Yunmei bersamaku dia pasti akan terlibat dalam masalah," gumam Shio Fang dalam hati.
Menyikapi itu semua, Shio Fang kemudian memikirkan cara untuk membuat Yunmei tak mengikutinya ke sekte darah.
Setelah mendapatkan ide brilian, akhirnya Shio Fang berkata.
"Kau boleh ikut bersamaku asalkan kau melepaskan caping dan cadarmu, karena aku tak ingin berjalan dengan seorang wanita yang terlihat sangat misterius," ucap Shio Fang tiba tiba.
Perkataan Shio Fang tentu saja membuat Yunmei seketika itu terkejut, namun buru buru wanita muda itu menghilangkan rasa keterkejutannya kemudian berkata.
"Caping dan cadar ini kurasa sudah tak berguna lagi bagiku, karena dulu aku pernah berjanji pada diriku sendiri, jika ada seorang pemuda yang menginginkan cadar dan caping ini ku lepaskan, maka pemuda itu harus bertanggung jawab menjagaku karena kecantikan yang kumiliki," ucap Yunmei dengan kembali menatap kearah Shio Fang sambil melemparkan cadar dan capingnya ketanah.
"Ohok..Ohok...!!" Shio Fang terbatuk batuk mendengar perkataan Yunmei, dia tak menyangka jika perkataannya kepada Yunmei menjadikan masalah baru baginya, dan tentunya hal itu membuat Shio Fang menjadi sangat gelisah.
Ingin sekali Shio Fang menyuruh Yunmei untuk memakai caping dan cadarnya kembali, akan tetapi hal itu tak akan mungkin terjadi mengingat Shio Fang tak ingin di katakan sebagai seorang laki laki pengecut yang menjilat ludahnya sendiri.
Sementara itu, Yunmei terlihat tertawa kecil saat melihat kegelisahan di hati Shio Fang, dia berhasil membuat pemuda itu terjebak dengan perkataannya sendiri.
"Aku tau kau melakukan ini karena kau menginginkan aku tak ikut bersamamu, akan tetapi perkataanmu itu terkesan memaksakan diri. Shio Fang kau lupa jika aku merupakan murid jenius di sekteku dan kecerdasanku di atas rata rata murid murid sekte darah surgawi, dan alasanmu untuk tak mengajakku bersamamu sangatlah tak masuk akal," gumam Yunmei dalam hati.
Shio Fang menarik napas dalam dalam, dan mulai menenangkan kegelisahan di dalam hatinya.
"Apa boleh buat, aku ingin melihat seperti apa pernyataan yang kau katakan padaku," batin Shio Fang.
__ADS_1
"Sepertinya kita harus pergi sekarang mumpung hari masih Siang," ucap Shio Fang kemudian meraih tangan Yunmei.
Perlakuan Shio Fang sontak saja membuat Yunmei sangat terkejut. Wajahnya memerah dan hatinya seketika itu juga bergejolak dengan hebat.
Dengan perasaan campur aduk, Yunmei akhirnya mengikuti Shio Fang dengan berjalan di sisinya.
Setelah keluar beberapa meter dari menara tahta, tiba tiba mereka berdua di kejutkan dengan beberapa praktisi ahli tengah mengepungnya.
Tampak ketua sekte dan beberapa tetua sekte bintang jatuh kini berada di depannya, begitu pun dengan tuan muda Liuren dan beberapa tetua sekte awan surgawi yang ikut mengurung Shio Fang dengan wajah penuh kebencian.
"Aku ingin lihat siapa yang akan menyelamatkanmu hari ini Shio Fang, setelah kau membunuh tetua sekte bintang jatuh," ucap ketua sekte bintang jatuh sambil mengeluarkan aura yang sangat menindas dari tubuhnya.
Aura kuat dewa emperor membuat Shio Fang merasa kesulitan untuk bernapas, sehingga diapun mengeluarkan kekuatan dari benih jiwa teratai salju untuk meredam Aura menindas itu.
Sementara itu hal buruk terjadi pada Yunmei, aura kuat ranah dewa emperor membuatnya sangat terpuruk, dan hampir menghilangkan kesadarannya.
Shio Fang segera menarik pinggang Yunmei kedalam pelukannya, agar wanita muda itu tak terjatuh ketanah kemudian diapun berkata.
"Apakah ketua sekte sebesar sekte bintang jatuh menjadi tak tau malu seperti ini, dengan mengeroyok seorang anak muda yang kekuatannya berada sangat jauh di bawahnya, jika kau memang seorang kesatria mengapa kau tak melakukan pertarungan satu lawan satu denganku..!!" ucap Shio Fang dengan penekanan di perkataannya.
Nyalimu besar juga anak muda dengan berani menantang ku satu lawan satu, akan tetapi aku saat ini malas untuk bertarung denganmu, ada baiknya kau segera ku ringkus. Tangkap dia ..!!" teriak ketua sekte bintang jatuh sambil menunjuk kearah Shio Fang.
Para praktisi kuat yang mengurung Shio Fang segera bergerak untuk menyerangnya, hingga pertarungan pun terjadi di tempat itu.
Walaupun Shio Fang telah menembus kekuatan di tingkat dewa saint, akan tetapi untuk menghadapi para praktisi yang ranah tingkat kekuatannya hampir rata rata diatas Shio Fang, di tambah lagi adanya Yunmei di dalam gendongannya membuat Shio Fang mulai terdesak.
"Shio Fang lepaskan saja aku, kau tak usah membuat diriku menjadi beban di dalam pertarungan ini," ucap Yunmei dengan suara lirih.
"Aku tak mungkin melepaskan mu disaat seperti ini, jika aku melepaskan mu sama halnya aku membuatmu dalam bahaya. Ada baiknya sekarang kau diam agar aku dapat fokus di dalam pertarungan ini," jawab Shio Fang.
Ketua sekte bintang jatuh yang merasa tak sabar untuk segera membawa Shio Fang ke sektenya agar dapat diadili, segera turun tangan dengan melesat cepat kearah Shio Fang.
Shio Fang yang melihat adanya serangan tinju yang di aliri kekuatan dewa emperor yang menuju kearahnya, tak dapat menghindar lagi karena banyaknya serangan para praktisi ahli yang menyerangnya.
Dengan sangat terpaksa Shio Fang menyambut tinju sang ketua sekte bintang jatuh dengan tinjunya yang telah di aliri kekuatan inti angin misterius, sehingga kedua tinju saling bertemu dan meledak di udara.
Riak energi terpancar di udara saat kedua tinju saling beradu, yang membuat keduanya sama sama terhuyung kebelakang.
Ketua sekte bintang jatuh dapat merasakan kekuatan menakutkan dari tinju Shio Fang, yang membuat energi di dalam tubuhnya bergejolak hebat.
"Aku tak menyangka jika anak muda yang masih berada di tingkat dewa saint, mampu mengimbangi kekuatanku di saat pertukaran terjadi, ini merupakan pencapaian yang sangat luar biasa, jika tak di habisi dari sekarang pemuda itu bisa menjadi ancaman bagi sekteku di masa depan," gumam ketua sekte bintang jatuh sambil menstabilkan energi di dalam tubuhnya.
Di tempat lain, Shio Fang yang kehilangan keseimbangannya akibat serangan yang di lakukan ketua sekte bintang jatuh, harus menerima kenyataan jika dirinya tengah menjadi incaran Liuren yang kini menyerang dengan tinju yang berselimutkan kekuatan element angin yang sangat kuat.
Shio Fang tak bisa berbuat banyak dengan serangan tiba tiba dari Liuren, yang membuatnya harus terhempas ketanah dengan keras akibat tinju Liuren yang bersarang telak di tubuhnya.
Shio Fang memuntahkan seteguk darah segar, sebelum dia bangkit kembali dengan pedang pemecah surga di dalam genggaman tangannya.
Shio Fang melepaskan Yunmei yang sudah tak sadarkan diri dari pelukannya sambil berkata.
"Jika aku akan mati, maka aku akan membawa beberapa orang dari kalian untuk ikut bersamaku," ucap Shio Fang.
"Ha..ha..ha.., saat ini kau telah terluka parah Shio Fang, dan kau hanya tinggal menerima ajalmu," jawab Liuren yang sangat berambisi untuk menghabisi Shio Fang secepat mungkin, agar dirinya bisa mendapatkan cincin penyimpanan Shio Fang, untuk membayar semua hutang hutangnya ke menara tahta dengan koin emas yang berada yang berada di dalam cincin ruang Shio Fang.
__ADS_1
Sementara itu di angkasa, diatas punggung singa bersayap tampak pangeran Cin Sha dan putri Cin Cin tengah memperhatikan pertarungan Shio Fang.
Tubuh pangeran Cin Sha bergetar saat melihat Shio Fang kini tengah terluka.
"Kak Cin Sha apa tak sebaiknya kita membantu Shio Fang?" tanya putri Cin Cin.
Pangeran Cin Sha terdiam dan tak berkata sepatah katapun juga mendengar perkataan sang adik.
Pikirannya larut mengenang kembali kebersamaan nya dengan Shio Fang, disaat suka maupun duka di kala dia pergi meninggalkan istana.
Tiba tiba saja kedua tinjunya tergenggam dengan pancaran aura energi yang sangat kuat di sana.
Tak lama kemudian pangeran Cin Sha berkata. Cin'er kau tetaplah disini, aku akan menolong saudaraku yang tengah terluka," ucapnya.
Putri Cin Cin tersenyum dan menganggukkan kepalanya saat melihat pangeran Cin Sha telah menghilang dari pandangan matanya.
Ditempat lain, ketua sekte bintang jatuh semakin bersemangat untuk menghabisi Shio Fang, karena melihat pedang berkualitas tinggi yang berada di genggaman tangannya.
Dengan diam diam sang ketua mengeluarkan kekuatan tinju penghancur bintang, untuk mengakhiri perlawanan Shio Fang, akan tetapi sebelum niatnya terwujud tiba tiba saja sebuah cahaya turun dari langit di tengah tengah para praktisi yang mengurung Shio Fang, hingga sebuah ledakan terjadi yang mengeluarkan gelombang kejut yang mengelilingi tempat itu.
Semua praktisi ahli yang mengepung Shio Fang, seketika itu terhempas kebelakang merasakan gelombang kekuatan ranah dewa emperor yang mengenai tubuh mereka.
Ketua sekte bintang jatuh sangat terkejut melihat hal itu, buru buru diapun memasang kewaspadaan tingkat tinggi mengetahui jika praktisi ahli yang menyelamatkan Shio Fang juga telah berada di ranah dewa emperor.
"Siap praktisi kuat itu, mengapa dia bisa menggunakan kekuatan elemen cahaya yang hanya dimiliki oleh keluarga istana?" batin sang ketua bertanya tanya dalam hati.
Setelah debu menghilang, tiba tiba saja semua orang dikejutkan dengan keberadaan putra mahkota disana.
"Pangeran.., mengapa anda membantu Shio Fang?" tanya Liuren tiba tiba.
"Shio Fang adalah saudaraku, dan siapa pun yang ingin melukainya maka akan berurusan dengan ku, maka akan kupastikan sekte tempat kalian berada akan musnah dari daratan tengah," jawab pangeran Cin Sha dengan kilatan cahaya emas dari matanya.
Ketua sekte bintang jatuh melihat kesungguhan di mata pangeran Cin Sha, yang membuat nyalinya seketika itu menciut.
"Aku tak mungkin membinasakan Shio hari ini karena adanya kekuatan besar di belakangnya, jika aku terus melanjutkan permasalahan ini maka sekte bintang jatuh akan bermasalah dengan armada tempur istana cahaya ilahi".
"Ada baiknya aku segera pergi dari sini, masih banyak waktu untuk menghabisi Shio Fang di masa depan," batin ketua sekte.
"Maafkan atas semua permasalahan ini, aku tak mengetahui jika Shio Fang merupakan saudara pangeran Cin Sha, dan untuk itu permasalahan yang terjadi antara Shio Fang dan sekte bintang jatuh berakhir sampai di sini," ucap ketua sekte bintang jatuh kemudian menyuruh seluruh anggota sektenya untuk pergi meninggalkan tempat itu.
Liuren begitu sangat kesal melihat ketua sekte bintang jatuh pergi sebagai pengecut meninggalkan tempat itu, dengan menahan amarah Liuren pada akhirnya juga meninggalkan tempat itu dengan di ikuti oleh para petinggi sektenya.
Setelah semuanya pergi, pangeran Cin Sha pada akhirnya melangkah pergi meninggalkan tempat itu tanpa sedikitpun melihat kearah Shio Fang.
Baru beberapa langkah berjalan, tiba tiba suara Shio Fang menghentikan langkahnya.
"Apakah kau masih marah padaku dengan mempertahankan egomu sehingga kau tak ingin melihat keadaan saudaramu yang terluka ini?" tanya Shio Fang.
Keheningan beberapa saat terjadi, hanya desiran angin yang terdengar di tempat itu.
Tak lama kemudian pangeran Cin Sha membalikkan tubuhnya, kemudian melangkah kearah Shio Fang.
Dengan cepat pangeran Cin Sha memeluk Shio Fang sambil berkata. "Maafkan aku adik, aku terlalu egois sehingga masalah kematian ibuku ku lampiaskan kepadamu, aku sadar aku juga bersalah dalam hal ini," ucap pangeran Cin Sha.
__ADS_1
"Aku tau kau tak mungkin secepat itu menghilangkan persaudaraan yang telah terjadi di antara kita, dan aku juga minta maaf atas semua kesalahanku itu, dan aku akan berusaha sebaik mungkin untuk kembali menghidupkan permaisuri," jawab Shio Fang dengan keseriusan di wajahnya.
Bersambung