
Pangeran Cin Sha dan Shio Fang berdiri di depan toko, sementara semua penduduk kota dan pengunjung toko segera menyingkir menjauh dari tempat itu.
Liwang bersama anggota klan Xia mengepung Shio Fang dan pangeran Cin Sha, kemudian diapun berkata.
"Karena kau membawa teman, maka akupun akan bersama anggota dari klan ku untuk menghadapi kalian berdua," ucap Liwang sambil menunjuk kearah Shio Fang.
Shio Fang tertawa kecil, kemudian diapun berkata. "Aku tak pernah bilang akan membantunya, dan kurasa akan membuang waktuku saja jika aku ikut dalam pertarungan ini".
"Kau yang bermulut besar..., jika kau dan anggota klanmu sanggup untuk menghadapi saudaraku ini, maka aku akan mempersilahkan kalian semua menghadapinya" jawab Shio Fang.
Setelah berkata seperti itu, Shio Fang berjalan pergi meninggalkan pangeran Cin Sha yang berada dalam kepungan anggota klan Xia.
Sengaja Shio Fang meninggalkan pangeran Cin Sha untuk menghadapi anggota klan Xia seorang diri, semua itu karena Shio Fang melihat jika kekuatan yang di miliki oleh mereka semua, rata rata masih berada di ranah tingkat langit puncak dan tentunya mereka semua bukan lawan yang sepadan bagi pangeran Cin Sha.
6 orang pengawal nona muda Xia yi yang di ketuai oleh Liwang, segera bereaksi dengan terlihat jelas aura ranah tingkat langit puncak keluar dari tubuh ke 6 praktisi dari klan Xia yang mengurung pangeran Cin Sha.
Melihat pangeran Cin Sha tak bergeming sedikitpun dari aura ranah tingkat langit puncak yang mereka lepaskan, membuat Liwang segera mencabut pedangnya yang diikuti seluruh anggota klan nya, dan bersama-sama menyerang ke arah pangeran Cin Sha.
Sedikit lagi pedang mereka menerpa tubuh pangeran Cin Sha, tiba-tiba saja pangeran Cin Sha menghilang dan ...
"Bak...!!, bik...!!, buk...!!"
Satu bersatu anggota klan Xia yang menyerang pangeran Cin Sha terhempas ke tanah dengan keras, yang membuat mereka semua sangat kesulitan untuk bangkit kembali.
__ADS_1
Pangeran Cin Sha bergerak sangat cepat sehingga pergerakannya tak dapat di duga dan di prediksi oleh ke 6 anggota klan Xia, yang membuat ke 6 nya tergeletak tak berdaya dengan sekali serangan dari sang pangeran.
Shio Fang berdecak kagum melihat kecepatan elemen cahaya yang dimiliki pangeran Cin Sha, yang kecepatannya melebihi kecepatan tehnik penguasa angin yang dimilikinya.
"Aku rasa aku harus meningkatkan teknik penguasaan angin yang kumiliki, agar dapat mengimbangi kecepatan elemen cahaya yang dimiliki pangeran Cin Sha".
"Untung saja pangeran Cin Sha masih berbaik hati kepada mereka semua dengan tidak membunuhnya, jika Pangeran Cin Sha tak menahan diri maka sangat mudah baginya untuk membunuh mereka semua," batin Shio Fang.
Tiba tiba saja angin kencang melanda tempat itu, kini di hadapan pangeran Cin Sha berdiri dua orang laki-laki, di mana laki laki yang satunya terlihat muda dan satunya lagi seorang laki laki paruh baya, yang menatap penuh amarah kepada pangeran Cin Sha.
"Guru..., kak Xia Chen...!!" teriak Xia yi saat melihat kedua orang itu, kemudian diapun berlari ke arah mereka berdua.
"Katakan kepadaku apa yang telah terjadi di tempat ini, dan mengapa enam orang anggota klan yang menjagamu bisa tergeletak di tanah seperti ini?" tanya laki laki paruh baya dengan tatapan menyelidik ke arah Xia yi.
"Semua ini merupakan kesalahanku sehingga terjadi pertarungan antara Liwang dengan pemuda itu guru, aku harap masalah ini tak diperpanjang lagi karena akan membuat masalah baru pada klan kita, mengingat kita tak mengetahui dari mana asal pemuda itu" jawab Xia yi.
Tetua Lingkang kemudian berjalan ke arah pangeran Cin Sha dan berkata.
"Kau telah melukai anggota klan kami, dan aku ingin kau mempertanggungjawabkan nya di hadapan ketua Klan Xia dengan pergi bersamaku untuk menemuinya. Jika kau menolak nya maka aku akan bertindak tegas padamu," ucap penatua Lingkang sambil mengeluarkan kekuatan ranah dewa Saint yang di milikinya.
Pangeran Cin Sha yang masih berada di ranah tingkat surga menengah, tak kuasa menahan aura kuat yang di lepaskan penatua Lingkang, yang membuat pangeran Cin Sha sangat kesulitan untuk bernafas akibat tekanan kuat dari ranah tingkat dewa saint yang di lepaskan oleh sang tetua.
Melihat hal itu Shio Fang segera melesat cepat kearah pangeran Cin Sha dan menjejakkan kakinya di dekat sang pangeran, sehingga aura menindas yang menerpa tubuh pangeran Cin Sha seketika itu menghilang.
__ADS_1
Tetua Lingkang mengernyitkan keningnya, saat melihat aura menindas yang di lepaskan nya telah menghilang oleh kemampuan yang di miliki seorang anak muda yang kini berdiri di hadapannya.
"Tetua..., mengapa anda menurunkan tangan sekeras ini pada kami berdua, ada baiknya tetua memperjelas dulu duduk masalahnya baru bertindak seperti ini," ucap Shio Fang.
"Apa lagi yang harus di perjelas, bukan kah sudah jelas kau telah melukai anggota klan ku..!!" timpal Xia Chen.
"Plak...!!"
Sebuah tamparan keras dari jarak jauh yang di lakukan Shio Fang, mendarat telak ke pipi kiri Xia Chen , yang membuat Xia Chen terhuyung huyung kebelakang, kemudian jatuh dengan kedua tangan memegang tanah.
"Aku sudah menahan diri agar tak terjadi pertarungan disini, namun kau selalu memperkeruh suasana agar pertarungan dapat terjadi. Jika kau ingin aku bertarung dengan gurumu maka kau akan melihatnya," ucap Shio Fang.
Setelah berkata seperti itu, Shio Fang kemudian mengeluarkan pedang es dari energi tubuh yang dipadatkan nya, kemudian berkata.
"Tetua .., sepertinya kau tak ingin menyelesaikan masalah ini secara baik baik, untuk itu aku mempersilahkan mu untuk bertarung denganku, karena lawan yang paling tepat untukmu adalah aku," ucap Shio Fang.
Mendengar tantangan dari Shio Fang, tentu saja tetua Lingkang tak kuasa untuk menolaknya, darahnya pun mendidih mendengar tantangan dari pemuda yang ada di hadapannya.
Tetua Lingkang kemudian mencabut pedangnya, dan mulai menyerang kearah Shio Fang dengan tebasan dan tusukan mematikan kearahnya.
Serangan pedang yang di lancarkan tetua Lingkang, sangat halus dan cepat yang selalu mengarah pada titik titik vital di tubuh Shio Fang.
Akan tetapi lawan tarung tetua lingkang kali ini adalah Shio Fang, yang telah malang melintang menghadapi pertarungan yang melebihi kekuatannya sendiri, sehingga serangan serangan tetua Lingkang dapat di patahkan dengan muda oleh Shio Fang.
__ADS_1
Malah sebaliknya tehnik pedang yang di miliki Shio Fang mampu untuk membuat tetua Lingkang sangat keteteran menghadapinya, dan pada akhirnya Shio Fang mampu melesatkan sebuah tendangan kearah perut sang tetua, yang membuat tetua Lingkang terhuyung beberapa meter ke belakang.
Bersambung