
Pintu bangunan besar terbuka, dan aura dingin segera menerpa kedua pemuda yang berada di depan pintu, Zen begitu sangat terkejut dengan aura dingin yang menerpa tubuhnya, hingga rasa takut tiba tiba saja mencuat dari dalam hatinya.
Shio Fang memegang pundak kanan Zen dengan tangan kirinya untuk menenangkan kegelisahan di dalam hati Zen, tiba tiba saja raja ular piton salju keluar dari tubuh Shio Fang dan bersembunyi di dalam bayangan Zen.
Entah mengapa tiba tiba saja rasa dingin ditubuh Zen menghilang berganti dengan kehangatan di tubuhnya, dan rasa takut yang sedari tadi menerpa kini telah menghilang secara perlahan.
Shio Fang sedikit menyunggingkan senyumannya saat mengetahui raja piton salju telah melindungi Zen dengan aura energi kuat di tubuhnya.
Shio Fang dan Zen kemudian melihat ke depan di mana terdapat tirai kain yang memisahkan ruangan kosong yang saat ini tengah di tempatinya berada, dengan ruangan yang di penuhi hiruk pikuk suara tawa dan alunan merdu kecapi yang berada di ruangan yang tertutup tirai kain itu.
"Silahkan tuan, nona muda tengah berada di ruangan itu, silakan tuan bergabung untuk menikmati pesta yang diadakan oleh Nona muda Zizi," ucap Laki laki tua sambil mempersilahkan Shio Fang dan Zen untuk masuk ke dalam ruangan yang tertutup tirai kain.
Sesaat Zen menatap kearah Shio Fang sebagai isyarat langkah apa yang akan mereka lakukan, melihat hal itu Shio Fang segera menganggukkan kepalanya sebagai isyarat bagi mereka berdua untuk masuk ke dalam ruangan itu, dan tak lama kemudian mereka berdua berjalan menerobos tirai kain yang ada di hadapan mereka saat ini.
Shio Fang dan Zen begitu sangat terkejut melihat pemandangan di hadapannya, banyak laki-laki berotot dengan wajah garang dan para wanita yang berpakaian hampir bugil, saling bercanda gurau tanpa adanya rasa canggung di antara mereka. Shio Fang memprediksi ada sekitar 60 orang yang tengah mengadakan pesta di tempat itu.
Alunan musik dan semua siluman yang tengah mengadakan pesta terdiam saat Shio Fang dan Zen hadir di tempat itu. Tak lama kemudian sesosok wanita muda berparas cantik dengan pakaian berwarna merah yang terlihat sangat anggun berjalan kearah Shio Fang.
Tiba tiba Shio Fang merasakan kepalanya pusing mencium aroma semerbak wangi bunga yang seketika itu tercium olehnya, aroma wangi bunga itu keluar dari tubuh wanita bergaun merah yang terus melangkahkan kakinya ke arah Shio Fang.
Raja ular piton salju yang melihat saat ini Shio Fang hampir terpengaruh dengan teknik pesona yang dimiliki wanita muda dan cantik itu, segera membersihkan sesuatu di telinga Shio Fang.
"Shio Fang sadarlah..., saat ini ratu siluman itu tengah mengeluarkan kekuatan teknik pesona yang dimilikinya, jika kau tak segera sadar maka jiwamu akan selamanya terjebak di dalam kekuatan pesona itu," ucap raja piton salju.
Shio Fang sayup sayup mendengar suara raja ular piton salju di telinganya, dengan segera dia pun memusatkan kekuatan spritual nya untuk menyadarkan dirinya dari tehnik pesona wanita bergaun merah.
__ADS_1
Kesadaran Shio Fang pulih sepenuhnya setelah wanita cantik itu berada di hadapan Shio Fang, yang membuat wanita bergaun merah sedikit mengerutkan keningnya saat merasakan tehnik pesona yang di milikinya sama sekali tak memiliki efek sedikitpun kepada kedua pemuda yang ada di hadapannya.
"Lumayan..., kalian berdua bukan lah praktisi sembarangan karena mampu menepis tehnik pesonaku. Perkenalkan namaku Yuan Zizi, aku adalah kepala desa yang memimpin desa ini," ucap Yuan Zizi dengan tatapan penuh gairah kearah Shio Fang.
Shio Fang yang telah terlapisi kekuatan spritual Kaisar pelahap kekosongan di tubuhnya, hanya bisa tersenyum melihat gelagat kebaikan Yuan Zizi yang hanya tertarik untuk menguasai jiwanya lantas berkata.
"Kami berdua sekedar mampir di desa ini untuk menginap barang semalam sebelum kami berdua melanjutkan perjalanan kami kembali, kebetulan hari telah gelap dan cuaca hampir turun hujan di luar sana membuat kami berdua memutuskan untuk menginap barang semalam di desa ini," ucap Shio Fang.
"Kalian bisa menikmati pesta bersama kami terlebih dahulu, dan tentunya kamar peristirahatan telah disediakan bagi kalian berdua setelah pesta ini selesai," ucap Yuan Zizi.
Tiba tiba suara bentakan keras terdengar dari sudut ruangan, suara itu berasal dari seorang pemuda bertubuh kekar yang tak senang melihat Yuan Zizi berakrab ria dengan pemuda yang tengah bersamanya.
"Nona muda..., untuk apa kau begitu perhatian pada seorang manusia, bukankah lebih baik tubuhnya menjadi santapan kita semua yang ada di acara ini," bentak laki laki itu.
Shio Fang kemudian tersenyum mendengar bentakan keras itu, dan langsung berkata kepada wanita bergaun merah di hadapannya.
Sontak saja wanita bergaun merah terkejut dan tertawa mendengar perkataan Shio Fang, wanita bergaun merah itu segera melayang mundur sambil berkata.
"Untuk apa kau hanya berteriak seperti itu, jika kau menginginkannya maka kau bisa mendapatkan daging manusia ini, dan berikan jiwanya padaku," ucap Yuan Zizi
Mendengar perkataan Yuan Zizi, tubuh pemuda kekar itu berkedip dan tahu-tahu telah tiba di hadapan Shio Fang dengan tangan kekarnya yang langsung mengarah kepada leher Shio Fang.
Belum sempat tangan kekar itu mencengkram leher Shio Fang, tiba tiba saja riak energi dari tubuh Shio Fang terpancar hingga membuat pemuda kekar itu menarik tangannya kembali.
"Kurang ajar ..!!, tak kusangka pemuda ini memiliki kemampuan yang tak bisa," gumamnya.
__ADS_1
Pemuda itu segera mengeluarkan goloknya dan kembali menyerang Shio Fang dengan tebasan golok yang mengarah kepada leher Shio Fang.
Melihat serangan golok yang datang untuk menghabisi nyawanya, membuat Shio Fang segera mengeluarkan pedang luka angin dan menyambut serangan golok yang mengarah kepadanya.
Pemuda bertubuh kekar itu terseret beberapa meter ke belakang akibat benturan kedua senjata yang terjadi, tampak raut wajah pemuda itu terlihat suram merasakan jika pemuda yang terlihat biasa baginya ternyata memiliki kemampuan di atas kekuatan yang dimilikinya.
Shio Fang yang telah dapat menguasai keadaan segera menggunakan kekuatan penguasa angin, untuk menambah kecepatannya menjadi secepat kilat, guna memberikan serangan balasan berupa tusukan pedang yang sangat cepat kearah pemuda bertubuh kekar di hadapannya.
"Zlep...!!"
Pedang luka angin menancap telak ke dada pemuda kekar itu, yang membuat sang pemuda mengeluarkan lenguhan panjang dari mulutnya kemudian ambruk ketanah dengan darah berwarna hijau yang membanjiri lantai ruangan. Setelah kematian datang padanya, pemuda itu tiba tiba berubah menjadi seekor laba-laba yang lebih besar dua kali lipat dari tubuh manusia pada umumnya.
Kejadian itu sontak saja membuat amarah seketika itu keluar dari wajah para penghuni bangunan yang tengah mengadakan pesta, sehingga membuat Aura kuat di tubuh mereka semua meningkat dan menyebabkan perubahan wujud asli mereka pun tercipta.
"Siluman ...!!" teriak Zen dengan wajah ketakutan melihat semua manusia yang ada di tempat itu telah berubah menjadi sesosok laba-laba, yang mengeluarkan Aura membunuh yang sangat pekat dari tubuhnya.
Zen segera mundur dan merapatkan tubuhnya ke arah Shio Fang, walaupun Zen saat ini merupakan praktisi kuat di tingkat surga akan tetapi menghadapi sosok siluman yang belum pernah dihadapi sebelumnya, membuat Zen merasa ketakutan.
"Zen kau jangan takut...!, hadapi mereka semua dengan seluruh kemampuan yang kau miliki, walaupun mereka semua merupakan siluman laba-laba akan tetapi mereka tak ubahnya seperti para praktisi ahli di benua Surgawi," ucap Shio Fang.
"Baiklah Shio Fang, aku akan bertarung bersamamu dalam menghadapi para siluman ini," jawab Zen dengan mencoba menekan rasa takutnya dan membangkitkan kembali keberanian di dalam hatinya.
Pada akhirnya pertarungan terjadi di antara mereka, Zen yang tadinya merasa ketakutan kini telah menguasai dirinya kembali dengan dapat membunuh beberapa siluman yang menyerang ke arahnya.
Ratu siluman Yuan Zizi merasa geram melihat bagaimana anggota silumannya banyak yang mati di tangan kedua pemuda itu, yang membuat ratu Yuan Zizi langsung bertindak dengan menyerang ke arah Shio Fang, dan beberapa siluman kepercayaannya bergerak menyerang ke arah Zen.
__ADS_1
Melihat beberapa siluman kuat menyerang ke arah Zen, tak membuat Shio Fang merasa khawatir, karena kehadiran raja ular piton salju di sisi Zen membuat Shio Fang bisa sedikit merasa lega.
Bersambung.