Penguasa Element Es Dan Angin

Penguasa Element Es Dan Angin
Bertemu 2 suku penguasa


__ADS_3

Shio Fang dan ketiga adiknya saat ini melesat cepat menuju ke menara giok, guna menemui leluhur Yanlao dan paman Canglong untuk diajak pergi bersama ke klan naga Surgawi. Di langit kini yang terlihat hanyalah 4 buah cahaya yang melesat cepat menembus udara menuju ke utara.


Tak berapa lama kemudian ke empat cahaya yang melesat cepat itu, pada akhirnya sampai ke menara giok setelah sore menjelang.


Shio Fang dan ke tiga saudaranya bermalam satu malam di menara Giok, sebelum melanjutkan perjalanannya menuju ke suku naga surgawi di pagi hari.


Paman Canglong tetap tinggal di menara giok karena dia cukup senang berada di sana guna melatih para anggota muda menara giok, sehingga di dalam perjalanan Shio Fang kali ini paman Canglong tak ikut serta bersamanya.


Shio Fang tak mempermasalahkan jika paman Canglong tak ikut serta dalam perjalanan mencari batu kristal semesta ke klan naga, biar bagaimanapun menara giok juga memerlukan praktisi kuat seperti paman Canglong untuk melatih anggota muda dari menara giok.


Pagi pagi sekali, 5 cahaya melesat cepat menembus udara menuju ke arah utara tempat keberadaan suku naga berada, dan pada akhirnya mereka berlima memasuki perbatasan tempat keberadaan suku-suku penguasa berada.


Baru saja Shio Fang dan rombongannya meninggalkan perbatasan kekaisaran cahaya surgawi, sebuah angin badai seketika itu menghantam keberadaan mereka berlima, sehingga membuat leluhur Yanlao harus menghancurkan angin badai yang menghentikan langkah mereka berlima.


Shio Fang dan rombongannya saat ini tengah mengambang di udara, mereka semua memperhatikan area sekeliling yang berada di bawah, dan tampak oleh mereka beberapa praktisi ahli tengah bertolak pinggang dengan menatap tajam ke arah kelompok Shio Fang.


"Wu Zu..," ucap Shio Fang yang mengetahui salah satu dari sosok praktisi ahli yang berada di bawah sana.


Wu Zu dan belasan praktisi yang tergabung dalam suku jiwa dan suku naga, kini melesat kehadapan Shio Fang dengan jarak puluhan meter yang membuat keheningan terjadi di tempat itu.


Tak lama kemudian Wu Zu yang merupakan putra mahkota dari klan Wu lantas berkata.


"Kita berjumpa lagi Shio Fang..., dan kali ini kau takkan bisa pergi lagi dariku setelah kau menghilang dari istana Raja Dewa obat waktu itu".


"Hari ini adalah hari pembalasan suku naga setelah kau membunuh putra mahkota Shi Xuan di wilayah istana raja dewa obat, dan ku pastikan aku akan melihat kehancuranmu dan seluruh kelompok yang kau miliki di tangan ketua Agung suku naga hari ini," ucap Wu Zu.


"Oh ternyata tuan muda dari suku jiwa yang masih penasaran padaku sehingga datang untuk menemuiku secara langsung, aku tak akan pernah takut kepada siapapun yang akan mencoba memprovokasi diriku termasuk kau," jawab Shio Fang dengan senyuman yang dipenuhi ketenangan di wajahnya.

__ADS_1


Tiba tiba seorang laki-laki paruh baya yang memiliki perawakan menyeramkan mulai bersuara.


"Pada akhirnya aku bertemu dengan pembunuh putraku Shi Xuan dan keponakanku Shi Zhan, hari ini aku tak akan pernah melepaskanmu karena apapun yang telah kau lakukan pada anggota suku naga ku, maka aku sendiri yang akan melenyapkannya," ucap laki-laki tua ini yang tak lain adalah ketua dari suku penguasa naga surgawi.


Seorang petinggi dari suku naga pun angkat bicara, dia pun menimpali perkataan dari ketua Shi Zuang. "Putraku Shi Zhan telah kau bunuh dengan cara yang sangat mengenaskan, maka darahmu pun akan membayarkan rasa sakit hati kehilangan seorang anak laki laki yang menjadi harapan keluarga ku, dan untuk itu bersiaplah menerima kematianmu," ucap Tetua Shi Shui dengan mengeluarkan kekuatan selangkah lagi menembus ranah semesta abadi yang telah menembus sekali kesengsaraan nirwana.


Leluhur Yanlao yang melihat kekuatan dari tetua Shi Shui dan ketua Shi Zuang, pada akhirnya membisikan sesuatu di telinga Shio Fang.


"Tuan muda saat ini kita tengah menghadapi para praktis kuat yang telah menembus kesengsaraan nirwana semesta abadi, dan bisa dikatakan jika aku pun belum mampu untuk menandinginya karena selama hidup aku belum pernah mengalami kesengsaraan nirwana semesta abadi".


"Jika kita melakukan pertarungan hari ini maka bisa dipastikan kelompok kita akan mengalami kesulitan, mengingat mereka semua tingkat kekuatannya jauh di atas kita," ucap leluhur Yanlao.


"Kita tak bisa menghindar dari pertarungan Ini paman karena kita sudah terlanjur masuk ke wilayah para suku penguasa, dan kita tak memiliki jalan lain untuk menolak pertarungan ini," jawab Shio Fang.


"Aku tau hal itu namun ada baiknya kita kembali ke wilayah kekaisaran Cahaya ilahi untuk menghindari pertarungan ini, firasatku mengatakan jika kelompok kita akan dalam bahaya jika melakukan pertarungan dengan mereka".


"Tuan muda ijinkan diriku untuk menghadapi mereka semua dan kau gunakanlah kekuatan spasial teleportasi ruang dan waktu, untuk membawa ketiga saudaramu untuk meninggalkan tempat ini," ucap leluhur Yanlao.


Shio Fang terdiam sesaat mencerna perkataan dari leluhur Yanlao, dan dia pada akhirnya dapat merasakan bahaya kepada ketiga adiknya jika pertarungan itu benar benar terjadi, yang membuat Shio Fang kemudian berkata.


"Aku tak akan membiarkanmu mati di tempat ini, jika kita harus pergi maka ada baiknya kita pergi secara bersama sama," jawab Shio Fang sambil mengeluarkan 3 mayat hidup Kaisar petir dari dalam cincin ruangnya.


Tiba tiba saja suara Wu Han yang merupakan kaka sepupu dari Wu Zu berkata.


"Mau melarikan diri dari tempat ini ya? Kalian semua tak akan bisa pergi melarikan diri dari tempat ini karena seluruh wilayah ini telah berada di dalam kendali kekuatan spiritual mentalku, dan apapun pembicaraan yang kalian telah rencanakan semua telah ku ketahui sehingga aku tak akan membiarkan kalian semua untuk pergi dengan mudah dari tempat ini," ucapnya.


Shio Fang dan leluhur Yanlao begitu sangat terkejut, mereka berdua tak menyangka jika rencana yang akan mereka berdua jalankan telah diketahui oleh Wu Han, dan hal itu membuat Shio Fang berkata kepada leluhur Yanlao.

__ADS_1


"Paman .., rencana awal kita harus tetap berjalan karena aku tak menginginkan kau beserta adikku terluka di dalam pertarungan ini, sedari itu aku ingin kau membawa ketiga adikku masuk ke dalam lubang hitam spasial yang akan ku buat, karena jika ketiga adikku mengetahui aku bertahan di tempat ini untuk melindungi mereka, maka ketiga saudaraku takkan pernah pergi dari tempat ini dan memilih untuk mati bertempur bersama ku," ucap Shio Fang.


"Tidak tuan muda, biar aku saja yang menghalangi mereka semua karena aku pada dasarnya telah mati sebelum kau memberikanku tubuh baru dalam ikatan kontrak darah yang bisa membuatku hidup kembali," jawab leluhur Yanlao.


Shio Fang menggelengkan kepala kemudian berkata.


"Aku merupakan ketua dari kelompok ini, jika aku mengorbankan salah satu dari kelompok ku untuk dapat menyelamatkan diriku sendiri, maka apa kata kata dunia semua orang pasti akan menghujat ku sebagai seorang pengecut".


"Aku ingin kau membawa ketiga saudara ku dari tempat ini, karena ini merupakan perintah langsung dari ku dan aku tak ini kau tentang. Paman aku pastikan diriku akan baik-baik saja," ucap Shio Fang.


Shio Fang kemudian mengibaskan tangannya maka sebuah celah spasial tiba-tiba saja muncul di tempat itu, dan saat ini leluhur Yanlao hanya dapat menggertakkan giginya melihat kekerasan hati dari seorang Shio Fang, namun biar bagaimanapun leluhur Yanlao tak memiliki daya upaya untuk tak menjalankan perintah yang telah diberikan Shio Fang padanya.


Leluhur Yanlao dengan cepat menyerang ketiga saudara Shio Fang yang berada cukup jauh di belakangnya, serangan tak terduga itu membuat ketiga saudara Shio Fang hanya bisa berdiri seperti patung tanpa bisa melakukan apa-apa.


"Apa yang kau lakukan..., mengapa kau membuat kami bertiga menjadi seperti ini," teriak Shio Zen.


Teriakan yang sama juga terdengar dari mulut Shio Ju dan Shio Chen, mereka berdua tak terima jika diri mereka dibiarkan pergi dari tempat itu tanpa membawa Kakak pertamanya.


Namun suara dari ke 3 saudara Shio Fang yang berisi sumpah serapah karena leluhur Yanlao telah membuat mereka tak bisa melakukan apa-apa tak di gubris olehnya, leluhur Yanlao tetap membawa ketiga saudara Shio Fang untuk melarikan diri dari pertarungan sesuai dengan perintah Shio Fang.


Sedetik kemudian leluhur Yanlao mengibaskan tangannya hingga ketiga sosok saudara Shio Fang terhempas masuk ke dalam celah spesial itu, dan hilang ke dalamnya.


Pemandangan yang terjadi membuat ketua suku naga dan kelompoknya segera melakukan penyerangan kepada Shio Fang, mereka melakukan penyerangan cepat untuk dapat meringkus Shio Fang agar tak melarikan diri melalui celah spesial yang di buatnya.


Leluhur Yanlao yang ingin mencoba membantu Shio Fang pada akhirnya tak bisa melakukan apa-apa saat melihat tatapan mata Shio Fang dengan tajam menghujam tubuhnya, yang membuat leluhur Yanlao pada akhirnya ikut melesat masuk ke dalam lubang spasial yang terbentuk.


Shio Fang kemudian menutup lubang spasial itu, dan dengan kekuatan tubuh nirwana yang digabungkan dengan kekuatan Toti dari naga hitam kegelapan, Shio Fang kemudian maju ke depan dan menghantamkan tinjunya untuk menghalau serangan dari para anggota suku naga, sementara 3 mayat hidup kaisar petir dengan cepat menyerang ke arah klan Wu dengan serangan tombak sabit yang ada di genggaman tangan mereka bertiga.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2