Penguasa Element Es Dan Angin

Penguasa Element Es Dan Angin
Dewi Lilia terbangun


__ADS_3

Tanpa sepengetahuan Dewi giok, putra mahkota Liu Han bersama seorang jenderalnya secara diam diam telah mengikuti kepergiannya, dan saat ini putra mahkota telah berdiri di hadapan Dewi giok sambil berkata.


"Tak akan mudah bagimu untuk membawa kedua Putri itu, karena keduanya merupakan kartu As bagi ku untuk dapat menghancurkan Shio Fang .


Dewi giok yang melihat kehadiran putra mahkota dan seorang jenderal nya, buru-buru menghentikan penyaluran energi murni kepada kedua putri, Dewi giok kemudian berjalan ke arah putra mahkota sambil mengeluarkan aura kuat dari dalam tubuhnya yang telah melewati satu kali kesengsaraan Nirwana.


"Putra mahkota, jika kau ingin membawa kedua Putri maka kau harus melangkahi mayat ku dulu, karena aku takkan pernah membiarkan mereka di bawa pergi olehmu selama aku masih hidup," ucap Dewi giok.


"Aku ingin melihat seberapa tangguh dirimu untuk mempertahankan kedua putri itu, Jendra Canhu aku ingin kau segera menghabisinya Karena aku tak ingin berlama lama berada di tempat ini," perintah putra mahkota.


"Baik pangeran, aku akan segera menghabisi wanita itu secepatnya," jawab Jendra Canhu.


Sementara itu di medan pertempuran, kelima saudara Shio Fang pada akhirnya tersadar jika kedua Putri sudah tak ada di Medan pertempuran, Shio Zen kemudian menyuruh Shio Ruo dan Shio Chen untuk mencari kedua Putri sampai di ketemukan kembali.


Shio Ruo kemudian mengaktifkan energi spiritualnya untuk mengetahui keberadaan kedua Putri, dan setelah merasakan fluktuasi samar mengenai kedua Putri, Shio Ruo kemudian naik ke atas punggung Shio Chen yang telah menjelma menjadi serigala lahar api dan bergegas menuju ke tempat keberadaan kedua Putri.


Shio Ruo dan Shio Chen tiba di tempat yang di tuju, tampak terlihat kedua Putri tengah duduk bersila dan memejamkan matanya, sementara seorang jendral telah melakukan pertarungan dengan seorang wanita bercadar ungu.


"Shio Chen sepertinya wanita itu yang telah menyelamatkan kakak ipar, dan saat ini dia sangat kesulitan melawan jendral dari kekaisaran cahaya surgawi, aku akan membantunya dan kau hadapi putra mahkota dan jika ada kesempatan bawa kakak ipar pergi dari tempat ini," ucap Shio Ruo.


Shio Chen menganggukkan kepalanya, mengerti akan perkataan dari Shio Ruo yang membuat Shio Chen segera melesat pergi kearah kedua putri.


Setelah kepergian Shio Chen, Shio Ruo kemudian melesat kearah Dewi giok yang tengah bertarung melawan jendral Canhu, untuk membantu Dewi giok melawan jendral Canhu.

__ADS_1


Di tempat lain tepatnya di alam jiwa, Shio Fang yang tengah berkultivasi dalam meningkatkan kekuatannya menembus ranah abadi, pada akhirnya dapat melampaui batasannya dal pencapaiannya di ranah abadi.


Aura megah dan sangat tirani seketika itu terpancar dengan sangat kuat dari dam tubuhnya, yang membuat Shio Fang pada akhirnya membuka matanya setelah dirinya menembus ranah Abadi.


"Pada akhirnya aku telah mencapai tingkat tertinggi di alam surgawi, dan sudah waktunya aku melakukan hal baik bagi alam ini karena hanya aku yang dapat melakukannya.


Shio Fang segera berdiri dan keluar dari retret kultivasinya, tiba tiba dia teringat akan Dewi Lilia yang masih terbaring dan dijaga oleh benih jiwa teratai salju.


Shio Fang kemudian menuju kearah Dewi Lilia dan tersenyum melihatnya. "Sudah saatnya kau terbangun dari tidur panjang mu," ucap Shio Fang.


Shio Fang kemudian mengibaskan tangannya, yang membuat aura emas seketika itu membungkus tubuh Dewi Lilia, yang membuat Dewi lilia pada akhirnya tersadar dari tidur panjangnya.


Dewi Lilia perlahan membuka matanya dan menatap kearah Shio Fang dengan tatapan penuh arti. Dewi Lilia kemudian bangkit berdiri dan langsung berlari memeluk Shio Fang.


Shio Fang mengelus rambut panjang Dewi Lilia sambi berkata. "Syukurlah kau telah terbangun kembali, saat ini ada baiknya kita kembali ke wilayah kekaisaran Jiangma, karena saat ini di sana telah terjadi peperangan besar," ucap Shio Fang.


"Perang besar? baiklah kak Shio Fang kita harus segera bergegas kesana untuk membela kekaisaran Jiangma," jawab Dewi Lilia.


Shio Fang kemudian menganggukkan kepalanya, tak lama kemudian Shio Fang mengarahkan tangannya kearah harta surgawi benih jiwa teratai salju kemudian berkata.


"Benih jiwa teratai salju selama beberapa tahun ini telah menjagamu, dan dia telah sangat cocok denganmu, ada baiknya jika benih jiwa teratai salju tetap bersamamu agar dapat menstabilkan tubuh racun menyedihkan yang ada pada dirimu," ucap Shio Fang.


Tanpa mendengar jawaban dari Dewi Lilia, benih jiwa teratai salju telah di masukkan Shio Fang kedalam tubuh Dewi Lilia dan menyegelnya.

__ADS_1


"Ini adalah hadiah dariku setelah kebangkitan mu dari tidur panjang yang kau jalani," ucap Shio Fang.


"Terimakasih kak Shio Fang atas hadiah mu ini," jawab Dewi lilia sambil bergelayut manja di lengan Shio Fang.


Shio Fang kemudian berteleportasi keluar dari dalam alam jiwa menuju ke medan peperangan.


Kehadiran Shio Fang tentu saja membuat semangat para pasukan kekaisaran Jiangma meningkat, yang membuat pasukan dua Kekaisaran besar mulai di paksa mundur.


Dewi Lilia yang telah berada di Medan peperangan seketika itu juga menyerang pasukan dua Kekaisaran besar dengan kabut racun, yang membuat banyak pasukan dari dua Kekaisaran besar mati keracunan dengan tubuh yang membiru.


Shio Zen yang melihat kehadiran Kakak pertamanya, dengan cepat menuju kearahnya. Di depan Shio Fang, Shio Zen kemudian berkata.


"Kakak ipar telah di bawa pergi dari tempat ini, dan saat ini adik ke tiga dan ke empat telah melakukan pengejaran dan telah mengetahui keberadaannya".


"Dari informasi yang di kirimkan Shio Chen, saat ini kakak pertama telah terluka dalam," ucap Shio Zen.


Amarah Shio Fang seketika itu meluap setelah mengetahui kedua istrinya telah terluka, dan telah di bawa pergi dari Medan peperangan.


"Mereka semua harus bertanggung jawab karena telah melukai kedua istriku. Shio Zen aku akan pergi menyelamatkan kakak iparmu," ucap Shio Fang.


Setelah berkata seperti itu Shio Fang kemudian menghilang dari pandangan mata Shio Zen, karena sebenarnya Shio Fang telah berteleportasi menuju ketempat keberadaan Shio Chen melalui kontrak darah yang ada di tubuh Shio Chen.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2