Penguasa Element Es Dan Angin

Penguasa Element Es Dan Angin
Lelang 4


__ADS_3

Mendengar anting anting samudra biru telah berada di angka lelang 12 juta koin emas, membuat Shio Fang yang tadinya diam kini angkat bicara.


"Nona aku ingin kau mengalah untuk memperebutkan anting anting samudra biru, aku akan mendapatkannya untuk ku hadiahkan pada istriku yang tengah hamil, karena di dalam mendapatkan anting anting samudra biru aku tak akan pernah mengalah".


"Aku akan menaikkan harga lelang untuk anting anting samudra biru menjadi 20 juta koin emas," ucap Shio Fang.


Semua orang yang berada di dalam lelang begitu sangat terkejut mendengar harga yang di lontarkan oleh Shio Fang, mereka semua sangat menyayangkan jika hanya sebuah anting anting samudra biru harus mengeluar koin emas sebanyak 20 juta.


Wanita bercadar putih kini tak menaikkan harga, dia hanya menatap Shio Fang dengan tajam dan tanpa sadar tatapan keduanya kini saling beradu, hingga Shio Fang dapat merasakan pernah melihat tatapan mata tajam seperti itu sebelumnya.


"Tatapan matanya begitu sangat familiar sekali, tapi di manakah aku pernah melihat tatapan mata seperti itu, seandainya cadar itu tak menutupi wajahnya, pasti aku akan mengetahui siapa pemilik mata dan tatapan tajam itu," batin Shio Fang.


Shio Fang kemudian mengingat ingat kembali di mana dia pernah melihat tatapan mata seperti itu, namun setelah Shio Fang berusaha mengingat kembali tetap saja dirinya tak menemukan titik terang siapa wanita di balik cadar putih yang dikenakannya.


Lamunan Shio Fang terhenti saat pemandu Van Wu telah mengumumkan jika anting anting samudra biru telah jatuh ketangan Shio Fang.


Setelah lelang berakhir, Shio Fang, putri Cin Cin dan wulan menuju ketempat pengambilan barang, setelah membayar dan menerima barang yang di lelang, Shio Fang kemudian berjalan kearah Wulan dan berkata.


"Aku akan menunggumu besok pagi di istana Jiangma, bawa plakat ini agar kau bisa langsung menemuiku," ucap Shio Fang.


Wulan menjadi kebingungan dengan perkataan Shio Fang, dan lebih bingung lagi saat melihat plakat emas yang merupakan plakat keanggotaan keluarga istana, berada di tangan pemuda yang saat ini berada di hadapannya.


Wulan menerima plakat emas itu dan mengamatinya. "Benar.., ini merupakan plakat pangeran Shio Fang, jangan jangan mereka berdua adalah pangeran Shio Fang dan putri Bilqis yang tengah menyamar menjadi orang biasa," batin Wulan.


Menyadari jika pemuda yang ada di hadapannya adalah pangeran Shio Fang, Wulan segera menangkupkan kedua tangannya memberi hormat dan berkata.


"Maafkan atas ketidak tauhan ku yang mulia pangeran Shio Fang dan putri Bilqis," ucap Wulan dengan kecemasan di dalam hatinya.


Shio Fang memegang pundak Wulan kemudian berkata. "Kau telah mengetahui indentitas kami berdua, dan aku tak ingin kau mengatakan kepada orang lain jika aku dan istriku tengah berada di kota, datanglah besok pagi ke istana maka kau akan mendapatkan jepit rambut sesuai dengan yang ku janjikan padamu," ucap Shio Fang.


"Baik yang mulia, aku akan datang ke istana besok pagi," jawab Wulan.

__ADS_1


Setelah terjadi percakapan dengan Wulan, Shio Fang dan putri Bilqis pada akhirnya meninggalkan aula mulia.


Wulan hanya dapat melihat kepergian Shio Fang dan putri bilqis dari kejauhan, hingga hilang di balik pintu ruangan itu.


"Akan ada kejutan bagi Hai Ming jika dia berani melakukan hal buruk pada pangeran dan putri istana Jiangma, dan saat itu bukanlah hari keberuntungan bagi Hai Ming," gumam Wulan dengan senyum yang merekah di bibirnya.


Shio Fang dan putri Bilqis pada akhirnya keluar dari dalam aula mulia, namun baru beberapa langkah keduanya keluar dari dalam aula mulia, tiba tiba saja Hai Ming dan beberapa praktisi kuat di belakangnya telah menghadang langkah keduanya.


"Akhirnya kita bertemu kembali dan hari ini aku akan memberikan pelajaran padamu setelah semua yang kau lakukan padaku di dalam lelang," ucap Hai Ming.


Hai Ming kemudian menyuruh praktisi di belakangnya untuk mengepung Shio Fang dan putri Bilqis, melihat hal itu Shio Fang benar benar murka dan langsung berkata.


"Berani sekali kau menyerangku sementara kau tau istriku saat ini tengah hamil, untuk itu ada baiknya kalian semua menerima ganjaran dariku," ucap Shio Fang.


Shio Fang kemudian menjejakkan kakinya ke tanah dan saat itu juga Aura yang sangat tirani menyebar di permukaan tanah, hingga seluruh praktisi yang saat ini mengelilinginya terpental ke belakang dan ambruk ke tanah dengan sangat keras.


Mereka semua saat ini tengah terluka parah, akibat serangan mental Spritual dari kekuatan Toti yang di lepaskan Shio Fang.


"Buk.."


Serangan itu telak menghantam dada Hai Ming, hingga membuat pemuda tanggung itu terpental ketanah dengan keras.


Hai Ming berusaha bangkit berdiri dan mencoba menstabilkan tubuhnya kembali, tak lama kemudian dia pun berkata.


"Tak kusangka kau memiliki kemampuan yang dapat membuat kami semua terluka, namun itu merupakan kesalahanmu karena kau tak langsung membunuh kami semua, untuk itu kau harus menerima balasan kejam dariku," ucap Hai Ming.


Setelah berkata seperti Hai Ming kemudian menghancurkan batu kristal di dalam genggaman tangannya, tak lama kemudian sebuah fluktuasi udara seketika terjadi tempat itu dan membuat sebuah lubang hitam.


Dari dalam lubang itu muncul wanita tua dengan tongkat ular yang berada di genggaman tangan nya, dia adalah tetua Soiling yang merupakan seorang praktisi kuat ranah semesta bintang dua, dan merupakan pelindung dari keluarga wali kota Jiangma.


"Oh..., ternyata keberadaan wanita ini yang telah membuatmu menjadi percaya diri setinggi langit, hingga tak melihat siapa yang akan kau hadapi?" ucap Shio Fang.

__ADS_1


"Kau takut?, ha..ha..ha.., Sudah kukatakan kepadamu aku akan membalasmu dengan kejam!!, bibi Soiling aku ingin kau menghabisinya," perintah Hai Ming.


Tetua Soiling seketika itu juga mengeluarkan aura kuat dan menindas dari dalam tubuhnya, dan energi itu terpancar dengan jelas di udara.


Shio Fang hanya tersenyum melihat hal itu, dan saat ini dia ingin mencoba kekuatan Toti yang di milikinya, yaitu kekuatan warisan naga hitam dari penatua Xuan Yuan dan jantung Yiwu yang telah di pelajarinya, untuk menghadapi penatua Soiling.


Shio Fang tetap berdiri pada tempatnya namun mata kanannya kini telah berubah menjadi hitam tanpa terlihat warna lain di dalamnya.


Warna hitam itu mulai berputar perlahan, dan tak lama kemudian putaran itu semakin cepat dan kini membentuk pusaran hingga riak energi begitu sangat menakutkan keluar dari dalam mata itu.


Mata hitam Shio Fang mulai menyerang kearah penatua Soiling tanpa sang penatua dapat merasakan serangan itu, hingga membuat tubuh penatua Soiling menjadi kaku dan sangat sulit untuk digerakkan.


"Celaka roh jiwa ku telah diserang oleh kekuatan yang sangat menakutkan, hingga membuat tubuhku tak dapat digerakkan. Mengapa aku tak dapat mengetahui serangan mental yang dimiliki oleh pemuda itu hingga membuatku tak berdaya seperti ini," batin penatua Soiling dengan kecemasan yang saat ini melanda hatinya.


Tiba tiba mata kiri Shio Fang berubah menjadi merah semerah darah, dan mengeluarkan aura yang juga tak kalah menakutkannya dengan mata kanan yang berwarna hitam.


Tak lama kemudian Shio Fang berkata. "Sujudlah padaku karena kau tak memiliki batasan untuk melawan ku," ucapnya.


Penatua Soiling berusaha sekuat tenaga untuk menahan agar dirinya tak mengikuti perkataan dari pemuda yang ada di hadapannya, namun roh jiwanya yang saat ini telah dikuasai oleh kekuatan Toti dari kekuatan naga hitam dan jantung Yiwu, membuat penatua Soiling tak kuasa menolak perintah itu, dan pada akhirnya sang tetua bersudut di hadapan Shio Fang dengan tubuh tak berdaya.


"Bibi Soiling apa yang kau lakukan.., segeralah bangun dan habisi dia..!!" teriak Hai Ming.


Shio Fang yang mendengar hal itu langsung menatap kearah Hai ming yang membuat pemuda itu merasakan kekuatan menakutkan yang kini tengah menguasai jiwanya.


Senyum dingin Shio Fang seketika itu terlihat, dan suaranya pun menggema.


"Orang sepertimu tak layak untuk dapat hidup lebih lama lagi, karena hari ini merupakan hari terakhir bagimu untuk hidup," ucap Shio Fang.


Tiba tiba jeritan menyayat hati keluar dari mulut Hai Ming saat tubuhnya perlahan lahan mulai membengkak, dan tak berapa lama kemudian tubuh itu pun meledak seperti tertusuk tusuk pedang yang sangat tajam, hingga darah nya membanjiri tempat itu.


Hai Ming ambruk ketanah dengan tubuh yang sudah tak bernyawa, sementara orang orang yang melihat hal itu begitu sangat takut akan sosok pemuda yang telah membunuh Hai Ming tanpa sedikitpun melakukan serangan.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2