
Shio Fang dan kelompoknya pada akhirnya tiba di gerbang istana raja Dewa obat, tampak di gerbang istana sebuah papan besar bertuliskan. "Hanya anak muda yang memiliki kemampuan alkemis yang bisa masuk ke dalam istana, dan jika ada praktisi yang ingin mencoba untuk masuk tanpa mengindahkan peringatan ini maka dirinya akan hancur bersama kematiannya".
Shio Fang menatap ke arah papan peringatan itu sambil berkata. "Mungkin kalian yang tak mempunyai kemampuan alkemis dan juga melebihi umur dari 30 tahun, yang membuat kalian tak akan bisa memasuki gerbang itu," ucap Shio Fang.
"Kakak Shio Fang, saudara ketiga dan ke empat tak mungkin masuk ke dalam gerbang itu karena umur mereka telah melebihi dari umur yang telah ditentukan untuk bisa masuk ke dalam istana itu, dan aku sendiri bukanlah seorang alkemis yang mampu memurnikan pil obat, sedari itu aku pun tak bisa masuk untuk menemanimu ke dalam sana," ucap Shio Zen.
Shio Fang kemudian menatap ke arah Shio Ju dan Shio Chen, sebelum berkata di dalam hati. "Kedua adikku ini memang sebelumnya telah berumur ratusan tahun dan bahkan ribuan tahun, mereka merupakan binatang kuno dari masa lalu yang mengikutiku karena telah terjalin kontrak darah denganku, untuk saat ini mereka tak akan bisa membantuku saat berada di dalam istana raja dewa obat" batin Shio Fang.
"Aku juga tak bisa mengikutimu kedalam sana karena kriteria anak muda yang tertulis di papan peringatan itu bukanlah untukku, karena sebenarnya aku merupakan orang tua yang melebihi umur kalian semua walaupun saat ini tubuhku terlihat masih sangatlah muda," ucap leluhur Yanlao dengan senyuman di sudut bibirnya.
Setelah leluhur Yanlao berkata seperti itu, paman Canglong kemudian berkata. "Aku juga tak bisa menemanimu di dalam istana raja dewa obat karena umurku telah sangatlah tua, aku hanya bisa menyusahkanmu kembali dengan menitipkan Linyosi saat berada di istana, semoga perjalanannya bersamamu akan membawa pengalaman baru baginya," ucap paman Canglong.
Mendengar perkataan paman Canglong, Shio Fang hanya bisa menganggukkan kepalanya walaupun di dalam hatinya merasa akan begitu sangat merepotkan untuk mengurus Linyosi.
Paman Canglong dapat melihat keraguan di mata Shio Fang, hingga diapun berkata kepada Linyosi. "Aku tak ingin kau bertingkah bodoh yang menyusahkan Shio Fang saat berada di dalam istana, aku ingin kau mengikuti perintahnya karena hal itu akan membuat keadaanmu akan baik baik saja di dalam istana," ucap paman Canglong.
"Paman tak usah mengkhwatirkan hal itu, aku pasti akan menuruti perkataan dari saudara Shio Fang," jawab Linyosi sambil tersenyum manis.
Setelah berpamitan kepada kelompoknya, Shio Fang dan Linyosi kemudian berjalan melewati gerbang untuk masuk kedalam istana.
__ADS_1
Saat melangkahkan kakinya kedalam gerbang istana, tiba tiba keduanya telah berteleportasi hingga mereka berdua kini berada pada sebuah ruangan yang cukup besar, ruangan itu merupakan aula tengah dari istana raja dewa obat.
"Di mana para praktisi muda yang memasuki istana ini sebelumnya, mengapa istana ini begitu sangat sunyi," batin Shio Fang.
Shio Fang kemudian menjejakkan kaki kanannya kelantai ruangan, yang membuat gelombang ultra sonik dari kekuatan spritual yang dimilikinya seketika itu menyebar keseluruh permukaan tanah, hingga Shio Fang dapat merasakan adanya getaran pertarungan di salah satu lorong istana yang banyak terdapat di tempat itu.
"Linyosi ikut aku, kita akan memulai perjalan di lorong itu," ucap Shio Fang sambil menunjuk ke arah lorong yang dimaksud.
Mendengar perkataan dari Shio Fang, Linyosi hanya dapat menganggukkan kepalanya dan mulai mengikuti Shio Fang dari belakang.
Mereka berdua berjalan beriringan mengikuti lorong yang di masukinya, semakin lama berjalan pada akhirnya suara pertarungan dapat terdengar sangat jelas di telinga mereka berdua.
"Shio Fang sepertinya di depan sana ada suara pertarungan, aku sangat yakin jika pertarungan yang terjadi tengah memperebutkan sebuah harta karun, sepertinya kita harus bergegas menuju ke sana karena aku mempunyai firasat buruk pada sukuku," ucap Linyosi.
Sebenarnya tumbuhan roh itu pertama kali ditemukan oleh suku rubah ekor 9, namun dikarenakan kelompok dari pesisir pantai juga menginginkan tumbuhan roh itu maka pertikaian pun terjadi yang menyebabkan pertarungan di antara kedua kelompok yang sama-sama mengklaim jika tumbuhan roh itu adalah milik mereka.
Telah banyak mayat berjatuhan di dua belah kubu, dan tentu saja hal itu membuat kerugian besar di kedua belah pihak, apalagi saat ini putri Linzi saat ini tengah terluka dalam akibat pertarungan itu.
Linyosi yang melihat banyak dari anggota sukunya telah mati seketika itu juga menyerang pimpinan dari kelompok pesisir pantai, hingga pertarungan diantara mereka pun terjadi.
__ADS_1
Shio Fang yang melihat jika dalam pertarungan itu suku rubah akan mengalami banyak kerugian, yang membuat Shio Fang kemudian menghentikan pertarungan itu mengingat saat ini kekuatan dari kelompok pesisir pantai lebih menguntungkan, karena ada tiga praktisi yang telah menginjak ranah semesta bintang 5 sempurna di dalamnya, sementara di pihak suku rubah ekor 9 sendiri tak memiliki praktisi yang telah mencapai tingkatan tersebut, hanya Linyosi dan putri rubah Linzi yang memiliki tingkat kekuatan terkuat, di mana Linyosi telah mencapai ranah semesta bintang 4 sempurna dan putri Linzi mencapai ranah semesta bintang 3 sempurna.
Karana tak menginginkan banyak korban di pihak suku rubah ekor 9, hal itu membuat Shio Fang menjadi penengah dalam pertikaian itu.
"Hentikan pertarungan ini...!!" bentak Shio Fang yang disertai dengan penyaluran kekuatan spiritual dari perkataannya.
Sontak saja pertarungan yang terjadi seketika itu berhenti. Pemimpin dari para praktisi pesisir pantai mundur beberapa meter ke belakang, karena merasakan kekuatan spiritual yang menakutkan dari suara pemuda yang menghentikan pertarungan.
"Jika kalian terus melanjutkan pertarungan ini maka akan banyak korban di pihak kalian, dan bukankah hal ini merupakan satu kerugian besar jika sampai beberapa anggota dari kalian mati di tempat ini," ucap Shio Fang.
"Kami menginginkan tumbuhan roh itu Karena tujuan kami berada di istana ini untuk mencari beberapa harta karun berkualitas tinggi termasuk tumbuhan roh itu," ucap pemimpin kelompok pesisir pantai dengan penekanan di perkataannya.
"Saudara Shio Fang, suku kami yang terlebih dahulu menemukan tumbuhan roh itu, namun mereka sengaja datang untuk merampasnya hingga kami harus bertarung untuk mendapatkan hak atas tumbuhan roh itu," timpal putri Linzi tak kalah sengitnya.
"Aku rasa tumbuhan roh itu begitu banyak di tempat ini bukankah ada baiknya kalian berbagi untuk menghindari jatuh korban di dalam kelompok kalian, saudari Linzi bukankah ini lebih baik dari pada kelompok mu terus bertarung dengan kelompok pesisir pantai," ucap Shio Fang.
Putri Linzi menarik nafas dalam-dalam untuk menenangkan hatinya, karena sebenarnya putri Linzi tak menerima jika tumbuhan roh itu akan dibagi dua dengan para praktisi dari pesisir pantai, biar bagaimanapun juga kelompok dari sukunya yang telah menemukan pertama kali tumbuhan roh tersebut, namun mengingat jika Shio Fang dahulu pernah menyelamatkan dirinya maka Putri Linzi pada akhirnya mengiyakan perkataan dari Shio Fang.
"Jika saudara Shio Fang telah meminta hal itu maka kami dari suku rubah akan menerimanya," ucap putri Linzi.
__ADS_1
"Tidak...!!, semua tumbuhan roh itu adalah milik kelompok pesisir pantai ku, dan kami tak menginginkan berbagi dengan orang lain. Lebih baik kalian semua pergi dari tempat ini sebelum kami bertindak lebih lanjut untuk menghancurkan kalian semua," bentak pemimpin dari kelompok pesisir pantai yang langsung mengeluarkan aura kuat dari dalam tubuhnya, untuk siap kembali melakukan pertarungan di tempat itu.
Bersambung