Penguasa Element Es Dan Angin

Penguasa Element Es Dan Angin
Murid utama yang tak terduga


__ADS_3

Tawa tetua Yao Ling pecah melihat laki-laki dan perempuan yang ada di hadapannya saat ini.


"Ha..ha..ha..,Guru Gobin, Guru Ema, sudah 5 tahun kita tak bertemu, tentunya para petinggi akademi Kunlun pastinya telah menunggu kehadiranku kembali ke tempat ini".


"Guru Gobin ke mana penatua Xuan Yuan hingga kalian berdua yang menyambut kedatanganku?" tanya tetua Yao Ling.


Belum sempat guru Gobin maupun guru Ema menjawab perkataan tetua Yao Ling, tiba-tiba udara di tempat itu seketika beku dan terjadi robekan spasial yang membuat sesosok laki-laki tua dengan seluruh rambut di tubuhnya yang telah memutih semua, keluar dari dalam robekan spasial itu.


"Ha ..ha..ha .., saudari Yao Ling akhirnya kau mengunjungi saudara seperguruan mu ini," ucap penatua Xuan Yuan dengan mengelus jenggot panjangnya.


"Akhir nya kau datang juga Xuan Yuan, dan tentunya kau telah mempersiapkan murid yang akan bertarung dengan cucuku ini," ucap tetua Yao Ling.


"Untuk masalah itu kita bisa bicarakan lagi dan ada baiknya kita masuk ke dalam, karena kau merupakan tamu kehormatan bagi akademi ini," jawab penatua Xuan Yuan dengan ketenangan di wajahnya.


Sebelum pembicaraan terus berlanjut di depan gerbang Akademi, rombongan dari kekaisaran Cahaya surga juga telah sampai di tempat itu.


Melihat kedatangan Kaisar Lu Meng Tian serta beberapa petinggi dari istananya, penatua Xuan Yuan segera menangkupkan kedua tangannya yang diikuti semua anggota dari Akademi Kunlun, untuk memberikan penghormatan kepada penguasa wilayah kekaisaran cahaya surga.


"Penatua Xuan Yuan, Aku sengaja datang ke tempat ini untuk melakukan kesepakatan yang terjadi antara tetua Yao Ling dan aku, dan saat ini aku telah membawa putra mahkota untuk bertarung dengan Yao Lin sebagaimana kesepakatan yang telah terjadi," ucap kaisar Xuan Yuan.


"Ha..ha..ha.., Aku telah menunggumu Kaisar Lu Meng Tian untuk melakukan kesepakan yang terjadi, akan tetapi aku ingin cucuku terlebih dahulu menghadapi murid utama akademi Kunlun, karena kesepakatan antara Aku dan penatua Xuan Yuan telah terjadi lima tahun yang lalu," ucap tetua Yao Ling.


Kaisar Lu Meng Tian ingin berkeras agar putra mahkota lebih dahulu bertarung dengan Yao Lin, akan tetapi penasehat istana cahaya surga seketika itu juga mendekat kearahnya dan membisikan sesuatu di telinga Kaisar Lu Meng Tian.


"Yang mulia.., biarkan Yao Lin bertarung terlebih dahulu dengan murid utama Akademi Kunlun, bukankah itu akan menguntungkan bagi kita".

__ADS_1


"Saat ini kita tak mengetahui kekuatan Yao Lin, jika pertarungan antara Yao Lin dan murid utama akademi Kunlun terjadi, tak menutup kemungkinan jika tenaga Yao Lin akan terkuras habis saat pertarungan itu, dan bahkan dia juga akan terluka sehingga dalam menghadapi putra mahkota, dengan sendirinya putra mahkota akan dapat mengalahkannya dan nama baik kekaisaran kita akan tetap terjaga.


Kaisar Lu Meng Tian mengerti akan maksud perkataan penasehatnya, tidak lama kemudian kaisar Lu Meng Tian akhirnya berkata.


"Karena kesepakatan antara ketua Yao Ling dan penatua Xuan Yuan telah terlebih dahulu terjalin, maka aku mempersilahkan kepada Anda berdua untuk melakukan pertarungan di antara murid," ucap kaisar Lu Meng Tian.


"Baiklah jika yang mulia Kaisar telah bersedia mengalah, maka Akademi kunlun akan melakukan kesepakatan 5 tahun yang lalu," jawab penatua Xuan Yuan.


Pada akhirnya mereka semua berangkat menuju panggung batu, yang merupakan arena pertarungan utama yang berada di Akademi Kunlun.


Semua murid Akademi Kunlun baik senior maupun junior kini memadati arena pertarungan, karena mereka ingin melihat siapa murid utama yang akan bertarung melawan murid dari klan Yao, yang digadang-gadang memiliki kemampuan yang telah dipersiapkan untuk menghadapi murid utama Akademi Kunlun.


Di podium utama terjadi pembicaraan diantara mereka.


"Xuan Yuan, para penonton telah memadati arena pertarungan, dan sampai saat ini aku belum melihat murid mu yang akan bertarung dengan cucuku," ucap tetua Yao Ling.


"Aku adalah murid utama akademi Kunlun," ucapnya.


Yao Lin yang melihat jika lawan tarungnya adalah Shio Fang begitu sangat terkejut, dia tak menyangka jika pemuda yang dikaguminya karena kepribadiannya yang baik, merupakan murid utama akademi Kunlun yang akan bertarung dengannya.


"Ha..ha..ha.., aku tak menyangka kau bisa mempermainkanku Shio Fang, ternyata kau murid utama penatua Xuan Yuan," ucap tetua Yao Ling dengan kilatan amarah di matanya.


"Maafkan jika aku telah membuat anda merasa dipermainkan tetua, selama ini aku tak pernah membuat anda serasa di permainkan, dan ku harap tetua bisa melapangkan tangan kepada anak muda ini," ucap Shio Fang.


"Xuan Yuan kau memiliki murid yang memiliki sopan santun yang baik pada yang lebih tua, dan aku begitu sangat menyukainya".

__ADS_1


"Aku ingin melihat kemampuan Shio Fang dalam menghadapi cucuku di dalam pertarungan ini," ucap tetua Yao Ling dengan senyuman di bibirnya.


Pada akhirnya kedua petarung kini berada di tengah arena pertarungan.


Guru Girona yang merupakan penegak kedisiplinan Akademi Kunlun, berada di antara kedua petarung sambil memberikan arahan mengenai aturan pertandingan.


"Pertandingan ini bukanlah pertarungan hidup dan mati, melainkan pertarungan siapa yang terkuat diantara kalian berdua. Jika ada salah satu dari kalian berdua yang keluar dari arena pertarungan, maka yang keluar dari arena pertarungan akan di nyatakan kalah".


"Jika salah satu dari kalian telah menyerah maka di pihak lainnya tak di perbolehkan untuk menyerang, dan yang terakhir dalam aturan ini tak di perbolehkan untuk membunuh lawan tarung. Apakah kalian berdua telah mengerti semua yang telah ku jelaskan mengenai aturan dalam pertarungan ini?" tanya guru Girona.


Shio Fang dan Yao Lin sama sama menganggukkan kepalanya, melihat itu Guru Girona segerah memecahkan Kristal ungu di tangannya, yang membuat arena tersebut terbungkus oleh segel pelindung, yang akan membuat efek pertarungan tak sampai merembes keluar dari arena pertarungan, yang akan membahayakan para penonton yang memadati tempat itu.


Seluruh anggota Pheonix salju yang akan menyaksikan pertarungan Shio Fang, di penuhi ketegangan karena mereka tau jika wanita yang di hadapi oleh Shio Fang, telah jauh jauh hari di persiapkan klan Yao untuk pertarungan hari ini.


"Shio Fang kau pasti bisa memenangkan pertarungan ini," gumam Zen dengan kecemasan di wajahnya.


Di arena pertarungan, Yao Lin melepaskan jubah yang selama ini membungkus tubuhnya, dan menampakkan lekuk indah tubuh wanita muda yang tengah tumbuh semakin matang.


Shio Fang dapat melihat wanita di hadapannya begitu sangat cantik dengan pakaian serba putih yang di kenakannya, akan tetapi kilatan matanya menyimpan aura misterius di dalamnya, yang membuat Shio Fang seketika itu juga memasang kewaspadaan tinggi.


"Shio Fang menyerahlah sebelum hal buruk terjadi padamu," ucap Yao Lin.


"Nona Yao Lin kau jangan terlalu meremehkanku, belum tentu kau dapat mengalahkanku dengan mudah," jawab Shio Fang dengan ketenangannya.


"Baiklah jika kau tak ingin menyerah, jangan salahkan aku jika terjadi hal buruk padamu," ucap Yao Lin kemudian menghilang dari hadapan Shio Fang.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2