
Xin Xin telah berhasil memenangkan pertarungannya menghadapi Mo Chen Yi dari kekaisaran cahaya api.
Saat ini seluruh peserta yang telah memenangkan pertarungan, telah kembali ke barak mereka masing-masing untuk beristirahat.
Malam hari Dewi Yinzi datang ke barak Sekte Es Abadi untuk menemui Xin Xin.
Mengetahui jika yang ingin bertamu dengan Xin Xin merupakan Ratu istana Phoenix, Seluruh anggota sekte termasuk seorang petinggi sekte es Abadi seketika itu juga memberi hormat.
Dewi Yinzi kemudian mengutarakan keinginannya untuk dapat berbicara empat mata dengan Xin Xin, dan tentu sajan Tetua Xin Yie yang merupakan penanggung jawab Sekte Es Abadi selama berlangsungnya kompetisi bela diri, memperbolehkan hal itu.
Dewi Yinzi kemudian mengajak Xin Xin ke sebuah anak sungai berair jernih di belakang perbukitan istana, Di sana Dewi Yinzi menanyakan mengenai busur panah peri suci yang ada pada Xin Xin.
"Busur panah peri suci yang ada padamu merupakan harta pusaka yang dimiliki bangsawan ras peri, dan hanya seorang yang memiliki garis keturunan bangsawan ras peri yang mampu untuk menarik busur panah itu, karena jika orang biasa yang tak memiliki garis keturunan ras peri maka saat menarik busur panah itu, maka dirinya akan hancur menjadi serpihan-serpihan es walaupun kekuatannya telah mencapai ranah Abadi".
"Katakan padaku dari garis keturunan mana Kau berasal karena aku juga merupakan seorang bangsawan peri," ucap Dewi Yinzi kemudian mengeluarkan sayap emasnya agar Xin Xin dapat mempercayai perkataannya.
Xin Xin yang melihat adanya sepasang sayap emas di punggung Dewi Yinzi, tentu saja membuatnya sangat terkejut karena selama ini Xin Xin menyangka jika bangsawan ras peri hanya tersisa satu yaitu Ayahnya.
Xin Xin kemudian menarik nafas panjang sedetik kemudian dia pun berkata.
"Aku memang berasal dari darah keturunan ras peri murni, ayahku Xin Yue merupakan generasi terakhir dari bangsawan peri, namun kenyataannya secara tak terduga olehku yang mulia juga merupakan seorang bangsawan ras peri," jawab Xin Xin.
Tubuh Dewi Yinzi bergetar saat mendengar sebuah nama yang begitu sangat akrab dengannya di masa lalu. Kenangan indah bersama Xin Yue yang dahulu merupakan kekasihnya kini kembali terngiang di dalam pikirannya.
"Xin Xin apakah benar Xin Yue adalah ayahmu dan dia saat ini masih hidup?" tanya Dewi Yinzi untuk menambah keyakinannya.
"Sebenarnya dia bukan ayah kandungku, namun bagiku dia merupakan sosok ayah yang selalu menjaga dan melindungiku seperti layaknya anak kandungnya sendiri".
__ADS_1
"Saat itu penyerangan iblis ke alam para pendeta suci membuat banyak para peri binasa, termasuk ibuku yang merupakan salah seorang bangsawan ras peri".
"Aku diselamatkan oleh Xin Yue dan dibesarkan seperti putri kandungnya sendiri, ayahku masih tetap sendiri karena dia masih setia dengan seorang wanita yang telah mati saat penyerangan besar-besaran bangsa iblis ke alam pendeta suci".
"Yang mulia, setelah kehancuran alam pendeta suci, ayahku membawa ku ke alam surgawi dan membentuk sebuah sekte yang bernama Sekte Es Abadi, hingga sekarang ini ayahku telah menjadi ketua sekte di sana," ucap Xin Xin.
Dewi Yinzi mengangguk anggukan kepalanya, kemudian diapun berkata.
Trimakasih atas informasi yang kau berikan, Xin Xin bersemangat lah di dalam kompetisi ini, karena aku tahu kau memiliki kemampuan untuk mendapatkan gelar juara," ucap Dewi Yinzi mengakhiri pertemuannya dengan Xin Xin malam itu.
Malam hari Dewi Yinzi begitu sangat sulit memejamkan mata, Dia teringat akan pemuda yang pernah dicintainya saat masih berada di alam pendeta Suci.
Saat itu mereka berdua begitu sangat bahagia selama menjalani proses sebagai sepasang kekasih, banyak hal yang membuat Dewi Yinzi ingin sekali bertemu dengan Xin Yue, salah satunya adalah rasa bersalah di dalam hati Dewi Yinzi yang terdalam, saat mengetahui Xin Yue masih sendiri karena belum bisa melupakan dirinya, dan pada akhirnya Dewi Yinzi memutuskan untuk berangkat ke Sekte Es Abadi menemui Xin Yue, setelah kompetisi bela diri sesi yang kedua berlangsung, agar tak menimbulkan kecurigaan dari suaminya.
Sementara itu Shio Fang merasa heran melihat istrinya yang banyak melamun setelah kepergiannya mencari tau mengenai status bangsawan peri yang ada pada diri Xin Xin, membuatnya bertanya-tanya apa sebenarnya yang telah terjadi pada istrinya.
Ke esokan paginya para peserta telah kembali ke podium untuk mengikuti kompetisi sesi ke 2.
Shio Fang kemudian mengajak Dewi Yinzi untuk menonton kembali kompetisi yang akan segera berlangsung, dan berkata.
"Sayang hari ini putra kita Shio Fan Yin akan menghadapi praktisi muda dari suku penguasa Phoenix surgawi, dia akan bertarung di posisi pertama dan aku ingin mengajakmu untuk melihat pertarungan itu agar putra kita menjadi semangat saat melihat kita berdua," ucap Shio Fang dengan senyum yang merekah di bibirnya.
"Kak Shio Fang, hari ini aku kurang sehat dan aku ingin beristirahat sejenak, ada baiknya Kau pergilah sendiri untuk menyaksikan pertarungan Putra kita karena aku yakin Putra kita pasti akan memenangkan pertarungan itu," ucap Dewi Yinzi.
Shio Fang sangat terkejut mendengar perkataan dari dewi Yinzi, karena tak seperti biasa dia menolak ajakannya apalagi menyangkut mengenai pertarungan Shio Fan Yin putranya.
"Jika begitu aku tak akan ikut menonton pertandingan, Lebih baik aku memulihkan kesehatanmu dengan penyaluran energi murniku," ucap Shio Fang.
__ADS_1
"Kak Shio Fang aku mampu memulihkan diriku sendiri, ada baiknya kau pergi menyaksikan pertarungan Putra kita agar kau bisa menceritakannya nanti kepadaku," jawab Dewi Yinzi.
Shio Fang begitu sangat menyadari jika saat ini Dewi Yinzi telah menyembunyikan sesuatu hal kepadanya, hingga membuat Shio Fang ingin sekali mencari tahu apa sebenarnya yang telah terjadi.
Shio Fang kemudian memegang pundak istrinya sambil berkata. "Beristirahatlah, aku akan pergi melihat pertarungan Putra kita," ucapnya.
Setelah berkata seperti itu Shio Fang kemudian pergi meninggalkan Dewi Yinzi.
Di podium utama Shio Fang yang tengah menyaksikan pertarungan putranya, dapat merasakan jika Segel yang dipasang di bahu Dewi Yinzi telah pergi sangat jauh dari istana, yang membuat Shio Fang menyadari jika saat ini istrinya telah berbohong kepadanya.
"Aku tak pernah melihatmu melakukan hal ini sebelumnya padaku, Aku ingin tahu apa penyebab kau melakukan hal ini," ucap Shio Fang kemudian menghilang dari podium utama.
Sementara itu dengan menggunakan portal teleportasi pada akhirnya Dewi Yinzi dapat tiba di gerbang Sekte Es Abadi, penjaga gerbang yang melihat adanya sosok wanita cantik yang berdiri di depan gerbang segera menanyakan kepadanya, apa tujuan wanita cantik itu berada di Sekte Es Abadi.
Untuk mempermudah bagi dirinya memasuki Sekte, Dewi Yinzi kemudian memperlihatkan lencana emas yang merupakan lencana petinggi istana phoenix.
Benar saja dengan adanya lencana itu Dewi Yinzi dipermudah untuk bertemu dengan Ketua sekte.
Xin Yue begitu sangat terkejut melihat penampakan sosok wanita cantik yang ada di depannya, wanita yang disangkanya telah mati saat pertempuran di alam pendeta suci melawan para iblis.
"Yin'er..., kau kah itu?" tanya Xin Yue saat melihat wanita cantik yang sangat di rindukannya
Dewi Yinzi menganggukkan kepalanya sambil menatap tajam kearah Xin Yue.
"Ternyata dia masih hidup" ucap Dewi Yinzi seakan tak percaya dengan penglihatannya.
Bersambung
__ADS_1